
Mentari menerangi bumi dengan cahaya yang cerah.
Embun pagi pun telah menampakan dirinya di dedaunan yang masih basah aku masih terbaring mengingat tadi malam apa yang terjadi kepadaku.
Seorang tuan muda bernama Alex telah menghancurkan masa depan ku, entah apa yang akan aku lakukan kedepannya.
Ingin sekali aku tertidur lebih lama namun itu tidak sopan bagiku pelayan harus bangun pagi membantu di rumah tempat tingal tuanku. Aku mulai mnginjak kan kaki ku di lantai terasa sakit selangkanganku.
Para pelayan rumah ini sudah di posisi pekerjaanya masing-masing Aku berjalan gontai ke tempat semestinya Aku bekerja, tugasku hari ini membersihkan halaman rumah mewah tuan muda Alex.
Aku harus menyapu bersih dan menyiram tanaman di halaman.
"Kenapa jalanmu seperti anak kecil belajar jalan?" Tegur pelayan bernama Sri dia temanku di sini umurnya juga masih belia sepertiku.
"Iya habis jatuh dari kamar mandi, Sri." Jawab ku berbohong.
Sri menghampiriku yang masih berada di depan pas kamar tuan muda Alex.
Aku melirik sedikit dan mengingat kejadian tadi malam, kejadian dimana harga diriku telah hilang. Ku tatap sebentar kamar itu ternyata masih tertutup rapih mungin tuan muda brengsek itu masih tertidur karena masih pagi sekali.
"Kalau sakit jangan di paksa kerja izin aja sama tuan muda pasti di izin i kan dia baik kan selama kita di sini." kata Sri
"Tak masalah, Sri Aku masih bisa berjalan dengan lancar kok." kataku.
"Baik lah terserah kau saja"
Belum selesai obrolan ku bersama Sri kamar tuan muda Alex terbuka Deg, jantung ku tiba-tiba berdetak Alex tidak melihatku dia membuka pintu kamar nya lalu pergi begitu saja menuju tempat makan.
Aku melirik nya sebentar lalu kembali mengobrol bersama Sri.
"Meskipun baru bangun mandi saja sudah kelihatan tampan sekali." kata Sri memuji tuan muda aku hanya tersenyum saja tidak menjawabnya.
"Ya, sudah aku bersihin halaman dulu Sri kamu kembali di tempat kerja mu nanti kita ngobrol lagi." kataku.
Aku berjalan menuju halaman rumah tuan muda Alex entah apa yang ada di pikirannya kenapa dia tampak begitu biasa-biasa saja tanpa malu padahal tadi malam dia sudah merampas apa yang Aku miliki.
__ADS_1
Ku sirami tanaman indah di depan halaman rumah mewah ini ku lihat wanita paruh baya masuk ke gerbang membawa tentengan tas dan juga beberapa oleh-oleh.
"Ibu." sapaku ia itu ibuku dia baru saja pulang kampung kareña kerabat kami ada yang menikah jadi ibu harus izin dua hari.
Berlari kecil menuju Ibuku membantu membawakan oleh-oleh ada jagung ada kacang dan sebagainya.
"Sepagi ini bu".Tanyak.
"Iya karena izinnya kan cuma dua hari nah hari ini ibu harus sudah datang, kan?" katanya.
Aku masuk ke rumah mewah itu lagi dan membawa oleh-oleh ibuku.
Deg, jantungku tiba-tiba berdetak ternyata tuan muda Alex berada di tempat Tv, entah kenapa dia tidak bersiap untuk bekerja biasanya jam seperti ini dia sudah rapih.
"Eh bik Nina," sapanya kepada Ibuku.
"Iya tuan muda, ini untuk tuan muda." Ibuku membawakan sesuatu untuknya entah kenapa ibuku harus membawakan oleh-oleh untuknya padahal dia mampu membeli segalanya.
"Oh.. terimakasih, Bik." Katanya dia berdiri dan menerima sekantung plastik di tangannya.
"Ini bagus sekali bik Nina."
"Iya ini untuk mu tuan muda semoga suka." Kata Ibuku.
