
Pagi harinya, Nayra terbangun dan melihat bahwa dirinya telah berada diranjang kamar tidurnya.
"Tokkk...tookkk..." suara pintu diketuk, lalu terbuka.
Nampaklah Gea datang menghampirinya.
"Kak Nay, apa tubuhmu sudah membaik?.." tanya Gea masih berdiri sambil menundukkan kepalanya.
"Ge, apa yang terjadi padaku? bukankah semalam aku berada di rumah utama?.." tanya Nayra bingung.
Seketika Gea memeluknya dengan sangat erat dan menangis sejadi jadinya.
Gea meminta maaf atas kelalaiannya semalam hingga hampir membuat Nayra di bawa oleh Reno.
Gea pun menceritakan semua yang kejadian semalam.
Nayra sangat terkejut.
Sebelumnya, saat berbincang dengan Reno semalam, Nayra sempat mengatakan kalau dia sedang mengalami amnesia jangka pendek, dan sama sekali tidak mengingat apapun tentang dirinya dimasa lalu, dan Reno pun akhirnya menjelaskan perlahan dengan nada yang lembut kalau dia adalah mantan kekasih Nayra saat SMA dulu.
Tapi tidak disangka Reno yang terlihat baik sebelumnya, adalah orang yang seperti itu.
"Sudahlah Ge, semuanya telah berlalu. Lihatlah, aku tidak apa apa sekarang.." ujar Nayra tersenyum tulus memeluk Gea.
.
Hari ini kakek telah mengutus beberapa pelayan agar menetap di kediaman Rico. Kakek sebenarnya tau kalau Nayra lah yang mengerjakan seluruh pekerjaan rumah, tapi entah alasan apa yang dipikirkannya hingga membiarkan begitu saja cucu menantu kesayangannya itu menjadi pelayan dirumah Rico.
"Mulai hari ini, aku tidak ingin Nayra menjadi budak dirumahmu lagi. Perlakukan dia layaknya istri, dan biarkan dia melakukan apa yang dia mau, jangan sekali kali kau merebut kebahagiaan dimasa mudanya.." ucap kakek datar kepada Rico.
"Urus lah sesuai keinginan kakek. sebelumnya juga, dia melakukan pekerjaan rumah atas kemauannya sendiri, aku tidak sekalipun melarangnya berbuat apa yang mau dia lakukan, dan aku sama sekali tidak peduli akan kehidupan pribadinya, selama dia tidak melakukan hal hal aneh yang membuat pengaruh buruk bagi keluarga NATHANAEL." ujar Rico.
"Dan aku tegaskan sekali lagi, aku hanya akan memperlakukannya sebagai istriku sesuai keinginan kakek saja, tapi posisi istri sesungguhnya dihatiku hanya ditempati oleh Alexa saja." lanjut Rico tegas.
"Baiklah, sesuai perkataanmu. Aku akan memberimu waktu hingga dua bulan kedepan, kalau Nayra masih juga belum bisa meluluhkan hatimu, semuanya tergantung padamu, mau menceraikannya atau tidak." ucap kakek pasrah.
"Baiklah, kita sepakat. Aku berjanji dalam hidupku, tidak akan pernah bisa luluh olehnya, dan aku juga berjanji tidak akan pernah jatuh cinta padanya, karena cintaku hanya untuk Alexa saja. ujar Rico tersenyum licik.
"Huffttt... Semua terserah padamu. Rico, sebaiknya ingatlah ucapanmu hari ini, dan jangan pernah menyesalinya nanti. Sekarang keluar lah.." ucap kakek datar.
.
Malam harinya, dikamar pribadi Rico terjadi bentrokan hebat antara dirinya dan Alexa.
"Praanngggg...." suara pecahan gelas terdengar jelas memenuhi seisi kamar.
"Ale, tolong mengertilah kali ini saja, aku hanya perlu memperlakukannya sebagai istri dalam waktu dua bulan saja, setelah itu aku akan menceraikannya. Kau tau, aku melakukan ini juga untukmu. Bahkan kakek pun akan menyetujui hubungan kita setelah kesepakatan dua bulan kedepan telah berakhir." ujar Rico menenangkan Alexa.
"Aku sangat mencintaimu Rico, aku takut kau akan berpaling dariku dan malah memilih dia. huhuhu..." air mata Alexa pun keluar membasahi kedua pipinya.
"Berjanjilah untuk tetap setia padaku saja.." ucap Alexa sembari memeluk erat tubuh Rico.
"Aku berjanji honey, hanya kau lah satu satunya wanita yang aku cintai.." jawab Rico membalas pelukan Alexa.
Tanpa disadari, malam panas antara keduanya pun terjadi, hingga datangnya fajar.
.
"Mulai hari ini, kau akan tinggal dikamarku. Aku sudah berjanji pada kakek untuk menyerahkan hari hari berhargaku kepadamu selama dua bulan kedepan." ucap Rico datar.
