
Alex tertawa menyeramkan membuat bulu kudu ku berdiri.
"kau tidak ingat Renata Kau hanya gadus ingusan yang bekerja di rumah ku jangan sekali kau berfikir Aku menyukaimu dan rela menyerahkan badan ku kepadamu apa lagi memperkosa mu haha.."Senyuman sinis dan mengejek keluar dari bibir Alexsander, Memperkosa dan merendahkan ku Aku sangat muak dengan semua ini Aku sakit hati dengannya.
"keluar dari kamar ku dan kau lupakan saja malam kamis itu Aku harap kau harus merahasiakan nya jangan ada orang satu pun yang tau, kalau kau tidak pandai menyimpan rahasia habislah kau".
Alex sudah merendahkan ku, Aku kira Alex itu sangat baik tapi ternyata sama saja dia hanya memandang pelayan itu rendahan. Aku menelan getir Aku sangat membenci Alex.
Aku berlari keluar kamar nya sudah cukup penghinaan yang Aku terima Aku akan meminta izin ibuku untuk pulang ke desa saja dan menyetujui pernikahan ku bersama Agus untuk mengenai harga diriku yang sudah hilang ini Akan ku bicarakan lagi kepada Agus.
******
Setelah malam penghinaan yang Aku alami Aku memutuskan pulang saja, Untung Ibuku menyetujuinya Aku menaiki bus yang menuju ke kota ku dari jakarta ke Jogja.
Kejadian semalam membuat ku sangat sakit hati Aku merutuki Alex semoga hidupnya tidak bisa tenang, Coba saja di dunia ini tidak ada hukum Aku ingin sekali meracuninya.
"Hati-Hati di jalan, kalau sudah sampai terminal telfon ya I miss You".
Pesan masuk di watshap ku, Aku hanya tersenyum tanpa membalasnya Agus teman sekolah ku tetap saja baik kepadaku, Aku memutuskan untuk menikah dengannya. Mengenai harga diri yang sudah hilang mungkin Agus bisa Aku ajak bernegosiasi.
Perjalanan berjam-jam melewati kota-kota membuat pungung ku terasa panas baru saja Aku memejamkan mata Ada seseorang yang menepuk pundakku.
"Neng sudah sampai terminal Ayo bangun".Suara pelan yang ku dengar suara wanita yang sudah sepuh membangunkan ku.
"Iya Bu terimakasih sudah membangunkan ku"
Aku membawa tas rensel turun dari bus yang aku tumpangi sudah ada sesosok laki-laki yang tersenyum mengembang di hadapan ku dia mengulurkan tangannya, gigi ginsul dan mempunyai lesung pipi wajahnya sangat manis.
"Mas".Aku menerima uluran tangannya Dia menbawakan Tas yang ku bawah.
"Biar Mas saja yang bawa ya ini pastu berat".
"makasih Mas".
Agus membawa Tas yang berisi baju-baju milikku.
"Tidak kuliyah hari ini Mas atau bolos "Tanyaku.
kita berdua berjalan menuju parkiran wajah Agus sangat fresh apa lagi dia tersenyum tulus.
__ADS_1
"Iya kan kamu pulang bolis seharu gak papa lah Aku sudah izin sama Bapak"Katanya
"Oke deh"
Sebenarnya Aku dan Agus hanya teman dekat kita tidak pernah meresmikan hubungan Kita. Namun sama-sama Nyaman kita masih tetao bersama sampai saat ìni apa lagi hubungan kita sudah di dukung sama keluarga masing-masing.
"Sudah makan belum Dek"Suara kalem lemah lembut yang membuat ku nyaman berada di sisinya.
Kruk..Kruk..
Aku sampai lupa kalau belum sarapan padahal ini waktunya sudah makan siang karena Aku berangkat terburu-buru tanpa pamit Aku langsung pulang begitu saja setelah Ibuku menyetujui nya, Aku tidak perduli gosib tentang Aku dan Alex di jakarta yang penting Aku tidak salah.
"Kita cari makan dulu"Agus mengandeng tangan ku mengiring Aku ke depot gudeg Bu Kinanti.
