Menjadi Wanita Penggoda

Menjadi Wanita Penggoda
MT 40: Kembali Ke Kota


__ADS_3

Pagi yang dingin membuat Jackson enggan untuk bangun. Alexa yang mulai membuka matanya mebyadari bahwa lengan besar seseorang tengah memeluknya dari belakang. Tepat saat ia hendak berteriak, ia langsung menyadari bahwa Jackson lah yang tengah berbaring bersamanya.


Alexa memutar tubuhnya, wajahnya berhadapan dengan Jackson. Dalam tidurpun pria itu tampak sangat tampan. Alexa menyentuh wajah Jackson dengan lembut. Ia masih tak percaya bahwa kini statusnya dan Jackson sudah sebagai sepasang kekasih. Tepat saat Alexa tersenyum, Jackson membuka matanya.


"Tampan?" Tanya Jackson.


Alexa mencubit hidung Jackson. Lalu beranjak duduk, namun Jackson dengan cepat menariknya lagi dan mendekapnya dengan erat.


"Ayo bangun, ini sudah pagi. Takut orang-orang curiga jika tak melihat kita berdua keluar." Ucap Alexa berusaha membuka pelukan Jackson.


"Dingin. Ayo tidur lagi." Jackson semakin mengeratkan pelukannya.


"Ayolah Tuan."


Jackson langsung menarik Alexa dan menciumnya.


"Iiihh...." Alexa mendorong kepala Jackson. "Apa gak jijik, baru bangun langsung main cium-cium bukannya mandi dan sikat gigi."


Jackson hanya tersenyum lalu kembali ingin mencium Alexa.


"Tuaaann..."


"Berhenti panggil gue Tuan."


Alexa tersenyum.


"Lalu saya harus panggil apa? Lagian Tuan juga bahasanya gak enak banget, pakai lo gue sama pacar sendiri."


"Mmmm iya. Kalau gitu mulai hari ini, kau harus memanggilku sayang."


"Sayang!" Seru Alexa geli.


"Iya. Kenapa? Gak suka?"


"Bukan gitu.... Sayang." Jackson tersenyum mendengar ucapan Alexa. "Gak mungkin kan saya panggil Tuan dengan panggilan sayang di depan orang."


"Kamu yang memintaku untuk tidak pakai lo gue, sekarang kamu sendiri masih menggunakan bahasa formal saya Anda."


"Maaf sayang." Goda Alexa. "Udah ya, ayo bangun. Kita harus kembali ke kota hari ini."


"Iya-iya. Sana kamu keluar duluan. Lihat situasi, setelah itu beri kode biar aku keluar."


"Hmmmm...." Balas Alexa.

__ADS_1


Saat ia bangun, Jackson kembali menariknya lalu menciumnya lama. Alexa mendorong Jackson pelan lalu berjalan ke arah pintu. Setelah mengamati situasi dan aman, Alexa pun memberikan kode pada Jackson untuk segera keluar. Saat keduanya berpapasan di pintu, Jackson berbisik di telinga Alexa.


"Aku mencintaimu."


Pipi Alexa merona. Ia kembali ke dalam kamar dan menutup pintu.


*****************


Siang harinya, Jackson dan Alexa bersiap untuk kembali ke kota. Keduanya berpamitan pada Kakek Parman dan Nek Aminah. Sebelumnya Alexa sudah meminta kepada mereka berdua untuk ikut tinggal bersamanya di kota mengingat Alexa sudah kembali tinggal di rumahnya yang besar. Tapi kedua pasangan lansia itu menolak secara halus, dan beralasan lebih betah tinggal di desa.


"Kami pamit ya." Ucap Alexa.


Mereka berdua mengangguk dan memeluk Alexa secara bergiliran. Saat Alexa dan Jackson hendak masuk ke dalam mobil, Kakek Parman memanggil Jackson.


"Segeralah menikah." Ucapnya.


"Tentu." Balas Jackson.


Alexa hanya tersenyum, ia tak menyangka bahwa Kakek Parman akan mengatakan hal itu kepada Jackson.


"Apa mereka sudah mengetahui hubungan kita?" Tanya Alexa saat mereka berdua sudah masuk ke dalam mobil.


"Anak muda kalau sedang jatuh cinta, terpancar sekali aura bahagianya." Ucap Nek Aminah.


Di sepanjang jalan, keduanya terus mengobrol diselingi aksi nakal Jackson yang terus menerus mencium pipi Alexa. Sesekali ia memegangi tangan Alexa dan menciumnya lembut. Jackson memang tipe pria yang bucin bila jatuh cinta. Alexa hanya bisa tersenyum.


