Menikahi Tuanku

Menikahi Tuanku
Bab 6


__ADS_3

Tidak biasanya Sri memasang wajah Kusut denganku, Aku semakin penasaran untuk bertanya.


"hey, ada apa Sri"Tanyaku.


"Jangan pura-pura begok sudah dua kali kamu keluar dari kamar Tuan Muda ada hubungan apa dengan tuan Muda, Apa kau telah menyumbangkan badan mu untuknya ".Deg, Ucapan Sri membuat ku sakit hati rupanya ada yang memperhatikan ku dan Tuan muda akir-akir ini Ingin sekali Aku bercerita kalau Tuan Muda memperkosaku kepada Sri Namun, itu tidak mungkin Sri Akan berpikir jika Aku yang menyerahkan badanku secara iklas kepada Tuan Muda karena Aku tau Sri sangat mengidolakan Tuan muda dari dulu.


"Apa maksudmu Sri?"


"Ulangi lagi kata-kata mu itu, Apa maksudmu menyerahkan badanku untuk Tuan muda yang benar saja" Aku mengelengkan kepalaku dan terkekeh mencoba rileks dan tetap tenang agar sahabatku Sri percaya kepadaku.


"Tadi Bik Retno menceritakan semuanya, Malam Kamis kamu keluar dari kamar Tuan muda jam 1 dengan berjalan terseok-seok terus tadi malam kamu juga keluar dari kamar Tuan muda jam 1 lagi dengan membawa uang di gengaman mu".


"Haha.. hanya itu, Kenapa Bik Rertno Tidak bertanya kepadaku terlebih dahulu sebelum mengambil kesimpulan dan menimbulkan Fitnah, Gini loh Sri malam kamis kemarin kan Tuan muda sakit Aku merawatnya, kamu tau sendiri kan Ibuku sudah lma disini dari mulai Tuan muda masi bayi sampai dewasa, Ibuku pulang kampung tidak bisa merawat Tuan Alex sakit jadi aku yang menganbil alih pekerjaanya, Kalau tadi Malam itu Aku memijit kakinya Dia terkilir kalau tidak percaya tanya saja sama Tuan Alex agar tidak salah faham".Kataku dengan nada santay Aku tau mana mungkin Sri berani bertanya kepada Tuan Alex soal kemarin malam sama Malam Kamis itu.


"Aku kurang percaya, Laku kenapa kamu berjalan terseok dan menangis waktu malam kamis kamu keluar daru kaamar Tuan muda apa kamu habis melakukan?-".


"Bicara apa kalian Ayo lanjutkan pekerjaan kalian masing-masing kalau bekerja yang serius tidak boleh mengobrol sebelum pekerjaan selesai apa kalian lupa peraturan di Rumah ini tidak boleh ikut campur dengan urusan orang lain atau kalian mau saya adu ke Nyoya besar agar secepatnya di depak dari rumah ini".Suara Bik Ija mengagetkan ku, Aku langsung bergegas mengambil cucian piring yang masih kotor Aku hanya terdiam dan patuh dengan perintah Bik Ija, Bik ija ini kepala pelayan di sini Bik Ija sudah lama bekerja di sini sebelum ibu ku datang. Memang kalau saat bekerja Bik ija serius tetapi kalau jam istirahat dia sangat baik kok .


"Iya bik".Aku menganguk.


Sri tampak kurang puas dengan penjelasanku tadi Aku merasa dirinya masih marah kepadaku mungkin dia kesal kalau Aku dekat dengan Tuan muda kerena dia juga menyimpan rasa Suka kepada Alex.


Bik ija mulai pergi dari dapur dan memeriksa pelayan yang lain.


"Sri apa kau meragukan ku".Tanyaku.

__ADS_1


"Apa kau tidak mendengar atau pura-pura tuli, jam kerja tidak boleh mengobrol".Celetuknya.


