Menikahi Tuanku

Menikahi Tuanku
bab 13


__ADS_3

Aku meminta Bik Nina membuat kan Teh seperti biasanya dengan roti Roma dan Teh hangat membuat hari ku lebih terisi.


"Makasih Bik"


Aku sedikit lebih lega masih melihat Bik Nina, Bik Nina selalu mengajarkan ku tentang kebaikan memang Aku dari dulu di asuh olehnya , Mamiku hanya sibuk dengan karir dan Papiku di London. Aku masih tidak habis pikir ajaran Bik Nina bagus menurut ku kenapa Anaknya berulah seperti itu padahal umurnya jauh lebih muda dengan ku.


"Iya Tuan Muda"Bik Nina meletakan namban yang berisi Teh hangat dan juga roti Roma cemilan sehat favorit ku.


"Bik"pangilku kenapa Aku ingin sekali bertanya soal Renata.


"Bik Renata gak cerita apa-apa samq Bik Nina"Tanyaku di jawab dengan gelengan kepala Bik Nina.


"Oh"


"Bik kapan Bik Nina pulang kampung"Tanya ku memang Aku pernah ikut ke kota di tempat tingal Bin Nina waktu Aku masih kecil dan Renata belum lahir.


"Kemarin sudah izin pulang Tuan, jadi bulan ini sudah habis izin nya"


"Oh, kalau mau pulang gak papa Alex ikut mau cari suasana baru"Kata ku.


"Beneran Tuan, Bik Nina juga ingin pulang tapi takut kalau Tuan gak ngizinin kemarin Renata bertunangan jadi Bik Nina ingin melihat keadaanya sekarang, Bik Nina sedih gak bisa hadir di acara sakral putri Bik Nina"


Uhuk.. Aku tersedak mendengar Renata sudah bertunangan setelah bermalam dengan ku dan darah nya mengalir di sepray ku bisa-bisa nya dia bertunangan dengan pria lain.


"Bik besok boleh pulang, Alex akan mengantar Bik Nina".Kataku


Aku sangat kesal mendengar Renata bertunangan secepat ini, entah kenapa Aku masih tetap belum bisa membecinya setelah mengethui kebenaran sifat busuknya itu.


"Tapi Tuan, Nyonya besar apa mengizinkan Tuan Muda pergi ke Desa yang kumuh itu"


"Gak papa Nanti masalah Mami Aku yang akan ngurus Bik, Bik Nina istirahat besok kita ke kota Bik Nina Oke"


"Bik Nina jangan bilang ke Renata Ya kalau Bik Nina besok pulang"Pintah ku.


Nafsu makan ku sudah hilang ketika mendengar Renata Bertunangan secepat ini kah padahal darah nya masih segar di sepray milik ku secepat ini dia melupakan kejadian malam itu, Setidaknya dia belum di sentuh oleh pria lain dan Aku yang pertama untuknya.

__ADS_1


******


Keributan di dapur milik Nenek sudah bisa di tebak Aku dan Adikku sedang mengoreng Ikan laut, Tita memakai pelindung helem agar tidak kena minyak panas akibat letusan Minyak goreng Aku terkekeh melihat tingkah konyol Adikku yang selalu menghibur ku apa lagi masak siang hari ini di temani Agus caalon suamiku.


"Mbk hewan apa yang sering di marahin Ibunya" Pertanyaan Tita tidak masuk di akal namun dengan bodohnya Aku dan Agus tetap me kawab pertanyaan yang tidak mazuk di akal itu.


"Em apa ya"Kata Agus sambil memikir apa yang di dalam otaknya.


"kelinci"Jawab ku.


''Kenapa kelinci "Tanya Tita


''Iya kelinci sering mencuri Wortel kan jadi di marahin ibu nya gak boleh nyuri lagi"Jawab ku


"Masuk akal juga"Kata Agus


"Salah Mbak bukan kelinci"


"Terus apa?"Tanyaku sambil sibuk mengoreng ikan yang belum kering di atas wajan.


''hah ikan?''Agus mulai memikir kenapa harus ikan? Kenapa tidak buaya sekalian karena suka memangsa manusia.


"Iya ikan, Karena kasurnya basah terus kan kena air jadi kalau di jemur gak panas akibat kena Air nya sendiri"


Hah. kuis apa itu baru kali ibi ada kuis tidak masuk di akal kenapa ikan haha membuat aku tertawa garing saja ini bocah.


''Kenapa ikan gak jelas banget kuis mu itu garing krik krik''


Tita terkekeh karena merasa menang


''Haha.. salah siapa coba ikut tebak kuis yang garing krik krik''.


''lagian Mbak Renata dari tadi diam saja ngomong kek kan ada Kak Agus juga"


Memang hari ini kita janjian masak-masak Mas Agus membawakan Ikan Gurame hasil panen Ayahnya, membawa 10 ikan besar-besae membuat ku bingung di masak apa lalu ku goreng saja ikan nya dan ku buat kan sambal tomat lalu ku penyet.

__ADS_1


''Benda apa yang di gendong nangis kalau di letak kan diam"Agus memulai kuis lagi.


''em apa ya''Tita mengaruk kepalanya yang tak gatal.


''auh ah gelap, kak Agus gak masuk akal deh masak ada benda di gending nangis''


''Ada lah, itu gitar kalau di gendong nangis kalau di letakkan diam haha''.Agus terkekeh merasa puas sudah menbalas Tita Aku hanya diam saja mendengarkan perdebatan mereka sambil sibuk mengulek sambel .


''Kak cepat dikit dong masak nya Tita lapar ni"


''Kok kamu pulang sekolah sepagi ini gak kayak biasanya, biasanya kalau hari Rabu kan siang pulangnya''Tanyaku.


''Iyq mbk guru nya rapat makanya pulang pagi''


''eh gak sopan sabar dikit napa''.


Titq mencolek sambal buatan ku dengan tangan nya lalu mencicipi nya


''ya ampun mbak asin, Kata orang jawa kalau masak terlalu banyak garam minta di halalin''


huh Aku tau ulah Adek ku ini selalu saja mengoda ku membuat malu saja di hadapan mas Agus sepertinya dia menyindir Mas Agus deh.


''hus.. apa an sih itu mitos goblok''.Kataku sambil melempar gelas plastik ke wajahnya


''Haha beneran fakta, tanya nenek kalau gak percaya''


Aku menyiapkan makan siang di meja tamu tiga porsi ikan dan nasi Aku, Agus dan Tita.


''Ya ampun Tit makan mu banyak banget''Kata mas Agus


''iya biar kuat''


Mas Agus mengeleng heran melihat nasi Tita melebih i nasi yang di pirignya .


''jangan jaget napa sih, kan udah tau kalau Tita makannya banyak, makanya kalau pacaran di beliin jajan kek Adik iparnya ini''

__ADS_1


huah, ingin sekali ku sumpal mulut Adek ku dengan ikan goreng yang berada di hadapan ku ini, bicaranya selalu saja membuat ku malu.


__ADS_2