Menikahi Tuanku

Menikahi Tuanku
bab 7


__ADS_3

Malam hari tampak dingin hujan badai terjadi di luar rumah sehinga membuat tirai jendela ku terbang kesana dan kesini. Aku duduk di ranjang sambil memainkan ponselku karena pekerjaan ku selesai.


Aku membuka pesan wathsap Grub alumni SMP ku di sana ada Agus juga yang sedang menimbrung membahas masalalu. Aku cuma menyimak saja,


''Wih Seli menikah dengan Dio, gak nyangka ya pacaran tiga tahun belum lulus SMA malah nikah"


Pesan wathsap yang berada di grub alumniku membahas tentang seli teman sekelas ku memang seli ini


pendiam dan tidak mudah bergaul. Aku hanya menyimak dan mendelik shock mendengar bahwa seli akan menikah apa lagi ada rumor kalau seli ini hamil belum lulus SMA.


huh.. seli Aku saja ingin sekolah dan dia sudah sekolah malah di sia-sia kan batin ku sambil menyimak obrolan di grub Alumi. bercanda gurau Agus juga ikut menimbrung di grub itu.


"Ren. Kamu di pangil Tuan muda di suruh ke kamar sekarang".Kata Ibuku Aku kaget ada apa lagi Alex meminta ku kesana Apa mungkin mau meminta pijat sebaiknya Aku kesana saja.


Aku berjalan malas menuju kamar Alex terlihat kamarnya masih terbuka sedikit menandakan bahwa dirinya belum tidur.


hoam.. sudah jam 11 malam dia memintaku datang ke kamarnya.


tok..tok..tok..


Aku mengetuk pintu kamar tuan alex meskipun pinturnya sedikit terbuka tetap tidak sopan jika Aku membukanya tanpa mengetuk terlebih dahulu.


"Masuk".


Tuan Alex berdiri di balkon kamar nya Aku menyusul ke sana tanpa memandang wajahnya Aku menunduk karena Aku sangat malu dan selalu inggat kejadian malam itu sekita melihatnya.


"Aku sudah tau akal busukmu".


Jleb Apa maksud Tuan Alex kenapa dia berbicara seperti itu.


"Kenapa kau sangat lancang!! ".


Tuan Alex memandang ku dengan tatapan sinis seolah-olah ingin menguliti ku hidup-hidup baru kali ini Aku melihat mata nya yang biru menjadi gelap tatapannya membuat ku bergidik ngeri Aku sangat takut bahkan ingin mengompol di depannya.


"Katakan dengan jujur apa yang terjadi di malam kamis!! ".Intonasi Nadanya membuat ku terkaget Aku hanya diam.

__ADS_1


"Katakan Renata!!".


Tuan Alex meningikan intonasi nada bicaranya Aku hanya diam tetap tidak bergeming kakiku sangat lemas keringat dingin ku sudah bercucuran kemana-mana.


"Baik. Kalau kau tidak menjawab pertanyaan ku Aku akan memangil pak Hari sekarang".


Aku tetap diam dan menunduk Aku mencengkram bajuku sendiri Aku hanya bisa berdoa Ibu selamatkan Aku dari Tuan Alex. Aku tidak mampu berkata apa-apa yang Aku pikirkan Hanya takut Aku sudah tau arah pembicaraan ini mungkin Tuan Alex sudah tau kalau Aku berbohong tentang pak Hari.


Setelah beberapa menit Tuan Alex menghubungi pak Hari tukang kebun Pak hari sudah sampai di hadapan ku menatap sinis diriku.


"Katakan padanya Pak Hari"


"Ren Apa kamu berbohong? Kenapa Kamu berbohong".


Pak Hari tidak langsung ke intinya kenapa pak hari berbelit-belit Aku masih takut untuk menjawab nya ingin sekali Aku berteriak bilang "kau memperkosa ku kau harus bertangung jawab".Namun itu hanya mimpi nyali ku sangat ciut.


"Katakan apa yang kau lakukan di malam kamis"Tuan Alex mengebrak meja yang berada di hadapannya Aku tidak sangup menahan tangisan ku lagi, tangisan ku pun pecah.


