Menjadi Wanita Penggoda

Menjadi Wanita Penggoda
MT 33: Berhasil


__ADS_3

Pagi hari merupakan awal untuk memulai segala aktivitas. Semua orang ingin mengawali pagi dengan cara mereka sendiri. Tetapi tidak semua orang dapat menikmati pagi seperti biasanya.


Di Ibu Kota, menikmati pagi mungkin caranya berbeda dengan daerah lainnya. Mungkin karena kesibukan kota yang menjadikan pagi tidak begitu akrab dengan orang-orang yang tinggal disini. Kesibukan orang melakukan aktivitas, bekerja dan hal lainnya melupakan mereka akan manfaat dan keindahan pagi yang sebenarnya.


Pagi menurut Alexa adalah suasana paling baik untuk menikmati, meluangkan sedikit waktu untuk penyegaran tubuh, bisa jadi kalau orang yang padat aktivitasnya, pagi mungkin bisa jadi solusi atau cara untuk mengurangi beban.


Alexa, pada prinsipnya menikmati pagi itu sangat-sangat perlu. Karena suasana pagi yang dapat membantu cara berpikir menjadi lebih positif dan bahagia, sehingga tidak ada beban apapun yang menjadi pembatas dalam melakukan aktivitas yang akan dijalani berikutnya.


Menikmati cuaca yang cerah dari Sang Surya di pagi hari membantu Alexa merasakan anugerah Sang Pencipta dan tentunya bersyukur karena masih dapat bangun dan menikmati cuaca indah untuk menghadapi hari ini dengan lebih baik.


Perasaan Alexa menjadi tidak lagi terbebani, padahal semalam karena aktivitas. Alexa baru bisa tidur di pukul 02.00. Tetapi pagi ini, pukul 07.00 di sebuah gedung apartemen nan megah, Alexa lebih awal bangun pagi hari ini


Bangun pagi lebih awal meskipun semalam begadang, tidak membuat Alexa terbebani dengan keadaan seperti malas atau apapun. Entah, mungkin karena pagi di hari ini berbeda dengan suasana pagi dihari lainnya.


Pagi itu memang liar, setiap orang mungkin punya pandangan, pendapat tentang pagi itu berbeda. Tetapi Alexa lebih sering menyebut pagi adalah suasana paling liar. Memilih bangun pagi terlalu cepat mungkin buat sebagian orang akan mengurangi waktu tidur mereka yang tidak cukup. Alexa malah berbeda, bangun pagi memberikan banyak manfaat buat tubuh dalam hal kesehatan.


Apalagi pagi ini, Alexa akan menyaksikan satu persatu dari musih utamanya akan mendapatkan karma dari semua perbuatan jahat yang sudah mereka lakukan terhadap dirinya dimasa lalu. Dengan penuh semangat, Alexa keluar dari dalam gedung apartemennya setelah selesai dengan agenda paginya. Dimulai dengan mandi, sarapan dan bersolek.


Alexa tidak sendiri, kali ini ia ditemani seorang supir yang akan mengantarnya ke Pengadilan Agama dimana Robby dan Gea akan melakukan persidangan.


Suara ponsel Alexa berdering, dengan cepat Alexa menerima panggilan tersebut.


"Bos, hari ini Bu Gea dikatakan tidak akan hadir di persidangan. Bagaimana menurut Bos?" Tanya seseorang dari seberang telepon.


"Biarkan saja. Kamu siapkan saja semuanya, setelah dari pengadilan segera bawa Robby ke rumah utama. Kita ketemu disana." Jawab Alexa.


Sambungan telepon terputus. Alexa kembali memasukkan ponsel berwarna putih miliknya ke dalam tas lalu mengenakan kacamata hitam.


"Jalan Pak." Titah Alexa.


Mobil Alexa pun berjalan keluar dari pelataran parkir gedung apartemen menuju Pengadilan Agama.


***************


Sidang sudah dimulai, dan hakim pun tengah membacakan putusan. Sementara Alexa duduk tersenyum memandangi Robby yang duduk didampingi kuasa hukumnya dengan wajah yang tertunduk.


