Menjadi Wanita Penggoda

Menjadi Wanita Penggoda
MT 18: Mengerjai Bu Susan


__ADS_3

Pagi hari menjelang....


Matahari mulai menampakkan sinarnya. Setelah tidur nyenyak semalam, Alexa bergegas bangun dan bersiap ke kantor Jackson. Selesai dengan rutinitas paginya, Alexa menatap kalender yang menempel di tembok. Ternyata hari ini, adalah tanggal merah.


"Hufft...."


Alexa menertawakan dirinya sendiri, lalu kembali berganti pakaian. Ia memilih untuk pergi ke tempat gym hari ini karena sudah lama ia tak berolahraga.


Dulu, saat masih tinggal di kampung bersama Nek Aminah dan Kakek Parman, Alexa selalu melakukan olahraga ringan dengan berlari-lari kecil di jalanan setapak, atau sekedar membantu mereka mengangkat hasil kebun yang beratnya seperti tengah mengangkat beban 10 kilogram saat nge-gym.


Setelah kembali ke kota, Alexa memang mulai mencoba untuk pergi ke tempat tempat gym, dan belajar lebih dulu tentang seluk beluk fitness di internet. Banyak sekali masukan yang bisa ia pelajari.


Tiba di tempat gym, Alexa melakukan observasi sekitar. Hanya melakukan joging di treadmill dan mengayuh sepeda. Ada banyak sekali orang yang sudah mulai terbentuk badannya. Mereka sangat welcome dengan orang-orang baru. Apalagi, hentakan musik yang menambah semangat untuk berolahraga.


Karena Alexa tidak menyewa trainer, ia mengakalinya dengan para pria yang sudah kompeten.


"Mas bisa ajarin saya gak?" Tanya Alexa.


Pria itu memandangi tubuh Alexa yang berbalut pakaian ketat yang menonjolkan bentuk tubuhnya yang seksi.


"Tentu saja. Baru pertama kali nge-gym ya?" Tanya pria berotot itu. "Aku Jordi" lanjutnya.


"Alexa." Balas Alexa.


Setelah Jordi berlatih mengangkat beban, Alexa ikut mencoba, tentu dengan beban yang semampunya dulu. Saat posisi Alexa kurang tepat, Jordi tak segan memperbaikinya, agar Alexa tak cedera.


"Makasih." Ucap Alexa tersenyum.


Jordi lalu mengajak Alexa untuk melakukan sit up.


"Kayaknya aku gak bisa." Ucap Alexa ragu.


"Udah gak apa-apa. Biar aku yang pegangin kaki kamu."


Meski ragu, Alexa pun melakukannya dengan posisi tidur dan melekukkan kakinya. Jordi menahan kaki Alexa saat Alexa mulai melakukan sit up perlahan. Keduanya tertawa saat Alexa kesusahan melakukan sit up.


"Susah banget." Ucap Alexa yang memilih berbaring.


"Ayo bangun, satu latihan lagi selesai." Ajak Jordi.


Secara tiba-tiba, Alexa dikagetkan dengan sosok Jackson yang berdiri dibelakangnya saat latihannya dengan Jordi telah usai.


"Tu-Tuan...." Alexa gelagapan.


Jackson tersenyum sinis.

__ADS_1


"Sudah berapa banyak pria yang digoda asisten gue ini." Ucap Jackson lalu pergi begitu saja.


Sejak tadi, Jackson ternyata sudah melihat Alexa berlatih bersama Jordi. Dalam pikiran Jackson, Alexa benar-benar suka menggoda pria.


Alexa tak berniat untuk mengejar Jackson untuk menjelaskan semuanya.


'Toh mau bicara apapun, dia tetap saja dingin.' pikir Alexa.


"Sekarang bukan waktunya. Besok saja di kantor." Ucap Alexa kemudian keluar dari tempat gym.


Masuk ke dalam mobil, ponsel Alexa berdering, menampilkan nama Robby. Dengan malas Alexa menjawab panggilan dari Robby.


"Sayang, kamu dimana? Tadi aku mencari mu ke apartemen, kamu gak ada disana."


"Sorry Mas, akhir-akhir ini aku lagi sibuk kerja."


"Sepenting itukah pekerjaanmu sampai gak bisa ketemu sama Mas?"


"Bukan gitu Mas. Mas kan tahu sendiri aku ini hidup mandiri, sendirian. Gak ada orang tua yang bisa menunjang hidup aku. Jadi aku harus kerja keras buat menghidupi diri aku sendiri."


"Mas kan ada sayang. Mas bisa menafkahi kamu."


"Aku tahu, tapi semuanya gak akan cukup. Apalagi Mas udah punya anak. Isteri Mas pasti nuntut biaya hidup buat anak Mas."


"Sayang...."


"Mas akan lakuin semuanya sayang. Tapi kita ketemu ya. Mas kangen banget sama kamu."


"Kita akan ketemu Mas. Tapi gak sekarang."


