Mentari Ku Kembali

Mentari Ku Kembali
Bab 13. Mendapat Restu


__ADS_3

Akhirnya Zaky pun mengantarkan Tari pulang.


"Kamu mau masuk dulu? Tanya Tari pada Zaky.


"Boleh?" Tanya Zaky pada Tari. Dan Tari pun mengangguk.


Tari dan Zaky masuk ke dalam, ternyata ada mamanya Zaky juga yang sedang berkunjung ke rumah Tari.


"Eh ada tante Ratna juga" ucap Tari yang langsung menyalami tante Ratna dan mamanya, begitupun dengan Zaky.


Zaky langsung duduk dan Tari langsung memeluk mamanya.


"Kenapa anak mama ini?" Tanya mama Desi dengan mengusap kepala Tari.


"Tadi disekolah ada yang jailin Tari, pintu toilet gak bisa dibuka. Kata Zaky gagang pintunya ditahan dengan sapu dan kursi." Ucap Tari hampir menangis lagi.


Mama Desi dan tante Ratna pun kaget mendengarkan.


"Tapi Tari gak papa kan?" Tanya tante Ratna.


"Gak papa tante, untung ada Zaky. Kalo enggak, mungkin Tari pingsan" jawab Tari yang masih sedih.


"Makasih ya Zaky udah bantu Tari" ucap mamanya Tari pada Zaky.


"Sama-sama tante, itu udah kewajiban Zaky" jawab Zaky dengan tersenyum. Mamanya Tari pun bertanya-tanya didalam hatinya apa yang dimaksud kewajiban.


"Mama, Tari laper.. kita makan yu" ucap Tari pada mamanya.


"Mama sama tante Ratna baru aja selesai makan, kamu makan sama Zaky aja ya" jawab mamanya Tari dengan tersenyum.


"Ya udah yu makan" ajak Tari dan langsung menggandeng tangan Zaky. Zaky dan Tari pun berjalan menuju meja makan.


"Saya seneng bu anak kita bisa bersama seperti dulu lagi" ucap mamanya Zaky.


"Iya saya juga, semoga mereka bisa tambah deket lagi ya bu" jawab mamanya Tari dengan tersenyum.


"Iya saya juga berharap seperti itu" ucap mamanya Zaky dan tersenyum.


Zaky dan Tari pun makan bareng dan saling melemparkan tatapan dan senyuman.


"Aku seneng banget deh bisa deket lagi sama kamu" ucap Zaky yang sedang mengunyah makanannya.


Tari pun hanya menjawabnya dengan mengangguk.


Selesai makan, Tari dan Zaky pun duduk di taman belakang.


"Wah, ini kamu yang menanam bunga bunga disini?" Tanya Zaky yang merasa takjub.


"Bukan, ini semua mama yang desain, mama juga yang mengurusnya setiap hari. Aku hanya bantu bantu nyiram aja" jawab Tari dengan cengengesan dan langsung duduk di kursi, Zaky pun ikut duduk dikursi.


"Zaky, nanti senin kan ulangan tengah semester. Kamu harus belajar dengan giat ya." ucap Tari dengan tersenyum.


"Kita belajar bareng aja yu, aku suka males kalo belajar sendiri" ucap Zaky pada Tari.


Zaky memang dikelas tukang bolos, jika ada ulangan Zaky memilih untuk belajar dimalanya, walaupun cuma semalam, daya ingat Zaky cukup kuat sehingga apa yang dibaca akan mudah diserap olehnya. Dan nilai ulangan-ulangan kemarin pun lumayan besar.


"Ya udah kita mulai belajar besok ya, besok kan libur dan seninnya ulangan" ucap Tari dengan serius.


"Boleh, disini atau dirumah kamu atau mau diluar rumah?" Tanya Zaky


"Dirumah kamu aja, aku kan belum pernah ke rumah kamu" ucap Tari dengan cengengesan.


"Oke" jawab Zaky dan mengacak rambut Tari.


"Zaky ayo kita pulang, udah sore" ajak mamanya Zaky. Zaky pun mengangguk.

__ADS_1


"Kalo gitu aku pulang dulu ya, Zaky pulang dulu ya tante" Ucap Zaky pada Tari dan mamanya Tari. Tari pun menggangguk.


