Menikahi Tuanku

Menikahi Tuanku
bab 10


__ADS_3

Pagi yang cerah.


Setelah bermalam di desa di mana tempat Aku di lahirkan Aku merasa sedikit lega tidak seatap dengan Alex lagi di mana hari-hari ku penuh dengan senam jantung.


"Neng cepat bangun tadi Ibu mu telfon, Katanya Agus mau melamarmu sekarang Pak sugeng meminta secepatnya hubungan kalian di resmikan".


Kaget ya jelas Aku kaget baru saja bermalam sehari di desa Agus sudah mau melamarku saja, Aku hanya terdiam dan tersenyum dalam hatiku suka namun Aku belum sangup untuk berumah tangga.


"Sekarang, sepagi ini hari ini"


"Nanti siang bukan sekarang, kamu aja belum mandi"jawab Nenek santay.


"Tapi nek kan Ibu masih di kota lalu siapa yang mengurus acara lamaran nanti"jawabku.


"Kan ada Nenek"


"ya sudah cepat mandi nanti sarapan"


Di desa memang enak apa-apa di layanin nenek kalau di kota Aku haeus melayani Alexsander yang tidak punya hati itu.


"ciee mau nikah"


Tiba-Tiba Tita bangun mengejekku.


"Apa an sih"


Wajahku memerah karena malu memang dari dulu Tita tau kalau Agus suka kepadaku, bisa di sebut Tita lah mak joblang di antara hubungan kami.


"Aku setuju kalau Mbak Renata nikah secepatnya biar Kak Agus tingal di suni dan Aku mempunyai seorang kakak".


"terserah kamu saja lah"

__ADS_1


Aku meningalkan Tita yang masih duduk di atas ranjang nya terlihat wajahnya masih kusut seperti kanebo kering belum cuci muka dan fresh bangun tidur.


"Kak nanti kalau sudah nikah Kakak jangan lupa sama Tita ya"


"Apa sih lamaran aja belum kok Nikah sudah jangan banyak bicara cepat mandi hari senin harus masuk pagi upacara nanti telat di hukum nanges"


*****


Aku sudah bersiap memakai baju sopan dan tertutup Cuma ada dua keluarga yang hadir itupun tanpa kehadiran Ibuku.


Aku bersiap dan berdandan seadanya ingin menolak tapi Aku takut Agus patah hati nantinya.


Aku belum menceritakan malam itu malam ku bersama Alex, Apa Agus akan tetap menerima ku setelah dia mendengar semua kejujuranku


Aku menatap cermin yang berada di hadapanku Aku masih bingung kenapa secepat ini.


"keluarga Agus sudah datang Ayo cepat keluar"Kata Nenekku.


Aku keluar kamar sudah terlihat sepasang suami istri dan juga calon ku. Dia memakai baju batik ciri khas kota kami, Baju batik berwarna coklat membuat Agus terlihat sangat manis.


"Assalamualaiku cantik calon menantu"


Aku menyalami kedua orang tua Agus mereka mengelus kerudung ku Aku hanya tersenyum.


"masya allah cantiknya Pak calon menantu kita"


"Alhamdulilah Bu, sudah cantik sopan"


Setelah beberapa pujian yang terlontar dari kedua bibir orang tua Agus Aku tersipu malu, wajahku memerah seperti udang rebus saja.


"Ayah, Bunda jangan gitu tuh lihat malu kan jadinya".Agus menoleh ke arahku dan tersenyum Aku meihatnya tatapan kita saling bertemu terlihat wajahnya yang manis dan perkataan yang selalu lembut memperlakukan ku dengan baik selama ini.

__ADS_1


"Jadi gini ya Nek, Niat kami kesini untuk melamar Renata, Agus meminta karena Agus mendapat beasiwa di LN mungkin tahun depan berangkat jadi sebelum berangkat Agus mau mengikat Renata".