Alexa lalu memutuskan panggilan telepon dengan Robby. Akhir-akhir ini, meski Robby meminta untuk bertemu, Alexa tetap membuat bermacam alasan untuk menghindarinya. Bagi Alexa, tujuan utamanya sekarang adalah Jackson, bukan lagi Robby. Dan yang perlu dipastikannya hanyalah, Robby akan benar-benar bercerai dengan Gea dan dirinya bisa mengambil semua aset yang dimiliki Robby.


Dalam perjalanan pulang menuju apartemennya, Alexa memilih mampir makan siang di sebuah restoran. Tanpa disangka, Alexa bertemu dengan Bu Susan, sang Ibu tiri yang baru saja datang dengan seorang pria yang tampak seusia dengannya. Bu Susan seperti tengah kasmaran dengan pria itu.


Alexa tersenyum, ia mencari kesempatan untuk mengerjai Ibu tirinya itu.


'Aku ada ide.'


Alexa lalu memanggil seorang pelayan.


"Mbak, mereka udah pesan makanan?" Tanya Alexa seraya menunjuk ke arah Bu Susan dan pasangannya.


"Sedang di siapkan." Balas pelayan itu.


Alexa lalu memberikan beberapa lembar uang pada pelayan wanita itu dengan memintanya memberikan dessert yang mengandung kacang kepada Bu Susan. Alexa tahu benar bahwa Bu Susan Alergi kacang. Jika ia memakan kacang, tubuhnya akan merasa gatal bahkan wajahnya bisa bengkak.

__ADS_1


"Tapi...." Pelayan itu ragu.


"Pria yang sedang bersamanya itu Papa saya. Dia itu tengah selingkuh sama Papa saya." Ucap Alexa berbohong. "Nih, aku tambahin lagi." Alexa kembali memberikan uang kepada pelayan itu. "Bilang aja, kuenya bonus buat mereka."


"Baik." Balas pelayan wanita itu kemudian pergi.


Alexa mulai menikmati makan siangnya sambil terus menatap ke arah Bu Susan dan pasangannya. Hingga yang ditunggu-tunggu Alexa terjadi, saat Bu Susan memakan kue coklat yang nyatanya diberi ekstrak kacang itu.


Suapan pertama, tak terjadi apa-apa pada Bu Susan. Hingga suapan ketiga, ia mulai terlihat menggaruk lengannya, kemudian punggung hingga wajahnya.


"Kenapa?" Tanya pria dihadapan Bu Susan.


"Gak tahu nih Mas, tiba-tiba tubuh aku gatal."


Dan tak butuh waktu lama, wajah Bu Susan mulai bengkak terlebih bibirnya yang terlihat seperti disengat lebah.


"Mas, tolong aku." Ucap Bu Susan.


Namun, pria yang bersamanya itu justru tengah fokus menatap Alexa yang terus mengerlingkan mata kearahnya dan melambaikan tangan.


"Mas, ayo antar aku pulang." Pinta Bu Susan.


Alexa segera bangun dari duduknya dan menggerakkan tangannya seolah memanggil pria yang ada dihadapan Bu Susan itu untuk mengikutinya.


Alexa kemudian keluar restoran setelah membayar makanannya dan terus saja melirik ke arah kekasih Bu Susan dengan tatapan sensual. Bu Susan menggoyangkan lengan sang kekasih yang sejak tadi tak menghiraukannya.


"Mas lihat apa sih? Ayo antar aku pulang." Teriak Bu Susan yang sontak membuat keduanya menjadi pusat perhatian.


Pria yang makan siang dengan Bu Susan itu sontak kaget setelah menyadari perubahan pada wajah Bu Susan.


"Hhiih...." Ia terlihat kaget sekaligus jijik melihat wajah Bu Susan yang membengkak dan penuh bintik merah. "Kau kenapa?"


"Sepertinya ada kacang di makanan ini Mas. Aku alergi kacang. Ayo antar aku ke rumah sakit." Ucap Bu Susan menarik lengan kekasihnya itu.


Kekasih Bu Susan lantas bangun, dan memandang Bu Susan dengan tatapan jijik.


"Maaf, aku tidak bisa mengantarmu. Kau pulang sendiri saja. Aku takut itu penyakit menular." Ucapnya lalu pergi dengan niat mengejar Alexa.


'Semoga wanita tadi masih ada diluar." Ucapnya dalam hati.


Bu Susan tampak kesal, sambil menahan sakit dan malu ia juga harus membayar makanan dengan uangnya sendiri. Kekasihnya pergi begitu saja tanpa membayar terlebih dahulu. Sementara di tempat parkir, kekasih Bu Susan celingukan mencari sosok Alexa yang nyatanya duduk diam di dalam mobil sambil tertawa memperhatikan pria itu yang meninggalkan Bu Susan.


"Hahaha, puas sekali rasanya."


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa tekan tombol like, vote dan beri hadiah. Kalau bisa juga tinggalkan komen ya.... 😁😁


Oh ya, maaf kalau suka telat up, atau terlalu sedikit up nya. Gak tau kenapa sistem NT sekarang beda sama yang dulu, untuk up 1 bab butuh waktu yang lebih lama dari biasanya. Sekali lagi maafin ya.... 🙏🙏


__ADS_2