Mentari Ku Kembali

Mentari Ku Kembali
Bab 9. Petunjuk Baru


__ADS_3

"Tari kemana aja? Bintang sedih waktu tahu kalo rumah kalian dijual" tanya tante Ratna.


"Maaf tante, waktu itu Tari dan sekeluarga terpaksa pindah keluar kota, dan ponsel mama dijambret" jawab tari dengan sedih.


"Oh, iya gak papa Tari, Dulu Bintang nangis terus mikirin Tari. Sekarang Tari tinggal dimana?" Tanya tante Ratna.


"Tari tinggal di jl.cempaka putih, oh iya tante, gimana kabar Bintang?" Tanya Tari


"Bintang baik-baik aja, sesekali dia sering melamun dan terdengar ucapan kangen mentari ku." Jawab tante Ratna dengan tersenyum.


Dan Tari pun tersenyum mendengarnya.


"Ya sudah Tari tante pergi dulu ya, nanti kapan-kapan tante main ke rumah kamu ya" ucap tante Ratna.


"Iya tante hati-hati" jawab tari sambil mengangguk, dan tante ratna pun pergi.


"Tari siapa ibu itu?" Tanya Shila dengan penasaran.


"Mamanya temen kecil gue" jawab tari


"Oh, tadi katanya mau main ke rumah lo. Lo gak sekalian minta nomernya? Biar gampang ngehubingin nya" tanya Shila.


"Ah iya gue lupa, saking senengnya sampe lupa gini" jawab tari dan langsung menepuk keningnya. Kedua sahabat tari pun menggeleng dan tertawa.


"Kita pulang yu, udah sore juga" ajak tari pada kedua sahabatnya.


"Ayo, tapi kita makan dulu ya. Gue laper pengen makan" jawab Yesi. Dan dijawab anggukan oleh Tari dan Shila.


Mereka pun pergi meninggalkan mall tersebut, dan tari melajukan mobil nya ke arah restoran.


"Tar, kita makan disini?" Tanya Shila dengan menatap restoran tersebut.


"Iya, kenapa?" Tanya tari


"Mana ada duit gue kalo makan disini" jawab Shila


"Iya tar, uang jajan gue juga udah abis sisa dikit" sambung Yesi.


"Tenang, biar gue yang bayar" ucap Tari dan langsung masuk ke dalam, mereka duduk dekat jendela. Dan mereka pun mengangguk.


***


Tante Ratna pergi ke kamar Zaky.


Tok tok tok


"Zaky, mama boleh masuk?" Tanya mamanya pada Zaky


"Masuk aja" jawab zaky dengan datar.


Ceklek


"Kamu sedang apa, mama ganggu?" Tanya mamanya pada Zaky

__ADS_1


"Engga" jawab Zaky dengan tanpa melihat ke arah mamanya.


"Mama mau bicara sama kamu, ini soal mentari teman kecil kamu" ucap mamanya. Zaky pun langsung melirik ke arah mamanya.


"Ada informasi apa?" Tanya Zaky pada mamanya


"Tadi mama tidak sengaja ketemu sama Mentari di mall, kata Mentari waktu itu dia tidak ada niatan ninggalin kamu. Tapi Mentari terpaksa ikut pindah dengan orang tuanya keluar kota. Ponsel mamanya Mentari dijambret sehingga tidak bisa mengabari kita" ucap mamanya pada Zaky.


"Terus gimana lagi?" Tanya Zaky


"Ya terpaksa mama pamit pulang, karena waktu itu mama bersama teman mama, tapi Mentari memberikan alamat rumahnya pada mama" ucap mamanya Mentari.


"Mana alamatnya" jawab Zaky dengan datar.


"Alamatnya di jl.cempaka putih" ucap mamanya


"Udah kan, silakan keluar" ucap Zaky dengan ketus.


Zaky begitu ketus kepada mamanya karena dulu mamanya sempat ketahuan menyelingkuhi papanya, tapi papanya bertahan demi Zaky yang masih butuh kasih sayang seorang ibu, mamanya memang sudah meminta maaf tapi Zaky tetap bersikap kesal dan berubah sifatnya seperti sekarang yang susah diatur.


"Ya udah mama keluar ya" ucap mamanya pada zaky, Zaky tidak menanggapinya. Mamanya pun tersenyum sabar melihat anak satu-satunya itu.


Mendengar apa yang dikatakan mamanya Zaky pun berniatan untuk ke alamat itu sepulang sekolah besok.


***


Balik lagi pada Tari.


"Mau mampir dulu?" Tanya Yesi pada Tari.


