MENJADI ISTRI YANG TIDAK DICINTAI

MENJADI ISTRI YANG TIDAK DICINTAI
BAB 9


__ADS_3

"Benar tuan, seperti yang tuan duga, nona Alexa sudah sembuh total, dan sekarang sedang menuju ke perusahaan tuan Rico." ucap seorang asisten kepada pria paruh baya.


Ya benar, orang itu adalah kakek Rico.


Selama ini dia telah menyiapkan beberapa orang untuk mengawasi Alexa secara diam diam sampai dia benar benar sembuh total.


"Tuan, apa perlu aku membereskannya?" ujar asisten pribadi kakek.


"Tidak perlu, biarkan dia melakukan apa yang mau dia lakukan, dan biarkan juga dia tinggal di kediaman Rico untuk sementara waktu." ucap kakek.


"Tuan, bagaimana bisa anda melakukan itu? bagaimana dengan nasib nona Nayra nantinya, apa anda punya rencana sendiri?..." tanya sekertaris lagi.


"Benar, kau tau kan kalau selama beberapa tahun ini Rico sudah mulai menerima keberadaan cucu menantuku Nayra, omong kosong kalau Rico tidak memiliki perasaan apapun padanya.. Aku juga sempat mendengar dari kepala pelayan disana, kalau Rico mulai menyuruh Nayra untuk tidur sekamar dengannya, walaupun tidak tidur seranjang. Tapi setidaknya dia mau membuka hatinya sedikit demi sedikit.." ujar Kakek tersenyum tanpa arti.


"Baiklah tuan, aku mengerti." jawabnya singkat.


.


Di sebuah perusahaan ternama dipusat kota itu, Rico duduk menghadiri rapat penting yang diadakannya bersama para kolega dan para investornya.


"Tokkk...tokkk..tookkk..." tiba tiba suara ketukkan pintu membuyarkan konsentrasi orang orang yang berada di ruangan itu.


Alisnya menyerengit, sorot matanya menjadi lebih tajam dari sebelumnya, wajahnya memerah karena geram. Siapa yang berani beraninya menganggu rapat yang begitu penting ini? apa dia sudah bosan hidup? pikir semua orang termasuk Rico sendiri.


"Cekkrekkkk..." suara pintu terbuka.


"Saayaanaggggg...." teriak seorang wanita dari balik pintu yang baru saja dibuka.


"Alexa?.." gumam Rico yang tiba tiba tersenyum gembira.


"Itukan tunangannya tuan Rico sebelumnya..."


"Ternyata dia sudah pulih..."


"Untunglah, aku tadi sempat berpikir untuk melompat dari jendela itu kalau kalau nanti tuan Rico mengamuk karena terganggu.." gumam seluruh orang yang berada di ruangan itu.


"Rapat hari ini cukup sampai disini, kita lanjutkan lain hari. Semuanya bubar..." ujar Rico dengan nada datar seraya berjalan kearah Alexa.


Semua orang yang hadir seketika beranjak dari tempat duduknya dan berlalu pergi.


Seluruh dunia mengetahui kalau Rico sangatlah mencintai tunangannya itu, bahkan kolega beserta para investor dan sejajarnya sangat mengenal sifat dari seorang Rico Natahanael.


Diketahui kalau Rico memang sering menghentikan rapat pentingnya hanya karena Alexa memintanya untuk menemaninya berbelanja saja. Tidak peduli tentang apa resiko nantinya, uang Rico sangatlah banyak, hanya karena kehilangan beberapa ribu dolar saja, itu hal yang kecil bagi Rico.


Semua orang sangat menghormati Alexa karena dia memang memiliki kuasa atas Rico.


"Honey, apakah kau sudah benar benar pulih sekarang?.." tanya Rico merangkul pinggang Alexa lalu mengecup keningnya.


"Tentu saja, aku secara pribadi memberikan kejutan padamu dengan datang secara diam diam kesini.." jawab Alexa seraya mencium bibir Rico.


Rico tanpa basa basi lagi langsung membalas dan mel*mat bibir Alexa dengan sangat rakus.


Rico seperti sedang melampiaskan segala n*fsu nya yang sudah dia pendam sangat lama.


"Sayang, jangan disini..." ucap Alexa lirih, sembari memasang kembali kancing kancing bajunya yang telah dibuka lebih dulu oleh Rico.


