Menikahi Tuanku

Menikahi Tuanku
bab 4


__ADS_3

Sudah waktunya Aku berbaring melepas penat ku seharian Aku sudah bekerja sebagai pelayan di rumah mewah ini Aku melihat ibuku sudah tertidur pulas di atas ranjang aku mendengus kesal harus mencuci baju Alex semalam ini dan mengeringkan nya lalu menyetrika oke fiks Malam ini Aku tidur lebih malam dari biasanya.


Aku membawa baju Alex ke ruang cuci setelan jaz hitam ini memang berat. Aku melihat jaz ini saja sudah merasa malas bagaimana tidak malas melihat Jaz hitam ini mengingatku kejadian semalam di mana Aku harus di paksa menyerahkan kehormatan ku pedanya. Apa lagi Alex benar-benar tidak sadar apa yang Di lakukan Malam tadi cih.. Rasanya ingin ku buang saja setelan Jaz hitam ini. Aku meenyalahkan kran di mesin cuci lalu mengiling setelah jaz itu ku beri aroma wangi melati kesukaan Alexsander cristin ini tuan muda yang menjijikan.


Setelah ku giling ku lihat apa masih ada noda kotor atau tidak karena Alex seseorang yang suka kebersihan. Aku cek ternyaya sudah bersih lalu aku mnegeringkan Jaz itu dengan Alat pengering memang langsung kering dan bau melati ku setrika sampai licin.


Aku berniat untuk menyerahkan Jaz ini kepada Alex lagi karena besok dia akan memakainya. Aku berjalan menuju Kamar Alex pintu kamar nya sedikit terbuka.


''Arghh.. pelan-pelan Honey".Teriakan wanita itu mengotor i telingga ku. Aku intip sebentar ternyata Wanita itu sedang duduk di atas tubuh kekar Alex yang sedang berbaring Naik ke atas turun ke bawah beberapa kali dengan irama ranjang dan ******* Wanita itu Aku melotot sebentar dan nenatap mereka berdua yang sedang asik main kuda-kuda an. Ku bawah lagi Baju Alex ke ruang Setrika dengan kesal Aku melangkah menjauhi kamar laknat itu.


"Mereka keterlaluan. Apa lagi si Alex itu suka celup sana celup sini cih.. menjijikan".Kata ku sambil melepar setelan Jaz di atas meja.


jam pukul 01:00 Malam Aku merasa penat ingin Aku berjalan menuju ke dapur untuk mengisi perutku yang dari tadi belum makan karena lupa.


Aku melihat ternyata masih banyak sisa makanan Aku mengambil nasi dan lauknya ku masukan Nasi itu ke dalam mulutku.


"Hemm".Deheman itu mengangetkan ku. Dan Aku sangat hafal itu suara Alex yang sudah berdiri di belakang ku.


"Uhuk..".Aku tersedak karena kaget sampai tidak bisa bicara. Entah kenapa Alez memberiku Gelas berisi Air putih lalu mengusap Pungung ku dengan halus bulu kuduk ku sampai berdiri.


"Tidak Ren ini hanya sentuhan biasa kenapa dirimu ini langsung merinding.".Batin ku entah kenapa Reflek tubuh ku menerima sentuhan itu lagi.


"Kalau makan hati-hati di kunyah dengan baik tidak perlu terburu-buru di nikmati saja".Katanya .


What.. kenapa dia seperhatian inu kepada ku. Aku menatap sedikit Alex tidak memakai baju dan telanjang dada keringat nya masih menempel di Dadanya Aku tau karena Dia habis main kuda-kuda an dengan wanita tersebut.

__ADS_1


"Iya Den".Aku mencoba menghindari nya Aku membawa piring ku lalu pergi melangkah keluar dapur Namun tiba-tiba suara Alex menahan ku untuk pergi.


"Makan di sini saja tak apa. Jangan Takut Aku hanya ingin mengambil minum habis ini Aku kembali lagi ke kamar Nikmati saja, lihat tubuh mu sangat kurus".Katanya dengan wajah datarnya sambil membawa air putih lalu pergi begitu saja.


Aku hanya diam berdiri mematung Setelah kepergian Alex dari dapur Rasanya makanan yang ingin ku telab menyangkut di leherku. Setelah melihat wajahnya Aku mengingat kejadian kemarin di mana Aku harus berbaring di bawah kungkungannya.