"Kapan-kapan aja ya yes, udah sore juga. Salam aja sama orang tua lo" jawab Tari


"Ya udah hati-hati lo" ucap Yesi. Dan tari pun mengangguk lalu menjalankan mobilnya menuju rumahnya.


Sesampainya dirumah, Tari langsung masuk ke kamar dan mandi.


Selesai mandi tari langsung turun dan ingin memberitahukan yang tadi di mall.


"Mama, mama, mama" panggil tari pada mamanya


"Disini di taman" jawab mamanya


Tari pun langsung menghampiri mamanya yang sedang duduk-duduk dikursi taman.


"Kamu udah pulang?" Ucap mama Desi dengan tersenyum.


"Udah ma, oh iya ma tadi Tari ketemu sama seseorang loh" ucap Tari dengan tersenyum.


"Oh ya, ketemu siapa emangnya sampe seneng gitu?" Tanya mamanya.


"Sama tante Ratna" jawab Tari yang masih tersenyum.


"Tante Ratna mamanya Bintang?" Tanya mama Desi.

__ADS_1


"Iya, tadi tari gak sengaja ketemu tante Ratna di mall. Awalnya tante Ratna gak ngenalin Tari. Tapi tari yang langsung nanya kalo itu tante Ratna, dan ternyata bener. Terus tadi juga nanyain alamat rumah kita, terus tari kasih aja" jawab Tari dan langsung memakan kue yang ada dimeja.


"Terus Tari nanyain gak nomer handphone nya?" Tanya mama Desi pada Tari.


"Justru itu ma, Tari lupa. Saking senengnya Tari sampe lupa" jawab tari dengan cengengesan.


"Ya udah gak papa, kita tunggu aja semoga  tante Ratna kesini ya" ucap mama Desi dengan mengelus kepala Tari. Dan Tari pun mengangguk.


"Ya udah ma Tari ke kamar dulu ya" pamit tari dan langsung beranjak dari kursi. Mamanya pun mengangguk.


Keesokan harinya saat dimeja makan..


"Tari, nanti mama pulangnya agak malem ya, soalnya di butik lagi rame-rame nya orang untuk memesan baju sesuai ke inginan mereka, Tari gak papa kan sendirian dirumah?" Tanya mama Desi pada tari.


"Gak papa ma, disini kan ada mba asih juga yang nemenin Tari. Kalo papa pulang malem juga?" Jawab tari dan langsung nanya pada papanya.


"Seperti biasa tari" ucap papanya dengan mengangkat sebelah alisnya dan tersenyum.


Tari pun mengangguk, dan pamit untuk berangkat sekolah.


"Ma, pa, tari berangkat sekolah dulu ya" ucap Tari dan langsung menyalami tangan mama papanya.


"Iya Tari hati-hati" jawaban dari orang tuanya dengan mengecup kening tari.


Sesampainya disekolah..


Semua orang melirik ke arah Tari, terutama para siswi yang saling berbisik entah membicarakan apa. Yang jelas mereka semua meliriknya, Tari berjalan begitu cepat ke arah kelasnya.


Gubrakkk


Tari tidak sengaja menabrak Zaky, karena Tari terus berjalan dengan melihat kaki nya melangkah.


"Maaf gak sengaja" ucap tari yang hendak mau pergi tapi ditahan Zaky.


"Tunggu, lain kali hati-hati ya cantik" ucap Zaky dengan mencolek dagu Tari. Semua orang bersorak melihat pemandangan itu.


Tari tidak menanggapi nya dan memilih untuk melanjutkan ke kelasnya.


Zaky pun hanya terkekeh kecil melihat tingkah Tari.


Sesampainya dikelas, tari langsung di introgasi oleh kedua sahabatnya karena Tari memasang wajah kesal.


"Tari, lo kenapa dateng-dateng cemberut gitu?" Tanya Yesi dengan penasaran.


"Tadi pas gue jalan ke sini anak anak pada ngeliatin gue dan mereka saling berbisik, tapi gue gak tau mereka ngomongin apa. Yang jelas semuanya ngeliatin gue" jawab Tari dengan kesal.


"Bisa jadi gara gara mereka tahu kalo Zaky memfollow lo, mereka cemburu kali" ucap Shila. Tari pun langsung kaget.


"Masa iya sih cuma gara gara itu doang" ucap Tari


"Menurut lo Zaky follow lo adalah hal sepele, tapi bagi mereka bisa aja hal besar" jawab Yesi dengan serius. Tari pun terdiam, Dan bel berbunyi tandanya masuk.


Pelajaran dimulai, semua murid dengan serius mengikuti pelajaran yang guru berikan. Dan dua pelajaran terlewati.

__ADS_1


__ADS_2