
Bel berbunyi tandanya istirahat.
Seperti biasa, yang memesan makanan adalah Yesi. Tari dan Shila langsung duduk dimeja kosong. Dan Zaky pun menghampiri Tari.
"Gue boleh gabung?" Tanya Zaky. Tari belum meresponnya tetapi Zaky langsung duduk disampingnya Tari, Tari hanya meliriknya dengan sudut matanya.
"Udah pesen?" Tanya Zaky pada Tari dengan melihat Tari.
"Udah" jawab tari dengan datar.
Akhirnya Yesi pun datang dengan membawa pesanannya.
"Lo disini, ngapain? Gangguin Tari lagi ya?" Tanya Yesi dengan mengernyitkan alisnya.
"Engga, cuma numpang duduk aja" jawab Zaky yang terus memperhatikan Tari.
"Mending lo pindah aja, tuh masih ada meja kosong" ucap Yesi dengan menunjuk meja kosong.
"Kalo gue gak mau?" Tanya Zaky dengan menatap tajam Yesi. Saat Yesi hendak menjawab, tiba-tiba Amanda menghampiri Zaky.
"Eh sayang, kok duduk disini. Kita duduk di sana yu" ajak Amanda dengan menarik tangan Zaky.
"Apa sih lo, ganggu gue aja. Pergi sana" ucap Zaky dengan nada tegas.
"Kok kamu gitu sih" ucap Amanda dengan bergelayut ditangan Zaky.
"Kita pergi" ajak Zaky pada kedua temannya karena risih dengan tingkah Amanda.
"Apa lo" ucap Amanda pada Tari, Yesi, dan Shila. Dan Amanda pun langsung duduk di sebrang meja yang kosong.
"Dih aneh lo" ucap Tari.
Bel berbunyi tandanya masuk.
Guru tidak masuk karena adanya rapat, akhirnya semua teman sekelasnya Tari hanya mengisinya dengan berbincang, jajan di kantin, tidur, bermain ponsel, dan bermain game.
"Tari, nanti lo jadi pulang sama Zaky?" Tanya Yesi pada Tari.
"Gak tau, dia gak ada ngajak lagi. Lagian kalo ngajak pun gue gak mau" jawab Tari, Yesi pun menjawab dengan anggukan.
Tidak terasa waktunya mereka pulang, dan bel pun berbunyi.
"Yesi, gue boleh main dirumah lo dulu gak?" Tanya Tari pada Yesi dan Shila
"Boleh dong, tapi ko tumben dadakan?" Tanya lagi Yesi
"Mama gue pulangnya agak malem, kalo papa emang biasa pulang malem" jawab Tari
"Ya udah kita jalan sekarang yu" ajak Yesi pada Tari dan Shila.
Sesampainya diparkiran..
__ADS_1
"Tari, gue kan naik motor sama Shila, lo gimana? Apa mau bonceng tiga aja?" Tanya Yesi dengan tertawa.
"Ya kali sih, gue dianter sopir gue. Kalian duluan, nanti gue ikutin di belakang" jawab Tari.
***
"Zaky, kita nongkrong di cafe lo yu" ajak Leon pada Zaky
"Gak bisa, gue ada urusan" jawab Zaky dengan serius dan langsung menyalakan motornya. Leon dan Martin pun hanya mengangguk dan Zaky langsung pergi dari hadapan mereka.
Zaky berniat ke alamat yang dikasih mamanya. Zaky berharap dia bisa bertemu dengan Mentari teman kecilnya itu.
"Gue gak sabar ketemu Mentari" gumam Zaky.
Sesampainya di alamat rumah tersebut, Zaky tidak melihat aktivitas orang di sana. Zaky menunggu lumayan lama dan karena bosan, Zaky pun pergi untuk pulang ke rumah nya.
***
Sesampainya dirumah Yesi, Tari dan Shila pun langsung masuk ke dalam, dan terlihat ada mamanya Yesi yang sedang menonton tv.
"Kamu udah pulang, eh ada Shila juga dan satu lagi siapa namanya?" ucap mamanya Yesi dan tersenyum ke arah Tari dan Shila.
Tari dan Shila pun mengangguk.
"Nama saya Tari Tante" ucap Tari dan menyalimi tangan mamanya Yesi.
"Tante mamanya Yesi, ya udah kalian duduk dulu. Tante bikinin minum dulu ya" ucap mamanya Yesi dengan tersenyum dan menyuruh duduk.
"Enggak repot kok, sebentar ya" ucap mamanya Yesi dan berjalan ke arah dapur.
Mereka bertiga berbincang bincang sambil menonton tv. Tidak lama mamanya Yesi pun datang dengan membawa minuman beserta cemilannya.
