
"Sreeeekkkk" suara tirai terbuka dari ruang pakaian ganti wanita.
"glukkk..." menelan silvanya.
Kedua mata Beni membola seketika. Tatapannya tidak dapat berpaling dari indahnya ciptaan Tuhan yang sekarang sedang berada di hadapannya itu.
"Tuan, ada apa? apakah ini terlihat aneh?.." ucap Nayra seketika membuyarkan lamunan Beni.
"Ahhh iya maaf, tidak ada yang aneh, itu terlihat cocok untukmu.." ujar Beni membuang muka, mencoba menutupi wajahnya yang sedang merona.
"Sial, dia sangat cantik.." gumam Beni pelan.
.
Ketika dalam perjalanan menuju kerumah utama, Nayra terlihat sangat gelisah.
Bagaimana tidak, sebelumnya Alexa telah mengatakan padanya, kalau dia sama sekali tidak pantas untuk hadir diacara besar itu, apalagi disana banyak orang orang penting, kalau dia datang, bukankah itu hanya akan mempermalukan dirinya dan juga kakek Rico didepan semua orang? pikir Nayra.
Beni yang melihat itu pun seketika menggenggam tangan Nayra dengan lembut, seolah olah dia tau apa yang ada dipikiran Nayra.
Beni mencoba untuk menenangkannya dan berkata kalau Nayra pantas hadir, bahkan WAJIB untuk hadir, secara kan dia adalah istri sah dari Rico.
Sebenarnya Nayra sangat sadar, kalau dengan menerima perlakuan baik dari Beni bisa menimbulkan kesalah pahaman antara keduanya, apalagi disisi lain dia tau kalau Gea sangat menyukai Beni, tetapi untuk saat ini dia sangat membutuhkan suport dari seseorang untuk menenangkan pikirannya.
"Terimakasih tuan, aku akan memperhatikan tingkah lakuku agar tidak mempermalukan kakek.." ujar Nayra tersenyum tulus pada Beni.
"Degggg .." sontak jantung Beni berdegup dengan sangat kencang.
Senyuman itulah yang dia tunggu tunggu saat setiap kali bersama Nayra, senyuman yang dapat menyejukkan hati dan pikirannya dari berbagai beban.
Entah apa yang dipikirkan oleh Beni, tanpa berpikir panjang, seketika dipeluk lah Nayra dengan sangat erat, seperti tidak ingin melepaskaannya.
Nayra begitu terkejut atas perlakuan Beni yang semena mena terhadapnya, tapi entah mengapa dia tidak menolak itu.
Pelukan hangat yang diberikan oleh Beni padanya terasa seperti sebuah perasaan dilindungi dan disayangi oleh seseorang, perasaan yang sama sekali tidak pernah dia rasakan sebelumnya.
Air matanya mengalir deras, beginikah rasanya? sangat nyaman. pikir Nayra.
Seketika Nayra tersadar akan apa yang baru saja dia pikirkan, segeralah Beni didorong nya dengan sekuat tenaga, hingga membentur pintu mobil.
"Ya Tuhan, apa yang sudah aku lakukan.. Apa dia marah.." gumam Nayra pelan sembari menutup mulut dengan kedua tangannya.
"Maafkan saya tuan, saya salah. Tolong jangan hukum saya..." ujar Nayra panik ketakutan.
"Hahaha, justru aku yang seharusnya minta maaf padamu, aku yang salah telah memelukmu duluan. Uhuukkk... jangan salah paham, aku hanya ingin menenangkanmu dengan pelukkan, agar kau tidak membuat masalah saat diacara nanti. Ahh lupakan, anggap saja kejadian ini tidak pernah terjadi." ujar Beni menatap lurus sambil melajukan mobilnya.
"Sial, entah kenapa aku selalu tidak bisa berpikir jernih saat bersama dengannya. Nayra, meskipun kau hanya berstatuskan sebagai istri pengganti untuk Rico, tapi aku tau perasaanmu padanya tidaklah main main, meskipun perlakuannya terhadapmu tidak pernah baik, tapi kau tetap memperlakukannya dengan sangat tulus. aku mengerti sifatmu seperti apa, untuk saat ini kau hanya tidak ingin ada kesalahpahaman diantara kita karena statusmu itu, tapi tunggulah sampai saat dimana kau dan Rico telah benar benar resmi bercerai, aku aku akan segera melamarmu, dan aku berjanji padamu atas langit dan bumi, aku akan memperlakukanmu dengan baik dan tulus, dan tentunya akan menyayangimu sepenuh hati" gumam Beni pelan seraya tersenyum kecil.
