
Dimeja makan, dirumah keluarga besar RAHASA, telah disajikan makan malam mewah, seluruh keluarga besar pun sudah duduk ditempatnya masing masing dan menunggu untuk menyantapnya.
"Ternyata benar kata Beni, istri Rico benar benar cantik.." ucap ayah Beni membuka pembicaraan.
"Terimakasih, tuan terlalu memuji, saya sangat senang bisa bertemu langsung dengan tuan Rahasa." ujar Nayra dengan nada rendah tersenyum malu.
Rico yang mendengar perkataan ayah Beni seketika memicingkan kedua bola matanya seperti tidak suka.
Berarti selama ini Beni benar benar telah menargetkan Nayra, dia bahkan diam diam sering membicarakan istrinya dibelakangnya. pikir Rico.
"Uhuuukkk... sayang, aku sudah mengatakan padamu, berhentilah bersikap formal pada siapapun, ayah Beni juga keluarga kita, jadi panggil saja dengan sebutan paman. bukan begitu paman? ucap Rico tersenyum sembari memeluk bahu Nayra, seolah memperlihatkan kepada semuanya, kalau Nayra adalah miliknya.
"Ahh iya tentu saja, hahaha.." jawab ayah Beni tertawa lepas.
Sejak dulu, Rico sendiri sudah sangat dekat dengan keluarga Beni, begitupun dengan Beni terhadap keluarga Rico. Saling terbuka, tanpa ada kata sungkan.
Untuk pertama kalinya Rico bersikap acuh terhadap Alexa dihadapan orang lain termasuk keluarga RAHASA.
Seluruh orang yang menyaksikan itupun seketika terkejut heran dan bertanya tanya pada diri sendiri, terutama ibu Beni.
Tanpa memperlihatkan ekspresinya, jauh dilubuk hati terdalamnya telah meluap luap kobaran api yang membara seperti hendak menggerogoti isi pikirannya.
Tanpa sadar, kedua tangannya mengepal dengan sangat kuat dibawah meja.
"Apa apaan sikap Rico barusan, bukankah sebelumnya dia sangat mencintai Alexa? atau mungkinkah Rico sudah mengetahui sesuatu tentang Nayra?.." gumamnya pelan.
.
Setelah makan malam selesai, didalam gudang yang terletak dibelakang rumah Beni, dua wanita sedang berbincang secara sembunyi-sembunyi.
"Apa kau bodoh? mengapa kau hanya diam saja saat melihat sikap Rico yang begitu perhatian terhadap Nayra saat dimeja makan tadii?.." tanya ibu Beni membentak.
"Bibi Ran, aku sedang malas berdebat. Sebenarnya aku juga tidak ingin diacuhkan seperti tadi, tapi saat melihat Rico marah karena membela Nayra sebelumnya, aku mulai takut kalau harus menentangnya lagi.." jawab Alexa.
Sebenarnya apa yang telah terjadi antara Rico dan Nayra baru baru ini?
Ibu Beni seketika menjadi sangat geram.
Dia merasa usahanya selama ini telah menjadi sia sia saja untuk menyatukan Rico dan Alexa.
"Alexa, dengarlah ucapan bibi! Aku sudah berjanji dalam hidupku, Bagaimanapun caranya, aku akan tetap membantumu untuk bersama Rico. Dan aku tidak akan pernah melanggar janjiku itu." ujar ibu Beni.
Alexa hanya mematung tanpa mengucapkan kata kata. Selama ini, dia selalu bertanya tanya pada dirinya sendiri, mengapa ibu Beni begitu bersih keras untuk menyatukan dirinya dan Rico, bukan dengan anaknya sendiri, padahal kan sebelumnya dia sangat tau kalau Beni begitu menyukainya dulu.
Saat Alexa mencoba untuk bertanya pun, ibu Beni enggan menjawab alasan sebenarnya mengapa dia melakukan semua itu.
__ADS_1
"Bibi, mengapa kau tidak berkata lebih jujur padaku? Aku paham, sebagai adik dari ibuku, sudah semestinya kau memperhatikan ponakanmu ini, tapi aku juga ingin tau yang sebenarnya!" ujar Alexa sedikit memaksa.
Ibu Beni, adalah adik dari ibu kandung Alexa, sedangkan ibu Alexa sendiri telah lama meninggal karena depresi berat dan memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan melompat dari gedung apartemennya.
Ibu Beni bernama Rani, biasanya dipanggil bibi Ran.