"Ini Shila, Tari.. maaf ya cuma ada ini" ucap mamanya Yesi dengan menyodorkan minuman dingin dan kue.
"Makasih Tante" ucap Tari dan Shila.
"Tante tinggal dulu ya, kalian makan ya kue nya. Itu buatan Tante sendiri loh" ucap mamanya Yesi langsung pergi ke belakang. Dan Tari pun mengangguk.
"Makan Tari, cobain kue bikinan mama gue, enak loh" ucap Yesi dan langsung membuka wadah kue nya. Tari dan Shila pun langsung mengambilnya dan memakannya.
"Wah enak juga ya, mama lo jago bikin kue ya?" Tanya Tari dengan menikmati kue nya itu.
"Iya, mama gue suka banget bikin kue buat cemilan" jawab Yesi.
Mereka pun akhirnya menonton, berbincang di ruang tengah dan pindah ke kamar Yesi. Waktu terasa begitu cepat, sudah sore saja. Tari dan Shila pun berpamitan untuk pulang.
"Yesi, udah sore nih.. gue pulang dulu ya" ucap Tari dengan melirik jam ditangannya.
Mereka pun pindah lagi ke taman depan sambil menghirup udara dan melihat orang lewat dari sela-sela pagar rumahnya.
"Ya udah gue juga pamit ya" ucap Shila yang ikut pulang juga.
__ADS_1
"Ya udah kalian hati-hati ya" jawab Yesi dengan melirik ke arah Tari dan Shila.
"Lo mau gue anterin gak?" Tanya Tari dengan becandain Shila.
"Boleh deh, 5 detik juga udah nyampe rumah gue hahaha" jawab Shila dan mereka tertawa.
"Ya udah gue duluan ya, Bye" ucap Tari dan langsung menjalankan mobilnya.
***
Ke esokan harinya pas disekolahan, Zaky mengikuti langkah Tari yang baru saja datang dan menuju kelas.
Tari tidak menanggapinya, semua orang melirik ke arah mereka. Tiba-tiba Tari pun tersandung kakinya sendiri, dan dengan cepat Zaky menahan tubuh Tari yang hendak jatuh. Mereka saling pandang cukup lama.
"Ekhem" Leon dan Martin yang pura-pura batuk.
Semua orang yang ada disana pun bersorak mengatakan CIE.
Pipi Tari begitu merah karena malu, dan jantung Zaky yang berdegup begitu cepat. Tari pun langsung pergi ke kelas meninggalkan Zaky. Zaky terkekeh kecil melihat tingkah Tari yang menurutnya begitu menggemaskan.
"Tari, pipi lo kenapa?" Tanya Yesi yang penasaran.
"Gak papa" ucap Tari yang langsunv menutupi pipinya dengan kedua tangannya.
Bel berbunyi tandanya masuk.
Guru pun masuk untuk mengajar. Dua pelajaran pun terlewati.
Bel berbunyi tandanya istirahat.
"Ayo ke kantin, gue gak kuat pengen makan" ajak Shila.
"Hahaha ayo ayo" ucap Tari dengan tertawa.
Tiba-tiba Tari kaget karena didepan pintu kelasnya ada Zaky yang menunggunya. Tari tidak mau menanggapinya, tetapi tangan Tari di tahan dan digandeng oleh Zaky.
"Bareng gue" begitulah ucapan Zaky dengan datar dan pandangan lurus ke depan. Kedua teman Tari pun ikut kaget. Kedua teman Zaky hanya menggeleng melihat tingkah Zaky yang mulai menaksir perempuan disekolahnya. Semua murid memperhatikan mereka, sampai dikantin Zaky pun duduk disamping Tari.
Zaky bersikap begitu karena Zaky yakin bahwa Tari itu adalah Mentari teman kecilnya. Banyak bukti yang menunjuk kan bahwa dia teman kecilnya.
"Mau pesan apa? Biar gue pesenin" tanya Zaky pada Tari dengan menatap wajahnya.
Tapi Tari tidak menanggapinya dan memilih Yesi yang memesankan makanannya.
"Yesi, gue mau bakso sama teh manis dingin ya" ucap Tari pada Yesi. Zaky tidak marah, Zaky malah gemas melihat Tari.
"Oke, kalo lo Shila mau pesen apa?" Tanya Yesi pada Shila.
"Samain aja" jawab Shila.
"Biar gue aja yang pesenin" ucap Zaky dan langsung berjalan untuk memesankan.
__ADS_1
"Temen lo kesambet apaan?" Tanya Yesi pada kedua temannya Zaky.