
Sekarang, waktu sudah menunjukkan pukul 22:20 malam, Nayra baru saja pulang dari hotel tempatnya bekerja.
Udara malam ini terasa lebih dingin dari biasanya karena sedang diselimuti oleh lebatnya hujan.
Nayra membuka pintu kamarnya yang gelap, lalu menyalakan lampu kamar itu.
"Ctaakkkk...."
Pandangan Nayra menyapu habis seisi ruangan, dan menyadari bahwa tidak ada siapapun disana.
Senyuman yang tadinya menghiasi bibirnya, seketika hilang begitu saja.
Saat ini hatinya sedang gunda karena masalah pekerjaan. Dan seperti biasanya, Nayra sudah sangat bersemangat untuk menceritakan segala isi hatinya kepada suaminya, tapi saat setelah melihat tidak ada siapapun yang akan dia ajak bicara untuk melepaskan segala keluh kesahnya, rasa semangatnya tadi seketika sudah pergi jauh, hilang entah kemana.
Malam malam sebelumnya, ketika dia pulang kerja, selalu disambut oleh pemandangan sosok suaminya yang duduk di ranjang sambil membaca majalah, tapi malam ini dia tidak ada. Kemana dia pergi? Ini sudah sangat larut, tidak biasanya dia keluar di jam segini. pikir Nayra penuh tanda tanya.
.
Saat selesai membersihkan dirinya, Nayra keluar dari kamar mandi sembari mengeringkan rambutnya menggunakan handuk kecil.
"Nayra..." ucap Rico mengejutkan Nayra sembari memegang kue tart coklat tanpa sebuah lilin diatasnya.
Nayra baru menyadari kalau hari ini adalah hari ulang tahunnya. Seketika air matanya mengalir dengan derasnya membasahi kedua pipinya. Ternyata alasan Rico tidak dirumah adalah untuk mempersiapkan kejutan ini? pikir Nayra tersentuh.
"Kau mengetahuinya? aku bahkan lupa kalau hari ini adalah hari ulang tahunku.." ucap Nayra berkaca kaca masih memandang kue tart itu.
"Berterimakasih lah pada Ale esok hari, aku sangat lelah dan ingin segera beristirahat." ujar Rico acuh.
Nayra merasa bingung, sebenarnya apa maksud dari perkataan Rico barusan?
"Ya, sebenarnya tart ini milik Ale, dia hari ini sedang berulang tahun juga, mungkin karena dia merasa kuenya terlalu banyak, dia pun akhirnya memberikannya kepadamu melalui aku. Sebenarnya aku juga baru tau kalau hari ini adalah hari ulang tahunmu. Selamat ulang tahun yaa." ujarnya lagi memberikan kue tart itu kepada Nayra.
"Degggggg...." Kedua matanya membola, hatinya seketika terasa sangat perih saat mendengar ucapan Rico.
Ternyata alasan sebenarnya dia pulang sangat larut malam ini, karena seharian menghabiskan waktunya bersenang senang bersama kak Alexa untuk merayakan hari ulang tahunnya.
"Huuuhhh... Nayra, kau begitu naif! seharusnya dari awal kau memang tidak seharusnya menaruh harapan yang berlebihan kepadanya!!.." gumam Nayra pelan.
__ADS_1
"Ambillah kembali, kebetulan aku tidak menyukai roti yang memiliki banyak cream seperti tart. Atau taruh saja dikulkas, besok aku akan membagikannya kepada para pelayan dibawah. Aku juga akan berterima kasih kepada kak Alexa besok. Kau sangat lelah bukan, mandilah lalu bergegaslah beristirahat." ujar Nayra datar, berjalan kearah ranjang.
Rico berjalan mendekati Nayra.