Bibi Ran menghela nafas panjang, mau tidak tidak mau dia pun mengatakan yang sebenarnya kepada Alexa, karena menurutnya sekarang adalah waktu yang tepat untuk mengungkapkan kebenaran tentang masa lalu yang berhubungan dengan kematian ibu kandungnya, dan bibi Ran telah berjanji pada dirinya sendiri atas langit dan bumi, akan membalaskan seluruh dendam kakaknya.
Alexa tambah bingung lagi dengan pernyataan yang baru saja keluar dari mulut bibinya itu.
Bibi Ran pun mengatakan, dulu ayah Rico dan ibu Alexa adalah sepasang kekasih.
Alexa seketika terkejut hebat, tapi karena masih ingin mendengarkan cerita itu, Alexa pun mengurungkan niatnya untuk bertanya terlebih dahulu, dan memilih untuk mendengarkan lebih lanjut.
Lalu, Bibi Ran pun melanjutkan ceritanya.
Saat itu, ayah Rico yang bernama Jerry Nathanael, dan ibu Alexa yang bernama Marlin, saling mencintai satu sama lain. Awalnya hubungan keduanya masih berjalan dengan sangat baik, dan seiring berjalannya waktu, karena saat itu sikap mereka masih sama sama labil, hanya karena masalah sepele pun mereka sering bertengkar, dan akhirnya menjadi sedikit renggang dengan sendirinya.
Hingga suatu hari, saat pertengkaran hebat tiba tiba terjadi, seorang wanita yang juga adalah ibu kandung Rico yang bernama Molly, telah datang ditengah tengah kekacauan yang terjadi diantara mereka.
Ibarat seekor kucing yang diberikan ikan asin gratis, kalau tidak diendus saja, ya pasti dimakan habis.
Saat itu hubungan antara Jerry dan Marlin telah berada diujung tanduk, dan Molly datang memberikan perhatian lebih, bahkan bibi Ran menduga kalau Molly dengan sengaja memberikan tubuhnya secara cuma cuma kepada Jerry.
Karena pikirannya sedang kacau, seketika Jerry pun langsung beranggapan kalau kesempatan bagus tidak datang dua kali. Tanpa berpikir panjang, di embat lah apa yang ada didepan matanya.
Hatinya seketika hancur berkeping keping, yang tersisa hanyalah sebuah kenangan saat mereka bersama, dan luka yang ditorehkan dengan sengaja baru baru ini.
.
Beberapa bulan telah berlalu sejak saat itu, Jerry sudah tidak memiliki sisa sisa perasaan sama sekali lagi terhadap Marlin, karena Marlin lah yang memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka.
Marlin yang masih sangat terpukul karena kejadian waktu itu, seketika mendengar kabar kalau Jerry akan melangsungkan pernikahan dengan wanita yang berasal dari keluarga terpandang juga.
Marlin mulai merasa kalau dunia antara dirinya dan Jerry memanglah berbeda. Wanita yang bernama Molly itu memang pantas untuk Jerry, karena mereka memang berasal dari dunia yang sama.
.
Tidak terasa beberapa tahun pun telah berlalu, hingga akhirnya Marlin yang sudah merasa sangat putus asa karena masih terjebak dengan masa lalu, akhirnya memutuskan untuk menerima lamaran yang telah menghampirinya.
Hubungan pernikahan mereka awalnya berjalan dengan baik, bahkan sekarang telah memiliki buah hati yang sangat cantik yaitu Alexa. Sampai pada masanya, dimana Marlin baru saja mengetahui kalau suaminya itu ternyata selama ini telah beristri.
Bagaimana dengan nasib anaknya nanti? suaminya bahkan pergi meninggalkannya seorang diri hanya bersama anaknya saja.
Hanya dalam beberapa Minggu saja, Marlin yang mulai depresi, akhirnya membulatkan tekadnya untuk mengakhiri hidupnya karena merasa sudah tidak sanggup lagi untuk menerima keadaan.
__ADS_1
Sebelum melancarkan aksinya, marlin telah lebih dulu menitipkan Alexa ke panti asuhan yang jaraknya tidak jauh dari apartemennya.
Marlin juga sengaja meninggalkan sepucuk surat yang ditujukkan untuk adiknya (bibi Ran) yang berisikan sesuatu yang mengejutkan, yang intinya dia ingin bibi Ran yang membalaskan dendamnya pada seorang wanita yang bernama Zusi.
Didalam surat itu juga tertuliskan alasan mengapa dia sangat membenci wanita itu, karena dia meyakini kalau penyebab terjadinya putusnya hubungan antara dirinya dan Jerry adalah karena perbuatan Zusi yang diam diam telah menempatkan Molly diantara hubungan mereka.