"Maafkan aku honey, aku terlalu bersemangat.." tersenyum lembut sambil mengusap rambut Alexa kebelakang telinganya.


"Ayo kita pulang, aku sangat rindu pada adik kecilku itu, apa kau memperlakukannya dengan baik saat aku tidak ada?..." tanya Alexa.


Rico seketika tersentak dengan ucapan Alexa barusan.


"Ale, maafkan aku.. Percayalah padaku, aku menikahinya hanya karena kakek memaksaku untuk segera menikah, dan kebetulan saat itu Nayra sedang aku sekap dikamar belakang. Apa kau tau, dialah yang menyebabkan kecelakaan itu.." ujar Rico serius.


"Jadi, dia berpikir kecelakaan itu disebabkan oleh Nayra, hmm baguslah.." gumam Alexa pelan.


"Benarkah itu? padahal aku sangat menyayanginya seperti adik kandungku sendiri, mengapa dia tega melakukan itu padaku? huhuhu..." air mata Alexa mengalir perlahan membasahi pipinya.

__ADS_1


"Tenanglah honey, aku sudah memberinya pelajaran, dan untuk menebus kesalahannya dia telah mengajukan diri untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga dirumahku, dan kau bisa melakukan apapun padanya nanti. Ale, aku tidak peduli dia adikmu sekalipun, dia sudah membuatmu menderita, aku tidak mungkin diam saja bukan?.. " ujar Rico menenangkan Alexa.


"Rico, aku memang sangat kecewa pada adikku itu, tapi aku sudah tidak marah lagi sekarang, dan aku harap kau juga memaafkannya, biar bagaimanapun dia kan istrimu..." lanjut Alexa membuang muka, memperlihatkan dengan jelas kalau dia sedang merajuk.


"Ale, walaupun sekarang dia berstatus sebagai istriku, tapi aku sama sekali tidak mencintainya, hanya kamulah satu satunya orang yang aku cintai, kau tau itu kan.. dan kalau bukan karena desakkan kakek, aku juga tidak akan pernah menikahinya." ucap Rico memeluk erat tubuh Alexa.


"Ale, aku tau kau sangat marah dan cemburu saat tau aku menikahi adikmu, maafkan aku.. Kau tau, sebelumnya aku telah berjanji pada Beni, aku akan melepaskannya setelah kau benar benar sembuh, dan sekarang kau telah sembuh, aku akan menepati janjiku itu. Aku akan menceraikannya, Jadi jangan marah lagi ya.." lanju Rico mengecup kening Alexa.


"Beni? bukankah Beni sangat mencintaiku, mengapa dia mau membela Nayra? apa dia mengetahui sesuatu?.. tidak, ini tidak boleh, aku tidak akan membiarkan Nayra mendapatkan perhatian dari siapapun lagi, sebelumnya dia telah merebut semua kasih sayang yang ibu dan ayah harusnya berikan padaku, aku telah bersusah payah selama ini untuk mendapatkan semuanya, aku tidak mau kehilangan ini semua, aku harus segera menyingkirkan Nayra sebelum semua kebenarannya terungkap..." gumam Alexa pelan.


Melihat wajah Alexa gusar, Rico mengira kalau Alexa sedang memikirkan apa yang akan dilakukan kakeknya jika Rico benar benar akan menceraikan Nayra, dia pun langsung berinisiatif untuk menghiburnya.


Rico juga mengatakan kepada Alexa akan menggunakan segala cara agar dia bisa menceraikan Nayra, dan membuat kakek mau menerima Alexa sebagai cucu menantunya, walaupun sebelumnya kakek terlihat sangat senang dengan kehadiran Nayra saat pertama kali bertemu.


Rico memang sangat menyayangkan semua itu, karena kakeknya terlihat sangat senang dan begitu akrab dengan istrinya, yang sebelumnya dia sama sekali tidak pernah melihat kakeknya bisa dekat dengan orang lain bahkan dengan dirinya sekalipun tidak sedekat dan seakrab itu.


Dia juga sempat melihat saat berkunjung ke rumah kakeknya, kalau Nayra terlihat sangat tulus ketika merawat kakeknya, dan itu untuk pertama kalinya dia melihat kakeknya tertawa lepas bersama Nayra.