"...........Menyatakan bahwa Termohon yang telah dipanggil secara resmi dan patut untuk menghadap di persidangan tidak hadir;



Mengabulkan permohonan Pemohon dengan verstek;


Memberi izin kepada Pemohon (Robby Anggara bin Handoko) untuk menjatuhkan talak satu raj'i terhadap Termohon (Gea Marissa binti Wijayanto) di depan persidangan Pengadilan Agama Kota X;


Membebankan kepada Pemohon untuk membayar seluruh biaya perkara ini sebesar Rp. 520.000 ,-........"



Setelah agenda persidangan selesai, Robby keluar gedung persidangan dikawal ketat dua orang suruhan Alexa. Robby lalu masuk ke dalam sebuah mobil dimana ia akan dibawa menuju kediaman Bu Susan.


Mobil yang ditumpangi Alexa melaju dengan perlahan, dan membiarkan mobil yang membawa Robby berjalan lebih dulu dan jauh di depan.


Tiga puluh menit kemudian.....

__ADS_1


Hati Alexa mulai goyah saat ia tiba di depan rumah yang dulu menjadi tempat dimana ia tumbuh. Ternyata Bu Susan sama sekali tidak merubah apapun yang ada dari halaman depan rumah itu. Suasananya masih sama, sama persis seperti terakhir kali Alexa melihatnya.


Di ruang keluarga semua orang sudah duduk berhadapan dengan Robby yang hanya bisa menunduk. Bu Susan terus menyumpahi Robby dan menanyakan dimana ia menyimpan semua berkas yang diambilnya dari dalam brankas. Sementara Gea sendiri, memilih bungkam. Ia sudah tak kuasa lagi untuk menghadapi segala situasi yang terjadi.


"Kamu masih punya muka kembali ke rumah ini setelah apa yang sudah kamu lakukan." Teriak Jennie.


"Jennie, kamu diam saja. Biar Mama yang urusin semuanya." Ucap Bu Susan.


"Urusin apa? Apa Mama masih berpikir kalau pria ini akan mengembalikan apa yang sudah dia ambil dari Mama? Gak akan Ma. Pria ini serakah." Balas Jennie.


"Dia gak akan bisa ambil apapun dari Mama. Semua ini milik Mama. Milik kalian juga." Ucap Bu Susan.


"Siapa bilang?" Ucap Alexa yang tiba-tiba muncul di ruang keluarga.


Semua orang menatap Alexa. Alexa masuk dengan begitu anggun, ia mengenakan pakaian terbaiknya dan tampil sangat cantik. Bahkan Jennie yang baru melihatnya semalam seperti tidak mengenalinya.


"Siapa kau?" Teriak Bu Susan.


"Aku pemilik rumah ini." Ucap Alexa santai.


"Heh, apa maksud kamu ngaku-ngaku?" Teriak Bu Susan lagi.


Alexa mendekati Robby lalu mengelus pipinya lembut.


"Mas, apa kamu mau diam saja tanpa mengatakan apapun pada mereka? Bukankah kamu bilang, kamu sangat mencintai aku. Dan akan melakukan apapun yang aku minta?" Ucap Alexa genit.


Gea memanas, ia bangun dari duduknya dan berteriak menunjuk Robby.


Namun Robby memilih diam saja. Sementara Jennie terus menatap Alexa lalu mengingat sesuatu.


"Kau..... Kau perempuan murahan yang semalam aku temui berduaan dengan Jackson kan?" Teriak Jennie.


"Apa maksud kamu Jen?" Tanya Gea.


"Gak salah lagi Kak. Dia adalah wanita yang sudah merebut Jackson dari aku. Dan ternyata dia juga berhubungan dengan suami kamu." Jawab Jennie.


"No...no...no.... Lebih tepatnya mantan suami." Alexa menyela ucapan Jennie. "Tadi pagi kan Mas Robby sudah resmi bercerai dengan Mbak.... Gea." Lanjut Alexa dengan mengerlingkan matanya.


"Apa mau kamu?" Teriak Bu Susan.


