
Selesai makan, kedua teman Tari dan Zaky sudah sampai didepan rumahnya Tari.
"Om, Tante, Zaky sama Tari pamit dulu ya, temen temen udah nunggu didepan soalnya" ucap Zaky dan menyalami tangan orang tuanya Tari, begitupun dengan Tari.
"Ya udah kalian hati-hati ya" ucap mamanya Tari dan tersenyum.
"Zaky, om titip Tari ya" ucap papanya Tari dan menepuk pundak Zaky.
"Siap om, Zaky akan antar Tari pulang dengan selamat" jawab Zaky yang membuat semuanya tersenyum.
Sesampainya didepan gerbang, terlihat semua teman-temannya sudah menunggu.
"Ayo berangkay" ucap Zaky.
"Eh gue kira lo masih di jalan Zak, soalnya lo gak bales chat gue" ucap Leon.
"Ya kali gue maen handphone depan calon mertua gue" ucap Zaky yang membuat semuanya Kaget.
"Cie cie" begitulah ucapan dari Yesi dan Shila.
"Udah ah yu berangkat" ucap Tari yang tersenyum kecil.
Mereka pun akhirnya berangkat menuju rumah Zaky.
Sesampainua dirumah Zaky, mama dan papanya Zaky menyambut kedatangan mereka dengan duduk di kursi teras rumahnya.
"Eh ada Tari juga, sini kalian masuk" ucap mamanya Zaky sambil membuka kan pintu
"Misi om, tante" ucap semuanya dan menyalimi mama dan papanya Zaky.
"Tumben pa belum berangkat ke kantor?" Tanya Zaky pada papanya.
"Bentar lagi papa ke kantor, kan papa nunggu kalian dulu.. apalagi papa belum ketemu sama Tari walaupun Tari satu sekolah sama kamu" ucap papanya Zaky dengan tersenyum.
Tari pun tersenyum.
"Karena sekarang papa sudah ketemu sama Tari, papa berangkat ke kantor dulu ya.. Tari, om ke kantor dulu ya" ucap Papanya Zaky dengan melirik ke arah Tari dan tersenyum.
"Iya hati-hati om" ucap Tari dengan membalas senyumannya.
"Kalian bebas aja disini, anggap rumah sendiri" ucap papanya Zaky dan langsung pergi masuk mobilnya.
"Ya udah tante ke belakang dulu ya, ambil minum buat kalian. Karena ART disini sedang pulang kampung dulu" ucap mamanya Zaky dan pergi ke dapur.
"Zaky, kata lo nyokaplo sibuk ke cafe.. ini buktinya ada" ucap Leon.
"Kan lagi deketin gue makanya udah beberapa hari selalu dirumah, sesekali sih ke cafe cuma cek keuangan" jawab Zaky dengan datar. Tari pun tersenyum dan mengelus pundak Zaky, dan Zaky pun membalas senyuman Tari.
Yesi dan Shila tidak mengerti apa yang dimaksud ucapannya Zaky barusan, tapi Yesi dan Shila pun tidak mau menanyakannya karena takut itu privasi mereka.
__ADS_1
"Hmmm kita belajar pelajaran apa dulu nih?" Tanya Yesi
"Matematika aja ya, besok kan ada matematika" ucap Tari dengan melirik ke teman-temannya. Mereka pun mengangguk.
Mereka belajar dengan serius, dan mamanya Zaky pun datang membawakan minuman dan cemilan.
"Ini minuman sama cemilannya di meja ya, kalian lanjut belajarnya, tante mau ke depan dulu" ucap mamanya Zaky.
"Terimakasih tante" ucap serentak Tari dan teman-temannya.
Selesai belajar, merepun mamakan cemilan yang tadi dibawakan oleh mamanya Zaky,
"Eh udah lewat dzuhur nih.. Zaky, kita ke cafe lo yu.. kita nongkrong" ucap Leon pada Zaky
"Boleh aja, kamu ikut ya" ucap Zaky pada Leon dan melirik pada Tari.
"Iya, tapi Yesi sama Shila juga ikut ya" ucap Tari dengan melirik kedua temannya.
"Iya, gimana ka lo sama Yesi, dan Zidan sama Shila. Biar kaya triple date gitu" ucap Zaky dengan ketawa.
"Wah boleh juga tuh idenya" ucap Tari dengan menggoda kedua temannya.
Awalnya Yesi dan Shila tidak mau, tetapi karena Tari yang memaksanya akhirnya mereka menyetujui nya.
Sesampainya di cafe, suasana sangat ramai.. Dan ternyata mamanya Zaky pun berada di Cafe.
"Makasih tante, tadi Zaky mengajak kita, karena besok ulangan jadi sekalian cari udara aja" ucap Tari dengan membalas senyumannya.
"Tante ke dalam dulu ya, masih ada pesanan yang belum diselesaikan" ucap mamanya Zaky dan pergi ke dalam, mereka menjawab dengan anggukan.
"Kita mau duduk dimana nih?" Tanya Leon karena melihat semua kursi penuh.
"Bentar gue liat ke atas dulu" ucap Zaky dan langsung naik ke atas siapa tahu ada kursi yang kosong.
Dan benar saja ada dua meja yang kosong.