Tapi, semua itu percuma saja, walaupun Nayra memang terlihat cantik bahkan tanpa polesan make up sama sekali diwajahnya, Rico sama sekali tidak tertarik Nayra.


Dia berbuat baik pada Nayra hanya sebagai bentuk rasa bersalahnya karena dulu telah menyiksa Nayra, dan mengingat kalau kakeknya menyukai Nayra. (Padahal, Rico hanya mencoba untuk menyangkal hatinya tentang Nayra).


"Kita makan terlebih dahulu, setelah itu baru pulang. Aku tau kau lapar.." ujar Rico menarik tangan Alexa pelan keluar dari ruangan itu.


.


Sesampainya dirumah, Nayra yang sedang membersihkan debu debu yang menempel di setiap barang yang ada dirumah itu, seketika terkejut melihat kedatangan Alexa dan Rico secara berdampingan.


Mata Nayra langsung tertuju pada tangan Rico yang merangkul dipinggang Alexa.


Entah mengapa melihat itu, hatinya seketika hancur, dia sadar akan posisi nya sekarang hanyalah istri pengganti sementara, tapi mengapa hatinya begitu sesak?


Nayra pun mencoba menyapa mereka dengan berpura pura untuk terlihat baik baik saja.


"Selamat datang tuan, dan kak Alexa..." ujar Nayra membungkukkan badannya.


Rico tidak kaget akan sikap Alexa, mungkin saja dia hanya melampiaskan amarahnya karena kecelakaan waktu itu, ya, memang seperti itulah sifatnya. pikir Rico.


Rico hanya diam saja melihat Nayra diperlakukan seperti itu oleh Alexa.


Nayra benar benar hancur sekarang, Suaminya sama sekali tidak peduli padanya.


"Maafkan saya nyonya.." ucap Nayra lirih sembari menahan air matanya agar tidak keluar.


.


Saat tiba waktu makan malam, Rico, Beni, Alexa, dan Gea sudah berada dimeja makan.


Satu per satu makanan disajikan oleh Nayra. Ketika sudah selesai semuanya, Nayra yang hendak pergi kearah dapur seketika ditarik tangannya oleh Beni.


"Nay, duduklah di sampingku.." ujar Beni lembut.


"Maaf tuan, hari ini nyonya yang asli sudah ada, saya sudah tidak berhak lagi untuk ikut makan bersama.." ucap Nayra pelan menundukkan kepalanya.


Mendengar itu Alexa pun menyetujui perkataan Nayra, Alexa juga menyadarkan kembali dengan tegas akan posisi Nayra sebenarnya dirumah ini seperti apa.


Beni mendengar pun seketika menghentakkan pisau serta garpu yang dipegangnya ke atas meja dengan sangat kuat.


Entah mengapa itu membuat Beni jadi seolah-olah sangat membenci Alexa. Dia sangat mengenal Alexa, dia tidak seperti ini sebelumnya. Alexa yang dulu seperti telah hilang sepenuhnya.


"Tiba tiba aku ingin makan diluar. Nayra, Gea, kalian temani aku.." ucap Beni dengan nada datar seraya menarik tangan Nayra yang diikuti oleh Gea lalu pergi begitu saja.


Rico yang melihat itu menyerengitkan dahinya, giginya bergeretak dengan sangat kuat hingga terdengar oleh Alexa.


Entah mengapa dia melihat Beni yang menarik tangan Nayra barusan membuatnya sangat tidak suka.


Alexa menyadari itu hanya diam saja, dia tidak pernah terlihat marah seperti ini sebelumnya.

__ADS_1


.


Di pusat kota, terdapat pasar malam yang sangat ramai. Berbagai jajanan terlihat disisi kanan kiri jalan.


"Kalian mau makan apa?.." tanya Beni kepada Nayra dan Gea.


"Aku ingin makan Kepiting rebus." ucap Gea mengangkat tangannya sembari melompat lompat.


Nayra dan Bayu tertawa melihat tingkah Gea, dia seperti anak kecil saja, terlihat sangat lucu.


"Kalau kamu mau makan apa Nay,?.." tanya Bayu lagi kepada Nayra.


"Saya makan ramen cup saja sudah cukup tuan.." ujar Nayra pelan.


"Kakak Nayra, apa makanan seperti itu cukup untuk mengisi perutmu?.." tanya Gea.


