Menikahi Tuanku

Menikahi Tuanku
11


__ADS_3

Sudah dua hari Aku berada di desa, Sudah dua hari pula Aku berkencan dengan Agus, habis jalan-jalan ke pantai makan cilok dan beli es degan membuat Keromantisan tersendiri, Tidak seperti kencan orang kaya yang harus makan di restaurants mewah.


Aku duduk di teras rumah menghirup udara segar, Angin sepoi-sepoi membuat Aku kedinginan jam 7 malam memang sengaja bersantai di depan rumah menikmati hidup yang damai, Tidak seperti di Kota Aku hrus melayani Alexsander yang super duper nyebelin apa lagi dia sudah merendahkan ku. Ku senderkan kepala ku di dingin teras rumah ku sekilas pikiran ku di hantui rasa bersalah ku dengan Agus, Aku tidak berani berbicara jujur dengan Agus soal malam ku bersama Alex, kecelakaan malam yang Aku alami Malam yang terkutuk bagiku.


"woey. kenapa melamun".Tita mengaketkan ku hari ini Tita mengikuti les di desa sebelah sudah berangkat jam 1 siang jam segini baru pulang.


"Dari mana saja kamu biji cabe jam segini baru pulang"Aku melotot i Adikku satu ini menurut ku sifat dia dan sifat ku berbeda sangat jauh Aku cenderung pendiam dan tidak mudah bergaul, sedangkan adikku dia mempunyai banyak teman dan humoris.


"Haha. ya dari les lah masak pacaran kayak Kakak dua hari di rumah pacran terus sama kak Agus dasar kulit cabe"


Aku mencubit hidung mungil Adekku lalu berlari masuk ke dalam rumah, Tita memang selalu menyebalkan kalau di beri tau selalu saja membantahku ingin sekali ku masukan lagi ke dalam perut ibu ku tapi gimana boleh buat mungkin sudah tidak cukup.


"Bilang ke kak Agus kalau jalan-jalan jangan lupa sama mak jomblang nya di beliin makanan kek, Jangan pulang cuma bawa tangan kosong baik-baik in Adek ipar biar di ACC menjadi Kakak ipar"


Aku mendesah kesal memang Adek satu ku ini bawel nya gak ketulungan makanan saja yang ada di otak nya itu, walaupun makan terus Tita masih mempunyai badan langsing apa lagi kulit kita berbeda Tita mempunyai kulit putih sedangkan Aku Sawo matang kata orang-orang sih Kulit Sawo matang banyak di gemari orang barat tapi Aku tidak berharap itu sih.


"Iya besok Aku bilang ke Mas Agus ya biar di beliin Cilok segrobak nya sekalian".Kataku.


"Omong doang dari kemarin gak bayar pajak".


"mandi sanah jangan ngomel mulu mandi makan belajar lagi"Titah ku.

__ADS_1


"Huh, baru saja selesai belajar di suruh belajar lagi emang otak ku ini seperti komputer yang gak bisa lelah"


Aku tidak terlalu mengurusi Tita Aku pergi ke kamar ku dan menguncinya malam ini Aku tidak mau tidur sekamar dengan nya bisa-bisa badan sakit semua di tendang oleh nya.


*****


Pove Alexsander.


Wanita tidak punya rasa bosan untuk berbelanja padahal kemarin sudah ku belikan tas dengan harga ratusan juta sekarang meminta ku lagi huh.. kalau bukan keinginan Mamiku sudah ku tendang dari rumah ku kemarin.


"Sayang"Sley berdiri di sampingku sambil memegang tangan ku dengan manja. Aku masih berada di Butik dengan nya baru saja di rampok oleh Sley dia selalu menuntut barang-barang branded memang beda dengan Renata ku kasih uang sejuta saja sudah banyak katanya.


"Apa lagi"Aku sedikit meninggi kan intonasi bicaraku agar Sley bisa berpikir kalau hari ini Aku sangat lelah.


"Iya beli aja kalau Kamu mau"Kataku.


Dia lengsung mengesek ATM ku yang berwarna silver itu keluarlah kertas setruk yang berwarna putih telihat sudah 9 digit angka yang keluar.


huh.. Aku mendesah kesal kapan dia kembali ke asalnya di sini membuat ku kesal saja.


"Makasih sayang, Nanti malam Akan ku bayar dengan imbalan yang setimpal"Sley tersenyum nakal melihatku Namun Aku sudah tidak tertarik kepadanya dia sudah melakukan kesalahan berulang kali, kembali minta maaf Mami ku yang menjadi senjatanya ujung-ujung nya Aku yang harus mengalah.

__ADS_1


"Kalau sudah puas belanja sebaiknya kita pulang, urusan ku masih banyak"Aku pergi meningalkan Sley yang masih memegang barang belanjaannya Aku merasa kesal hari ini.


*******


Pove Sley.


Haha.. Aku menang banyak hari ini makasih Alexsander atas semua barang belanja nya, sementara Aku hanya membayar dengan butuh ku ini. Terimakasih Tante Mega yang selalu menyayangi ku padahal Aku hanya menanfaat kan nya saja, Setelah aku puas dengan apa yang Aku milikki Aku akan kembali lagi ke London di mana cinta ku yang masih berada di sana.


Aku berniat untuk memgambil harta Alexsander cristin karena keluarga Cristin berhutang budi kepada keluarga ku, Papi ku yang sudah tiada dulu membantu keluarga Cristin sampai sesukses ini, Akibat kebakaran hebat di Mansion ku Papi dan Mami ku dan kedua Adik ku meningal, Hanya sisah Aku dan Nenek ku saja.


Sebenar nya Aku muak dengan Alexsander dia sangat membosan kan tidak seperti Draw yang selalu mengerti akan diriku akan nafsu ku dan semua hal tentang ku, Aku sangat menyukai nya dan mencintai nya sayang dia orang sederhana dan tidak sekaya Alexsander.


Aku menang sengaja datang ke indonesia hanya untuk bersenang-senang bukan untuk bertemu Alex namun, Kekasih ku juga berada di sini.


Aku sudah puas sudah mengusir Gadis desa yang menganguku, Aku sudah tau kalau Alex tertarik kepadanya dari cara memandang dari jauh, sebelum Aku dapat apa yang Aku mau Aku tidak akan membiarkan Gadis itu kembali ke sini lagi.


flash back On


Bik Retno dan juga Sri mengobrol di dapur membahas tentang Renata yang keluar dari kamae Alex berjalan terseok-seok dengan menutup wajahnya, Tampaknya memang sedang menangis.


Bik Retno mengadu kalau pak Hari Malam itu juga melihat gerak-gerik Alex dan Renata. Pintu kamar mereka masih sedikit terbuka Renata menangis di bawah kungkungan Alex Namun pak Hari tidak berani menolong Renata.

__ADS_1


Pak hari hanya berbicara kepada Bik Retno istrinya kalau malam itu Renata berdua di kamar dengan Tuan Muda.


pembicaraan Bik Retno dan Sri di dengar oleh Sley, dan Sley juga sempat melihat dan curiga tentang darah di Spray milik Alex waktu itu.


__ADS_2