"Simpel saja." Jawab Alexa. "Aku mau mengambil kembali semua hak aku. Rumah, ini, perusahaan, dan semua aset yang kalian rampas dari aku."


"Bicara apa kamu?" Teriak Bu Susan lagi.


"Mas Robby, ayolah Mas bantu aku. Aku malas untuk menjelaskan semuanya." Ucap Alexa manja dengan menepuk pundak Robby.


Robby menatap Gea, Jennie dan Bu Susan bergantian.


"Berikan semuanya kepadanya." Ucap Robby.


"Gila kamu." Teriak Bu Susan.


Alexa tertawa lalu mengambil sebuah berkas dari dalam tasnya dan melemparkan ke arah Bu Susan.

__ADS_1


"Baca itu, dan kalian akan tahu semuanya."


Bu Susan bergegas membaca isi berkas itu dan ia sangat terkejut saat melihat semua aset yang dimiliki sudah berganti nama dengan nama D.Alexandra dan juga aset yang dimiliki Robby berganti nama menjadi Parman.


"Apa-apaan ini Robby?" Tanya Bu Susan.


"Itu artinya kalian bukan pemilik rumah ini dan semua aset-aset yang selama ini kalian nikmati. Semuanya mi-lik-ku. Milikku...." Ucap Alexa.


"Kurang ajar kau." Teriak Jennie berusaha meraih Alexa, namun dengan cepat beberapa orang masuk ke dalam rumah saat Alexa berteriak masuk.


Bu Susan, Gea dan Jennie kaget saat beberapa orang pria dan seorang wanita yang semuanya mengenakan pakaian serba hit masuk ke dalam ruang keluarga.


"Siapa kalian? Mau apa kalian masuk ke rumahku?" Teriak Bu Susan lagi.


"Ckckckck.... Rumahmu?" Ejek Alexa. "Sudah ku katakan padamu Bu Susan yang mmmmmm apa yah?" Alexa berusaha mencari kata yang tepat. "Oh ya, Ibu tiri yang kejam dan tamak." Lanjutnya. "I i adalah rumahku, Dara Alexandra."


Bu Susan dan kedua anaknya terkejut saat nama itu diucapkan.


"Da..... Dara...."


"Iya.... Ini aku DA-RA. Apa kalian tidak bisa mengenali aku." Ucap Alexa. "Aku kembali dari kematian untuk membalaskan dendam ku pada kalian. Dan hari ini kalian semua akan membusuk di penjara." Lanjutnya.


Beberapa orang pria itu lalu mulai memegangi tangan Bu Susan, Gea dan Jennie.


"Tidakk...." Teriak Gea.


Tiba-tiba anak Gea berlari ke arahnya.


"Mama mau dibawa kemana?" Teriak Gabby histeris.


"Bawa anak itu keluar. Hantarkan dia pada kakeknya." Titah Alexa.


"Tidaaakk...." Teriak Gea lagi.


Sementara Bu Susan masih terdiam karena tidak bisa mencerna apa yang sedang terjadi. Jennie sendiri terus menatap Alexa dengan penuh kebencian.


Alexa mendekati Jennie dan meraba wajahnya kemudian....


Plakkkkk!!!!


"Bagaimana rasanya kebahagiaanmu direnggut begitu saja dalam waktu sekejap?" Tanya Alexa.


"Kau tidak akan bahagia. Tunggu sampai aku memberitahu Jackson siapa kau sebenarnya." Balas Jennie.


"Silahkan saja. Jika kau masih memiliki waktu untuk itu." Ucap Alexa. "Bawa mereka semua ke kantor polisi." Teriak Alexa.


Semua orang lalu keluar dari dalam rumah membawa Bu Susan, Gea, Jennie dan Robby menuju kantor polisi. Meninggalkan Alexa yang berdiri seorang diri di ruang keluarga.


Setelah semua orang pergi, Alexa dapat bernapas lega. Air mata malah mengucur begitu saja ke pipinya.


"Pa.... Aku berhasil." Ucap Alexa tersenyum.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2