Menjadi Wanita Penggoda

Menjadi Wanita Penggoda
MT 44: Bertemu Lagi


__ADS_3

Hari demi hari berlalu. Kehidupan Alexa mulai berjalan dengan baik. Perusahaan yang dipimpinnya mulai stabil. Pemberhentian kerjasama dengan perusahaan Jackson membuatnya tak lagi berhubungan dan mengetahui sedikitpun tentang Jackson. Alexa mulai terbiasa, meski terkadang bayangan Jackson masih menghantui dirinya, apalagi ia masih sering memimpikan pria yang sempat mencuri hatinya itu.


Sementara di tempat berbeda, Jackson benar-benar dihantui oleh bayangan Alexa. Bagaimana tidak, setiap hari, dimana pun ia selalu mendengar kabar tentang Alexa. Baik saat bekerja maupun lewat media. Saat mengurus bisnisnya, kolega Jackson selalu menyebut CEO baru PT Intan Jaya yang begitu hebat mengembangkan perusahaannya.


Begitu juga di media, selain memberitakan tentang kesuksesan Alexa, media juga tak luput memberitakan tentang kehidupan pribadinya termasuk tentang perkara yang dihadapi Alexa di persidangan tentang percobaan pembunuhan yang dialaminya beberapa tahun silam oleh Robby mantan suaminya beserta Jennie dan Gea yang juga melibatkan Nyonya Susan sebagai pelaku utama.


Malam ini, seperti biasa. Jackson kembali keluar rumah menuju sebuah bar yang mulai sering di datanginya. Bar yang bernuansa koboi yang pemiliknya merupakan pasangan suami istri itu. Kali ini ia datang seorang diri, ia ingin menghibur dirinya.


"Selamat datang Tuan Jackson." Sapa Bartender yang sudah sangat akrab dengannya itu.


Jackson hanya mengangguk, tanpa bicara Bartender itu langsung menyiapkan minuman yang biasa di pesan Jackson.


Satu gelas besar bir penuh diletakkan di hadapan Jackson. Dengan satu kali tenggak, Jackson menghabiskan segelas bir itu. Bartender hanya menatap Jackson dengan tangan yang sibuk menyiapkan minuman pelanggan lainnya. Dia kembali menyiapkan minuman Jackson tanpa diminta.


"Ada apa Tuan Jackson?" Tanya Bartender. "Sepertinya Anda sedang memiliki masalah yang sangat berat."


Jackson menghela napas panjang, terdengar begitu berat.


"Entahlah, aku juga tidak tahu." Balas Jackson. "Eddy apakah kau pernah patah hati?" Tanya Jackson pada Bartender yang bernama Eddy itu.


"Tentu saja pernah Tuan. Siapa yang tidak pernah patah hati. Patah hati itu bukan hanya terjadi karena putus cinta. Kehilangan orang yang paling tersayang selain kekasih, baik itu orang tua, sahabat, bahkan hewan peliharaan juga kita bisa patah hati." Balas Eddy sang Bartender.


Jackson mengangguk.


"Apa Anda sedang putus cinta?" Tanya Eddy.


Jackson tiba-tiba tersenyum.


"Sudah terjadi beberapa saat yang lalu. Tapi entah kenapa aku tidak bisa melupakannya padahal aku mengenal wanita itu hanya dalam waktu 1 bulan saja. Dan yang lebih lucunya kami resmi berpacaran hanya dalam waktu 24 jam." Ujar Jackson yang begitu terbuka pada Eddy.


"Lalu, apa yang terjadi?"


"Aku memutuskannya."


"Kenapa?"


"Aku tak bisa menjelaskan padamu secara detail. Intinya dia menipuku."


Eddy mengangguk, dan kembali sibuk menyiapkan minuman untuk pelanggan yang baru saja datang.


"Apa wanita itu terlihat tidak mencintaimu Tuan?" Tanya Eddy sembari sibuk menyiapkan minuman.


"Aku tidak tahu. Aku sendiri bingung, semua yang aku rasakan tentang dirinya, cintanya adalah nyata. Tapi...."


"Apakah Anda yang memutuskan hubungan?"


Jackson mengangguk.