Glek, Aku menelan ludah dengan paksa seperti mengecil kerongkongan ku setelah menengar Agus mau berangkat ke LN Aku tau kalau di sana sangat bebas semoga saja dia bisa menahan hawa napsunya.


"Loh bukannya nak Agus sudah kuliya Bu"jawab nenekku.


"Iya, Tapi sebelum Agus mendaftar kuliyah di sini Agus pernah ikut daftar Beasiswa di LN tapi pengumumannya baru keluar kemarin Nek dengan terpaksa kami mencabut Agus dari universitas nya lalu memindahkan nya di LN, itu keinginan Agus Nek"


"Jadi gimana Ren, apa kamu mau menerima ini mungkin 6 tahun lagi Agus baru kembali kesini lagi"


Agus terdiam dan memandangi ku Aku hanya diam karen 6tahun itu cukup lama menurutku, tapi tak apa Aku akan menerimanya dan pasrah pada sang pecipta bagaimana kedepannya.


"Jadi gimana Ren, Apa kamu mau menerima lamaran ku, Mas Agus janji Akan kembali membawa berita baik untuk kita kedepannya dan memboyong kamu ke LN mencari pekerjaan di sama, tolong dukung Mas ya Ren ini semua cita-cita Mas dari dulu"


Agus memasang wajah melasnya


"Iya Renata menerima nya Mas" dengan berat hati Aku menerima pertunangan ini, Sebenarnya ada yang menganjal Aku ingin jujur tentang malam ku bersama Alex namun hati ku tak kuasa Aku takut Agus marah dan meningalkan ku apa lagi sebentar lagi Agus berangkat ke LN.


"Terimakasih Nak, kamu harus mendukung Agus ya Nak karena ini demi masa depan mu"


Aku hanya tersenyum ku rasa keluarga mereka sudah kaya dan memiliki segalanya namun kenapa masih kurang apa harus ke luar negeri dulu untuk mencari ilmu dan uang buat masa depan tapi entahlah mungkin pikiran ku saja yang dangkal.


Agus melingkar kan di jari manis ku cincin emas tua, dia sudah berhasil mengikat ku melalui video cal Ibu ku tersenyum haru melihat ku bertungan dengan Agus memang ini semua keinginan Ibuku selama ini menikahi Anak Pak sugeng yang murah hati.


Nenek juga tampak bahagia dengan pertunangan ku tapi Aku sedikit ragu di luar negeri terlalu bebas menurut ku apa lagi Agus mempunyai Wajah yang sempurna menurut ku tak sulit untuk mencari pengantiku, Aku melihat sendiri bagaimana kelakuan Alex dan pacar Turis nya dia berpelukan dan mesrah di hadapan ku tanpa malu kenapa Agus juga ingin berangkat kesana.


"Terimakasih ya Ren Aku sangat bahagia kamu telah menerima ku dan kekurangan ku"


Setelah acara pertunangan selesai Agus dan kedua Orang tuanya pamit undur diri katanya ada urusan mendadak dan tidak bisa berlama-laaa bertamu di rumah ku, Aku mencium tangan calon mertua ku dan calon suamiku walaupun pernikahan kami kurang lebih kurang 6 tahunan tapi tak apa lah semoga Agus bisa menjaga diri dan ingat apa janji nya kepada ku.


ku pandangi pungkung Agus dan kedua orang tuanya menjauh dari rumah ku, menaiki mobil yang cukup mewah menurut di kota ku. Aku melihat mobil berwarna hitam Aku baca merek mobil itu bertulisa alpard.

__ADS_1


Rumah ku sangat sempit sehinga mobilnya tidak bisa parkir di depan rumah ku.


Agus melambaikan tangan Aku hanya tersenyum, mobil berwarna hitam itu sudah terlihat jauh Aku masuk kerumah dan melihat jari manisku sudah ada cicin emas yang melekat, ku tatap sebentar dan menghembuskan nafas kasar.


__ADS_2