Marlin tidak tau alasan sebenarnya mengapa wanita yang bernama Zusi itu melakukan semua itu, dia bahkan sama sekali tidak mengetahui siapa sebenarnya Zusi itu.
Marlin juga berpesan, apapun yang akan terjadi nantinya, Alexa harus bisa disandingkan dengan anak Jerry yaitu Rico.
Karena menurutnya, walaupun dia tidak bisa berhubungan langsung dengan Jerry, setidaknya anak mereka harus bisa saling berhubungan, itu menandakan kalau mereka tidak akan terpisahkan walaupun maut telah lebih dulu menjemput Marlin.
Segitu gilanya Marlin pada Jerry saat itu.
.
Waktu berlalu begitu cepat, bibi Ran yang sudah mulai terobsesi akan dendam yang ditinggalkan oleh kakaknya kepadanya, mencoba segala cara untuk bisa menikah dengan orang kaya, dan beruntungnya dia, orang yang dia targetkan telah masuk didalam perangkapnya, yaitu tuan Rahasa, yang juga adalah ayah Beni.
Tidak butuh waktu lama hingga akhirnya mereka menikah, dan bibi Ran pun menjadi orang kaya baru, hanya dalam semalam saja.
Setelah dia merasa sudah mempunyai kemampuan untuk dapat membalaskan dendam, bibi Ran pun segera mencari informasi mengenai Zusi, dan bibi Ran pun langsung mengetahui satu hal, kalau anak Zusi juga sedang berada di satu atap bersama Alexa, dipanti asuhan tempat ponakannya dititipkan oleh kakaknya itu.
Dengan otaknya yang sangat cerdas, dia pun akhirnya mendapatkan ide yang begitu cemerlang, dengan mengganti identitas Alexa dengan identitas anak Zusi terkecuali nama mereka.
Anak Zusi sendiri bernama Nayra yang sekarang adalah istri Rico.
Ini semua seperti sudah direncanakan oleh Tuhan untuk membantunya membalaskan dendam. Dan kebetulan saat dia mengetahui kalau Nayra dan Rico pernah bertemu bahkan entah bagaimana ceritanya mereka bisa memiliki hubungan yang sangat dekat.
Dia juga tau baru baru ini, kalau Beni anaknya juga berteman dengan Nayra saat berada di panti asuhan waktu itu.
Bibi Ran telah merubah segala kebenaran yang ada dengan memanipulasi data dan orang orang yang menurutnya sangat penting untuk bisa membantunya membalaskan dendam kakaknya itu, bahkan dia juga yang mengatur agar Alexa dan Nayra diasuh oleh keluarga kaya yang saat itu tengah membutuhkan dua orang anak perempuan.
"Tapi bibi Ran, mengapa harus membalaskan dendam pada Nayra, bukankah lebih bagus jika langsung ke ibu nya saja?.." tanya Alexa yang seketika memotong cerita.
"Sayangnya aku tidak sebodoh dirimu!" jawab bibi Ran menunjuk dahi Alexa.
Alexa pun merasa semakin bingung, sebenarnya apa yang sedang direncanakan oleh bibinya itu.
"Aku akan memulai semuanya dari yang ada didepan mata terlebih dahulu. Lagi pula, saat ini ibu maupun keluarga kandung Nayra sudah tidak ada lagi, aku sudah melakukan berbagai cara agar mendapatkan informasi yang lebih rinci mengenai Zusi, tapi sia sia saja, informasi yang aku dapatkan benar benar mengatan kalau Zusi telah meninggal. Dan sekarang, satu satunya orang yang harus menerima pembalasan dendam itu adalah Nayra yang juga adalah anaknya." ujar Bibi Ran tersenyum licik.
Walaupun wanita yang bernama Zusi mati dengan bahagia tanpa menerima setitik penderitaan, setidaknya keturunannya harus merasakannya. pikir bibi Ran.
Bibi Ran merasa, untuk sekarang ini sudah cukup untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut, karena ternyata akar permasalahannya sekarang telah ada didepan mata, yaitu Nayra, dan dia sudah menetapkan hatinya untuk membasmi akar permasalahan itu, yang artinya mau tidak mau, harus membunuh Nayra dengan tangannya sendiri, agar kakaknya bisa tenang dialam sana.
Tapi, jika langsung membunuhnya begitu saja, bukankah itu sangat membosankan? bibi Ran sudah memiliki ide, agar membuat Nayra merasakan apa yang pernah dirasakan oleh kakaknya itu.
__ADS_1
Dia akan membuat Nayra menderita terlebih dahulu, setelah puas, barulah dia akan melancarkan aksinya.