Rico pun menjelaskan perjanjiannya dengan kakek semalam kepada Nayra.
Nayra hanya diam patuh mendengarkan penjelasan itu.
__ADS_1
Meskipun hatinya begitu tersiksa akan perkataan suaminya itu, tapi dia tetap mencoba bersikap baik baik saja sembari menahan air matanya agar tidak terjatuh.
"Ya Tuhan, sungguh menyedihkan sekali hidupku ini.." gumam Nayra pelan.
Rico juga memberikan secarik kertas yang berisikan perjanjian antara dirinya dan juga Nayra untuk dua bulan kedepan.
Didalamnya tertuliskan bahwa, meskipun selama dua bulan kedepan status mereka sebagai suami istri sungguhan, tapi kedua belah pihak tetap sama sama tidak boleh mencampuri segala urusan pribadi.
Dan yang paling penting diantara kesepakatan itu, pihak 1 yang juga adalah Rico, telah berjanji tidak akan sekalipun mencintai bahkan menyentuh pihak 2 apapun alasannya..
.
Hari hari berikutnya, Nayra merasa sangat bosan akan kesehariannya yang tidak melakukan apa apa.
Rico belakangan ini memang sering menemaninya keluar bersenang senang dan berbelanja.
Tapi, Rico telah menegaskan, ada kalanya dimana Rico perlu beberapa waktu pribadinya untuk bersama Alexa.
Nayra mau tidak mau harus menerima kenyataan pahit itu, tapi disisi lain dia menegaskan pada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan pernah menyesal akan semuanya itu jika nantinya harus kehilangan waktu dimana dia mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari suaminya sendiri.
.
"Ale, sekarang sudah pukul 20:15, aku sudah harus kembali kekamarku." ucap Rico yang masih berbaring sambil memeluk Alexa.
"Sayang, tapi aku masih belum puas. Ayo lakukan sekali lagi.." ujar Alexa mengelus lekukkan tubuh sispek milik Rico.
Setelah sebelumnya Rico menyepakati perjanjiannya dengan kakek akan memperlakukan Nayra seperti istri sungguhan, Alexa telah disuruhnya untuk pindah ke kamar tamu yang tidak jauh dari kamarnya.
Rico yang sudah tidak tahan lagi akan belaian dari jari jemari Alexa yang sekarang tengah menyentuh bagian perkasanya pun tanpa basa basi segera melahap tubuh Alexa dengan rakusnya, dan terjadilah peristiwa yang membuat dua sejoli ini mengerang akan kenikmatan duniawi untuk yang kesekian kalinya hanya dalam waktu beberapa jam sebelumnya.
.
Waktu telah menunjukkan pukul 23:40 malam. Saat membuka pintu kamar, nampaklah Nayra tengah tidur dengan nyenyak disana.
.
Keesokkan harinya, diruang baca milik Rico, Nayra meminta izin kepadanya agar dia bisa bekerja untuk mengisi waktu luangnya.
Rico dengan tegas mengatakan, kalau Nayra tidak perlu meminta izin apapun kepada Rico, karena disurat perjanjian sebelumnya sudah tertulis untuk tidak mencampuri kehidupan pribadi masing masing.
Rico juga menegaskan sekali lagi, kalau dia sama sekali tidak peduli atas apapun yang akan dilakukan oleh Nayra.
"Aku sudah tau jawabannya akan seperti ini, dan dengan bodohnya aku masih mau bertanya.." gumam Nayra menahan air matanya agar tidak terjatuh.
Apa salahnya bertanya pada suami sendiri, ya meskipun itu hanya sementara waktu saja, tapi aku hanya ingin merasakan diperhatikan secara lebih sebelum aku benar benar kehilangan suamiku sepenuhnya.. pikir Nayra.
.
Tidak terasa, satu bulan telah berlalu. Waktu tinggal satu bulan lagi sebelum perjanjian antara dirinya dan kakek selesai.
Waktu sudah menunjukkan pukul 22:15 malam. Rico yang baru saja kembali dari kamar Alexa melihat Nayra belum pulang dari kerjaannya.
Diketahui, saat ini Nayra telah bekerja dihotel yang terletak dipusat kota itu.
"Tiinn... tiiinnn...." suara klakson mobil terdengar dari arah kejauhan.
Seseorang telah membuka pintu pagar. lalu masuklah mobil itu kehalaman parkir villa Rico.
Terlihat Nayra turun dari mobil itu, lalu dilanjuti oleh Beni.
Mengapa Nayra tampak sangat senang dan begitu gembira saat sedang bersama Beni, tapi saat bersamaku dia terlihat biasa biasa saja, bahkan kadang terasa canggung.
Padahal kan belakangan ini kita sudah cukup akrab, tapi belum pernah sekalipun dia tertawa lepas seperti itu. Pikir Rico.
__ADS_1
Tibalah saat dimana Nayra masuk ke kamar. Dia melihat Rico sudah duduk diatas ranjang, bersender dengan kaki yang diluruskan dan sebuah majalah ditangannya.
