Menjadi Wanita Penggoda

Menjadi Wanita Penggoda
MT 48: Mode Dingin


__ADS_3

Pagi ini, Alexa kembali melakukan jogging karena memang hari minggu. Jadi ia bisa leluasa tanpa harus memikirkan untuk pergi ke kantor. Semalam, ia pulang ke rumah bersama Morgan yang memang satu kompleks perumahan dengannya.


Alexa biasanya jogging dengan Morgan, tapi pagi ini Alexa tidak melihat tanda-tanda bahwa Morgan sudah bangun. Jadi Alexa pun memilih untuk pergi seorang diri.


Udara terasa sangat segar, Alexa merasa begitu relaks dan damai menikmati suasana pagi yang sejuk tanpa adanya polusi kendaraan. Ingatannya akan kejadian semalam kembali terbayang. Bagaimana ia melihat Jackson yang bertemu kembali dengan cinta lamanya.


"Kenapa aku harus mengingat kejadian itu." Ucap Alexa.


Alexa memutuskan mengenakan earphone untuk bisa mendengarkan musik agar ia merasa lebih relaks lagi. Tanpa diduga, seorang pria tampak membuntutinya dari belakang. Alexa sama sekali tak menyadari hal itu. Tiba-tiba pria itu mendekat dan hendak menyiramkan sesuatu di wajah Alexa. Beruntung Alexa menunduk karena tali sepatunya lepas.


Pria yang tak lain adalah Bayu, mantan karyawan Alexa itu ternyata hendak menyiramkan air keras ke wajah Alexa. Namun aksinya gagal karena Alexa menunduk. Bayu berhenti tepat di depan Alexa yang tengah mengikat tali sepatunya, ia melihat ke kiri dan kanan memastikan situasi aman. Alexa mendongak dan menyadari bahwa pria dihadapannya hendak berbuat jahat kepadanya. Alexa sontak berteriak dan berlari kencang.


Bayu berusaha mengejar Alexa namun sudah banyak orang yang mendekat ke arah Alexa membuat Bayu mengurungkan niatnya dan hendak kabur. Tapi sayang, ia tertangkap oleh warga lain yang melihat Alexa menunjuk ke arahnya.


"Lepaskan aku." Teriak Bayu saat orang-orang menangkapnya.


Alexa berjalan mendekat dan menatap Bayu tajam. Mata Alexa tertuju pada botol yang dipegang Bayu. Ia lalu merampas botol itu.


"Ini air keras kan?" Ucap Alexa yang membuat semua orang terkejut. "Apa kau berniat untuk menyiramkannya padaku? Hah!" Alexa berteriak di wajah Bayu.


"Seharusnya aku berhasil menyiramnya ke wajahmu agar kau tahu rasa. Agar kau merasakan sakit hati yang aku rasakan karena diperlakukan tidak adil olehmu. Harusnya wajahmu dirusak saja, agar kau tidak bisa menyombongkan kecantikan mu itu." Teriak Bayu.


Alexa hanya bisa menghela napas panjang. Ia lalu menelepon pihak yang berwajib dan mengatakan semua yang terjadi. Alexa tak habis pikir, bisa-bisanya Bayu menyimpan dendam padanya.


Tiba di rumah, Alexa menceritakan semuanya pada Mang Adi. Sontak saja Mang Adi terkejut, begitu juga dengan Bi Lastri.


"Non, lebih baik Non punya seorang bodyguard saja yang bisa menjaga kemanapun Non pergi." Ucap Mang Adi memberi saran.


"Sepertinya itu ide bagus." Balas Alexa. "Tapi, dimana saya bisa mendapatkan orang yang setidaknya punya ilmu bela diri agar bisa menjaga saya dari orang-orang yang berusaha berbuat jahat kepada saya?" Tanya Alexa.


"Tenang saja Non. Kebetulan saya punya keponakan yang sepertinya cocok untuk pekerjaan ini." Ucap Mang Adi. "Namanya Tomo, dia jago bela diri. Pasti bisa jagain Non."


"Dia bisa nyetir mobil gak?" Tanya Alexa.


"Bisa Non." Kali ini Bi Lastri yang menjawab. "Tomo sudah sering bawa pick up."


"Kalau begitu, minta dia datang hari ini juga untuk bertemu saya. Dan besok dia sudah langsung bisa bekerja dengan saya." Ucap Alexa.


"Baik Non." Balas Mang Adi.


Sesuai perintah Alexa, seorang pria bernama Tomo datang ke rumah Alexa saat sore hari. Pria itu tampak sedikit berisi, ia mengenakan kacamata besar. Sekilas dari tampilannya, Alexa merasa sedikit ragu. Terlebih Tomo terus menunduk saat bertemu Alexa.


