
Pagi harinya. Setelah semuanya telah selesai sarapan, Rico mengatakan kepada Nayra secara pribadi saat diruang baca miliknya, berhubung Alexa telah datang, mulai hari ini Nayra akan pindah dikamar belakang lagi seperti sebelumnya, Rico juga mengatakan kalau Nayra akan tetap tinggal disini sampai kakek menyetujui perceraian diantara mereka berdua.
Nayra yang mendengar itu pun hanya bisa pasrah.
Dia merasa sudah cukup akrab dengan lingkungan dirumah itu, bahkan dengan semua orang yang ada, kecuali dengan Rico yang juga tuan rumahnya.
Sebelumnya, Nayra ditempatkan di kamar pribadi Rico karena dia tau kalau Nayra selalu bangun pagi, sedangkan Rico selalu bangun kesiangan. Dia hanya ingin menjadikan Nayra sebagai alarm saja, tapi jauh dilubuk hatinya, dia hanya ingin mendapatkan perhatian lebih dari seseorang.
Karena sebelumnya, setelah ibunya meninggal, tidak ada lagi yang peduli padanya, sampai saat ibu tirinya telah sah menjadi istri ayahnya.
Ibu tirinya memang sangatlah baik, dia bahkan memperlakukan Rico seperti anak kandungnya sendiri.
Saat setelah dewasa, ketika Rico lulus SMA, dia mulai menetapkan hatinya untuk memulai bakat yang telah diwariskan oleh ayahnya, yaitu bakat di bidang bisnis.
Rico juga sempat melanjutkan sekolahnya keluar negeri, hingga membangun perusahaannya sendiri, dan semua itu dia lakukan karena sebuah janji yang telah diucapkannya pada seseorang, yang tidak lain adalah Alexa.
Semua kesuksesan yang dimilikinya hingga sampai saat ini, tidaklah tanpa ikut campur dari keluarganya, terutama doa dan perhatian yang selalu dipanjatkan oleh ibu tirinya setiap hari.
Ketika dia merasa sudah cukup untuk memulai hidup barunya sendiri, dia pun memutuskan untuk pisah rumah dengan ayah, ibu tirinya, dan juga Bella adiknya.
Setelah itu, tidak ada lagi yang perhatian padanya selain Nayra yang masih terbilang baru, untuk orang yang berada disekitarnya.
"Nayra, hubunganmu dengan Beni kelihatannya cukup dekat ya,.?" tanya Rico sinis.
"Tuan Beni adalah orang yang baik, dia sering membantu saya.." jawab Nayra.
"Sebaiknya kau jangan terlalu dekat dengannya, ingatlah akan statusmu, kau masih istriku.." ujar Rico menatap mata Nayra dengan sangat intens.
"Ada apa ini, apakah dia cemburu?.." gumam Nayra pelan.
"Uhuukkk... Berhentilah berpikir yang tidak tidak, aku tau apa isi otakmu sekarang. Aku seperti ini hanya tidak ingin kau meninggalkan kesan buruk atas nama keluarga besar Natahanael.." ujar Rico datar sembari membuang muka dengan wajah merah merona.
"Tentu saja seperti itu, memangnya siapa aku.." gumam Nayra lagi. Tampaklah wajah kecewa Nayra terpapar dengan sangat jelas.
"Baik tuan." lanjut Nayra.
Nayra membungkukkan badannya, dan hendak melangkah keluar ruangan, seketika dihentikan oleh Rico.
Tangannya ditarik, lalu didorong hingga menempel dengan tembok.
Didekapnya tubuh Nayra hingga wajahnya sekarang benar benar hanya terhitung beberapa senti saja dengan wajah Nayra.
"Ahh tidakkk, ini terlalu dekat..." gumam Nayra pelan.
Jantungnya seketika berdetak dengan sangat kencang. wajahnya memerah dan mulai terasa panas.
Rico menatap wajah Nayra dengan sangat dekat, memperhatikan setiap inci kulit wajah Nayra dengan begitu teliti, mulai dari kedua bola matanya yang berwarna coklat cerah, bulu matanya yang panjang dan lentik, dan entah kenapa aroma tubuh Nayra sangat berbeda dari wanita wanita lainnya, seperti aroma buah segar yang bercampur dengan permen, aroma yang begitu manis, hingga tatapannya tertuju pada bibir Nayra.
Bibir mungil yang berwarna merah muda itu terlihat sangat menarik.
Tanpa sadar, Rico mencium bibir Nayra dengan lembut sambil memejamkan kedua matanya.
Nayra seketika terkejut akan apa yang dilakukan Rico padanya, kedua matanya pun membola.
Nayra meronta tidak karuan, tetapi sia sia saja, tenaganya tidak sekuat Rico.