.
Acara hampir selesai, tapi para tamu undangan masih berdiri menunggu untuk sekedar menyapa dan bersalaman dengan pemeran utama acara, yang masih sibuk berbincang bincang dengan beberapa kerabatnya.
Kakek Rico adalah orang besar yang saat ini telah mencapai kejayaan yang tidak main main, tidak heran jika semua orang tidak ingin melewatkan kesempatan emas itu untuk bertemu dengannya, bahkan ada pula beberapa penjilat dengan penuh rasa percaya dirinya mencoba untuk mendekati kakek Rico, berharap agar bisa diberikan kesempatan untuk bekerja sama antar perusahaan.
"Kak Rico, dimana kak Nayra?.." tanya Gea.
Gea telah sampai lebih dulu dari Rico dan Alexa karena permintaan kakek. Dia sangat bingung dan bertanya-tanya didalam hati, mengapa bukan Nayra yang datang bersama Rico, padahal kakek telah berpesan pada Samuel untuk memberitahukan Rico agar datang bersama Nayra.
"Dia tidak datang." jawab Rico singkat.
"Tapi kak, bukannya..." belum sempat dia melanjutkan perkataannya, seketika dipotong oleh Alexa.
"Ge, berhentilah menanyakan hal yang tidak penting, Rico sudah mengatakan kalau dia tidak datang, untuk apa dibesar besarkan.. Lagi pula yang seharusnya hadir kan memang aku, bukan dia. Kau kan juga tau, posisi adikku dikeluaga ini seperti apa.." ujar Alexa ketus.
__ADS_1
Gea hanya diam membisu dengan pernyataan yang dilontarkan Alexa barusan, karena semua yang dikatakannya memang benar adanya, hanya saja sangat disayangkan untuknya, mengapa tidak Nayra saja yang berada diposisi Alexa saat ini.
Saat ingin berjalan keruang utama acara, tiba tiba terdengarlah semua orang tengah berbisik bisik membicarakan tentang seorang wanita yang datang terlambat, tapi bukan itulah poin utamanya, wanita itu terlihat sangat cantik dan berkelas.
Bahkan ada beberapa tamu yang datang menghampirinya hanya sekedar basa basi semata (padahal ingin mengenal lebih dekat dengan wanita itu).
Mendengar semua orang membicarakan hal yang menurutnya sangat menarik, Alexa mencoba untuk menanyakan langsung ke beberapa tamu.
"Siapa yang mencoba untuk mengambil perhatian yang seharusnya tertuju padanya .." gumam Alexa.
Rico sama sekali tidak tertarik akan hal yang menurutnya tidak penting itu. Saat ini, pikirannya hanya tertuju pada Nayra.
Dia sedang memikirkan reaksi Nayra saat ini yang telah dia tinggalkan dirumah tanpa mengabarinya terlebih dahulu, walaupun Alexa telah memberitahunya kalau Alexa lah yang hadir malam ini.
"Dia pasti sangat kecewa, secara kan sebelumnya dia selalu senang ketika akan bertemu dengan kakek.." gumamnya Rico pelan.
Dia merasa sangat bersalah kepada Nayra.
"Hei Rico, bukankah kau sangat keterlaluan? mentang mentang Ale sudah ada, kau langsung melupakanku begitu saja. Kau kan tau hatiku mudah tersakiti..." Teriak Beni bercanda dari kejauhan berjalan kearahnya.
"Kau punya dua kaki, dua tangan dan tubuh yang masih utuh, buktinya kau bisa datang sendiri, jadi berhentilah mengatakan hal yang tidak penting." ujar Rico datar.
Saat berbincang bincang, Alexa mencuri curi pandangan untuk menatap Beni yang menurutnya semakin hari semakin tampan saja.
Tapi mengapa dia seperti mengabaikan ku, sebelumnya saat bertemu, Beni selalu menanyakan kabarku terlebih dahulu, meskipun kita tinggal diatap yang sama.