"Itu adalah makanan favoritku Ge, Menurutku tidak ada makanan yang lebih enak dari itu.." jawab Nayra sambil berbinar binar dengan kedua tangannya mengatup dibawah dagunya, Nayra menjelaskan betapa nikmatnya makanan kecil itu.


"Tapi jangan terlalu sering memakan makanan yang tidak berkhasiat seperti itu, tidak bagus untuk tubuhmu.. Tunggu apa lagi, ayo, kita akan pesta makan malam ini.." ujar Beni mengelus lembut kepala Nayra lalu berjalan dan diikuti oleh Nayra dan Gea.


Malam itu, seperti yang dikatakan Beni, mereka berpesta dengan membeli berbagai makanan yang mereka jumpai di pasar malam itu.


Mereka menghabiskan malam bersama dengan tawa dan kegembiraan, tenang malam masih panjang.


.


Di dalam villa mewah Rico, tepatnya disebuah kamar pribadi Rico. Ranjang yang seharusnya diisi oleh dirinya dan Nayra sebagai istrinya yang sah, nyatanya telah ditempati oleh Rico dan Alexa.


Dua sejoli itu tengah melakukan kegiatan panas dengan kekuatan yang tidak main main.


Kamar yang seharusnya dingin karena dua AC yang dinyalakan, nampaknya tidak cukup mendinginkan suasana kamar.


Erangan dan d*sahan pun menyelimuti seisi ruangan.


Sekali? tidak cukup. dua kali? masih belum cukup. Entah berapa ronde malam itu mereka melakukannya.


Saat setelah mereka telah kehabisan tenaga dan tidak sanggup lagi untuk melanjutkan malam yang masih panjang, nampaklah Alexa yang tengah tertidur pulas disana.


Rico yang cukup lelah tidak mempedulikan tubuhnya itu lagi.


Dia melihat jam, sekarang menunjukkan pukul setengah satu dini hari, tapi Beni, Gea dan Nayra belum juga pulang.


Rico berjalan ke arah balkon sekalian menunggu mereka pulang.


Dia menatap langit malam yang dikelilingi oleh bintang bintang. Raut wajahnya seketika berubah geram, tangannya mengepal dengan sangat kuat karena sepintas teringat akan kejadian tadi saat Beni menarik dan menggenggam tangan Nayra, dan itu terlihat sangat mesra.


Nayra adalah istrinya, Beni berani sekali menarik tangan istrinya, bahakan didepan matanya sendiri, dan Nayra pun mau saja ditarik olehnya.


Tunggu saja nanti. Rico memikirkan cara apa yang akan dilakukannya nanti untuk menghukum Nayra.


"Tiinnn...tiiinnn...." suara klakson mobil terdengar, nampak seseorang membukakan pintu gerbang pagar.


Saat turun dari mobil, Rico melihat dari balkon kamarnya yang cukup jauh dari arah mobil Beni berhenti.


Terlihat jelas Nayra tertawa bahagia saat turun dari mobil itu. Entah apa yang mereka lakukan saat diluar tadi.


Rico sangat geram melihat semua itu, dia pun segera masuk kedalam kamarnya lalu menggebrakkan pintunya dengan sangat kuat.


"Mengapa dia bisa tersenyum dan tertawa segembira itu saat hanya bersama Beni saja? Dia istriku, mengapa dia tidak pernah sekalipun seperti itu padaku..." gumam Rico yang masih terlihat marah.


Alexa yang terbangun akibat gebrakan pintu tadi, langsung beranjak dari tidurnya, berjalan pelan tanpa sehelai benang pun yang menempel ditubuhnya menghampiri Rico yang tengah duduk di sofa kamar itu.


"Sayang, mengapa tidak tidur?" memeluk leher Rico dari belakang.


Alexa mencoba untuk menenangkan Rico, karena dia tau kalau saat ini dia sedang marah, tapi entah karena apa itu, Alexa tidak tau.


Rico pun langsung menghembuskan nafasnya perlahan agar amarahnya meredah.

__ADS_1


"Aku tidak apa apa, tidurlah lagi. Maaf telah mengagetkanmu.." ucap Rico pelan mengabaikan pelukan Alexa, lalu berjalan keluar kamar dengan mengenakan piyamanya.


__ADS_2