"Komunikasi yang jujur dalam sebuah hubungan merupakan hal yang perlu dilakukan. Ketika kita sudah terbiasa untuk bersikap jujur terhadap pasangan, maka hubungan yang dijalani pun akan minim dengan pertengkaran. Ketika Tuan merasa sedang dibohongi oleh pasangan Tuan, jangan langsung marah padanya. Sebab yang harus Tuan lakukan terlebih dahulu adalah berpikir positif. Yakinkan diri Tuan bahwa ia sedang tidak berbohong, meski pada akhirnya Tuan mengetahui bahwa ia berbohong Tuan pun harus berfikir dan yakin bahwa mungkin ada suatu alasan yang penting dan masuk akal mengapa ia tidak sampai berkata jujur pada Tuan. Mengertilah terhadap pasangan Tuan dengan segala alasan yang ia katakan."


Jackson terdiam, ia kembali menenggak minumannya.


"Coba tanyakan mengapa ia berbohong. Daripada marah dan kesal gak karuan, lebih baik Tuan tanyakan langsung pada pasangan Tuan. Apakah benar bahwa ia sedang berbohong dan jika ia mengiyakan, maka hal yang harus Tuan tanyakan adalah alasan mengapa pasangan Tuan bisa sampai berbohong. Dan yang perlu Tuan ketahui, ketika Tuan ingin menanyakan perihal kebohongan yang dilakukannya Tuan harus bertanya dengan sikap yang tenang." Lanjut Eddy sembari menyerahkan minuman pada pelanggan lain.


Eddy lalu berdiri mendekat ke depan Jackson, karena tak ada lagi pelanggan yang perlu dilayani.


"Coba Tuan pandang permasalahannya dari dua sisi yang berbeda." Ucap Eddy lagi. "Setelah mengetahui alasan yang membuat pasangan Tuan berbohong, maka yang harus Tuan lakukan sebagai pasangan yang baik adalah dengan mencerna permasalahan yang sedang dihadapi oleh pasangan Tuan. Pandanglah permasalahanya dari dua sisi yang berbeda dan Tuan pun akan mengerti mengapa ia berbohong."


"Bagaimana jika kebohongan yang dilakukannya tidak bisa dimaafkan?" Tanya Jackson.


"Lakukan hal yang Tuan sukai. Daripada memikirkan pasangan Tuan yang sedang berbohong lebih baik lakukan kegiatan yang Tuan sukai, seperti traveling, menulis dan menonton film. Melakukan hal-hal tersebut akan membuat Tuan melupakan kebohongan yang dibuat oleh pasangan Tuan. Setelah melakukan kegiatan yang Tuan sukai, Tuan pun bisa meredam emosi yang sudah berkecamuk dalam hati. Keadaan yang sebelumnya membuat hati Tuan kesal berubah menjadi lebih santai dan bahagia." Jawab Eddy.


Seorang pelanggan duduk berjarak dua kursi dengan Jackson. Eddy dengan segera menyiapkan pesanan pria itu. Setelah selesai, ia kembali berbicara pada Jackson.


"Selain itu, Tuan juga bisa hangout bareng teman dan sahabat. Orang kedua yang selalu dekat dan mengerti tentang diri Tuan selain keluarga adalah sahabat dan teman-teman Tuan. Ajak mereka keluar untuk sekedar nongkrong membahas hal-hal lucu yang dapat melupakan kekesalan Tuan. Namun, jangan ceritakan masalah yang sedang Tuan alami sebab nantinya mereka akan langsung mengecap jelek pasangan Tuan dan menyuruh Tuan untuk segera menyudahi hubungan dengan pasangan Tuan sekarang."


"Masalahnya, hubungan itu memang sudah berakhir." Ucap Jackson lagi.


"Ya kalau begitu, Tuan tinggal coba melupakannya saja. Toh Tuan sendiri tidak bisa memaafkan kebohongan yang diperbuatnya. Jadi satu-satunya cara adalah melupakan pasangan Tuan itu."


"Tidak semudah itu Ed..."


"Kalau begitu maafkan." Balas Eddy.


Jackson menghela napas panjang. Kembali mengingat bayangan Alexa.

__ADS_1


"Entahlah, sulit bagiku untuk memaafkannya."


"Kalau begitu jangan salahkan gue jika dia tertarik sama gue." Ucap seseorang yang tiba-tiba berdiri dibelakang Jackson dan menepuk pundaknya.


Pria itu lalu duduk disamping Jackson dan meminta minuman pada Eddy. Jackson mencebik kesal karena pria yang duduk disampingnya itu tak lain adalah Morgan.