"Kau pulang terlambat malam ini, tidak seperti biasanya." ujar Rico datar tanpa melihat Nayra, dan masih menatap majalah yang dipegangnya.
"Maafkan aku, tadi Beni mengajakku makan terlebih dahulu.." ujar Nayra melewatinya begitu saja, dan berjalan kearah kamar mandi.
"Apa hubunganmu dengan Beni berjalan lancar?.." tanya Rico lagi.
"Mengapa dia mengatakan hal yang aneh seperti ini, tidak seperti biasanya." gumam Nayra.
"Ya begitulah.." jawab Nayra.
Nayra tidak berpikir macam macam tentang perkataan Rico barusan, yang bisa dia tangkap dari ucapan Rico adalah hal biasa menurutnya sebagai seorang sahabat. Nayra sendiri hanya menganggap Beni sebagai sahabat, jadi wajar saja dia menjawab seadanya kepada Rico.
Disisi lain, entah mengapa, Rico terlihat tidak suka dengan jawaban yang diberikan Nayra.
Apa Nayra juga menyukai Beni? pikir Rico.
Nayra sama sekali tidak menganggap Beni menyukainya hanya karena Beni telah memberikan perhatian lebih kepadanya. padahal kenyataan yang sebenarnya adalah Beni benar benar mencintai Nayra.
Nayra hanya mengetahui satu hal, kalau perhatian Beni itu tidak lebih dari perhatian dari seorang sahabat.
"Bagus sekali, ternyata dibelakangku kau berkencan dengan Beni.." ketus Rico.
"Apa maksudnya berkencan dengan Beni? Bukankah Beni sahabatnya? Beni tidak mungkin menyukai istri dari sahabatnya sendiri bukan?!.." penuh tanya Nayra.
"Kau gila, bagaimana mungkin aku dan Beni berkencan, kita hanya duduk dan makan saja." ujar Nayra.
"Apa kau bodoh? ya itu namanya kencan! Ahh, iya aku lupa, selama ini kan kau memang kolot, siapa juga yang ingin mengajakmu berkencan." ejek Rico.
Nayra pun tidak membalas perkataan Rico barusan, memang seperti itulah sifatnya, tidak ingin kalah jika sedang adu mulut.
Selesai membersihkan dirinya, Nayra pun naik ke atas ranjang, dan hendak tidur.
Bagaimana mungkin dia membiarkan suaminya sendirian menunggu, sedangkan dia malah asik berkencan dengan pria lain diluar sana.
"Ahhh .. apa sih yang aku pikirkan. Aku bukannya cemburu saat dia sedang bersama pria lain.. Lagi pula, dihatiku hanya ada Alexa seorang.." gumam Rico pelan sembari menatap langit langit ruangan kamar yang gelap.
Malam ini terasa sunyi, biasanya saat pulang kerja dia selalu bercerita tentang kejadian kejadian yang dialaminya saat bekerja tadi, tapi dia malah tertidur.
"Padahal malam ini aku sudah menyempatkan untuk datang menemuimu lebih awal dari biasanya, aku bahkan berbohong pada Alexa hanya untuk mendengar ocehanmu sebelum tidur." gumam Rico pelan.
Sebelumnya, walaupun sikap Nayra masih terbilang canggung kepadanya, tapi kalau Rico bertanya soal kejadian yang dialaminya saat bekerja, Nayra dengan antusias menjawabnya secara alami.
Sikap Nayra kepadanya kadang terbuka, tapi terkadang juga seperti sedang menutup nutupi.
Sekarang, mata Rico tertuju pada Nayra yang sedang tertidur pulas disebelahnya. Wajahnya terlihat sangat cantik walaupun saat tidur, apalagi sorotan cahaya sinar bulan yang menembus kaca jendela kamar sekarang tengah menyinari wajah Nayra sepenuhnya.
"Apakah ada yang membuatmu tidak nyaman saat bekerja tadi? bahkan saat tertidur pun kedua alismu berkerut seperti sedang marah.." gumam Rico tersenyum sambil mengusap kedua alis Nayra.
Tanpa sadar jarinya menyentuh bibir mungil Nayra, lalu diusapnya dengan lembut.
Keinginan Rico yang telah lama dipendamnya seperti sudah tidak tertahankan lagi, segeralah dikecup bibir Nayra dengan lembut.
Dan masih dalam keadaan tertidur, Nayra nampak tersenyum kecil setelah kecupan hangat mendarat dibibir mungilnya.
"Degggg.." Rico yang melihat itu pun seketika tersentak. Hanya dengan senyuman kecil itu, bisa membuat hatinya menjadi hangat.
Dia merasa seperti telah menemukan mainan baru.
"Selamat tidur istriku.." gumam Rico pelan sambil memeluk Nayra.
Malam itu, untuk pertama kalinya Rico telah melanggar janji yang telah dibuatnya sendiri.
__ADS_1