Belakangan ini Beni memang terlihat seperti sudah tidak memperdulikannya lagi. pikir Alexa.
Ketika hendak beranjak untuk mengambil minuman yang terletak diatas meja yang tidak jauh dari tempat berdirinya saat ini, seketika matanya tertuju pada satu titik.
"Nayra? dia kah itu? bukankah dia ada dirumah?.." penuh tanya Rico.
Ketika dia mencoba untuk mendekati Nayra yang sedang berbincang bersama Gea, seseorang terlebih dahulu mendatangi mereka.
Reno sendiri adalah rival nya saat masih duduk di bangku sekolah menengah (SMA).
Ternyata dia diundang juga diacara ulang tahun kakek. pikir Rico.
Rico masih mengamati Nayra dari kejauhan,
"Sebelumnya dia memang terlihat cantik walaupun tanpa polesan make up diwajahnya, tapi saat didandani seperti ini dia terlihat makin cantik.." gumam Rico tersenyum kecil sembari menggoyang goyangkan gelasnya yang berisikan minuman.
Rico yang masih sibuk dengan pemandangan indah didepan matanya, tiba tiba dikagetkan oleh suara Beni disampingnya.
"Dialah wanita cantik yang menjadi buah bibir orang orang malam ini.." ujar Beni.
"Ternyata dia. Ya, tidak heran juga, dia memang sangat cantik malam ini.." gumam Rico pelan.
"Kau pasti bertanya tanya mengapa Nayra ada disini, Nayra datang bersamaku tadi. Rico, walaupun dia sekarang hanya sebagai istri pengganti buatmu, tapi cobalah untuk bersikap sedikit lebih baik padanya." ucap Beni menepuk pundak Rico.
"Sepertinya kau begitu peduli padanya, apa kau menyukainya?.." selidik Rico tanpa menatap wajah Beni, dan masih memandang lurus kedepan tepat dimana Nayra tengah berbincang dan tertawa bersama Reno.
Entah mengapa Rico merasa tidak suka saat Nayra terlihat begitu akrab dengan orang lain, tapi tidak dengan dirinya yang juga adalah suami sah nya.
"Entahlah." jawab singkat Beni seraya tersenyum kecil.
Untuk saat ini, Beni merasa masih belum waktunya untuk mengatakan perasaannya tentang Nayra kepada Rico, karena mengingat status Nayra saat ini masih lah istri sah dari sahabat baiknya itu.
Rico hanya melirik Beni dengan tatapan sinisnya. Dia memang mulai merasa dari sikap dan perlakuan Beni terhadap Nayra akhir akhir ini mulai berbeda, itu sudah cukup menyatakan kalau Beni menyukai Nayra, dan itu membuat Rico semakin tidak suka lagi.
Saat masih berbaring bincang tentang urusan bisnis, tiba tiba mereka terkejut akan kedatangan Gea yang tergesah gesah.
Gea mengatakan kalau Nayra menghilang, dia telah mencarinya kemana mana dan sama sekali tidak menemukan kehadiran Nayra di pesta itu, setelah sebelumnya ditinggal sebentar oleh Gea untuk ke kamar kecil.
__ADS_1
Tanpa berpikir panjang, Rico dan Beni segera berlari keluar ruangan dan mendapati kalau Nayra sedang ditarik dan hendak dibawa pergi oleh Reno.
Rico dan Beni seketika berjalan menuju Nayra.
"Nayraa!!!..." teriak Rico dan Beni secara bersamaan.
Tapi, sayang sekali, tangan Nayra lebih dulu diraih oleh Beni.
Rico yang melihat itu semakin geram kepada Beni.
Nayra dan Reno terkejut saat tau kalau Rico dan Beni telah berada dibelakang mereka, bahkan salah satu tangan Nayra telah digenggam dengan erat oleh Beni.
"Hei, ada apa ini, Bukankah ini Rico dan Beni?.." ujar Reno santai.
"Lepaskan tangan kotormu darinya.." ucap Beni dengan tatapan tajam.
Dari kejadian ini, Rico semakin tau kalau Beni benar benar telah menyukai istrinya itu.
"Woo..woo... Santai... Nayra adalah mantanku, kami hanya ingin mengenang kisah lama kami, apa itu salah?!.." ujar Reno santai masih menggenggam lengan Nayra.