'Apa benar dia bisa bela diri?' tanya Alexa dalam hati.


Seolah mengerti dengan keraguan Alexa, Mang Adi meminta Tomo untuk menunjukkan keahliannya dalam bela diri. Kebetulan, Alexa bertemu Tomo dihalaman depan rumah.


Mang Adi menyiapkan beberapa susunan bata, dengan sekali pukul, Tomo dapat mematahkan semua tumpukan bata itu. Mata Alexa membelalak sempurna. Ia tak menyangka sosok pria yang tampangnya lugu seperti Tomo bisa begitu kuat.


"Mulai besok, kau ikut bersamaku ke kantor." Ucap Alexa.


"Baik Nona." Balas Tomo.


********************


Agenda Alexa pagi ini adalah pergi ke luar kota untuk mengurus beberapa perusahaan yang baru diakuisisinya. Tomo yang sekarang menjadi sopir sekaligus pengawal pribadi Alexa mulai ikut kemanapun Alexa pergi.


Sementara Jackson sejak kemarin berusaha untuk menemui Alexa. Namun, ada saja hal yang menghalangi dirinya seperti harus menemani sang Mama yang tiba-tiba jatuh sakit. Meski hanya terkena demam, Nyonya Baldev memang merasa senang jika Jackson berada disampingnya.

__ADS_1


Pagi ini, Jackson mendapatkan kabar mengenai kemana Alexa akan pergi. Selain itu ia juga mendengar kejadian ya g menimpa Alexa kemarin. Dimana ia hampir disiram air keras oleh mantan karyawannya sendiri.


"Tidak bisa begini terus. Aku harus bisa melindunginya." Ucap Jackson.


Beberapa hari ini, Jackson berusaha menghubungi Alexa, namun Alexa terus menolak dan mengabaikan panggilan dari Jackson. Alexa ingin lebih fokus untuk menjalankan perusahaannya.


"Tak ada waktu untuk mengurus masalah percintaan." Ucap Alexa.


********


Alexa tiba di kota M. Dia tengah berada di dalam hotel dan baru saja selesai mandi. Setelah itu ia keluar untuk makan malam, kemudian beranjak menuju taman hotel untuk mendapat udara segar. Pagi tadi ia sudah begitu lelah mulai dari perjalanan yang jauh menuju kota M, hingga ia yang langsung mengadakan meeting dengan beberapa klien.


Alexa berjalan di taman hotel, dan tak menyadari bahwa dua orang pria tengah menatapnya.


"Lihat wanita itu! Dia sangat cantik." Ucap Leo Oliver, pria berusia 27 tahun, bujangan, putera satu-satunya keluarga Oliver keluarga terpandang di kota M dan juga merupakan playboy nomor satu di kota M. Tidak ada satu gadis pun yang bisa menolaknya, dengan sekali main mata saja gadis manapun bisa menjadi miliknya. "Look bro! Sekali saja kau main mata, aku yakin dia akan jatuh dalam pelukanmu." Ucap Leo lagi kepada pria yang berdiri di sampingnya, pria yang mengenakan masker dan kacamata itu yang merupakan sepupu Leo.


Pria yang mengenakan masker itu menatap ke arah Alexa. Tiba-tiba beberapa orang pria mendekati Alexa.


"Damn bro, seseorang berusaha untuk mengambil kakak ipar ku." Ucap Leo lagi.


Bria bermasker itu mendorong kepala Leo pelan.


"Mari lihat, apa yang akan dilakukannya." Ucap pria itu.


"Minggir." Ucap Alexa pada tiga orang pria yang mendekatinya itu.


"Ayolah sayang, bersenang-senanglah dengan kami." Ucap salah seorang pria tanpa tahu malu.


Salah seorang pria berusaha menyentuh Alexa, namun Alexa dengan cepat memegang tangan pria itu dan memutarnya. Alexa sudah muak dengan para pria yang berusaha mengganggunya. Satu pria lagi berusaha memukul Alexa, namun Tomo datang dan menampik tangan pria itu dan mulai memukulinya. Alexa meminta Tomo untuk berhenti, dan berkata pada para pria itu.


"Berusahalah untuk mengontrol nafsu kalian dan jadilah pria yang gentleman." Ucap Alexa dengan wajah dingin kemudian berjalan pergi.


"Dia memang sudah memenangkan hatiku." Balas pria itu seraya tersenyum menatap ke arah Alexa.


Tomo memberikan jaket yang dibawanya sejak tadi kepada Alexa.


"Diluar dingin Nona. Anda harus mengenakan ini agar tidak masuk angin." Ucap Tomo sopan.