Oke fiks Sri masih marah kepadaku, Mungkin belum saat nya Aku bercerita terus terang kepadanya. Aku dan Sri mengerjakan pekerjaan masing-masing tanpa ada pembicaraan Sesekali Aku melirik ke wajah Sri tampaknya wajah Sri masih kusut apa semarah itu kepadaku sehingga tidak mau berbicara kepadaku.


ting-tong..


Bel makan siang sudah berbunyi ini tandanya masakan harus segera siap dan di hidangkan di meja makan.


Aku dan Sri membawa nampan dan makanan ke meja makan sudah terlihat Nyonya besar turun dari tangga untuk makan siang di susul dengan wanita itu, Waow tampak Angun sekali memakai Dres warna unggu dan balutan makeup di wajahnya menjinjing Tas mahal.


"Mi, Aku dan Alex ingin makan Siang di luar jadi maaf makan siang Mami harus sendiri tanpa Aku". Wanita itu tampak lembut di depan Nyonya Mega padahal di belakang Nyonya Mega dia tampak garang.


"its Oke tidak masalah, semoga harimu menyenangkan selamat makan siang bersama calon suamimu sayang".


Wanita itu pergi melangkah keluar rumah Nyonya Mega duduk di meja makan sendiri memang enak sekali ya menjadi orang kaya apa-apa ada yang melayani.


"Belum Nyonya"Jawab ku dan Sri berbarengan seperti irama musik.


"sini temani makan, Aku tidak suka makan sendirian".


"Tidak perlu Nyonya, Kita berdua tidak pantas untuk duduk dan makan siang bersama Nyonya di meja makan".kata Sri Aku hanya diam dan berdiri mematung.


"Tak Apa Ayo kalian duduk di sini temani Aku mengobrol dan makan siang, Aku dan kalian sama-sama manusia tidak ada bedanya Bukan Ayo kesini jangan sungkan".


Sri melirik melihat ku Aku hanya menganguk menandakan Aku setujy mengiyakan permintaan Nyonya besar Memang Nyonya Mega ini kadang baik kadang tegas suasana Hatinya tidak bisa di tebak kadang baik dan kadang juga marah-marah ya begitulah manusia.

__ADS_1


Aku dan Sri duduk berdampingan Ada Steak, Ikan bakar, sup buntùt, sate kambing dan puding belum lagi cemilan atau buah-buahan makanan sebanyak ini hanya untuk satu orang, terluhat mubazir memang kalau menurut ku tapi ya sudah lah ini uang Nyonya besar suka-suka dia mau makan apa saja.


"Ayo makanlah ambil apa yang kaluan Mau".


Aku hanya menganbil sup buntut saja dan Sri mengambil sate.


"Sri, Apa kamu tidak ingin melanjutkan sekolah lagi"Tanya Nyonya mega.


"Tidak Nyonya bekerja lebih baik daripada sekolah hanya menghabiskan uang saja, Saya lebih suka mendapat uang daripada menghabiskan Uang lagi pula keluarga kami kekurangan tidak mungkin Saya sekolah lagi".


"terdengar lebih baik jika kamu ingin melanjutkan sekolah karena ilmu itu penting, Dan kamu Renata Apa tidak ingin sekolah lagi".


"Mungkin Saya harus menabung terlebih dahulu agar bisa membiayai sekolah ku nanti Nyonya".Jawabku


"Oke kalian berdua mempunyai jalan pikir masing-masing dan Aku salut kepada kalian berdua dengan kerja kalian juga membuat ku puas walapun kalian masih kecil,"


Aku, Sri dan Nyonya muda mengobrol sambil memakan hidangan yang berada di hadapanku.


******


Pov Alexsander.


"Kenapa lama sekali".


Aku melihat Sley sangat kesal dia menunggu ku di ruang tungu hampur dua jam memang meting kali ini membuatku pusing karena klien ku sangat rewel.

__ADS_1


"Kenapa lama sekali".Sley mengulang lagi perkatanya ingin sekali ku bentak dia agar tau rasa sudah capek miting dia malah membuatku pusing.


"Maaf"Satu kalimat untuknya karena memang Aku benar-benar sangat pusing atas tuntutan Klien ku.


__ADS_2