Aku memegang bibir ku sambil membaayangkan kejadian kemarin dan juga memegang dua Dada ku.


Tetesan Air mata ku tiba-tiba terjatuh kenapa itu semua terjadi kepada ku gimana kalau Agus ingin segera menikahi ku apa dia akan menerima ku. Dia mengenalku bahwa diriku mempunyai pribadi yang baik dan sopan santun tapi keadaan ku seperti ini.


"Hey.. are you oke".Suara itu mengangetkan lamunan ku


"iya Den saya Baik saja".Kataku lagi.


"Pakaian yang ku suruh untuk mencucinya apa sudah selesai tolong antar ke kamar ku".Katanya lagi dia berdiri mematung dan memalitkan kedua tangannya di Dadanya dan menyenderkan badannya pas di pintu dapur.


"Nanti saja, makan terlebih dahulu itu Aku lihat Makanan mu masih banyak, Kau harus butuh tenaga untuk melayaniku".


Deg, detak jantungku mulai berdetak lagi apa maksud perkataanya melayani nya lagi dan butuh tenaga terus Aku di suruh mengantar cucian tadi ke kamae nya Oh Renata mungkin ini sudah takdir mu. Aku menelan luda dengan susah tapi Aku mencoba tenang di hadapan Laki-laki itu.


Aku tetap melanjutkan Makan ku Namun Alex tak kunjung pergi tetap menatap ku. Bukanya tadi dia sudah main kuda-kuda an kenapa masih kurang pikirku. Aku meletakan piring dan mencucinya Aku berjalan melewati Alex yang masih memandangi ku. Aku berusaha tak menghiraukan nya tanpa ada percakapan Aku pergi ke ruang setrika dan mengambil setelan Jaz tadi. Aku melihat pintu kamar Alex sedikit terbuka.


Tok.. Tok..


"Masuk".

__ADS_1


Aku masuk ke kamar Alex dan benar saja dia hanya memakai celana pendek dan bau badannya wangi Apa Aku harus melayaninya lagi huh.. pikirku Namun Aku masih tetap berusaha tenang.


"Pijit i Kaki ku".Katanya


Aku melihat ke sisi kiri dan kanan Wanita tadi sudah tidak ada mungkin sudah kembali ke habitat nya.


"Baik Den".Aku hanya pasrah dan memijit Kakinya dia tengkurap Aku duduk di pingir ranjang sambil memijat Kaki Tuan muda Alex.


"Kamu gak sekolah lagi ?"Alex membuka pembicaraan.


"Iya saya ingin sekolah Namun, tidak ada biaya untuk itu".Jawab ku memelas.


"Oh.. Begitu Baiklah bekerja lebih keras lagi dan menabung agar bisa sekolah".Sahutnya.


Aku kira dia akan Menyekolahkan ku cih.. Namun ternyata cuma bertanya saja huhu. Sudah lah Renata jangan terlalu berharap dengan tuan muda pelit satu ini bukanya Ibumu sudah memberi wejangan banyak-banyaj jangan terlalu berharap dengan bantuan orang lain Batin ku.


"Lebih enak kan, pijitan mu Oke juga".Alex berranjak berdiri dan melangkah kan kakinya menginjak lantai


"Ini upahmu".


Glek. Aku melan ludah dengan susah memijat hanya beberapa menit tidak sampai setengah jam dia menyodorkan ku Beberapa helai uang kertas berwana merah merona.


"Tapi ini terlalu banyak Tuan".Aku masih malu untuk menerima nya.


"Tak apa Ambilah ini Upah untuk kerja kerasmu ambil lah atau Aku berubah pikiran. itung-itung ucapan terimakasih kemarin kau sudah membantu ku".Katanya lagi memaksaku menarik tangan ku dan meletakan uang merag-merah itu di gengaman ku.

__ADS_1


"Te-Terima kasih Tuan, Anda sangat baik semoga Tuhan membalasnya".Kataku lagi .


"Oke keluarlah kembali ke kamar mu, beristirahat lah. Terimakasih pijitanta Besok bisa di coba kembali tangan mu sangat kuat".Katanya lagi sambil menyunging senyuman yang begutu manis Oh Tuhan manisnya ganteng nya Tuan Alex.


__ADS_2