"hiks..hiks..hiks"Aku seperti Anak kecil yang meminta jajan namun di marahi oleh orang tua ku, Aku tidak bisa bicara karena di sini Ada Pak hari Aku takut gosib ini menyebar kemana-mana.


"Pak Hari tingalkan kita berdua, Aku ingin berbicara empat mata dengan Tuan muda"Akirnya keberanian ku muncul walapun suara ku terbata-bata.


Tingal Aku dan Alex yang masih berada di kamar, Alex menatap ku dengan intens ke bawah ke atas dengan wajah sinis nya, sudah terlihat sekali wajahnya sangat marah dan merah padam Aku hanya bisa menelan ludah dengan susah ingin sekali Aku lari dari kamar ini namun tidak mungkin, mau tidak mau Aku harus berbicara jujur dengannya.


"Katakan jangan buang waktu ku, Aku bisa jahat dan juga bisa baik kepadamu ingat dirimu hanya pelayan di sini".


iyap Aku sadar diriku ini siapa Tidak perlu dirimu mengatakanya ini semua juga ulah mu kenapa Aku yang di salahkan batinku.


''Malam itu.."


"Apa katakan dengan jelas"Alex medekat dan mendorong ku ke ranjangnya membuat badanku terjaruh di ranjang.


"Malam itu.."


"Katakan Renata Katakan!! Malam itu Aku benar-benar tidak ingat apa yang Aku lakukan Katakan dengan jujur siapa yang menganti pakaian ku".

__ADS_1


"Aku tidak tau Tuan".Jawabku


"Mana mungkin bajuku lepas sendiei dari badan ku, Pak hari tidak melakukannya Aku tau Kau yang mengantikan pakaian ku Katakan".


Alex mendekat mencengkram Dagu ku rasanya sangat sakit Aku hanya bisa menangis setelah memperkosa sekarang menuduh ku dan melukai ku.


"Saya tidak menganti pakaian Anda Tuan Muda"


"Lalu apa ini".Alex menunjuk darah yang berada di sepray pas berada di hadapanku.


Aku terdiam dan air mataku mengalus sangat deras Aku menangis dan tak berani berbicara apa mungkin Alex sudah tau.


"iya".Aku hanya menganguk dan masih menunduk.


"hah".Alex mengacak rambutnya dengan keras tampak terlihat wajahnya saat ini sedang frustasi.


Duar.. Alex mendobrak meja yang berada di kamarnya itu dia berdiri membelakang i ku.


"Kenapa bisa terjadi apa kau mengodaku hah".


Alex menarik tangan ku sehingga membuat badan ku terjatuh ke lantai ini sangat sakit pertama dia Memperkosa ku kedua dia menuduh ku pria macam apa dirinya ini.


"Tidak, Saya sama sekali tidak peenah mengoda Anda Tuan, Lagi pula tahun depan Saya akan menikah dengan calon Saya".Kataku jujur Aku tidak berani menatapnya.


"Aku tidak bertanya tentang calon mu itu, yang aku tanya kenapa itu semua bisa terjadi".


Alex menjambak rambutku membuat diriku meringis kesakitan, ternyata seorang Alex sangat kasar Terhadap


perempuan Aku menyesal kenapa malam kamis itu Aku menolongnya harusnya Aku membiarkan nya tertidur di teras rumah nya.


"Saya tidak bersalah Tuan Lah yang memperkosa Saya"


Plak.. Tamparan mendarat di pipi kiri ku sangat panas sekali.


"memperkosa Katamu Jaga bicaramu jangan melampui batas kesabaran ku, Bukan berarti Aku baik kepadamu dan kau semena-mena terhadapku"Alex mencengkram dagu mu membuat Aku susah bicara Aku hanya diam saja.

__ADS_1


"Maaf tuan Aku bicara dengan aoa adanya".


"Cukup, Apa kau gila seorang Alexsander cristin orang terkaya dan terkenal di indonesia harus memperkosa pembantunya sendiri haha..".


__ADS_2