"Nayra, aku salah karena sebelumnya telah mengatakan hal yang tidak masuk akal mengenai perasaanku kepadamu. Sebenarnya aku tidak tau, aku benar benar cinta atau hanya sekedar menyukai tubuhmu saja. Kau tau kan dihatiku hanya ada kakakmu, Alexa. Dan aku baru sadar, mungkin sebelumnya hatiku hanya tertutup sementara karena ego dan nafsu telah menyelimuti otakku saat itu, tapi aku harap kau tidak memasukkannya kedalam hati kecilmu. Dan aku juga berharap agar kau tidak mencintaiku secara berlebihan. Ingat, itu larangan untukmu!!" ujar Rico mengintimidasi, lalu menaruh kue tart itu diatas meja dan pergi begitu saja.
Tubuh Nayra seketika bergemetar hebat, kedua matanya membulat, air mata yang tadinya sudah kering, seketika menetes lagi dengan sendirinya. Entah mengapa hatinya sangat sakit dan terasa sedikit perih mendengar pernyataan Rico tadi.
Selama ini dia mengira ucapan cinta yang keluar dari mulut Rico sebelumnya adalah yang sebenarnya, tapi ternyata hanya sebuah pelampiasan semata saja.
Hari hari yang dia lalui bersama Rico pun, ternyata palsu, semuanya PALSU!
Apa ini bagian dari balas dendam karena kecelakaan sebelumnya?
"Bruuukkkk..." Nayra seketika terduduk lemas tak berdaya dengan tatapan yang penuh dengan kekosongan.
Dia selalu mengira kalau perlakuan hangat Rico sebelumnya adalah sebuah ketulusan yang datang langsung dari hatinya.
Aku memang terlalu tamak, hanya karena perhatian lebih yang diberikan olehnya, aku sudah menganggap itu sebagai bentuk kasih sayang darinya, dan aku bahkan sempat berpikir untuk meminta lebih. pikiran Nayra yang saat ini sedang berkecamuk.
"Kau salah Rico, walaupun kau baru saja melarangku, tapi nyatanya sekarang aku sudah terlanjur mencintaimu, dan aku harap kau tidak menyalahkanku atas perasaan yang tiba tiba datang karena perlakuan baikmu padaku sebelumnya.." gumam Nayra pelan, menangis sejadi jadinya.
.
Hari ini Nayra telah resmi pindah ke kamar belakang lagi seperti sebelumnya.
Rico juga sudah memperingatkan Nayra untuk tidak ikut campur lagi dalam urusan pribadinya. Dia juga harus memberikan jarak antara mereka berdua, juga termasuk dilarang untuk mendekati Alexa, karena hal mengejutkan telah terjadi kepadanya.
Dan hal mengejutkan itu adalah, saat ini Alexa telah mengandung anak Rico.
Sedangkan alasan mengapa Nayra dilarang untuk mendekati Alexa adalah, karena Alexa sendiri yang memintanya. Dia telah mencuci otak Rico, dan mengatakan kalau Nayra akan membuat perhitungan besar kepadanya karena Rico telah mengusir Nayra dari kamarnya.
"Perjanjian antara aku dan kakek hampir habis, kira kira kurang empat hari lagi. Setelah empat hari itu selesai, aku akan segera menceraikanmu sesuai perjanjian itu. Aku akan membebaskanmu. Kau sudah boleh pergi kemanapun kau mau. Aku tidak akan mengekangmu lagi seperti sebelumnya, dan aku berharap saat kita bertemu nanti, kau sudah tidak mengenalku lagi." ujar Rico datar.
"Deggggg...." Hati Nayra sudah benar benar hancur sekarang.
Rico telah menanamkan sebuah perasaan dihatinya, dan dengan bodohnya aku menyiraminya setiap hari agar bisa selalu tumbuh dengan subur, tapi dengan mudahnya dicabut begitu saja olehnya?
__ADS_1
ternyata seperti ini rasanya dipatahkan dan disakiti oleh keluarga, lalu dibuat kecewa oleh cinta.
