MENJADI ISTRI YANG TIDAK DICINTAI

MENJADI ISTRI YANG TIDAK DICINTAI
BAB 13


__ADS_3

Pagi hari yang cerah, terlihat beberapa awan yang berpencar diseluruh penjuru langit, perlahan lahan matahari pun hadir untuk menyinari dan menghangatkan seluruh permukaan bumi.


"tokk...tokkk.." suara ketukan pintu terdengar.


Nayra membuka matanya perlahan dan mendapati bahwa dirinya telah berada didalam pelukan Rico.


Seluruh tubuhnya bergetar hebat karena terkejutnya, tapi ada sepercik kebahagiaan yang terpancar dilubuk hati kecilnya.


Untuk pertama kalinya, Rico memeluknya saat tidur, pantas saja semalam tidurnya terasa sangat nyenyak, rupanya inilah alasannya.


Nayra tersenyum kecil, sungguh bahagia rasanya bila setiap saat bangun pagi langsung disambut oleh pemandangan seperti ini.


Tak ingin membangunkannya, Nayra mengangkat tangan Rico dengan perlahan, lalu meletakkannya ditempat yang seharusnya.


Saat hendak beeranjak dari kasur, tiba tiba saja tangannya ditarik oleh Rico hingga kembali lah Nayra ketempat asalnya tadi.


Nayra memberontak kecil, mencoba untuk melepaskan dekapan Rico untuk yang kedua kalinya, tapi sia sia saja, walaupun sedang tidur pun tenaga Rico memang sangat kuat.


"Ale, berhentilah meronta, hari ini kan hari libur, biarkan aku memelukmu lebih lama lagi.." ucap Rico lirih.


"Deggggg....." walaupun Nayra sudah terbiasa melihat Rico dan Alexa bermesraan dihadapannya, tapi entah kenapa mendengar perkataan Rico barusan membuat hatinya menjadi begitu hancur berkeping keping.


Walaupun Rico tidak sadar akan perbuatannya karena masih setengah tidur, tapi hal kecil itu telah membuat Nayra sedikit membenci dirinya sendiri, saat ini dia baru menyadari, kehadirannya ditengah tengah kehidupan Rico dan Alexa adalah sebuah kesalahan besar.


Nayra merasa sangat berdosa dan kotor, bagaimana tidak, sekarang ini Nayra seperti telah merebut posisi yang seharusnya menjadi tempat dimana Alexa tinggal sebagai istri Rico.


Tanpa disadari air matanya mengalir sedikit demi sedikit, ternyata antara kehidupannya dan juga rumor tentang pernikahan paksa yang seharusnya menjadi kehidupan bahagia diakhir cerita seperti yang ada di novel yang sering dia baca sangatlah jauh berbeda, dan tidak akan berakhir dengan happy ending.


Rasanya sudah cukup untuk memainkan drama dimana harus terus berpura pura tidak peduli dan tetap terlihat baik baik saja didepan semua orang.


Entah kenapa Nayra mulai merasa lelah dengan Semua ini, nyatanya membuka hati seseorang yang telah tertutup rapat tidaklah semudah seperti membalikkan telapak tangan saja.


"Aku lelah, aku menyerah!!.." gumam Nayra pelan, masih menangis sesenggukan dalam dekapan Rico.


"Kleekkk..." tiba tiba pintu kamar itu terbuka.


Alexa sudah berada diambang pintu.


Sedih, terkejut, marah, kecewa telah bercampur menjadi satu setelah melihat kejadian yang tidak mengenakkan terjadi didepan matanya.


Nayra pun ikut terkejut melihat kedatangan Alexa yang tidak terduga itu.


Nayra merasa seperti sedang dipergoki berselingkuh dengan seorang pria yang telah beristri.


"Rico, tolong lepaskan aku..." ujar Nayra memberontak.


Rico pun terbangun, dan mendapati bahwa dirinya telah memeluk erat tubuh Nayra, dan seketika tatapannya tertuju pada Alexa yang tengah berdiri didepan pintu.


Segeralah dilepaskan dekapannya itu.

__ADS_1


Nayra pun bergegas menuju kamar mandi. Sekilas Rico melihat dari arah kejauhan kalau Nayra sedang menangis.


"Apa karena kejadian barusan? Nayra, segitu tidak inginnya kah kau ku peluk..." gumam Rico pelan menatap sendu punggung Nayra yang telah menghilang disebalik pintu kamar mandi.


Alexa melihat tatapan Rico saat melihat Nayra barusan tampak berbeda dari biasanya.


