MENJADI ISTRI YANG TIDAK DICINTAI

MENJADI ISTRI YANG TIDAK DICINTAI
BAB 1


__ADS_3

Malam hari, suara petir menggelar dengan sangat kuat. Angin bertiup kencang, perlahan setetes demi setetes hujan turun dan akhirnya menjadi deras.


Di bandara telah mendarat satu pesawat terbang terbesar di kota itu yang juga pesawat pribadi milik seorang ternama.


"Drapp...drappp..drapppp..." Suara langkah kaki terdengar jelas memenuhi seisi kabin pesawat,.


"Silahkan tuan.." seorang pria dengan mengenakan setelan jas memberikan sebuah payung kepadanya. Tanpa berkata kata, diambilnya segera payung itu dan berjalan dengan wajah datar tanpa menoleh ke belakang.


"Apa?!!.....Temukan mereka segera!" berjalan dengan tergesah gesah menuju kearah mobil mewah berwarna hitam metalik dengan ber plat kan gold yang pastinya hanya dimiliki oleh orang orang tertentu saja.


"Tunggulah aku Ale, aku tidak akan membiarkanmu kenapa kenapa.." gumamnya pelan sambil mengepalkan tangannya dengan sangat kuat.


Terlihat jelas bahwa pria itu sedang marah besar. Wajahnya memerah, rahangnya mengeras, dan tatapan dikedua bola matanya terlihat lebih tajam dari biasanya.


"Apa kalian sedang memakan gaji buta dariku?.. mengapa hanya untuk menjaga seorang wanita saja kalian tidak becus?!..." ucapnya geram pada seorang pria lain dihadapannya yang sedang mengemudi.


"Maaf tuan, sebelumnya aku sudah menyiapkan beberapa pengawal untuk mengikuti mereka secara diam diam, tapi semua terjadi diluar perkiraan ku." jawabnya dengan nada rendah.


"Kalau terjadi sesuatu padanya, aku mau kau ikat mereka semua yang Sadang mengawal Ale hari ini lalu buang ke laut.." ujarnya dengan suara datar lalu mengambil sebuah benda pipih dari sakunya.


"Baik tuan..." jawabnya singkat, masih terus melajukan kendaraan dengan kecepatan maksimum, membentang jalanan sunyi nan sepi ditengah derasnya hujan malam.


Rico adalah seorang pengusaha sukses yang selalu menarik perhatian publik. bagaimana tidak, selain kaya raya, dia juga memiliki perawakan yang begitu menggoda.


Wajahnya yang tampan membuat setiap wanita yang memandang ingin memilikinya.


Rico selalu tampak bersinar bahkan dikalangan anak muda, dia memiliki sepasang bola mata berwarna coklat gelap. Rahangnya yang kokoh memperlihatkan sisi pria dewasanya. Rambutnya selalu tersisir rapi dengan sempurna, dan yang membuat mata tidak bisa berpaling darinya adalah setiap sudut bahkan inci bentuk tubuhnya, bisa dibilang tidak terlalu kekar, tetapi dalam bentuk tubuh ideal, dia terlihat sempurna karena tinggi badannya juga pas.


Samuel, adalah sekertaris pribadi Rico, atau bisa dibilang orang kepercayaannya. Wajah dan penampilannya tidak jauh berbeda dengan tuannya. Selain Rico, Samuel jg memiliki banyak penggemar terutama dikalangan muda mudi, walaupun perannya didunia nyata terlihat hanya sekedar mematung dibelakang Rico saja.


Walaupun jarang tersenyum, tetapi justru mimik wajah dinginnya lah yang membuatnya menjadi idola bagi setiap kaum hawa.

__ADS_1


"Tuan, kami hanya menemukan nona Alexa saja, tim pengawal jg sdh mencari di setiap sisi hutan tapi tidak menemukannya." ucap seseorang dari sambungan telepon milik Rico.


"Aku sudah menduga ini pasti perbuatannya.. Ternyata selama ini Ale dikelilingi oleh orang orang yang mengerikan.." gumamnya pelan sambil meremas kuat ponsel miliknya karena geram.


"Cari dia sampai ketemu setelah itu bawa padaku entah itu hidup atau mati!!.." lanjut Rico kemudian segera menutup sambungan telepon.


Sesampainya di rumah sakit, Rico bergegas menuju ruang ICU dengan sedikit berlari.


Membuka pintu ruangan dokter yang berjaga, "Apa Ale baik baik saja?.." tanya Rico cemas.


"Apa menurutmu mobil yang terjung dari ketinggian seratus dua puluh meter masih bisa disebut baik baik saja?.." jawab dokter Beni sekaligus bertanya dengan nada serius.


Rico yang mendengar itu hanya terdiam membisu berdiri dipintu masuk ruangan dokter Beni.


"Rico, apa kau lupa janjimu padaku? Kau bilang akan menjaganya dan tidak akan membiarkannya terluka walau seujung jari pun. Lihatlah sekarang? apa yang sudah kau lakukan padanya!" Tanya Beni sambil mengangkat kerah baju Rico dengan suara tinggi yang memenuhi seisi ruangan.