Sedangkan Nayra terlihat sangat lemas, wajahnya memerah, keringatnya mulai bercucuran membasahi seluruh permukaan kulitnya, nafasnya pun mulai terengah engah.
Menyadari itu, Rico dan Beni langsung mengetahui satu hal, kalau Nayra telah diberi obat oleh Reno.
"Dia istriku, jadi lepaskan dia!!" teriak Rico seketika membuat Beni dan Reno terkejut.
Reno sendiri belum mengetahui kalau Rico telah menikah, dia hanya tau kalau Rico sudah bertunangan dengan Alexa.
"Apa apaan pernyataan gila itu, bukankah kau sudah bertunangan dengan Alexa, dan semua orang tau kalau kau hanya mencintai dia seorang saja.." ujar Reno yang masih terlihat santai.
"Dan untukmu Beni, kalau memang Nayra adalah istri Rico, ternyata kau masih saja seperti sebelumnya ya, menjadi perusak hubungan orang. Bukankah begitu Rico?.." lanjut Reno sembari melirik rayu Rico.
Diketahui desas desus tentang hubungan cinta segitiga antara Rico Beni dan Alexa saat SMA dulu telah menyebar luas disekolah.
Orang orang mengetahui kalau Rico dan Alexa telah berpacaran, tetapi Beni sekaligus sahabat Rico mencoba untuk merebut Alexa darinya.
Tapi, kenyataannya sama sekali bukan seperti itu, semuanya salah besar. Yang duluan berpacaran dengan Alexa adalah Beni, dan yang merebutnya adalah Rico sendiri, dikarenakan saat berpacaran dulu, Alexa menolak dengan keras untuk mempublish hubungan mereka, bahkan Rico sendiri pun tidak tau itu. Beni pun menyetujuinya karena kebahagiaan Alexa adalah yang utama baginya, asalkan Alexa tidak meninggalkannya saja.
Tetapi, hingga saat dimana Alexa telah memutus hubungan mereka secara sepihak, dan menyatakan dengan lantang kalau sebenarnya orang yang dia cintai adalah Rico, dan bukanlah dirinya, hingga akhirnya hubungan mereka berakhir begitu saja.
Disisi lain, Rico yang sama sekali tidak mengetahui hubungan antara Alexa dan Beni pun mulai menyatakan cinta kepada Alexa, dan mereka pun akhirnya berpacaran.
Saat Beni masih berjuang untuk memastikan lagi tentang perasaan Alexa terhadap Rico, dia masih terus mendekati Alexa walaupun dia tau kalau Alexa telah resmi menjadi pacar Rico, hingga pada saat itu terjadilah rumor kalau Beni adalah perusak hubungan orang.
"Aku katakan sekali lagi, lepaskan tangan kotormu darinya!!" teriak Beni.
Reno masih kekeh untuk tidak melepaskan Nayra, tapi saat dimana Rico mendapat celah, segeralah ditarik tangan Nayra dan didekapnya dengan erat.
Samuel datang.
"Maaf tuan, kami terlambat." ujar Samuel menundukkan kepalanya.
"Sekali lagi kalian lalai dalam tugas, aku tidak akan segan segan membuang tubuh kalian kelaut untuk menjadi santapan ikan disana.." ucap Rico datar seraya berlalu begitu saja sambil menggendong Nayra.
"Singkirkan bed*bah si*lan ini.." ucap Beni kepada Samuel lalu berjalan mengikuti Rico.
"Baik tuan.." jawabnya singkat.
Bagi Samuel, Rico dan Beni adalah tuannya, karena memang itu perintah dari Rico sendiri untuk memperlakukan Beni setara dengan dirinya.
"Baiklah, mari kita bersenang senang dimalam yang masih panjang ini..." ucap
"Krtaakkk...krtaakkk.." suara jemari Samuel terdengar jelas, senyuman jahat terpancar dari bibirnya , bahkan aura mengerikan seperti sedang mengelilingi tubuh Samuel sepenuhnya, membuat Reno bergeridik ketakutan.
__ADS_1
Walaupun badan Reno lebih besar dibandingkan Samuel, tapi dia tau anjing Rico ini bukanlah orang biasa.