"Ngapain lo disini?" Ucap Jackson kesal.


"Kenapa? Lo pikir ini cuma tempat lo buat nongkrong. Ini juga tempat gue biasa nongkrong." Balas Morgan santai.


Eddy memberikan minuman yang dipesan Morgan.


"Wah, ternyata Tuan Jackson dan Tuan Morgan saling mengenal."


"Tentu saja. Karena kami menyukai wanita yang sama." Balas Morgan.


Eddy menaikkan alisnya sebelah dan memandang Jackson yang kembali menghabiskan gelas birnya yang ketiga.


"Gue gak pernah menyukai wanita yang sama dengan selera lo." Ucap Jackson.


"Oh ya? Gue pikir lo menyukai Alexa. Ternyata...."


"Jangan pernah menyebutkan nama wanita itu lagi dihadapan gue."


"Oke fine. Relaks." Morgan menepuk pundak Jackson, yang langsung ditepis Jackson.


Morgan tersenyum lalu meminum minumannya kembali.


"Jadi lo udah lepasin dia?" Tanya Morgan.


"Gue gak pernah punya hubungan apapun dengan wanita penggoda seperti dia." Jawab Jackson.


"Kalau begitu, lo jangan keberatan jika gue dan Alex...."


Jackson menatap Morgan dengan tajam, membuat pria itu menghentikan bicaranya.


"Gue udah bilang, kalau gue gak punya hubungan apapun dengan dia. Jadi lo bebas ngelakuin apapun." Jackson lalu berdiri, mengambil dompet dari dalam saku cela nya kemudian memberikan beberapa lembar uang kepada Eddy.


"Thanks Ed..." Ucapnya.


Jackson menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia kembali terbayang wajah Alexa yang tersenyum.


"Sial. Kenapa sulit sekali melupakan wanita itu." Ucapnya.


Ia juga kembali teringat akan ucapan Morgan tadi di bar.


"Aku tak perduli meski dia dekat dengan Morgan sekalipun terserah." Ucap Jackson lagi, ia terlihat sangat kesal.


Mobilnya mengerem mendadak karena menabrak seekor kucing yang tiba-tiba melintasi jalan. Dahi Jackson terbentur setir mobil, ia menjadi semakin kesal.


"Kucing sialan." Teriaknya seraya keluar dari dalam mobil.


Dari seberang jalan seorang wanita berlari kencang untuk menyelamatkan kucing yang tergeletak di jalan itu.


Jackson terdiam, ia berdiri mematung memandang wanita yang mengenakan dress berwarna peach itu menunduk dan mengangkat kucing yang tertabrak.


"Hei, anda kalau bawa mobil itu lihat-lihat dong. Jangan asal ke..." Ucapan wanita itu sontak terhenti saat menatapi pria dihadapannya adalah Jackson.


'Alexa....' ucap Jackson dalam hati.


Alexa hendak berlalu dengan menggendong kucing yang terlihat tidak apa-apa itu. Namun, Jackson dengan cepat menarik tangan Alexa hingga membuat kucing itu terjatuh lalu berlari begitu saja.


"Lepaskan aku." Teriak Alexa berusaha melepaskan pegangan Jackson.


Jackson tak bereaksi, ia hanya memandang Alexa dengan tatapan dingin lalu menarik Alexa ke arah mobilnya dengan kasar.


"Mau apa kau?" Teriak Alexa lagi.


Jackson lalu mendorong Alexa membuatnya tersudut karena bersandar di mobil. Jalanan yang sepi dan mobil Jackson berhenti tepat di depan sebuah mini market yang memang selalu buka 24 jam.


"Apa yang dilakukan seorang wanita sepertimu di jam 11 malam seperti ini?" Tanya Jackson.


"Bukan urusanmu." Balas Alexa.


"Apa kau sedang menggoda pria? Atau kau sedang menjajakan tubuhmu? Berapa tarif mu? Biarkan aku membayar mu malam ini."

__ADS_1


Plak!! Alexa mendaratkan sebuah tamparan pada wajah Jackson.


"Kenapa kau menjadi semakin galak begini? Bukankah terakhir kali kau tak ingin putus denganku?" Ucap Jackson semakin mendekatkan wajahnya pada Alexa.


Alexa dapat mencium bau alkohol dari napas Jackson.


"Kau mabuk." Balas Alexa.


