
Pagi harinya, matahari telah nampak seperti biasanya. Waktu menunjukkan pukul setengah tujuh pagi.
Tidak seperti biasa, hari ini Rico lah yang telah bangun lebih dulu dibandingkan Nayra.
Seperti yang terlihat, Rico terbangun dan mendapati pemandangan indah dihadapannya.
Nayra masih tertidur dengan pulasnya diperlukan Rico.
"Cuppp..." kecupan selamat pagi baru saja mendarat di kening Nayra.
"Selamat pagi istriku..." ucap Rico pelan, tersenyum puas dengan penuh kemenangan.
Rico seperti telah hidup kembali setelah bertahun tahun lamanya mati raga karena terkurung di satu sangkar yang terkunci sangat rapat.
Inilah kali pertama dia merasakan suatu kenyamanan yang menurutnya sangat tidak asing dan belum pernah sekalipun didapatkannya saat bersama dengan Alexa.
"Meskipun kau mencoba untuk pergi, aku tidak akan melepaskan mu, bahkan jika kematian adalah satu satunya jalan bagimu untuk pergi dari sisiku.." gumam Rico lalu kembali mendaratkan kecupan hangat dikening Nayra untuk yang kedua kalinya.
"Srekkkkkk..." gorden kamar dibuka.
Cahaya matahari perlahan masuk menembus kaca jendela kamar.
Setelah selesai merapikan dasi dan jas yang dikenakannya, bergegaslah Rico turun kebawah untuk sarapan.
.
"Rico, mana Nayra, apa dia masih tidur?.." tanya Beni.
"Begitulah.." jawabnya singkat lalu melanjutkan menyantap makanannya kembali.
Saat ini, dimeja makan hanya terdapat Rico, Alexa dan Beni saja, karena mulai hari ini dan seterusnya, Gea akan tinggal di asrama sekolahnya, dan itu wajib.
"Dasar pemalas, bagaimana mungkin jam segini masih tidur!!" ketus Alexa.
"Berhentilah menggerutu, masih tidur di jam yang masih terbilang pagi begini adalah hal yang wajar bagi tubuh yang kelelahan.." ujar Rico datar tanpa menoleh ke arah Alexa sedikitpun.
"Kelelahan? apa maksudnya?" ucap Alexa dan Beni serentak.
"Rico, apa Nayra sakit? kau tidak menindasnya lagi kan?.." tanya Beni menatap tajam wajah Rico yang masih terlihat santai sembari menyantap makanannya.
"Ya, aku menindasnya diatas ranjang semalam.." jawab Rico semirik seperti sedang memamerkan secara nyata kalau dia dan Nayra juga bisa akrab seperti halnya Beni dan Nayra biasanya, bahkan Rico juga secara tegas menyatakan dengan lantang kalau dia juga pantas memiliki hubungan yang intim dengan istrinya itu.
Rico juga mulai menegaskan pada dirinya sendiri, untuk kedepannya dia tidak akan pernah melepaskan Nayra kepada siapapun termasuk Beni, karena dia tau kalau Beni sangat menyukai istrinya.
Dan mulai hari ini, sebagai seorang suami, dia akan mendidik istrinya untuk tidak terlalu dekat dengan pria lain selain dirinya dan juga kakeknya.
"Deggggg...." seperti tersambar petir seketika.
Beni sangat tau, dihati Rico hanya ada Alexa. Bagaimana mungkin Nayra bisa masuk kedalam sana begitu saja? Apa mungkin didalam hatinya, Rico diam diam telah menyiapkan sebuah ruangan kecil untuk Nayra menetap? penuh tanya Beni.
"Rico, apa wanita j*Lang itu menggodamu lagi? Bagaimana bisa kau berbuat seperti itu dibelakangku!!!" rengek Alexa.
Rico hanya diam tanpa berkata kata, tidak sekalipun dia menggubris Alexa, bahkan Rico tidak mencoba untuk membujuknya seperti biasanya jika Alexa tengah merajuk.
"Kali ini aku tidak akan tinggal diam, aku akan memberinya pelajaran!!" ucap Alexa beranjak dari tempat duduknya dan hendak menemui Nayra.
"Dia masih sangat lelah setelah berolahraga semalaman bersamaku, Jika kau mencoba untuk membangunkannya, aku tidak akan memaafkanmu!!" ujar Rico datar sembari mengelap mulutnya yang baru saja selesai menghabiskan sarapannya.