Perjalanan yang lumayan panjang membuat Alexa tertidur. Jackson lalu memarkirkan mobilnya disebuah cafe. Perlahan ia menepuk pipi Alexa dengan lembut, berusaha membangunkannya.


"Sayang, bangun." Bisik Jackson ditelinga Alexa.


Perlahan Alexa membuka matanya dan langsung kaget saat wajah Jackson hanya berjarak 5 senti dari wajahnya. Jackson dengan cepat mengecup bibir Alexa.


"Ayo keluar. Kita istirahat dan minum di cafe itu dulu." Ucap Jackson.


Keduanya lalu turun. Jackson memperlakukan Alexa begitu berbeda. Ia seperti seorang suami yang menjaga isterinya yang tengah hamil. Alexa dibuat geleng-geleng kepala melihat kelakuan pria yang belum genap 24 jam menjadi kekasihnya itu.


Di dalam cafe keduanya menjadi pusat perhatian pengunjung lain karena perlakuan romantis yang dilakukan Jackson pada Alexa.


"Ayo buka mulut." Titah Jackson.


Alexa melirik ke seisi ruangan menatap para pengunjung lain yang senyum-senyum ke arahnya.


'Kenapa kau jadi lebay begini.' pikir Alexa.

__ADS_1


Jackson tak hentinya memperlakukan Alexa dengan romantis. Ia tak sungkan untuk menyuapi Alexa. Bahkan tak henti-hentinya mencium punggung tangan Alexa.


"Apakah kau bersedia untuk menikah dalam waktu yang dekat?" Tanya Jackson tiba-tiba.


Bola mata Alexa membulat sempurna ia tak percaya dengan apa yang dikatakan Jackson.


"Kamu serius?" Tanya Alexa.


"Untuk apa bercanda. Bukannya usia kita sudah matang untuk menikah?"


"Tapi, kita baru saja berpacaran. Bahkan belum 24 jam. Kau belum mengenal aku lama. Apalagi hubunganmu baru saja kandas."


"Aku tidak pernah mencintai Jennie. Hubungan kami hanya sebuah kesepakatan. Jadi...."


"Tapi....."


"Apa kau meragukan aku?"


"Tidak begitu sayang." Alexa mengusap pipi Jackson. "Urusan menikah itu gampang, tapi kau harus mengenalku lebih dalam, bagaimana latar belakangku, keluargaku. Dan yang utama restu dari keluargamu. Kalau dari pihak ku pasti tidak akan ada yang keberatan, karena aku sudah tidak punya orang tua. Berbeda denganmu yang masih memiliki orang tua yang lengkap. Pikirkanlah, apa mereka akan setuju kau menikah denganku."


"Aku tidak perduli sekalipun mereka tak setuju, karena yang akan menikah itu aku bukan mereka."


Alexa hanya bisa tersenyum. Ia kemudian larut dalam pikirannya. Ia memikirkan bagaimana jika Jackson mengetahui latar belakangnya yang merupakan Kakak tiri Jennie. Apakah Jackson masih bisa menerima dan mencintainya?


"Ada apa?" Tanya Jackson yang menyadari bahwa Alexa tengah memikirkan sesuatu.


"Tidak ada apa-apa." Balas Alexa tersenyum.


Keduanya kembali melanjutkan perjalanan setelah selesai melepas penat mereka di cafe. Kali ini Alexa lebih banyak diam, dia masih memikirkan bagaimana caranya untuk memberitahu Jackson yang sebenarnya.


'Aku perlu waktu dan tempat yang tepat untuk mengatakan semuanya. Untuk sementara biarkan semuanya berjalan dengan apa adanya.' pikir Alexa.


Mobil yang dikendarai Jackson akhirnya tiba di kota. Hari sudah menjelang malam, Jackson mengantar Alexa ke apartemen miliknya.


"Besok, aku akan menjemputmu saat ke kantor. Malam ini istirahatlah, aku mencintaimu." Ucap Jackson saat Alexa sudah turun dari dalam mobil.


Alexa hanya bisa mengangguk dengan tersenyum. Ia lalu melambaikan tangannya saat mobil Jackson berlalu meninggalkan pelataran parkir di apartemen Alexa. Dengan malas, Alexa berjalan masuk ke dalam gedung apartemen. Ia memilih untuk membaringkan tubuhnya di dalam kamar sebelum supir menjemputnya untuk pulang ke rumah.


Apartemen memang sudah mulai di kosongkan. Hanya tinggal beberapa potong pakaian saja yang ada. Alexa berencana menjual apartemen itu, karena ia sudah kembali tinggal di rumahnya.


"Baiklah. Aku akan mengatakan semuanya besok. Apapun resikonya, aku akan terima." Ucap Alexa.


Bersambung......

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan like, komen, vote dan beri hadiah juga ya.... 🥰


__ADS_2