"Kita anter sampai depan ya Tari" ucap mamanya Tari, sesampainya digerbang..


"Ya udah ya bu kita pamit dulu" ucap mamanya Zaky dan memeluk mamanya Tari.


"Tari, tante pulang dulu ya" ucap mamanya Zaky dengan tersenyum pada Tari.


"Iya tante hati-hati ya"jawab Tari dengan membalas senyuman mamanya Zaky.


Zaky dan mamanyapun pulang menggunakan motor Zaky, karena tadi mamanya Zaky diantar sopir kesini.


Tari dan mamanya pun masuk ke dalam rumah,


"Ma, Tari masuk dulu ya, Tari mau mandi" ucap Tari pada mamanya.


"Iya sayang, nanti turun ya kita makan. Papa juga katanya lagi dijalan mau pulang" jawab mamanya Tari dan tersenyum, Tari pun membalas senyumannya sembari mengangguk.


Sesampainya di kamar, Tari langsung mengambil handuknya dan mandi. Selesai mandi, Tari duduk sebentar dimeja rias, Tari menatap dirinya sendiri sambil tersenyum.


"Tari masih gak nyangka ternyata Zaky adalah Bintang Ku, pantesan Zaky memakai kalung bentuk matahari, dan ternyata.... Hahaha" gumam Tari dengan tertawa sambil memegang kalungnya.


Tari pun turun ke bawah untuk makan bersama, Tari menunduk melihat kakinya yang melangkah.


"Serius banget kamu jalan nya Tari" ucap papanya dan tersenyum.


"Eh papa, udah pulang" ucap Tari dan menyalami tangan papanya.


"Iya, hari ini tidak begitu banyak orang yang masuk rumah sakit, jadi masih bisa ditangani sama dokter lain." Ucap papanya dengan tersenyum ke arah Tari. Tari pun mengangguk dan membalas senyuman papanya.


Tari dan orang tuanya pun langsung makan bersama, selesai makan mamanya langsung mencuci piringa kotor, sedangkan papanya dan Tari masih duduk dimeja makan. Tari sedang memakan buah dan papanya pun mulai membuka percakapan.


"Tari, kapan kamu ulangan tengah semester?" Tanya papanya Tari.


"Ya udah kamu belajar yang rajin ya biar lancar mengisi semua soalnya" ucap papanya dan tersenyum.


"Iya pa, besok juga mau belajar bareng sama Zaky, mungkin sama temen yang lain juga" jawab Tari dan tersenyum.


"Oh iya Zaky ya, papa belum sempet bertemu lagi sama Zaky, terakhir waktu dia papa rawat ya" ucap papanya..


"Nanti deh kalo papa pas gak kerja, Tari ajak main Zaky kesini" ucap Tari dengan senyum memperlihatkan giginya.


"Kata mama, kamu sama Zaky makin deket ya"goda papanya pada Tari.


"Ah enggak ko pa, mungkin karena kita udah lama gak ketemu, apalagi Zaky kan temen kecil Tari" jawab Tari yang kaget akan pertanyaan papanya itu.


"Tapi kalo pun bener kamu makin deket sama Zaky..... Papa sama mama setuju kok" goda papanya pada Tari.


"Papa apaan, Tari kan masih sekolah" jawab Tari yang menahan malu, tapi pipinya Tari merah. Papanya yang menyadari bahwa Tari sedang menahan malu akhirnya papanya pun pergi ke ruang tengah untuk menonton tv.


"Ya udah papa ke ruang tengah dulu ya, mau nonton tv.. liat berita hari ini" ucap papanya dengan tersenyum dan mencolek pipi Tari yang merah. Tari pun menjawabnya dengan anggukan. Tari pun pergi ke kamarnya, Tari merebahkan tubuhnya. Iya teringat kejadian di sekolah tadi. Tari tidak tau jika tadi Zaky tidak menolongnya. Kemudian Tari mengambil ponselnya dan menerima pesan baru dari Shila.


"Tari, besok kita belajar bareng yu" tanya Shila pada Tari.


"Boleh aja, tapi kita belajarnya dirumah Zaky ya, soalnya aku sama Zaky juga udah janji belajar bareng" balas Tari.