__ADS_1
Beni dan Alexa seketika tersentak akan perkataan Rico barusan.
Apakah akan ada sebuah keajaiban besar disuatu tempat? atau apakah kiamat akan datang hari ini? mengapa Rico hari ini sangat berbeda.
Ini bukanlah yang pertama kalinya bagi Rico membantah perkataan Alexa semenjak beberapa hari yang lalu, bahkan dia juga mengancam Alexa secara terang terangan.
Entah mulai kapan Rico menjadi begitu peduli kepada Nayra, dan tidak lagi mempedulikan perasaan Alexa.
Rico beranjak dari tempat duduknya.
"Paman Li, jika Nayra sudah bangun, katakan padanya untuk tetap dirumah dan tidak usah bekerja hari ini, mengingat kejadian semalam, tubuhnya pasti tidak akan sanggup bergerak secara berlebihan. Aku akan menyuruh Samuel untuk menghubungi menager hotel tempat Nayra bekerja dan meminta cuti untuknya selama beberapa hari kedepan." ucap Rico kepada paman Li, yang juga kepala pelayan dirumah itu.
"Baik tuan..." jawabnya singkat.
.
Sedangkan dikamar Rico, Nayra baru saja terbangun dari tidurnya.
Sekujur tubuhnya terasa sangat sakit jika digerakkan sedikit saja, apalagi dibagian intimnya.
Terlihat tubuh polosnya yang tengah ditutupi selimut terkena cahaya matahari pagi yang menembus kaca jendela kamar itu.
Nayra seperti tidak sanggup untuk berjalan ke kamar mandi.
Nayra yang masih duduk diatas ranjang, melihat pantulan bayangan tubuhnya disebuah cermin lemari besar yang tak jauh dari tempatnya berada.
Dia memandangi seluruh tubuhnya, dari bagian leher, pundak, hingga perut bagian bawah, terdapat beberapa cap berwarna merah yang menempel disana.
Digosoknya dengan kuat, tapi sia sia saja, bekas merah itu tidak kunjung hilang.
"Tokkk...toookkkk..." suara pintu diketuk, seorang pelayan wanita datang menghampiri Nayra, seolah tau jika Nayra tengah membutuhkan bantuan.
Nayra dengan cepat menghapus air matnya itu.
"Selamat pagi nona Nayra, untuk kedepannya tuan Rico telah mempercayakan saya untuk melayani nona secara pribadi." ucap pelayanan wanita itu.
"Terimakasih. Siapa namamu?.." tanya Nayra lirih.
"Nama saya Rina nona.." jawabnya.
"Baiklah Rina, mohon bantuannya ya..." ucap Nayra tersenyum tulus kepadanya.
"Deeggggg..." untuk pertama kalinya Rina mendengar seorang majikan mengatan rasa terimakasihnya kepada seorang pelayan kecil sepertinya.
Rina sudah bertahun tahun menjadi pelayan diberbagai rumah rumah besar sebelumnya. karena suatu alasan, dia memilih untuk mengundurkan diri, dan semalam, di laman media telah tercantum info loker untuk mengurus nyonya dikediaman seorang CEO besar, dan itu adalah Rico.
Awalnya Rina mengira kalau nyonya yang disebutkan di laman itu adalah Alexa, karena semua orang tau kalau Alexa adalah tunangan Rico, tapi siapa sangka nyonya yang dimaksud adalah wanita lain, dan itu adalah Nayra, yang wajahnya sama sekali tidak pernah diperlihatkan Rico sebelumnya.
Rina begitu senang saat tau majikan barunya adalah orang yang sangat baik.
"Rina, tolong bantu aku ke kamar mandi." ujar Nayra.
"Baik nona..." jawabnya singkat seraya meraih tubuh Nayra dan membopongnya ke kamar mandi.
Setelah usai membantu Nayra, Rina hendak membersihkan ruang kamar itu, dan secara mengejutkan dibalik selimut tebal tadi terdapat banyak bercak darah yang menempel dikasur besar itu.
"Ya ampun, tuan sangat brutal, pantas saja tadi nona Nayra terlihat seperti tidak memiliki sisa tenaga sedikit pun. Atau jangan jangan ini kali pertama untuk nona Nayra? Ahh sudahlah, aku sama sekali tidak boleh ikut campur dalam urusan rumah tangga orang.." gumam Rina pelan.