Rico sangat merasa bersalah pada Alexa dan juga Beni. Dia jg sangat marah pada dirinya sendiri karena membiarkan tunangannya itu pergi bersama Nayra yang juga adik dari Alexa dan sekarang membuatnya terbaring koma dirumah sakit.


Rico dan Beni yang awalnya sahabat sangat dekat. Karena Alexa, sedikit demi sedikit persahabatan mereka yang penuh warna menjadi terasa begitu hambar. Walaupun pernah bertengkar antar sahabat karena masalah wanita, akhirnya salah satu dari merekapun mengalah dan melepas wanita yang sangat dicintainya itu demi alasan persahabatan, dan itu adalah Beni


Sebelum benar benar melepaskan Alexa, Rico sudah membuat janji kepada Beni, dengan segala kekuatan yang dimilikinya akan menjaga dan menyayangi Alexa dengan sepenuh hati. Bahkan seujung jari pun tidak akan dibuatnya terluka.


Beni yang mendengar nya pun merasa lega dan berakhir merelakan Alexa demi kebaikan sesama walaupun hatinya begitu sakit saat melepaskan wanita yang sangat dicintainya itu.


"Aku tau aku salah, aku sangat salah, aku.." Rico.


"Kau memang salah, dari awal kau lah yang salah sudah merebut Alexa dariku!..." Rico yang belum selesai berbicara, seketika dipotong oleh Beni masih dengan nada suara tinggi.


"Aku memang bodoh, seharusnya dari awal aku tidak membiarkanmu bersama Alexa.." ucap Beni melemah lalu melepaskan genggamannya dari kerah baju Riko.


Rico hanya bisa terdiam pasrah diperlakukan seperti itu oleh Beni, karena dia sadar kalau semua itu memang salahnya.

__ADS_1


"tokkk..tokk..tokkkk.... suara pintu terdengar. Seseorang masuk dengan membawa sebuah amplop besar berwarna coklat.


"Apa kamu sudah menemukannya Sam?" tanya Rico kepada Samuel dengan ekspresi yang sulit diartikan.


"Belum tuan, tapi saya bisa pastikan seseorang membawanya setelah insiden kecelakaan itu." memberikan amplop besar itu kepada Rico.


Setelah dibukanya, segera diberikannya kepada Beni. Terkejut dan geram, Beni meremas kertas itu hingga membuatnya sedikit kusut.


"Riko, setelah ini pastikan dia menderita!.." ucap Beni berlalu meninggalkan ruangan yang hanya berisikan Riko dan Samuel saja.


Beni sekarang menjadi dokter pribadi Rico. Bukan tanpa sebab, alasan satu satunya dia memilih profesi itu adalah untuk menjaga Alexa secara tidak langsung. Walaupun hatinya begitu sakit melihat sahabatnya dan wanita yang sangat dicintainya bersama, tetapi dia juga merasa tenang karena Alexa bahagia walaupun tanpa dirinya.


Biarpun tidak menjadi kekasihnya, setidaknya dengan menjadi dokter pribadi Rico dia bisa terus melihat Alexa setiap hari itu sudah cukup baginya.


Di suatu desa yang terpencil, seorang wanita cantik terbaring lemah di ranjang yang cukup kecil Dengan kepala diperban akibat pendarahan hebat diotaknya. Tetapi, berkat seorang wanita paruh baya yang membawanya ketempat itu nyawanya pun tertolong.


"Bibi Zu, aku akan berangkat sekarang. Pastikan Nayra sembuh oke.." ucap pria asing itu cemas.


"Baiklah Bayu. kau berhati hatilah.." jawabnya singkat sambil memegang bahunya.


"Apa bibi yakin tidak ingin ikut bersamaku ke kota, agar bisa merawat Nayra dengan tenang disana?.. Setidaknya rumah sakit disana lebih bisa diandalkan dari pada disini.." tanyanya Bayu.


"Tidak usah mencemaskan kami. Walaupun desa ini kecil, tapi aku sangat mengenal dokter disini, dia sangat cekatan dalam mengurus pasiennya, dan aku percaya padanya." jawab bibi Zu.


"Pergilah sebelum ayahmu memarahimu. Sifatnya itu sangat susah ditebak. Aku bahagia tinggal di sini, apalagi sekarang aku memiliki anak perempuan disini.." lanjutnya, melihat kearah Nayra yang sedang terbaring diatas tempat tidur.


"Bibi, walaupun dia hilang ingatan karena insiden kecelakaan itu, aku mohon jangan memaksanya untuk beradu dengan pikirannya yang sekarang. Jangan membuatnya terbebani.." ujar Bayu dengan tatapan intens kepada bibinya.


"Aku tidak akan membiarkan dia terluka karena pikirannya yang sebelumnya. Walaupun kita baru beberapa hari kenal, tapi entah kenapa aku merasa sangat akrab dengannya. Sekarang dia anakku, anak perempuanku. Dan aku sangat menyayanginya" tersenyum sendu menatap Nayra dan tanpa sadar berjalan kearahnya lalu tangannya mengelus rambut milik Nayra dengan lembut.


"Baiklah, aku berangkat sekarang. Jagalah dirimu baik baik.." Berlalu meninggalkan bibi Zu dan Nayra.

__ADS_1


__ADS_2