Aku duduk santai berada di sampingnya Dia memsan makanan untuk ku.
"terimakasih"Agus membawakan ku seporsi Nasi gudeg dan Teh hangat
Aku melahapnya sampai habis
Agus tidak mau makan katanya dia sudah makan siang, Agus hanya memperhatikan ku makan dan dia hanya tersenyum melihat ku entah kenapa dia harus melontarkan senyuman terus kepadaku padahal aku hanya diam dan menghabiskan makanan ku entah apa yang berada di pikirannya itu.
"Iya gak papa, Aku seneng banget kamu pulang hari ini"Agus tetap memandangku Tatapannya sangat tajam.
"Aku bayar dulu ya ngobrolnya di rumah kamu saja"Katanya.
"hem"Aku menganguk
*****
Pove Alexsander.
"Renata!".
Aku berteriak meneriaki satu Nama Renata, Karena baju kerja ku belum di siapkan di tambah lagi sarapan sangat telat membuat ku marah saja.
"Iya Tuan"Salah satu pelayan menghampiri ku
"Apa Namamu Renata, Aku memangil Renata bukan kamu"Kataku.
__ADS_1
"Maaf Tuan, Renata sudah pulang dari tadi pagi ini sudah sore Tuan"
Shitt.. Aku mengacak rambutku dengan keras Aku lupa kalau hari ini wikend dan kantorku memang libur setiao hari minggu, Aku sampai lupa kalau tadi malam Aku sudah memarahi Renata Habis-Habisan Dia gadis ingusan kurang Ajar, Berani-berani nya mengodaku dan menyerahkan badannya untuk ku nikmati.
Aku juga heran kenaoa batang hidung Sley tidak terlihat hari ini apa dia sedang keluar shoping bersaama momy ku. shitt.. semua membosankan semua wanita itu sama hanya ingin hartaku saja.
Aku sudah bosan di rumah dan ingin keluar saja entah kemana.
Aku duduk di depan Tv ingin sekali menonton acara Tv yang bagus Namun, Aku hanya menjumpai berita virus Corona saja tidak henti-henti ny virus itu di up terus di media sosial padahal Aku sudah bosan sekali mendengar namanya.
Gadis ingusan itu benar-benar pulang apa dia sudah berbicara dengan Bik Nina Aku rasa tidak jika dia berbicara maka Bik Nina akan datang menemuiku.
Aku memencet Bel butuh bantuan satu dua tiga empat pelayan berdiri di hadapan ku, Yang satunya Sri teman dekat Renata karena sejauh ini Aku memperhatikan mereka berdua sangat dekat.
"Kamu, semua pelayan pergilah Aku tidak membutuhkan mu, Aku hanya ingin dia yang berada di sini".Aku menunjuk Sri untuk menemani ku dan memijat kakiku siapa Tau Sri tau tentang Renata.
"Baik Tuan" Ke tiga pelayan keluar dari kamar ku hanya tingal Sri saja.
Aku harus mendekati Sri agar bisa dengar kabar tentang Renata dan kebenaran malam kamis itu.
"Pijit kaki ku"
Sri memijit Kakiku namun pijitanya tidak se enak Renata, Pijitan Sri seperti tidak bertenaga.
"Apa kau tidak makan hari ini"Tanyaku tanpa memandang wajahnya Aku masih sibuk memainkan Laptop yang berada di hadapanku Sri tetap memijat kakiku.
"Sudah Tuan"jawabnya
"Kenapa kau tidak bertenaga? Aku rugi membayar orang yang lemah sepertimu".
Sri memperkencang pjitanya membuat Kakiku sakit.
"Kau ingin membuat Kakiku patah Huh".Teriakku kesal.
"Maaf Tuan".
Entah kenapa semua pelayan ini membosan kan tidak ada yang becus melayaniku.
ku lemparkan uang tiga lembar ke hadapannya
__ADS_1
"Ambil itu upah mu pijitan mu tidak enak sama sekali, dan keluarlah dari kamar ku"Titah ku.