Menikahi Tuanku

Menikahi Tuanku
bab 14


__ADS_3

"sudah jangan banyak omong makan saja"Pintahku.


Agus mulai menyuapi diirinya setelah memasukam Nasi bersama sambal dan juga ikan goreng Agus terdiam sejenak Aku takut kalau Tita memang benar kalau masakan ku ini Asin


''Gimana mas?''Tanya ku.


''Enak banger''.Agus menyuapi dirinya untuk yang ke dua


''masak? jangan peres''.


Aku mencoba ikan goreng dan di padukan bersama sambal tomat di tambah Nasi membuat citra rasa ciri khas orang indonesia apa lagi di tambah penghijauan daun kemangsi misalnya ataupun terong Namun Aku tidak membelinya hanya ada Ikan goreng dan sambak saja.


Aku merasakan masakan buatan ku memang benar rasanya Enak dan gurih di tambah lagi ada rasa cinta waktu memasaknya.


''Enak kan, besok Mas bawa udang, masakin tumis udang ya''Titah Agus


Aku hanya menanguk dan menikmati makan siang ku, Aku mendengar Ada langkah kaki di depan rumah ku.


''Ibu''


Agus kaget dan langsung berdiri menyalami Ibuku dan mencium pungung Tangan Ibuku


''Loh Ibu kok gak bilang kalau mau pulang"Tanyaku.


''Iya kejotan biar kamu terkejot''.Kata Ibuku.


''Ya ampun Bu terkejut bukan terkejot''.


''Ya ampun ada Bule''


Aku terkaget dan keluar rumah pria tidak asing itu berjalan mendekati rumah ku membawa Tas memakai kaca mata hitam dan kaos oblong kesukaanya.


''Alexsander''


Aku terkejut kenapa dia datang kesini apa dia tidak bekerja oh iya aku lupa dia kan bos, kerja gak kerja tidak akan ada yang memarahinya.


''Ya Tuan Muda ikut kesini katanya ingin berlibur''

__ADS_1


Deg, jantung ku mulai berdetak lagi Aku mengingat kata-kata Alex beberapa hari lalu yang menusuk jantung ku dan menyakiti ku.


''Kenapa liburan nya ke sini, ke london kek ke korean kenapa harus ke sinu''Celetuk ku.


"Jadi tas ku ini di taruh di mana Bik, apa harus Aku taruh di depan rumah kenapa Aku tidak di persilahkan masuk''Kata Alexsander yang masih berdiri di depan pintu rumah sedangkan Tita melongo melihat ketampanan nya, Agus hanya terdiam saja karena tidak mengenal Alexsander.


''Iya Tuan, Sini Aku tunjukin kamar Tuan''


Ibuku membawakan Tas Alex dan masuk ke dalam kamar tamu dia hanya acuh kepadaku melewatiku begitu saja kenapa dia kesini pertanyaan itu yang masih belum terjawabkan.


''Ren, Mas pulang dulu ya kan ada kerabat mu besok mas ke sini lagi''Kata Agus dia mungkin sungkan dengan ibuku dia memilih pamit undur diri sebelum menghabiskan nasinya.


''Iya Mas maaf ya mas ''Kataku.


Tita masih berdiri sambil menguyah nasi yang masih berada di mulutnya Aku mendesah kesal karena kedatangan Tamu yang tidak ku undang.


''Bik gak ada kipas yang lebih besar di sini panas''.Bule bego itu keluar dari kamar tampak nya dia sudah menganti baju santai miliknya dan menjinjing laptop.


''Ren, Ambilkan Kipas yang di kamar mu''.Titah Ibuku aku hanya berdecak kesal kenapa harus kipas ku yang di ambil pasti nanti malam Aku gak bisa tidur gara-gara kenapasan dasar Alex ini membuat ku kesal saja


huah, kamu kira Aku sekaya kamu rumah harus ada paketan Wifinya.


''Gak ada Tuan''Kata Ibuku


Aku mengangkat Kipas yang cukup berat Alex hanya melirik ku sebentar lalu aku masuk ke dalam kamar tamu memasang Kipas ke situ tampak nya dia senang sekali melihat ku dalam kesulitan.


''Ren siapkan makanan buat Tuan Muda ya, jangan lupa Teh hangat''.


Aku berdecak kesal menuju dapur dan menyiapkan makan siang Bule Bego ini.


****


Pove Alexsander.


haha ingin sekali Aku tertawa terjungkal-jungkal melihat diner makan siang mu gagal, Oh itu calon suamimu badan nya kurus dan kulitnya hitam pasti aku tabrak sedikit sudah pasti tersungkur.


Kamu mengangkat kipas hanya untuk Aku haha Aku merasa senang mengerjai mu Renata, Apa lagi kamu harus menyiapkan makan siang untukku.

__ADS_1


ku rasa tingal di desa ini juga cukup menarik bagi ku apa lagi di tambah setiap hari harus mengerjai Renata.


Aku tau kalau kamu tidak ikhlas sudah bisa di lihat dari cara mu meletakan piring dan juga teh ke atas meja.


''silahkan di makan Tuan Muda''.


Senyum lah yang manis Aku tau kalau di dalam hatimu kamu sedang memaki-maki ku haha. Aku hanya diam saja tidak bilang terima kasih karena memang Aku sengaja agar dia tambah kesal terhadapku.


***


Pove Renata.


ingin sekali Aku Aku menyiram nasi ini ke wajahnya, Wajah yang polos di depan Ibuku tapi di belakang Ibku sangat Menyebalkan, Siapa yang mengundangnya kesini padahal Aku Tidak menerima Tamu sepertinya. huh Aku mendengus kesal melihat Tamu yang tak Ku undang ini.


"Silahkan di makan Tuan, Semoga Tuan suka"


Aku mengambil Teh hanggat untuknya ingin sekali Aku menumpahkan Teh hanggat ini ke muka nya Tapi apalah Dayaku Nyaliku ini memang sangat ciut.


Dia hanya melirik ku langsung meminum Teh buatan ku.


Brus.. Dia menyemburkan Teh hanggat itu ke wajahku memang keterlaluan.


"Apa Kamu ingin membakar tenggorokan ku ini sangat panas"Katanya sambil membanting gelas yang tadi Aku bawakan.


Haha ingin sekali Aku bersorak gembira di hadapannya dan menyoraki nya yes yes.. rasakan itu baru pemula.


''Maaf Tuan ku Rasa Teh nya hanggat bukan Panas".


"Coba ini''


Dia menyodorkan gelas berisi Teh itu ke hadapan ku.


''Ini Bekas mu Tuan Aku tidak mau meminumnya"Kataku.


''Lagi pula Aku sangat Tampan, Kamu beruntung meminum bekas bibirku"


What, manusia jaman purba macam apa orang ini kenapa dia kepedean sekali.

__ADS_1


__ADS_2