Menikahi Tuanku

Menikahi Tuanku
boyong ke kota lagi


__ADS_3

Malam ini memang terasa dingin tapi entah kenapa Alex, tidak memakai baju? heran sama tingkah dia. Kenapa Tuhan mengirimkan Suami seperti dia? padahal tidak pernah terbesit dalam otakku jikalau ia menjadi suamiku.


Aku menyelimuti tubuhku dengan selimut tebalku, kulirik sebentar Tuan muda sedikit. ia sudah tertidur pulas setelah aku pijit entah kenapa netraku ingin terus memandangnya.


♡♡♡♡


Pagi hari yang cerah, mentari sedang malu-malu tidak mau menampakan wujudnya, rintik-rintik hujan membuat badanku mengigil, aku asik mengeliat karena badanku merasa capek, aku masih terpejam entah mengapa pagi ini merasa malas untuk bangun, aku menyadari dadaku tertindih sesuatu kubuka mata malasku ini perlahan, tangan kekar barada di hadapanku, aku menoleh kaget ternyata aku lupa kemarin sudah menikahi Tuan mudaku.


Nayawaku masih belum ful, rasa cape menyelimuti diri, berusaha mengingat kejadian semalam, ia bahkan tidak tidur seranjang denganku, kenapa dia sekarang berada di dekatku, ternyata posisiku sudah berpindah tempat, apakah dia mengendongku?


Kuraih tangan kekarnya yang masih melingkar di dadaku, kuletakan tangan berwarna putih itu di samping badanku secara perlahan, kucoba menjauh darinya kupadang sedikit wajahnya yang masih terpejam, indahnya pemadangan pagi ini membuatku gila. Ingin sekali kuciumi suami buleku ini tapi tak berani untuk melakukannya bahkan membayanhkannya pun aku bergidik nggeri.


Kugeser sedikit badanku ke kiri pelan-pelan takut buleku bangun.


Bleg.....


Tangan mulus bule ini tiba-tiba melingkar lagi di atas perutku, kuterdiam sebentar memikirkan cara untuk pergi dari ranjang. kutatap sebentar wajah gantengnya ia masih memejamkan mata, entah kenapa aku bisa berpindah tempah padahal tadi malam posisiku di bawah ranjang, tidur di kasur lipat.


♡♡♡♡♡♡


Pove Alex.


Kupeluk istri dekilku, pagi ini dingin sekali. Hawanya syahdu cocok untuk bercocok tanam, tapi aku sadar diri dia bukan seperti Slay, mau di gasak sana-sini. Dia tampak sudah bangun kaget melihat posisiku berada di sampingnya, emang tadi malam aku sengaja mengendong dia agar tidur di sampingku, lagian dia sudah menjadi istriku.


Kulihat sebentar ia memandang wajahku entah apa yang berada di dalam otaknya itu, yang pasti aku tahu dia pasti ingin menciumku.


''Hey...!" kudorong tubuhnya sampai terpental, aku sengaja pura-pura kaget agar tidak gengsi karena sudah memindahnya ke ranjang.


Renata tergelincir di bawah ranjang, wajahnya meringgis aku tahu dia pasti kesakitan, mengelus pantatnya ingin sekali aku tertawa, padahal dia tadi memandangku, hahaha.


''Tu-tuan..." Dia masih meringgis sambil mengelus pantatnya mungkin doronganku terlalu keras membuat Renata kesakitan.


''Bisa-bisanya kamu ya, Ren. kesempatan dalam kesempitan, mentang-mentang sudah kunikahi, eh pindah ranjang Ngga izin dulu,'' aku mendesah tesal, berpura-pura akting di depannya, ya memang sih aktingku kurang bagus tapi gakpapa lah biar Renata gak curiga.

__ADS_1


''Tapi, aku semalam tidak merasa pindah ke ranjang, Tuan, dan posisi tidur di bawah, aku juga kaget kenapa tiba-tiba berada di atas?" ia tampak kebingungan wajahnya sudah pucat aku tahu dia pasti takut kumarahi.


''Aku Ngga suka ya, kamu seenaknya, lain kali, kalau kamu gini lagi awas!" ancamku.


''Maaf Tuan."


''Ya sudah bikinkan aku sarapan!" titahku.


Ia berjalan keluar kamar entah mau kemana mungkin untuk membersihkan diri lalu memasak.


♡♡♡♡♡


Pov Renata.


