Menikahi Tuanku

Menikahi Tuanku
bab 15


__ADS_3

seperti dua ingsan yang sedang kasmaran Alexsander dan Renata saling menatap entah dal


am hati mereka memikir kan apa? yang pasti mereka saling mengumpat satu sama lain.


Di depan rumah menikmati angin sepoi-sepoi di malam hari membuat Renata mengigil karena memang musim hujan, Renata berada di depan rumahnya menyenderkan kepalanya di dinding. Alexsander membawa ponsel di tagannya dan mengarahkan pas ke wajah Renata yang sedang melamun .


cekrek


Alexsander lupa mematikan flash ponselnya Renata engan untuk berkomentar hanya menatap sinis Tuan muda tampan itu.


"Kenapa menatapku seperti itu?"


Renata hanya diam tanpa menoleh sedikitpun, diam mengecek ponsel miliknya dan membalas Watshap Agus kekasihnya.


''Hey, apa kau tidak mendengarku?''


"Hey!" Alexsander berteriak.


Renata hanya mendengus kesal lalu menjawabnya, ''Tuan, kenapa Tuan tidak tidur saja ini sudah malam sebaiknya Tuan di kamar saja. Karena di sini udaranya sangat dingin Tuan!"


''Apa? kenapa kau menyuruhku? apa kau lupa kalau saya ini Tuanmu."Alexsander mendekatkan diri ke arah Renata.


Pove Renata.


huh, kenapa sih dia selaku saja mengangguku, kenapa gak di dalam kamar saja. padahal aku ingin menghindar darinya.


What, dia menatapku seolah-olah ingin memlahabku hidup-hidup.


''Ren!" alexsander berteriak di hadapanku.


Dada bidangnya sudah terbentuk memang seksi sekali apa lagi dia tidak memakai baju huh, telanjang dada.


''mundur gak!," aku sedikit berteriak aku takut ada orang yang melihat kita berdua apa lagi malam-malam seperti ini, ku dorong tubuh kekarnya namun, dia malah mendekatiku apa lagi wajah kami sudah hampir saja bersentuhan.


Pove Alexsander.

__ADS_1


haha, Aku tau yang ada di otak mu itu Renata, kamu pasti mengingat kejadian malam itu. sudah jangan memejamkan mata buka matamu itu lihat lah kita mengulang malam itu lagi walaupun cuma memandang satu sama lain saja..


''kenapa kamu memejamkan mata?''tanyaku.


''Tuan, aku harap anda mundur sedikit!''


Aku ingin tertawa melihat wajahnya yang memerah seperti udang rebus itu.


''Kenapa? bukannya malam itu kita--''


''cukup!''


Renata mendorongku aku malah lebih suka mengoda dia sekarang, kenapa mengoda dia menjadi kebahagiaan tersendiri bagiku.


''Tuan, maaf kan saya.'' ucap Renata sambil mendunduk.


''Aku harap kamu tau batasan mu'' ucapku dengan wajah serius padahal aku ingin tertawa melihat wajahnya yang merah.


''Ren!'' aku mendekat lagi pas di depannya sehingga tubuh kami hanya berjarak inci.


Aku semakin gemas melihatnya begini aku maju lagi dan mencium pipinya entah dorongan dari mana membuatku ingin sekali mencium wajah marah Renata.


''Tuan, Tuan keterlaluan,"ucap Renata mendorong ku lalu mencoba berdiri.


Memang malam itu hawanya panas dan aku terbiasa memakai AC di rumah. setelah datang ke sini panas sekali apa lagi di tanbah mendung mau hujan mungkin itu yang membuat hawa menjadi panas.


''Tuan, awas!"


Brug...


Alex jatuh pas di atas mereka dengan posisi intim Renata tercengang dan menatap wajah Bosnya yang sudah mendekat tanpa jarak.


''Ren, Siapa dia?" salah satu warga mengangetkan mereka berdua Alex langsung berdiri dan membenarkxn posisinya.


''Tidak seperti yang Bapak kira."

__ADS_1


''Sebaiknya kamu harus lapor terlebih dahulu jika kedatangan tamu," kata salah satu warga.


''Maaf, Pak. saya tidak sempat melapo, saya lupa," jawab Renata.


''Mana KTP kamu." Salah satu warga maju ke depan,


Alex bingung dan mengambil KTP nya.


''Bahkan Renata 'pun sudah lama tingal di rumah miliku tanpa ku minta KTPnya, Apa perlu aku menyerahkan KTP ini.''


''Oh, jadi Renata sudah tingal di rumahmu. Aku harap kalian tidak berbuat mesum di kampung kamu, apa lagi berbuat mesum di depan rumah aku rasa kalian tidak punya malu!," ejek salah satu warga membuat darah Alec mendidih.


''Jaga bicaramu!" Alex mengepalkan tangan dan bersiap untuk meninju pipi laki-lqki tersebut.


"Tidak punya malu ditambah tempramen," tambah salah satu warga lagi dengan nada mengejek.


***************


''Nikahkan mereka saja, Pak!" kata salah satu warga mengiring mereka berdua ke rumah kepala desa.


''Eh, jangan main nuduh kalau tidak ada bukti,''jawab Ibu Renata.


''Semua sudah jelas anak kamu berbuat mesum di depan rumah."


"Lihat bahkan laki-laki ini tanpa mengenakan kaos,''tambah salah satu warga lagi.


''Kalian salah paham!" bentak Alex


Renata hanya menangis dan di hatinya tidak mau dinikahkan secara mendadak seperti ini apalagi dia sudah bertunagan dengan Agus.


''Nikahkan saja, Pak! saya tidak mau kampung kita inu menjadi tempat mesum.'' Salah satu warga melirik sinis ke arah Renata.


''Bagaimana ini, Bu..,''lirih Renata.


''Mau gimana lagi, Ibu sudah tidak bisa berpikir.''Jawab Ibu Renata.

__ADS_1


Sorry ya lama up, anak Author kmrin sedang sakit dan ini masih pemuluhan, doakan anak author sehat ya biar bisa rajin up tiap hari. makasih yang sudah setia menunggu up cerita author. sama cinta dari author ya kak.


__ADS_2