"Emang gak papa? Nanti kita ganggu kalian gak?" balas Shila


"Ya enggak lah, ganggu apaan. Kita janjian dirumah gue aja ya. Zaky mau jemput gue soalnya" balas Tari.


"Okedeh, tapi lo bilang dulu ya sama Zaky. Takutnya dia gak ngebolehin gue sama Yesi gabung" balas Shila.


"Iya nanti gue bilang sama dia" balas Tari.


Kemudian Tari pun menelpon Zaky., Zaky yang waktu itu sedang memikirkan Tari pun akhirnya merasa senang karena dapat panggilan suara dari Tari.

__ADS_1


"Halo Zaky" ucap Tari


"Iya, halo. Kamu kangen ya makanya nelpon aku" ucap Zaky dengan menggodanya.


"Hahaha, Zaky besok jadi kan belajar bareng?" TanyaTari.


"Jadi dong, emang kenapa?" tanya lagi Zaky.


"Tadi Shila chat aku katanya ngajak belajar bareng, ya udah aku suruh aja janjian dirumah aku. Kita belajar bareng bareng dirumah kamu ya" ucap Tari. Zaky berdiam sejenak, ia sedikit merasa kesal karena Zaky inginnya berduaan sama Tari tapi malah ada pengganggu.


"Halo Zaky, kamu masih disitu?" Tanya Tari.


"Iya iya, yaudah aku juga ngajak Leon sama Zidan juga ya, biar temen kamu itu ada temennya" ucap Zaky.


"Hahah ya udah terserah kamu aja, kalo gitu udah dulu ya" ucap Tari.


"Ya udah, kamu yang matiin aja" ucap Zaky


"Ya udah aku matiin ya, bye sampai ketemu besok" ucap Tari dan langsung menutup telpon tersebut.


Zaky pun langsung menghubungi kedua temannya untuk mengajaknya belajar bareng.


Tari menyimpan ponselnya dan pergi ke balkon, Tari melihat kendaraan-kendaraan yang berlalu lalang, ini memang jamnya pulang kerja. Sehingga jalanan sedikit macet.


Tari menguap, dirinya merasa ngantuk. Niatnya Tari hanya ingin merebahkan tubuhnya, tetapi malah tertidur.


***


Ke esokan harinya,.


Tok tok tok


"Tari, bangun sayang.. ada Zaky nunggu kamu dibawah" panggil mamanya Tari.


Tari pun terbangun dan membuka pintu,


"Iya ma kenapa? Hari ini kan hari minggu" ucap Tari dengan rambut yang masih acak acakan.


"Kamu ini, katanya kalian mau belajar bareng" ucap mamanya Tari.


"Ah iya, Tari lupa ma. Kalo gitu Tari mandi dulu ya" ucap Tari dan langsung mengambil handuknya untuk mandi. Mamanya pun hanya menggeleng melihat tingkah Tari.


"Mama sama papa tunggu di bawah ya, nemenin Zaky" ucap mamanya dan pergi meninggalkan kamar Tari.


Selesai mandi, Tari langsung turun ke bawah.


"Hei, maaf ya lama" sapa Tari pada Zaky.


"Enggak ko" jawab Zaky dengan tersenyum.


"Kita sarapan dulu ya, biar belajar nya semangat" ucap mamanya Tari.


Zaky dan Tari pun mengangguk.


"Papa engga ke rumah sakit?" Tanya Tari


"Enggak, papa libur dulu.. kan ada Zaky, jadi kalo nanti Zaky anter kamu pulang papa bisa ngobrol dulu. Kemarin ketemu kan pas Zaky nya masih terlelap tidur nyenyak." Ucap papanya dan tersenyum ke arah Zaky.


"Oh iya om, soal itu. Zaky berterima kasih sama om dan Tante, sama Tari juga. Kalian udah bantuin Zaky, Zaky sangat sangat berterimakasih" ucap Zaky dengan tersenyum.


"Udah seharusnya kita saling bantu kan" jawab papanya Tari pada Zaky.


"Udah yu kita sarapan dulu" ucap mamanya Tari.


Maaf ya kalo ada yang salah dalam penulisannya. Seharusnya temannya Zaky itu Leon dan Zidan bukan Leon dan Martin.

__ADS_1


__ADS_2