Iya kali aku harus pindah sendiri, aku tahu itu akal-akalan dia saja, coba aja kalau kamu Ngga tuanku, huh sudah aku lahap hidup-hidup kamu Alex, lihat ini pantatku sakit sekali, dia mendorongku sekeras ini dasa manusia pelanet.


Aku berjalan malas menuju ke dapur setelah mandi, ingin memasak untuk sarapan, kali ini aku mau memasak orak-arik telur, dan kecap saja.


''Apa?!" jawabku ketus.


"Mbak, malam pertama sudah ngapain aja," ucap tere, ia tampak penasaran ingin sekali kugoreng mukanya bisa-bisanya bocah ingusan tanya soal malam pertama.


''Eh, emang kamu tahu malam pertama itu apa? sekolah yang bener dulu, jangan pikir macam-macam, emang kamu Ngga sekolah jam segini belum mandi?'' cecar ku, aku merasa malas meladeni Adik bawelku ini.


''Ya ampun, Mbak. ini lo hari minggu, sudah tua makanya pikunan, eh tanya kok Ngga di jawab, gimana malam pertamanya, Mbak?''


"Kamu ini ya re, masih SMP kok tanya malam pertama, emang kamu tahu malam pertama itu apa?'' cecarku.


''Aku kan pernah baca tuh di Novel, kalau malam pertama itu sedang-''


ia berhenti berbicara melihat Alex mendekati kita, aku masih pokus menggoreng telur, sedangkan Tere mengoceh di sampingku.


''Tu-Tuan, eh salah, Om Alex, eh salah lagi, jadi aku pangil apa ya?'' ucap Tere.

__ADS_1


Alex terdiam wajahnya datar aku tahu dia sedang marah karena ulah Tere masa iya di pangil Om, haha aku menahan tawa tapi tetap masih pokus mengoreng telur.


''Pangil aku, Kak!" ujar Alex ia tersenyum, aku tersentak karena ia tidak marah.


''Oh, iya Kak.'' Tere nyenggir dia memang pandai sok kenal sok dekat dengan orang lain, padahal dia baru kenal dengan Alex.


''Tuan muda, ngapain tuan ke dapur, biar Renata yang mengantar masakan ke meja makan.'' tiba-tiba ibuku nonggol setelah mengambil bayam di belakang rumah.


''Ngga papa, Bu. Alex hanya mau lihat Renata masak apa buat Alex, oh iya Bu, tolong jangan panggil Alex dengan sebutan Tuan, pangil saja, Nak. seperti Ibu memangil Renata, sekarang kan Alex juga anak Ibu''


Apa anak ibu, aku terbelalak mendengar ucapan Alex, bisa-bisa terlur yang kugoreng ini terbang melayang ke udara, lucu sekali dia padahal pernikahan kita kan dadakan, tapi ya syukur lah kalau dia mau menghormati ibu mertuanya dan mengangapnya, tidak mengangap ibiku pembantunya lagi.


''Tapi Tuan...,'' jawab ibuku ragu.


''Ibu, Alex mohon." ujarnya.


''Baiklah, Nak.''


Alex tersenyum kepada ibuku dan adikku senyuman itu terluhat tulus aku masih tidak habis pikir kenapa dia berubah 80%. padahal kemarin dia terlihat garang denganku, aku di benrak di plototi huh serem sekali.


''Yuk, kita sarapan di depan, ini sudah selesai,'' aku mengambil piring dan bersiap menyajikan sarapan di meja makan.


Alex, Ibu, dan Tere sudah bersiap di meja makan, aku hanya masak orak-arik telur, kecap dan juga krupuk.


''Loh, hanya masak ini,'' tanya ibuku. aku mengangguk.


''Ya ampun, Ren. hanya masak ini kenapa Ngga beli daging atau ayam atau apa gitu kesukaan, Nak Alex!"


''Adanya ini, Bu. kalau tidak mau ya sudah Renata makan sendiri, nanti kubelikan di pasar dangingnya,'' jawabku. Alex terdiam melihat makanan di meja makan mungkin ia tidak nafsu makan, biasanya ia sering makanan enak lah hari ini aku hanya memasakannya makanan sederhana.


''Tidak apa, Bu. Alex mau nyoba ini, ini masakan apa ya?''


What, aku bingung saja masak dia Ngga tahu telur orak-arik dasar suami buleku ini memang songong.

__ADS_1


__ADS_2