"Di atas aja yu, ada dua meja yang kosong" ucap Zaky dan langsung menggandeng tangan Tari.
"Tapi nanti kalo ada yang kesini dan gak ada meja kosong gimana?" Tanya Yesi dengan melirik ke arah Zaky.
"Ya biarin aja nunggu sampe ada yang kosong, atau lo semua mau duduk deket toilet? Biar ada kursi kosong buat orang lain kan." Ucap Zaky dengan datar. Yesi pun akhirnya tidak menjawabnya. Tari melirik ke arah Yesi dan tersenyum, Yesi pun ikut membalas senyuman Tari.
Mereka pun memesan makanan, Tari yang merasa takjub dengan suasana nya, karena sebelah depan adalah jalan raya dan jika melihat ke arah belakang adalah pesawahan yang masih hijau begitu segar. Tari menghirup udara dalam dalam dan mengeluarkan lewat mulutnya secara perlahan.
"Kamu suka?" Tanya Zaky dengan menatap Tari.
"Suka, suasana alamnya ada, suasana kota nya juga ada. Aku suka banget yang bernuansa alam gini, seger." Ucap Tari yang lanjut menghirup udara dalam dalam. Zaky pun tersenyum melihat tingkah Tari.
Beberapa menit kemudian makanannya pun jadi dan sudah ada didepan mata mereka. Mereka pun langsung mencoba menunya satu persatu, semuanya sangat menyukainya.
__ADS_1
"Gimana enak?" Tanya Zaky pada Tari. Tari pun mengangguk dan fokus makan.
"Kalo makan yang tenang, biar gak belepotan" ucap Zaky yang langsung mengelap bibir Tari dengan tisu, teman-temannya pun melihat perlakuan Zaky pada Tari yang membuat mereka iri.
"Zaky janga gitu lah, kita kita ini kan jomblo" ucap Zidan dengan cengengesan.
"Jomblo, hahaha kan ada tuh cewe cewe depan lo, kenapa gak ditembak aja" ucap Zaky dan tertawa.
"Emang lo udah jadian sama Tari?" Tanya Leon pada Zaky
Zaky pun langsung terdiam, karena Zaky sendiri belum pernah mengungkapkan perasaannya.
Dan pada waktu itu juga, didepan teman-temannya Zaky langsung mengajak Tari untuk berpacaran.
"Tari, aku tahu mungkin aku bukan cowok yang kamu mau, tapi aku akan terusaha supaya bisa yang terbaik buat kamu. Apa kamu mau jadi pacar aku dan serius sama aku?" Ucap Zaky yang langsung memegang tangan Tari. Tari masih terdiam, tari menatap mata zaky dalam dalam. Tari yang melihat sepertinya tidak ada kebohongan dimata zaky.
"Iya aku mau" jawab tari dengan tersenyum. Dan semua teman-temannya pun langsung bersorak ria.
Zaky pun langsung memeluk Tari karena begitu bahagia.
"Mulai sekarang, kita resmi pacaran. Aku milik kamu dan kamu milik aku. Gak boleh ada yang ketiga ya" ucap Zaky dengan menatap serius Tari. Dan tari pun menjawab dengan anggukan.
***
Hari ulangan tengah semester pun datang.
Zaky dan Tari datang lebih awal, karena ingin mengulang pelajaran yang mereka belajari kemarin, mereka belajar ulang di taman dekat lapang basket.
"Disini aya ya, biar deket ke kelas juga" ucap Tari dan langsung duduk di kursi taman.
Mereka pun belajar dengan serius, semua orang yang berlalu lalang pun melihat kedekatan Tari dan Zaky.
"Woy, serius amat" ucap Leon yang mengagetkannya.
"Berisik lo, ganggu tau gak" ucap Zaky dengan ketus. Leon dan Zidan pun hanya tertawa.
Bel masuk berbunyi.
Semua murid pun masuk ke kelasnya masing-masing, dan menaruh tasnya didepan dekat papan tulis.
Dibagikanlah kertas yang berisi soal-soal, Tari mengerjakan begitu fokus, Tari merasa ini adalah semua jawabannya adalah yang mereka pelajarin kemarin pas belajar bersama dirumah Zaky.
Dikelas Zaky pun sama, Zaky tidak ada kesulitan dalam mengerjakan soal-soalnya, terlebih kemarin dan tadi pagi belajar bersama Tari, yang membuatnya semangat. Dan Zaky pun orang yang pertama yang mengumpulkan jawabannya. Guru pun sempat tidak percaya, tetapi saat diperiksa hampir semua jawabannya Zaky benar semua.
Dikelas Tari pun juga sama, Tari adalah orang yang pertama mengumpulkan jawaban. Guru cukup heran ternyata Tari sang anak baru itu pintar.
Tari pun keluar kelas untuk menunggu kedua temannya didepan kelasnya, dan melirik ke arah kelas Zaky ternyata Zaky pun baru keluar dari dalam kelasnya. Mereka pun duduk dikursi taman dan bercerita cerita soal ulangannya.
Akhirnya kedua teman Tari dan kedua teman Zaky pun keluar menghampiri mereka, disusul dengan teman-teman yang lainnya yang baru saja menyelesaikan ulangannya.
__ADS_1