Menikahi Tuanku

Menikahi Tuanku
bab 12


__ADS_3

Sley bertanya tentang Malam itu ke Pak Hari langsung.


"Katakan dengan jujur Apa yang kau lihat Malam itu".


"Kalau kau tidak bicara dengan jujur maka kau harus mengiklaskan pekerjaan mu di ganti orang lain"


Glek, Pak Hari hanya bisa berbicara jujur dengan Sley apa yang Dia lihat Malam itu. Sley juga mendengar Renata berbicara dengan Alex saat Alex bertanya siapa yang menganti baju nya waktu itu Renata berbicara kalau pak Hari lah yang menganti pakaiannya.


Dengan semua informasi yang di simpan nya Sley mempunyai rencana agar Renata di depak dari rumah Alex, Memancing berbicara tentang noda darah yang berada di Sepray milik Alex dengan penutur kata yang lemah gemulai merasa seperti di sakiti Sley menyuruh Alex bertanya ke Pak hari, Dengan kelicikan Sley Pak hari di suap Agar bicara bohong kalau Renata lah yang mengoda Tuan Muda Alex. Bukan Tuan Alex yang memperkosanya.


flash back Of.


Pove Alexsander.


Aku malas untuk menginjakan kaki ku di rumah ini, Rumah yang begitu ramau namun bagiku sangat sepi Apa lagi dengan keberadaan Mamiku yang mengekang ku belum lagi Sley yang selalu menyusahkan ku.


''Mami mau bicara tentang pertunangan kalian"


Huh.. pembicaraan ini lagi sudah muak rasanya kalau bukan bahas pernikahan pertunangan itu saja yang di bahas, Tanya karir kek apa kek sudah muak Aku dengan Drama yang bertahun tahun aku jalani dengan Sley, Sudah berkali-kali dia membohongi ku Awalnya memang Aku sangat menyukainya dan mencintainya Tapi kejadian Malam itu membuat ku muak saja kejadian di Mana dia sedang mesrah di London waktu Aku mengasih kejutan ulang tahun dia malah enak-enak dengan pria lain, Pria yang selama ini menjadi teman Baik ku. Draw Ekslitio Teman dekat ku setelah kejadian itu Aku dan Draw memilih bermusuhan, Aku sudah tau kalau dia iri kepadaku atas kekayaan ku dan dia berusaha menyakiti ku melalui Sley, Awalnya memang sakit namun sekarang Aku tidak mau tau akan hubungan mereka dan menutup rapat-rapat hatiku untuk Sley, kalau bukan karena Mamiku dan mendiang Papiku Aku ogah dekat dengan nya.


Aku sudah muak dengan semua wanita yang mengincar hartaku Awalnya Aku sempat mempercayai Wanita lagi setelah di sakiti oleh Sley, Aku mempunyai teman baik bernama Seli dia juga lembur di hadapanku Tapi kelembutanya tidak seperti apa yang Aku lihat, Dia juga hanya mengincar Hartaku membuat ku Down waktu Malam kamis itu Aku dan Teman ku Joy memilih pergi ke Club dan minum sepuasku.


Melampiaskan kemarahan ku dengan Sley waktu itu sehinga membuat nya ke indonesia dan meminta maaf padahal dia tidak mempunyai kesalahan.


''Terserah Mami saja".


Aku meletakkan sendok ke dalam piring dengan kasar kalau boleh jujur Aku sudah sangat capek dengan wanita, Memang Aku memiliki segalanya Namun tidak dengan cinta Semua Wanita hanya menginginkan Hartaku bukan kasih sayang ku.


"Kenapa tidak di habiskan dulu"

__ADS_1


"Aku sangat capek Mi ingin beristirahat"Ujar ku


Sley mengikuti ku dari belakang Aku masuk ke dalam kamar dan dia juga ikut menutup kamar ku dan menguncinya Mami ku hanya diam dan melanjutkan Makan malam nya.


"Apa lagi Aku Capek"Kataku


Sley membuka kancing bajuku dan mengiring ku ke atas ranjang ku


cup. Dia mengecup ku dengan mesrah Aku hanya bisa diam saja.


"Tolong jangan sekarang"Kataku


"Sekali saja"Sley berbisik di telingaku dia mengecup telingaku setelah itu turun di leherku membuat ku mendesah tak karuan entah ilmu dari mana dia sangat lihay melakukannya.


"Kalau kamu capek Aku yang akan bergerak nikmati saja oke"


Sudah berhasil menyatuh kan milik ku dan miliinya Aku hanya diam saja menikmatinya tidak perdulin apa yang sley lakukan.


setelah selesai memuaskan dirinya sendiri Sley terbaring di sampingku, Aku pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badan ku.


"Aku tau kalau Kamu belum siap bertunangan'' Sley tiba-tiba memancing pembicaraan itu, Aku yang masih di dalam kamar mandi menyabuni tubuhku hanya diam tidak tertarik dengan pembicaraanya.


''Aku tau kalau kamu gak mau bertunangan dengan ku"Kata Sley.


Aku tidak perdulikan apa yang dia katakan lebih baik Aku meneruskan mandi ku saja.


''Aku tau kalau kamu tidak mau bertunangan dengan ku Alexsander Cristin, Dengarkan Aku terlebih dahulu Aku akan mengagalkan pertunangan Kita bagaimana menurutku"


Aku mengrenyitkan keningku masih berusaha mencerna kata-kata Sley,

__ADS_1


"Maksudmu"Kataku.


Aku mengeluarkan pucuk kepalaku di depan pintu dan bertanya kepada Sley.


"Aku akan mengagalkan pertunangab kita"Katanya Lagi.


"Bukannya pertunangan ini keinginan mu agar secepatnya mendapatkan hartaku kenapa kau berniat mengagalkan nya"


"Iya Aku memang ingin bertunangan dengan mu tapi bukan untuk bulan depan besok Aku akan kembalu ke London, Draw sudah bosan di sini, sementara ini Aku akan mengundur rencana Tante Mega untuk dua bulan kedepan".


Sudah ku duga dia kesini dengan benalu, tapi terserah dia saja yang penting Aku dan Dia tidak jadi bertunangan


"Tapi ada syaratnya"


"Uang, kamu hanya ingin uang kan"Kataku


"Bukan uang"


"Lalu apa"


Aku sudah terbiasa seperti ini memang Sley hanya ingin mengincar hartaku saja ku doakan Mami ku sadar agar tidak mendesak hubungan kami ini, hubungan yang tidak jelas.


"Mami Mega harus tetap di sini, Aku merasa risi jika beliau tetap ikut bersama ku di London"


"Oke Aku akan menyusun rencana, bersenang-senang lah bersama Draw"


Aku kembali ke kamar mandi dan menguyur badan ku, ingin sekali Aku menolak sentuhan Sley karena Aku tau Sley juga sudah berkali-kali menyatuhkan badan nya bersama Draw namun, Aku tak kuasa Aku selalu hanyut dalam permainan nya ku ambil sabun yang masih berada di depan ku, ku sabun i jony milik ku dan bagian yang di kecup oleh nya, merasa jijik kalau mengingat malam ulang tahun nya dia berada di kungkungan Draw dan membuat ku emosi waktu itu.


Renata, pikirku lagi setelah Aku membersihkan Badan ku, Kenapa Aku rindu kepadanya sedang apa dia wajah lugu nya yang menutup i sifat aslinya membuat ku muak saja, Tidak aku sangka gadis desa lugu telah mengoda ku malam itu.

__ADS_1


__ADS_2