Air matanya perlahan keluar membasahi kedua Pipinya. Itu adalah ciuman pertamanya, dan direbut begitu saja oleh Rico.
__ADS_1
Rico melepaskan ciumannya, dia berdecak kesal saat melihat Nayra yang begitu tidak relanya dicium olehnya, bukankah dia adalah istriku, hanya berciuman seperti ini adalah tindakan legal bagi sepasang suami istri. pikir Rico
"Mulai sekarang jangan memanggilku dengan kata tuan, sebutlah namaku! Jika kau masih memanggilku seperti itu lagi, aku akan menghukummu lagi seperti tadi.." ujar Rico geram kembali duduk dikursi singgasananya.
Entah mengapa, dia tidak suka saat Nayra menyebutnya dengan kata tuan, dia juga tidak suka saat Nayra bersikap formal padanya, seperti orang lain saja, padahal kan Rico adalah suaminya. Dia hanya ingin lebih dekat saja dengan istrinya, apa itu salah?!.. pikirannya.
Nayra tidak menjawab dan hanya menundukkan kepalanya saja. Sekarang dia merasa benar benar tidak nyaman dan tertekan oleh keadaan.
"Ada apa, kenapa tidak menjawab? jangan katakan kau juga tidak mengetahui nama suamimu sendiri?.." ujar Rico seraya tersenyum jahat.
"Maafkan saya tuan, maaf maksud saya Rico.." ucap Nayra dengan suara lirih.
"Berhentilah bersikap formal saat berbicara padaku!!.." ucap Rico dengan nada tinggi.
"Iya, aku mengerti... RICO.." jawab Nayra spontan.
.
Saat setelah Nayra keluar dari ruang baca nya, tiba tiba Rico pun tersenyum puas.
"Ternyata rasanya sangat manis..." gumamnya sembari mengusap bibir bagian bawahnya.
.
Malam harinya, Rico yang masih duduk diruang baca, masih sibuk dengan urusan pekerjaan.
"tookkk...toookkkk..." suara pintu terdengar, seketika membuyarkan konsentrasinya
Samuel masuk.
"Tuan, besok adalah hari ulang tahun kakek, dan beliau akan mengadakan perayaan dirumah utama besok malam. Beliau juga mengundang anda untuk datang bersama nona Nayra besok." ucap Samuel menjelaskan.
Tanpa sadar, seseorang dari balik pintu mendengar percakapan mereka, dan dia adalah Alexa.
Seketika, tampaklah senyuman licik keluar dari bibirnya.
"Binggo... heii Alexa, lihatlah betapa Tuhan sangat menyayangimu.. Kesempatan tidak akan datang dua kali, dan aku tidak akan menyia-nyiakannya begitu saja.. Nayra, ingatlah baik baik, walaupun si tua bangka itu menyukaimu, aku tidak akan pernah memberikan mu kesempatan untuk merebut Rico dariku.." gumam Alexa pelan.
.
Hari H tiba. Malam dimana pesta perayaan ulang tahun kakek diadakan.
"Ciiiitttt....." Seseorang turun dari mobil mewahnya. Dia adalah Rico, lalu diikuti oleh Alexa disebelahnya.
Mereka berjalan berdampingan. Tangan Alexa merangkul dengan sangat erat di lengan Rico, seperti sedang memperlihatkan betapa harmonisnya hubungan mereka.
Kakek yang tadinya telah berdiri dengan wajah gembira dipintu masuk untuk menyambut kehadiran cucu dan cucu menantunya itu, seketika berubah menjadi muram, dan langsung masuk begitu saja.
Rico hanya diam, dan tidak terlalu memperdulikan kakeknya itu.
Dia bisa menebak apa yang akan dilakukan kakeknya nanti padanya ketika melihat situasinya sekarang, paling paling Kakek hanya akan memarahinya sebentar saja, setelah itu masalah pun akan selesai, dia hanya perlu menutup mata dan telinga saja sudah cukup. pikir Rico
Walaupun ini kali pertama Alexa bertemu langsung dengan kakek, tapi tanpa melakukan apapun, Alexa seperti langsung memberikan kesan buruk kepada kakek Rico.
Selama ini, kakek selalu menolak jika Rico ingin membawa dan memperkenalkan Alexa secara langsung padanya, entah apa yang membuat kakek begitu membeci Alexa, Rico sama sekali tidak mengerti apa yang dipikirkan oleh kakeknya itu.
"Sayang, mengapa kakek..." belum sempat melanjutkan perkataannya, seketika di sambung oleh Rico.
__ADS_1
"Tenanglah honey, ini hanya sementara waktu. Untuk sekarang, tidak perlu memperdulikan segala perlakuan kakek terhadapmu, tapi tetaplah perhatian padanya, perlahan dia pasti akan menerimamu." ucap Rico mencoba untuk menenangkan Alexa.