__ADS_1
.
**FLASHBACK ON KEMARIN MALAM**
Nayra meronta sejadi jadinya, tubuhnya sama sekali tidak bisa digerakkan karena sedang berada didalam dekapan Rico.
Tangan Rico mulai meraba kemana mana, sebuah cap kepemilikkan baru saja mendarat dilehernya, bukan hanya sekali, tapi berkali kali, dan itu ditaruh dibeberapa tempat lainnya.
Walaupun tidak bisa bergerak leluasa, Nayra tetap mencoba sebisa mungkin untuk melepaskan diri dari dekapan Rico, tapi semua sia sia saja, karena dengan melihat tubuh Rico yang kokoh dan cukup kekar, sudah membuat tubuh mungil Nayra menciut seketika.
"Rico, ku peringatkan kepadamu untuk tidak menyentuh tubuhku sembarang!!" teriak Nayra.
"Untuk malam ini aku tuli, jadi tidak bisa mendengar perkataanmu." bisik Rico pelan, lalu menggigit telinga Nayra dengan lembut.
Bulu kuduknya bergeridik seketika, ******* pelan keluar dari mulutnya.
Tanpa sadar, sebuah tongkat kecil milik Rico sudah berdiri tegak dibawah sana.
"Istriku, kau sedang menggodaku ya?.." bisiknya lagi.
"Tidak, sama sekali tidak!! Rico kumohon lepaskan aku!!!" ujar Nayra lirih.
"Tapi kau berhasil loh.." lanjut Rico.
"Nayra, aku menginginkanmu, malam ini bolehkah aku?.." belum sempat melanjutkan perkataannya, seketika dipotong oleh Nayra.
"Tidak, aku tidak mengijinkanmu! Menjauh dariku!!" teriak Nayra yang masih mencoba untuk melepaskan diri dekapan Rico.
Emosi Rico menjadi tidak terkendali, karena bercampur dengan sebagian besar g*irah yang telah meluap luap mengelilingi otaknya.
Mengangkat tubuh Nayra dan melemparkannya diatas ranjang.
Nafasnya naik turun tidak beraturan, keringat dingin pun mulai bercucuran membasahi seluruh permukaan kulitnya.
Rico melepaskan satu persatu kancing bajunya, lalu menindih tubuh Nayra.
Air mata Nayra keluar dengan derasnya.
"Rico, aku membencimu!!!" ucap Nayra lirih menangis tersedu sedu.
Saat ini, isi kepala Rico telah dipenuhi oleh nafs*.
Dia sama sekali tidak mendengar ucapan bahkan makian yang dilontarkan Nayra kepadanya, yang terpenting baginya sekarang adalah melepaskan segala beban yang telah siap untuk dikeluarkan dari tongkat perkasa kecilnya dibawah sana.
Malam panas antara dirinya dan Nayra berlangsung semalaman tanpa henti. Rico sama sekali tidak memberikan kesempatan untuk Nayra beristirahat hingga menjelang pagi.
"Nayra sayang, walaupun sekarang kau membenciku dan mencoba untuk meninggalkanku, aku akan tetap membuatmu selalu berada di sisiku bagaimanapun caranya. Aku adalah Rico Natahanael, apapun bisa aku dapatkan dengan mudah, dan itu termasuk dirimu." gumam Rico pelan tersenyum licik dengan penuh kemenangan sambil menatap wajah Nayra yang sedang tertidur pulas didalam pelukannya.
"Ahh, sepertinya tubuh istriku telah membuatku menjadi kecanduan, bisa bisanya Joni kecilku tidak berhenti tegak hanya karena melihat tubuh polosnya. Walaupun semalam itu pertama kali buatnya, malam malam berikutnya aku akan membuat tubuhnya mulai terbiasa dengan sendirinya.." gumamnya lagi.
"Nayra, kau telah membuatku melanggar janjiku pada kakek dan Alexa bahwa aku tidak akan pernah mencintaimu, dan kau harus bertanggung jawab atas itu.." ucap Rico pelan sembari mengecup kening Nayra dengan lembut.
"Entah mulai kapan itu, tapi aku akan berkata jujur, aku mencintaimu Nayra.." gumam Rico pelan.
Karena kelelahan, tanpa sadar matanya pun mulai terpejam dengan sendirinya. Malam panas antara dirinya dan Nayra pun pun berakhir.
**FLASHBACK OFF**
__ADS_1