Dibelakang mereka terlihat Leo dan pria bermasker itu mengikuti mereka.


Alexa berhenti dan berbalik karena menyadari bahwa ia sedang diikuti.


"Kenapa kalian berdua mengikuti ku?" Tanya Alexa kepada kedua pria itu.


"Nona, mmmm maksudku wanita yang cantik. Apakah kau tamu baru disini?" Tanya Leo.


Alexa terdiam, ia kemudian berbalik setelah melihat tajam ke arah pria bermasker itu.


"Bukan urusan kalian." Balas Alexa lalu berjalan masuk ke dalam lift diikuti Tomo.


Kedua pria itu juga ikut masuk ke dalam lift.


"Hey kalian berdua...." Tomo hendak berbicara.


"Kami juga tinggal disini." Balas pria yang mengenakan masker itu dengan tatapan dingin ke arah Tomo.


Alexa kembali menatap pria bermasker itu, ia merasa mengenali pria itu dari suaranya.

__ADS_1


'Apa jangan-jangan Jackson?' tanya Alexa dalam hati. 'Ah, tidak mungkin. Untuk apa dia kemari.'


Mereka semua keluar dari dalam lift ke lantai yang sama, dan ternyata kamar mereka pun berdampingan.


Alexa tidak melihat ke arah manapun kecuali masuk ke dalam kamarnya. Tomo juga masuk ke dalam kamarnya sendiri. Tapi, sebelum itu, ia lebih dulu menatap ke arah Leo dan pria bermasker yang berdiri disampingnya dengan tatapan menakutkan kemudian masuk ke dalam.


"Ini pasti takdir Bro." Ucap Leo, namun pria yang mengenakan masker itu langsung mendorong Leo masuk ke dalam kamarnya sendiri.


Ia kemudian masuk ke dalam kamar miliknya.


"Takdir huh, sama sekali tidak. Karena akulah yang menentukan semuanya, Alexa." Ucapnya tersenyum lalu masuk ke dalam kamarnya.


Alexa membuat secangkir kopi lalu keluar dari kamarnya menuju balkon kamarnya yang memang terletak di lantai 46 hotel itu. Dia melihat ke arah jalanan, dimana mobil lalu lalang dan cahaya-cahaya lampu yang menyinari kota.


Alexa lalu melihat ke arah kirinya dan terkejut mendapati Jackson yang juga berdiri di balkon kamarnya.


'Sudah ku duga. Pria tadi memang dia.' ucap Alexa dalam hati.


Alexa tak menghiraukan Jackson dan kembali melihat pemandangan kota di malam hari.


"Beberapa orang tak menghiraukan berlian." Ucap Jackson tanpa menatap ke arah Alexa.


Alexa lalu menatap Jackson dengan mata yang menyipit.


"Dan beberapa orang, dapat melakukan apapun untuk mendapatkan perhatian." Ucap Alexa.


"Hei kau, aku tidak bicara padamu. Oke." Teriak Jackson.


"Dan kapan aku berbicara padamu Tuan Penguntit?" Ucap Alexa lalu masuk ke dalam kamarnya dan mengunci pintu balkonnya.


"Dia menyebutku penguntit? Wanita ini, dia pikir dia siapa." Ucap Jackson kesal.


***********


Pagi berikutnya, hari tengah hujan. Alexa keluar ke balkonnya dan melihat hujan.


"Wow, hujan." Ucap Alexa dengan tersenyum.


Pandangannya beralih pada Jackson yang juga terlihat menikmati rintik hujan. Lagi-lagi Alexa tak menghiraukannya dan masuk ke dalam kamar karena ponselnya berdering, ia menerima panggilan telepon dari Kakek Parman.


"Apa kabarmu cantik?" Tanya Kakek Parman.


"Aku baik Kek." Balas Alexa. "Kakek bagaimana?" Tanya Alexa kemudian berbalik kembali ke balkon, Jackson masih disana dan sedang merokok.


Alexa terbatuk karena asap rokok Jackson, ia lalu mematikan rokoknya kemudian minum air.


"Apa kamu sakit?" Tanya Nek Aminah yang mendengar suara Alexa terbatuk.


"Tidak, aku baik Nek." Balas Alexa.


"Jagalah kesehatanmu." Ucap Nek Aminah.


"Iya Nek."


Setelah mengucap salam, sambungan telepon terputus. Alexa lalu kembali masuk ke dalam kamarnya meninggalkan Jackson yang masih berdiri di balkon kamarnya.


'Dia menjadi semakin dingin.' ucap Jackson dalam hati.

__ADS_1


Bersambung....


Jangan lupa tinggalkan like, komen, vote dan beri hadiah juga ya... 🥰


__ADS_2