Menikahi Tuanku

Menikahi Tuanku
Bab 16


__ADS_3

Mau nangis juga percuma sudah terjadi, Aku sudah mengenakan baju kebaya berwarna putih nikah dadakab yang sedang berjalan ini membuat dadaku sesak saja. Bagaimana tida sesak bahkan pernikahan ini tanpa ada rasa cinta mana mungkin pembantu bisa menikahi majikannya sendiri.


''Bagaimana ini, Bu?'' Suaraku lirih aku menatap kearah Ibu yang sedang meriasiku.


"Apanya yang bagaimana! ini sudah terlanjur. Lagian kenapa kamu malam-malam gak tidur kemarin buat malu Ibu saja."


Yap, Nasi sudah jadi bubur mau mundur sudah gak bisa mana Alex bule tengil itu sudah menyetujuinya.Heran juga sih padahal dia beda keyakinan tapi kenapa dia mau menikahi ku?.


***************************************


Tampaknya sudah siap, dua mempelai sudah duduk berdampingan warga tadi malam yang mengrebek juga hadir untuk menyaksikan pernikahan mereka.


Tidak ada pesta yang megah terlihat aneh penikaha Tuan muda kaya. Namun, hanya ada suguhan keripik singkong dan air putih saja. Tanpa ada persiapan karena semua dadakan.


Rumah Renata sudah terlihat ramai empat warga, Adik, Ibu dan juga penghulu saja yang hadir.


''Apa gak dipikir lagi, Kenapa Tuan menyetujui permintaan konyol warga?,"


''Sudah jangan banyak bicara lakukan saja." Jawab Alex.


''Shitt.." Renata berdecak kesal.


Semua sudah siap Renata memakai baju kebaya putih dan makeup sedikit diwajahnya Alex mengenakan baju kemeja putih yang tak sengaja ia bawa didalam koper sama celana jeans berwarna hitam ditambah peci di kepalanya, imut sekali bule berwajah London memakai peci hitam dan duduk beriringan dengan Renata.


''Gimana sudah siap?'' Tanya salah satu warga berbaju batik coklat.


''Sekarang saja, tunggu apa lagi?'' imbuh warga satunya lagi berbaju kemeja warna merah.


''Di benerin dulu pecinya, Bang,"ucap salah satu warga yang dari tadi gemas ingin membetulkan peci Alex sedikit miring.


Alex membetulkan peci miliknya Renata hanya mendengus kesal saja.


''Kita lanjut ya para, Bapak?''


''Sodari siapa tadi?''tanya penghulu.


''Alexsander Cristin,''jawab Renata.


''Sodari Alexsander Cristin, Saya nikahkan dan saya kawinkan, Sodara Alexsander Cristin bin Heriawan Cristin dengan Renata Aprilia binti Saipul dengan mas kawin uang satu juta rupah dibayar, Tunai!"

__ADS_1


"Saya terima nikahnya Renata Aprilia bini Saipul...."


''Bang, Binti bukan Bini."Salah satu warga mencoba membenarkan.


Penghulu mengulangi lagi sampai ke tiga kali akrinya mereka berdua resmi menjadi suami istri. Sebelum menikah Alex melantunkan syahadad terlebih dahulu karena dia mualaf.


''Saya terima nikahnya Renata Aprilia binti Saipul dengan mas kawin uang satujuta rupiah di bayar, Tunai!"


"Bagaimana parak saksi, Sah?''


''Sah!!''


''Alhamdulilah...''


Renata mencium tangan Alexsander semua warga membaca doa pernikahan dadakan selesai.


Pove Alexsander.


Sebagai laki-laki jentel aku iklas nikah sama Renata, bukan karena desakan warga memang karena malam itu juga apa lagi Renata sudah aku ambil kesuciannya, aku merasa bersalah setelah Renata pulang dan Resign sebelum aku bertanya kenapa malam itu terjadi dan percaya dengan salah satu pihak sebelum bertanya terlebih dahulu dengannya.


Apa lagi aku dengar dia mau bertunangan membuat diriku terdorong untuk mendatangi dan meminta maaf karena waktu itu Pak Hari bilang kalau Renata mengodaku akibat Sley yang menyuruhnya. untung saja Sri sudah memberi tahu ku waktu memijit kakiku.


''Apa?!'' Suara Renata tak kalah nyaring melebihi suaraku.


''Loh, siapa suruh kamu tidur dibawah."Aku menatap jenggah heran sama Renata padahal kita sudah resi menikah kenapa dia harus tidur di bawah dilantai tempatnya.


"Ayo tidur, Tuan. Saya capek jangan ajak berdebat terus,''ucapnya lirih.


''Sini.''Aku menepuk kasur sampingku.


Renata tetap diam dan memeluk gulingnya memang benar gadis kecil ini keras kepala.


''Hey!" Teriakku lagi pas ditelinganya.


''Apa?!"


''Berisik!"kataku sambil menutup telingaku.


''Aku mohon, Tidur sudah malam."

__ADS_1


Aku biarkan saja dia tidur di bawah aku kesal saja sama Renata ingin sekali ku gendong tubuh mungilnya itu dan ku tidurkan di sampingku tapi aku masih menjaga Image ku tidak mau secepat itu untuk mendekatinya.


Pov Renata.


"Ayolah, Renata. pejamkan matamu Tuan muda tengil ini pasti mau meminta jatahnya,''batin Renata.


Aku merasa aneh saja bahkan aku sudah bertunangan dengan Agus kenapa menikahnya dengan Alex huh dasar takdir, lihat saja dia sudah tidur di ranjangku padahal ini kamarku bisa juga kan dia tidur di kamar tamu tapi kenapa harus satu kamar denganku.


Aku mendengus kesal melihat wajahnya yang sudah tertidur lelap, ogah banget aku tidur sama dia seranjang bisa-bisa aku di cabik-cabik olehnya seperti malam kamis yang ku jadikan sejarah.


''Loh, mau apa?" tanyaku tiba-tiba Alex turun dari ranjang.


''Gerah."Jawabnya santai sambil membuka bajunya.


''Hey! jangan di buka juga. Ngapain?''teriakku.


"Gerah,"jawabnya lagi santai.


Huah ingin ku tendang saja ini bule kampret agar kembali ke habitatnya.


''Hey! kenapa pake ****** ***** ajaz ih!"pekik ku, aku menutup wajahku dengan selimut bisa-bisanya dia tidur tanpa memakai baju.


''Gerah banget.''


Tanpa menghiraukanku dia malam kembali memejamkan mata. Aku meliriknya sedikit dia tersenyum senang sepertinya.


"Jangan lupa bangun pagi besok kita kembali ke Jakarta,"ucap Alex.


''Apa?!"


''Ke Jakarta, meskipun terpaksa menikahimu dan terpaksa memboyongmu juga ke Jakarta 'kan?"


"Tuan, ke Jakarta sendiri saja tak apa lagian pernikahan ini bukan resmi pernikahan Negara cuma agama saja. Kalau Tuan menyesal bisa talak aku sekarang juga!"


''Apa itu talak?''.


Oh ya ampun bule mana tahu Talak


''Talak itu, Tuan. mengucapkan perceraian secara langsung ke Renata dan setelah Tuan mengucapkan 'Talak' nanti Renata bebas deh dengan pernikahan ini"

__ADS_1


''Jangan ngimpi, Kamu!"


__ADS_2