"Rico, apa yang terjadi? Apa semalam dia mencoba untuk menggodamu? berani sekali dia berbuat hal gila seperti itu, apa dia masih belum sadar akan posisinya?.." ucap Alexa bertubi tubi.


Rico sama sekali tidak menggubris Alexa, dia masih saja diam mematung diatas tempat tidurnya, pikirannya masih dikelilingi oleh sikap Nayra tadi yang seolah olah sangat membenci pelukkannya itu.


.


Sedangkan dikamar mandi, Nayra yang sedang menangis menatap pantulan wajahnya dicermin.


Untuk pertama kalinya dia sangat membenci dirinya sendiri.


Dia telah merebut Rico yang seharusnya adalah suami kakaknya sendiri. Betapa hinanya dirinya sekarang.


Sebelumnya dia memang sempat berpikir pernikahannya ini memanglah salah, tapi setidaknya untuk sementara waktu sampai waktu perjanjian telah usai hingga bulan depan, dia ingin mendapatkan perhatian dan kasih sayang lebih yang sebelumnya tidak pernah dia dapatkan dari siapapun, dan dia ingin memanfaatkan kesempatan kecil ini agar mendapatkan perlakuan baik dari seorang suami walaupun hanya suami sementara.


Tapi dia baru saja menyadari satu hal, pikiran gila nya itu ternyata salah besar.


.


Saat sarapan, tidak ada satupun yang berbicara ketika makan, tapi Alexa yang masih geram mencoba untuk membuka suara terlebih dahulu.


"Hei Nayra, mulai malam nanti, kau pindahlah ke kamarmu yang lama. Jangan kira dengan menggoda Rico, Rico akan tertarik dengan wanita j*Lang sepertimu!!" ucap Alexa ketus sembari melirik sinis Nayra.


"Ale, apa maksud perkataanmu barusan? Nayra menggoda Rico? yang benar saja!! Nayra bukanlah wanita yang seperti itu.." ujar Beni sinis seraya tersenyum licik.


Alexa terbungkam seketika. Mengapa Beni sangat membela Nayra, apa dia menyukainya?


Bukankah Beni cinta mati dengannya? penuh tanya Alexa.


"Ale, berhentilah berkata buruk tentang Nayra! Aku yang memeluknya, dia istriku, bukankah itu hal yang wajar jika suami istri tidur berpelukkan.." ujar Rico datar, tidak memperdulikan keadaan sekitar dan masih terus menyantap makanannya.


"Degggg...." seketika Beni, Alexa dan Gea terkejut akan perkataan Rico barusan.


Bagaimana tidak, inilah kali pertama Rico membela seorang wanita selain Alexa.


Sepertinya hari ini matahari telah terbit dari barat.


Tidak seperti yang lainnya, Nayra hanya diam seperti tidak terjadi apa apa, dia juga tidak terkejut sama sekali dengan perkataan Rico, dia hanya mengetahui satu hal, kalau kejadian ini ditujukan hanya untuk memperlihatkan kepada mata mata kakek yang juga kepala pelayan dirumah Rico, yang intinya, kepala pelayan itu akan melaporkan segala sesuatu yang terjadi dirumah itu termasuk kejadian barusan, dan semua itu Rico lakukan hanya untuk membuat kakeknya senang saja.


.


"Nay, apa semalam Rico mengganggumu?.." tanya Beni kepada Nayra.


Beni menghampiri Nayra yang tengah duduk ditaman belakang villa Rico, disana juga terdapat sebuah danau kecil.

__ADS_1


Ada jalan setapak menuju ketengah danau. Ditengah danau itu pun telah ditanami sebuah pohon besar nan rindang dengan dibumbui beberapa tempat duduk disana dan sebuah meja kecil berwana putih diantara bangku bangku itu.


Memang pantas disebut tempat bersantai, dengan hanya duduk sambil memandangi danau saja dapat menyejukkan hati, apalagi ditambah dengan suasana yang sejuk dibawah pohon itu.


"Tidak." jawab Nayra singkat sembari menyeruput secangkir teh hangat ditangan kanannya.


Beni tidak ingin bertanya lebih lanjut lagi karena tidak ingin mengganggu perasaan Nayra.


Dari perkataan Rico saat dimeja makan tadi, sudah menjelaskan kalau Nayra tidak bersalah, dan memang tidak ada yang salah juga, secara kan mereka berdua adalah sepasang suami istri, jadi jika hanya berpelukkan bukanlah sebuah masalah besar.


Beni sendiri sudah mengetahui perasaan Nayra terhadap Rico seperti apa, memangnya ada wanita yang menolak untuk menyukai pria tampan dan kaya seperti Rico?