"Katakan, kenapa kau berbohong padaku?"


"Tidak ada yang perlu aku katakan lagi. Kau sudah mendengarkan semua penjelasan ku."


"Kenapa kau melakukan semuanya?"


"Aku tidak punya jawaban. Lebih baik kau segera pulang." Alexa segera mendorong Jackson yang seketika terhuyung dan terjatuh di aspal.


Alexa yang hendak berjalan kembali menghampiri Jackson dan membantunya untuk bangun.


"Berapa banyak yang kau minum?" Tanya Alexa. "Biasanya kau selalu bisa menjaga image mu meski sedang mabuk." Ucap Alexa.


"Tidak banyak, hanya 3 gelas besar bir dan tadi di mobil aku meminum vodka."


'Ya Tuhan...' Alexa membantu Jackson berdiri dan mendekat ke arah mobilnya.


"Pulanglah, sebelum kau menabrak orang lain." Ucap Alexa.


"Bisakah kau membantuku?" Tanya Jackson.


"Maaf aku tidak bisa. Lebih baik kau telepon orang mu atau sahabatmu."


"Aku tidak punya siapa-siapa." Balas Jackson.


"Terserah." Ucap Alexa seraya berjalan jauh meninggalkan Jackson yang terlihat berusaha berdiri dengan bertumpu pada mobil.


Alexa hendak menuju mobilnya yang terparkir di depan minimarket. Ia baru saja pulang dari pesta ulang tahun kekasih Lika dan mampir di minimarket untuk membeli minuman ringan dan camilan. Saat keluar dari dalam minimarket dan memasukan belanjaan ke dalam mobil, Alexa melihat sebuah mobil yang mengebut kencang dan menabrak seekor kucing. Tak disangka pengemudi mobil itu adalah Jackson.


Alexa hendak masuk ke dalam mobilnya, namun ia kembali melihat ke arah Jackson yang terlihat benar-benar mabuk karena tak bisa menahan tubuhnya sendiri untuk berdiri. Jackson terlihat duduk di samping mobilnya.


Alexa menghela nafas panjang, kemudian menelepon sopirnya memintanya untuk menjemput mobil Alexa yang ada di depan minimarket. Ia lalu kembali berjalan mendekati Jackson yang terduduk di aspal.


'Yes, berhasil.' ucap Jackson dalam hati.


"Menyusahkan sekali." Ucap Alexa lalu membantu Jackson berdiri.


Alexa lalu membantu Jackson masuk ke dalam mobil sembari menunggu sopirnya datang. Tak butuh waktu lama sopir Alexa datang karena memang jarak dari rumah Alexa ke lokasi minimarket sangat dekat.


"Sopirku akan mengantarmu pulang." Ujar Alexa.


Namun Jackson tak merespon, ia tampak tertidur lelap.


"Saya tidak tahu dimana alamat pria ini Non."


"Dia tinggal di...."


Alexa kembali menghela napas panjang. Jika meminta sopir mengantar Jackson ke apartemen miliknya hanya akan semakin merepotkan. Belum lagi Jackson yang tertidur dan akan sangat menyusahkan bagi sopirnya jika sampai membawa Jackson masuk ke apartemennya.


"Baiklah, Bapak bawa mobil saya saja pulang. Biar saya yang antar dia." Ucap Alexa.


"Lalu bagaimana Anda pulang ke rumah nanti?"


"Biar aku pikirkan nanti. Ini sudah larut malam. Bapak segera pulang dan istirahatlah." Ucap Alexa.


Sopir Alexa mengangguk lalu masuk ke dalam mobil Alexa dan melaju pergi. Sementara Alexa masuk ke dalam mobil Jackson dengan perasaan kesal.


"Menyusahkan saja." Gerutu Alexa.


Mobil melaju pelan, Jackson yang terpejam di samping Alexa tiba-tiba tersenyum tipis.


'Berhasil.' ucapnya lagi dalam hati.


Bersambung....


Jangan lupa tinggalkan like, komen, vote dan beri hadiah juga ya... 🥰


Mohon maaf jika banyak terdapat kesalahan penulisan, author tetap berusaha memberikan yg terbaik. Tapi memang tidak mudah menyusun naskahnya hingga menjadi sempurna. Tetap saja ada typo, atau yang lainnya... So terima kasih buat kalian yang sudah sangat mengerti... 🙏

__ADS_1


__ADS_2