"Tidak perlu menunggu empat hari, kau bisa menceraikanku saat ini juga. Sebelumnya akulah yang salah karena telah masuk ditengah tengah kalian, aku juga salah karena sudah terlanjur mencintaimu." jawab Nayra menggenggam baju dengan sekuat tenaganya, agar bisa mengendalikan diri untuk tidak menjatuhkan air matanya.
Disisi lain, mendengar bahwa Nayra mengatakan kalau dia mencintai dirinya, seketika matanya membulat, jantungnya berdegup dengan kencang. Nayra sebelumnya tidak pernah membalas perkataan cintanya kepadanya secara langsung.
"Kau tidak perlu cemas, aku yang akan datang dan meminta kakek untuk menghapus perjanjian itu segera. Aku juga akan mencari alasan agar kakek menyetujuinya." ujar Nayra sembari memutar tubuhnya hendak pergi dari ruang baca Rico.
Rico berjalan cepat kearah Nayra dan menghentikan langkahnya tepat dibelakang Nayra, lalu memeluknya.
"Segitu inginnya kah kau berpisah dariku?.." tanya Rico lirih, membenamkan wajahnya di pundak Nayra.
Ada apa ini, bukankah ini yang dia mau? Mengapa harus menghentikanku untuk pergi.
"Aku tidak akan melewati batasku. Aku sadar siapa dirimu, dan siapa aku. tenang saja, akulah yang selingkuh. Jawablah seperti itu ketika kakek menanyakanmu nanti." melepaskan pelukan Rico lalu beranjak pergi begitu saja.
"Mengapa aku seperti tidak rela untuk berpisah darinya! bukankah ini yang aku inginkan? ucapan yang baru saja keluar dari mulutnya pun membuat hatiku terasa sangat sakit. Apa aku sudah benar benar mencintainya? lalu bagaimana dengan Alexa? aku sudah berjanji untuk tetap mencintainya apapun yang terjadi, dan aku tidak akan pernah melanggar janji yang sudah ku ucapkan!" gumam Rico mengepalkan kedua tangannya.
.
Sedangkan disebalik pintu, Nayra yang masih diam mematung disana, sedang meratapi nasib buruknya saat ini.
Awalnya, cinta ini datang dari sebuah "perjanjian" dan sekarang baru saja berakhir secara mendadak.
Bagaikan sebuah mimpi yang bisa dikenang kembali, namun tidak bisa digapai.
"Rico, kau berhasil lagi mempermainkanku, hampir saja aku tertipu oleh sikap manismu barusan." gumam Nayra pelan. Tanpa sadar air mata yang telah dia tahan sebelumnya, keluar dengan sendirinya.
perasaanku bukanlah yang bisa dikontrol semauku sendiri, aku hanya takut jika suatu saat perasaan itu akan memenuhi otakku dan akhirnya akan terus membesar setiap detik ketika aku melihatmu.
Seperti yang aku duga, aku telah menggantungkan tinggi harapanku bersamamu, tapi aku malah terjatuh dijurang yang sangat dalam, lalu terbunuh saat itu juga oleh harapanku sendiri.
Kurasa ini adalah pilihan yang terbaik, dengan memutuskan untuk mengakhirinya secepat mungkin.
.
"Bibi, rencanamu berhasil. Dan Nayra sepertinya akan segera keluar dari rumah ini." ucap Alexa dari sambungan telepon.
__ADS_1
"Baiklah, kurasa itu sudah cukup. Setelah dia benar benar lepas dari Rico, aku akan segera mengakhirinya, dan sebisa mungkin menghapus segala jejaknya." ujar bibi Ran tersenyum licik, lalu memutuskan sambungan teleponnya.
"Kakak, apakah kau sudah melihatnya dari atas sana? sebentar lagi aku akan menyelesaikan tugasku.." gumam bibi Ran menggenggam ponsel di dadanya, sembari menatap langit biru yang terlihat cerah.