
Terlihat bersih lantai dan serpihan kaca yang tergeletak di lantai Aku merasa lega pekerjaan ku hampir selesai. Setelah Aku berdiri dan mau mengankat serpihan kaca Tuan muda Alex tiba-tiba berdiri tegak di depan ku dengan kaos oblong dan celana pendek membuat ku kaget berdetaklah detak jantung ku terasa ingin terbang ke angkasa ku tatap sebentar lalu ku menundukan kepalaku terlihat wajah tampannya lirik kan matanya membuat Hatiku sangat kacau No, tapi kejadian semalam tidak ku inginkan Aku jijik melihat wajahnya yang mengotori tubuhku walaupun dia tampan dan rupawan. Aku melangkah mundur darinya Tuan Alex maju dua langkah. secepat mungkin Aku menghindarinya Aku juga mundur dua langkah. Dia menatap ku Aku juga menatapnya tatapan kita saling bertemu Aku cuma heran saja dengan nya setelah kejadian semalam apa dia tidak merasa bersalah kenapa dia menatapku se olah tidak terjadi apa-apa.
Badannya semakin dekat dengan ku sehingga Aku dan Alex terlihat sangat dekat.
"Bisa minggir gak".Dengan intonasi sedikit tinggi membuat Aku kaget.
"Maaf".Aku melangkah ke kiri dan pergi
Aku kira dia mau berbuat macam-macam lagi ternyata bukan dia hanya mau mengambil ponsel miliknya yang tergeletak di belakang ku. Aku sedikit lega. Aku berjalan membelakangi Alex dan ingin sekalu bertanya soal kejadian semalam Namun, Aku tidak punya nyali Aku takut dia memecat ku dan Ibuku kalau Aku dan Ibuku di pecat keluarga ku dan Adikku yang berada di desa mau makan apa.
"Ren..".Alex memangilku.
"Iya Den Alex".jawabku lembut Namun tidak berani menatapnya Aku menunduk karena Aku takut.
"Siapa yang menolongku ganti baju semalam".Katanya.
Deg, jantung ku berdetak Aku ingin bicara jujur Namun takut kalau Alex marah.
"Pak Heri Den".jawab ku bohong.
Aku heran sama Alex kenapa dia tidak tau padahal jelas-jelas dia yang melepas semua pakainya dan melepas celanaku kenapa dia bertanya kepadaku. Mungkin Aku harus merahasiakan kejadian Semalam dan mengunci rapat-rapat.
"Tapi Aku ingat kalau Kamu yang membawaku masuk ke Kamar.".Katanya Lagi.
__ADS_1
Oh Renata jujurlah dengan Alex kalau kamu di perkosa. Kata hatiku Namun, Aku benar-benar tidak punya nyali sama sekali fiks jadi dia tidak menyadari kejadian semalam mungkin di alam bawah sadar kali ya.
"Iya Den, Aku membawa mu ke kamar Namun setelah itu Pak hari yang mengurus Den Alex.".Kataku.
"Oke.. terimakasih".
Katanya.Dia lalu pergi meningalkan Aku berdiri mematung di ruang tamu Bodohnya diriku kenapa tidak jujur saja Aku benar-benar menrutuki diriku sendiri kenapa nyaliku sangat ciut.
******
Setelah pekerjaan beres semua Pelayan kembali ke kamar masing-masing Aku dan Ibuku juga berada di kamar.
"Ren.. Agus kemarin Tanya kabar mu Katanya Dia sama Ayahnya mau melamar kamu dalam waktu dekat".Kata Ibuku.
"Apa.. ? secepat ini Bu. Renata belum siap Renata ingin sekolah lagi Renata masih kecil tidak mau menikah dulu bu".Tolak ku Karena memang Agus menyukai ku dari dulu keluarganya memang Mampu ya begitulah orang desa terlihat mampu kalau mempunyai ladang sawah banyak apa lagi di desa ku jarang yang punya Mobil dan Agus salah satu seseorang mempunyai mobil mewah bisa di bilang juragan tanah.
