Menjadi Wanita Penggoda

Menjadi Wanita Penggoda
MT 16: Sarapan Bersama


__ADS_3

Keesokan paginya, Alexa bergegas keluar kamar pagi-pagi buta sebelum Jackson bangun. Ia berencana memberikan Jackson sarapan dengan makanan yang dibelinya nanti. Alexa lebih dulu pulang ke apartemennya untuk mandi dan berganti pakaian.


Pukul 7 pagi, makanan sudah di tangan Alexa. Ia pun bergegas kembali menuju ke apartemen Jackson menggunakan bis. Alexa merasa bosan untuk mengemudi sendiri mengingat rute dari apartemen miliknya ke apartemen Jackson sering macet. Saat tiba di apartemen Jackson, pintunya terbuka.


"Sepertinya dia sudah bangun." Ucap Alexa seraya masuk begitu saja.


Alexa kemudian bertemu Jackson yang sudah mengenakan pakaian rapi. Jackson menatap Alexa yang membawa beberapa kantong berisi box makanan. Saat hendak menyapa Jackson, Alexa mendengar suara Jennie dari arah kamar mandi. Dia lalu dengan cepat segera berlari ke kamar dan bersembunyi.


Alexa mendengar percakapan Jackson dan Jennie dengan jelas dari dalam kamar.


"Sayang, aku akan ke luar negri untuk melihat pameran lukisan sahabatku, sekaligus menyelesaikan ujian terakhirku." Ucap Jennie.


"Hmmmm, pergilah." Jawab Jackson singkat.


"Kemana saja kau semalam? Apa yang kau lakukan hingga tak menghiraukan panggilan dariku?"


"Biasa, urusan bisnis." Lagi-lagi Jackson terdengar acuh tak acuh menjawab pertanyaan Jennie.


"Sayang, apa urusan bisnismu lebih penting daripada aku?" Tanya Jennie lagi.


Jackson tak menjawab, ia sibuk merapikan kancing kemeja lengan pendek yang ia kenakan. Jennie hanya bisa menghembuskan napas dengan kasar. Ia lalu membantu Jackson merapikan kerah kemejanya


"Ingat, bulan depan ulang tahun Papa kamu. Kamu tahu kan, apa hadiah ulang tahun yang diinginkan Om?"


"Aku tahu."


"Kalau begitu, segera siapkan dirimu sayang. Karena sebentar lagi, kita akan segera menikah." Jennie bergelayut manja di leher Jackson.


"Aku pergi dulu." Ucap Jennie berjalan ke depan pintu.


Namun, dia sengaja mundur selangkah, lalu memeluk Jackson dan mencium pipinya.

__ADS_1


Setelah Jennie pergi, Jackson mengusap pipinya lalu berkata, “Masih nggak mau keluar?”


Alexa yang menyadari ucapan itu ditujukan padanya perlahan keluar dari dalam kamar.


"Ngapain sembunyi?" Tanya Jackson.


Bersembunyi adalah tindakan reflek Alexa, karena dia belum ingin bertemu dengan Jennie secara langsung.


"Hehehe, takut nanti kekasih Tuan Jackson berpikir kalau saya selingkuhan Anda."


Jackson berkata dengan dingin, “Cuma perasaan lo saja. Dia tidak akan bisa menangkap basah gue berselingkuh, karena gue nggak akan pernah berselingkuh. Tidak ada wanita manapun yang pantas membuat gue salah langkah.”


'Jleb!'


“Tuan Jackson sangat mencintai Nona tadi. Sebagai seorang kekasih, Anda sangat sadar dan juga setia.” Balas Alexa.


'Sial, apa benar pria ini tak bisa menahan godaan?' pikir Alexa.


"Oh, ini sarapan untuk Anda Tuan." Jawab Alexa cepat.


"Gue nggak terbiasa makan makanan dari luar. Bawa pergi dari sini." Titah Jackson.


"Coba dulu Tuan, semuanya higenis kok. Saya belinya dari restoran ternama." Ujar Alexa.


"Lo itu budek atau pura-pura gak denger. Gue bilang bawa pergi sana."


Alexa yang jengkel sontak berbalik dan memanyunkan bibirnya. Belum sampai pintu, Jackson memanggilnya.


"Hei, sini lo." Titah Jackson.


Alexa sontak berbalik, ia pikir Jackson akan mau menerima makanan yang dibawanya.

__ADS_1


"Ayo Tuan duduk disini." Ucap Alexa seraya menaruh makanan yang ia bawa keatas meja.


"Lo bisa masak gak?" Tanya Jackson. "Kalau bisa, masakin gue. Lo kan asisten gue, jadi harus ngikutin apa yang gue minta."


"Baik Tuan." Ucap Alexa.


Dia lalu mulai mengambil bahan makanan yang bisa ia masak dari dalam lemari pendingin. Alexa lalu mulai memasak menu sarapan paket lengkap, dan tak lupa ia juga memotong berbagai buah segar dan menaruhnya ke dalam mangkok.


Tak butuh waktu lama, Alexa kemudian meletakkan dua buah piring berisi sarapan paket lengkap yang isinya terdiri dari telur mata sapi, bacon sapi, sosis, roti panggang, baked beans, dan tomat goreng. Dua mangkok kecil buah segar dan dan adapun minumannya terdiri atas jus jeruk dan kopi.


"Silahkan Tuan." Ucap Alexa.


"Well, ternyata Dion gak salah pilih lo sebagai asisten gue. Tapi gak tau deh, rasanya enak atau nggak."


Jackson mulai mencicipi makanan yang dihidangkan Alexa dan semuanya terasa pas di lidahnya.


"Not bad." Ucapnya seraya mengunyah makanan.


Alexa yang duduk didepannya mulai ikut makan. Namun porsi yang ada di piringnya lebih sedikit dari Jackson. Ia hanya memakan telur, roti, kacang panggang dan tomat goreng.


"Lo sepertinya menjaga pola makan." Ucap Jackson.


"Saya takut gemuk." Balas Alexa.


Keduanya lalu diam, dan hanya terdengar suara denting garpu dan pisau yang mengenai piring. Selesai sarapan, tak lupa Alexa mencuci piringnya kemudian berpamitan untuk pulang.


Setelah kepergian Alexa, Jackson masuk ke dalam kamarnya. Tak lama ia berdiri di pinggir jendela kaca yang langsung menampilkan pemandangan ke arah jalanan. Jackson dapat melihat dengan jelas sosok Alexa yang berjalan dengan menenteng kantong makanan yang ia bawa tadi.


Alexa terlihat berjalan keluar dari area gedung apartemen menuju jalanan.


'Dia tidak bawa mobil?' pikir Jackson.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2