Aku hanya terdiam karena Aku masih sakit hati dan merasa membencinya sekarang, dia berlagak baik di depan orang ternyat perlakuannya bejat.
"Bu, ya sudah aku mau meneruskan pekerjaanku dulu."
Aku menghindar dari Alex dia seperti biasanya dan tidak ada yang berubah mungkin terjadian semalam tidak penting baginya.
Kubiarkan dia mengobrol dengan ibuku aku memilih pergi dan meneruskan pekerjaanku
Kulanjutkan menyiram bunga di halaman tampak mobil mewah berwarna hitam terparkir rapih di halaman ternyata itu nyonya besar ibu Alex telah pulang, oh mungkin ini maksudnya Alex tidak masuk bekerja karena Ibunya pulang dari luar Negeri. Terlihat dua orang perempuan yang tampak angun yang satunya aku mengenalnya dia Nyonya besar dan satunya lagi aku tidak mengenalnya dia tampak asing bagiku, dia sangat cantik memakai kalung berlian mungkin bajunya berwarna merah merona dan sedikit makeup tipis seperti orang korea, benar saja dia seperti orang luar bola matanya berwarna biru.
Aku masih menyiram tanaman Aku menyapa Nyonya muda dia tersenyum kepadaku, dan juga menyapa bidadari di samping Nyonyaku dia tampak acuh dan pergi begitu saja sapa'an ku tidak di hiraukan.
__ADS_1
Oke Aku sadar siapalah aku.
Kulanjutkan menyiram tanaman dan selesai.
Sinar matahari membuatku berkeringat setelah menyiram dan menyapu aku masuk lagi di rumah mewah itu.
Di ruang keluarga sudah ada tiga manusia yang duduk santai di sana Alex,nyonya muda dan juha bidadari tadi. Aku melewatinya dan menuju ke dapur untuk menyelesaikan pekerjaanku yang lain.
"Renata ambilkan jus alpukat tanpa gula, satu, sama jus jeruk satu dan Teh hangat satu." Titah Nyonyaku.
"Baik Nyonya." Aku menganguk dan pergi ke dapur untuk menyiapkan minuman itu ku lirik sedikit Bidadari itu duduk bersanding dengan Alex. Entah apa obrolan mereka Aku tidak mengetahuinya karena tidak sopan untuk menguping obrolan orang lain.
Jus jeruk alupkat dan Teh hangat selesai Aku membawa nampan dan berjalan ke ruang keluarga lagi.
Aku meletakkan Jus dan teh hangat di meja.
"Makasih ya Ren."kata Nyonyaku.
Aku hanya menganguk saja.
"Memang seperti ini ya, seharusnya kalau kerja mandi dulu biar baunya tidak mengangu orang lain." Kata Bidadari itu
Aku hanya terdiam saja.
Sebelum Aku melangkah pergi Alex mengucapkan. "Sudah aku tidak mau memaafkanmu lagi sudah cukup!" Itu yang ku dengar mungkin Mereka bertengkar tapi Aku tidak mau melanjutkan untuk menguping karena itu tidak bagus buat aku dan pekerjaan ku bisa-bisa aku di pecat kalau melangar peraturran rumah ini.
Pyar.....
Kudengar gelas jus yang kubawa tadi dibanting oleh seseorang entah siapa yang membanting Namun, Aku mendengar Tuan muda dan Bidadari tadi bertengkar ku lirik sebentar Tuan Muda Alex membanting pintu kamarnya dan Bidadari itu menangis di elus lah pundaknya oleh Nyonya Mega ibu Alex.
"Renata..!" Nyonya Mega berteriak.
Aku berlari kecil menuju ruang Keluarga lagi sudah melihat gelas jus itu berantakan kemana-mana.
"Tolong bersihkan ini ya, Ren."Katanya
__ADS_1
Aku hanya menganguk dan membersihkan gelas pecah itu lalu mengusap air yang tumpah di meja dan di lantai.
Bidadari itu menangis lalu menaiki Anak tangga dan menuju Kamar tamu mungkin mereka sedang bertengkar.