Seperti prinsip Beni sebelumnya, yang terpenting untuknya adalah kebahagiaan orang yang dicintainya, perasaan pribadinya adalah urusan belakangan.


.


Ketika hendak mengemasi barang barangnya untuk pindah kamar, seketika dihentikan oleh Rico.


"Apa yang kau lakukan?.." tanya Rico ketus.


"Aku sangat yakin kau tidak buta, sudah sangat jelas bukan, aku sedang mengemasi barang barangku untuk pindah ke kamar belakang." ujar Nayra datar.


Sekarang, hati Nayra seperti sedang tertutup sementara untuk Rico, yang sebelumnya dia sangat peduli dan antusias jika Rico ada bersamanya, sekarang baginya mulai terasa biasa saja.


"Dia tidak seperti biasanya, apa dia masih marah karena aku peluk tadi pagi?.." gumam Rico pelan.


"Kambalikan semua pakaian mu itu ketempat semula, dan tetaplah tinggal dikamar ini." ujar Rico melewati Nayra.


"Aku tidak ingin ada kesalahpahaman diantara kita, aku juga sadar akan posisiku dirumah ini, tenang saja, kejadian semalam tidak akan terulang kembali. Perjanjian antara didirimu dan kakek sudah hampir selesai, aku akan menjauh sedikit demi sedikit agar kak Alexa tidak salah paham terhadapku. Aku juga tidak ingin membuat hubungan antara dirimu dan kak Alexa berantakan hanya karena kehadiranku.." jawab Nayra.


Mendengar ucapan Nayra, seketika membuat Rico menjadi sangat geram.


Entah mengapa setiap perkataan tentang status mereka terucap, tiba tiba membuatnya sangat tidak suka.


Rico berjalan kearah Nayra, mendekap tubuhnya hingga menempel di dinding kamar itu.


"Berhentilah membicarakan orang lain saat kita sedang bersama, Ingatlah satu hal, kau istriku, dan aku adalah suamimu, semua ini juga tidak ada hubungannya dengan Ale, jadi tidak perlu memasukkan semua ucapannya kedalam hatimu. Apakah ada yang salah jika suami istri tidur bersama?.." ucap Rico dengan nada tinggi.


"Iya, kita adalah suami istri, tapi kita juga sama sama tau bukan, kalau itu hanya sebuah tinta diatas kertas saja, mengapa sekarang baru membicarakan tentang status suami istri, hari hari sebelumnya kau kemana yang seharusnya sebagai seorang suami?.." jawab Nayra spontan, tanpa sadar bulir bulir cairan bening keluar dari kedua bola matanya.


Rico yang mendengar perkataan Nayra seketika tersentuh, jemarinya dengan sigap didaratkan kepipi Nayra untuk menyeka air matanya yang tidak henti hentinya mengalir.


Rico mencoba untuk menenangkan Nayra, memeluknya dan berkata kalau Nayra harus bertanggung jawab atas perbuatannya, yang telah membuat hati Rico yang sebelumnya sudah tertutup rapat untuk wanita lain, tapi dengan mudahnya dibuka oleh Nayra.


Rico juga mengatakan, belakangan ini kehadiran Nayra dihidupnya secara terang terangan telah membuat pikiran Rico menjadi kacau balau hanya karena beberapa jam saja tidak melihat Nayra.


"Aku baru menyadarinya baru baru ini, kalau aku telah jatuh cinta padamu.." ujar Rico yang masih memeluk tubuh Nayra dengan erat sambil membisikkan ketelinga Nayra.


"Kau tidak pernah menganggap ku sebagai istri, setelah semua kejadian menyakitkan yang sudah kau toreh dengan sengaja pada diriku, mengapa baru sekarang kau mengatakan tentang perasaan? Kau tau, hatiku baru saja tertutup rapat Karenamu, sekarang aku lelah, sangat lelah. Sepertinya aku akan menyerah. Rico, kurasa cukup sampai disini saja." ujar Nayra lirih tanpa membalas sedikitpun pelukkan Rico.

__ADS_1


Rico yang mendengar pun seketika geram. Tanpa basa basi, segera dilumatnya bibi Nayra dengan sangat kasar.


"Kau benar, hubungan kita memang hanya sebuah kebetulan dan semua itu sudah tertera diatas kertas yang telah kita sepakati bersama sebelumnya, tapi, mulai malam ini aku akan membuat kita menjadi pasangan suami istri sungguhan.." senyum licik dibibir Rico terpancar dengan sangat jelas, seperti memiliki arti tersendiri.


__ADS_2