"Tidak masalah Ren.. Keluarga Agus juga baik kepada kita apa lagi pak sugeng selalu membantu Ibu mu ini kan.".Katanya
"Tapi bu".Aku terdiam sejenak Aku mengingat kejadian semalam kalau Aku benar nikah sama Agus apa dia mau menerima ku dengan keadaanku yang seperti ini, Mungkin Agus mengira kalau Aku ini masih perawan Namun entahlah.
"ya sudah di pikir dulu saja. jangan buru-buru ngambil keputusan menikah satu kali seumur hidup".Kata Ibuku.
"ibu capek ya habis ke desa sendiri".Aku Duduk dan memijit Kaku ibuku ingin sekaali rasanya Aku bercerita tentang kejadian semalam namun, Aku takut kalau Ibuku marah kepadaku dan menyalahkan ku. Aku pun Malu kalau bercerita tentang itu kepada orang tua ku lebih baik memilih diam.
__ADS_1
"Iya capek Ren. Gimana kata Bik Ija kamu habis jatuh masih sakit gak Kaki mu, Ibu perhatikan jalan mu masih mengangkang.".Kata Ibuku lagi.
"Iya sedikit. Tapi sudah lebih baik kok Bu".Kataku.
"Kalau masih sakit nanti ibu mangil tukang pijit aja, Takut ada yang kesleo".Kata ibuku sedikit kuwatir.
"Tidak usah Bu lagian hanya kepleset dan kekilir sedikit besok juga sembuh".
Aku merasa haus ingin pergi ke dapur ingin mengambil minum setelah memijat Kaki ibu tangan ku juga terasa capek tengorokanku terasa kering.
"Aghh.. jangan di sini honey".Suara itu tiba-tiba masuk di telinga ku. Aku melihat Alex dan Wanita tadi siang yang mengis itu berciuman di ruang Tamu, memang tidak punya malu Batin ku. Aku pura-pura tidak melihat dan berjalan melewati mereka begitu saja Hatiku sangat sakit kenapa mereka berbuat mesum di ruang Tamu.
Alex tiba-tiba melepas pelukan nya dan sedikit menghindari Wanita tersebut lalu mengusap bekas ciuman di bibirnya.
"Ren..".Alex memangilku.
Aku berhenti melangkah dan berbalik arah
"Iya Den".
"Ren bisa ambil baju ku di ranjang kamar ku nanti bawah ke tempat cucian ya jangan lupa di cuci besok mau Aku pake".Katanya
Aku heran seorang Alex harus memakai baju cuci kering pakai bukanya bajunya banyak dan tingal milih. Tanpa menolak Aku mengiyakan perintahnya dan pergi ke kamar nya wanita itu terlihat tampak melihatku Namun Aku tidak perduli.
__ADS_1
Aku masuk ke kamar Alex masih terlihat Noda darah di sepray warna biru itu dan Aku melihat gelang ku terjatuh di ranjang Deg, jantung ku berdetak lagi mengingat kejadian semalam tanpa berpikir panjang Aku mengambil jaz dan celana mau pu baju yang tadi malam Alex pake dan juga meraih gelang tangan milikku.
Aku melewati mereka berdua lagi dan mereka memang tidak punya malu masih saja berciuman apa lagi sekarang wanita itu duduk di pangkuan Alex tangannya mengalungkan ke leher Alex. Aku hanya mengeleng dan ingin muntah saja melihat kelakuan mereka berdua jijik sekali melihat orang yang mengambil kesucian ku ternyata juga berbuat seperti itu dengan wanita lain ingin sekali aku mencakar wajah tampannya tapi nyali ku ciut di tambah lagi kehadiran bidadari namun tingkahnya seperti iblis itu membuaat ku muak saja. Aku berjalan tanpa menghiraukan mereka berdua pandangan mataku telah di nodai lagi coba saja tadi tenggorokan ini tidak haus mungkin Aku tidak perlu melihatnya.