Mengapa bisa Alexa yang berada disamping Rico, bukannya Nayra?..
Mari kita kembali ke beberapa jam yang lalu..
**FLASHBACK BEBERAPA JAM YANG LALU**
Saat sedang mencoba gaun yang telah disiapkan oleh Rico untuknya, Alexa tiba tiba datang menghampiri Nayra, lalu merampas gaun itu secara paksa.
"Lihatlah dirimu, apa urat malumu sudah putus? Kau hanyalah istri pengganti, sangat tidak pantas jika harus berada ditengah tengah orang kalangan atas dengan posisi rendahmu itu.." sindir Alexa ketus.
"Maafkan saya nyonya, saya hanya mengikuti perintah saja.." jawab Nayra singkat.
Alexa sangat geram, seperti tidak puas dengan jawaban Nayra barusan. Dia pun merobek gaun itu dengan kasar.
"kkrreeekkkk...."
Mata Nayra membola karena terkejut. Gaun yang sangat cantik, bukankah sangat disayangkan jika harus dirobek begitu saja? apalagi hanya dengan menyentuh bahannya saja, semua orang pasti tau kalau harganya tidaklah murah. pikir Nayra.
Alexa beranjak pergi meninggalkan Nayra sendirian yang terduduk lemas sambil memandangi gaunnya yang robek tadi telah berada dilantai.
Tidak lama kemudian Beni pun datang. Dia tau ini perbuatan siapa. Dia sangat geram akan perlakuan Alexa, tapi untuk saat ini dia lebih memilih untuk meredakan emosinya karena acara kakek lebih penting sekarang. pikir Beni.
Tanpa bertanya apapun, Beni pun menepuk punggung Nayra untuk menenangkannya, seolah sudah tau apa yang terjadi barusan, lalu mengajaknya keluar untuk membeli gaun yang baru.
.
Rico tengah berdiri menghadap kearah sebuah kaca full body dihadapannya, memperlihatkan pantulan tubuhnya yang dibaluti dengan setelan jas berwarna abu abu, dan rambutnya telah disisir dengan sangat rapi, dia terlihat sangat tampan malam ini. Abu abu memang warna yang cocok untuknya.
Tiba tiba Alexa datang menghampiri dan memeluknya dari belakang.
"Sayang, biarkan aku ikut ya, aku tidak tau mengapa kakek membenciku meskipun kita belum pernah bertemu, tapi bukankah ini kesempatan yang bagus untuk aku merebut hati kakekmu?.." ujar Alexa mencoba untuk meyakinkan Rico.
Rico pun menyetujuinya, karena perkataan Alexa barusan terdengar masuk akal juga.
"Baiklah terserah padamu, aku akan memberitahu Nayra untuk tidak usah datang.." ujar Rico.
Ketika hendak berjalan pergi untuk menemui Nayra, seketika dihentikan langsung oleh Alexa.
Dia berkata, kalau tadi dia sudah bertemu dengan Nayra dan mengatakan kalau Nayra hanyalah istri pengganti sementara, jadi dia tidak berhak untuk hadir diacara penting itu.
Mendengarnya, entah kenapa membuat Rico sedikit tidak senang. Tapi, saat melihat wajah Alexa yang seperti sedang memohon, hatinya pun seketika tergerak dan diluluhkan begitu saja.
"Ale, mari bersama sama berjuang untuk meluluhkan hati kakek..." ucap Rico memeluk Alexa dengan lembut.
"Aku tau sayang, dan aku akan berjuang..." jawabnya singkat.
**FLASHBACK OFF**
Diruang utama acara, telah hadir semua para tamu undangan.
Saat setelah mendapat kemurkaan kakeknya secara pribadi diruangan tersendiri, Rico merasa sangat frustasi untuk sementara waktu.
Tidak biasanya kakek marah begitu lama seperti ini, biasanya hanya berlangsung beberapa menit saja, tapi kali ini bisa memakan waktu hingga ber jam jam.
Mata dan telinganya pun terasa lebih panas kali ini ketika mendengar hinaan dan cacian yang dilontarkan oleh kakeknya mengenai Alexa.
__ADS_1
Rico masih bingung, mengapa kakeknya yang sama sekali belum pernah bertemu dengan Alexa secara langsung, bisa mengatakan hal yang mengerikan seperti itu.
Rico pernah bertanya beberapa kali kepada kakeknya alasan mengapa dia begitu membenci Alexa, akan tetapi, kakeknya tidak memberi jawaban sama sekali, tapi setelahnya, kakeknya selalu mengatakan kalau sebaiknya Rico sendiri lah yang harus mengetahuinya secara langsung, ya mengetahui sifat sekaligus siapa Alexa yang sebenarnya.