Mentari Ku Kembali

Mentari Ku Kembali
Bab 19. Orang Ketiga


__ADS_3

Keesokan harinya, Tari mulai masuk sekolah dan dijemput oleh Zaky. Sesampainya disekolah..


"Hai guys" ucap Tari pada Yesi, Shila, Leon, dan Zidan yang sedang duduk di kursi taman.


"Seneng banget nih kayanya, ada apa?" Tanya Yesi yang penasaran.


"Gak ada apa apa sih, cuma seneng aja" ucap Tari dan tertawa.


"Seneng gara gara dijemput aku kan" ucap Zaky dengan percaya diri.


"Hahaha bisa jadi" ucap Tari.


Bel pun berbunyi tandanya masuk..


"Aku gak bisa anterin kamu ke kelas ya, udah bel" ucap Zaky dengan mengelus kepala Tari.


"Iya gak papa, aku masuk dulu ya" ucap Tari dan pergi ke arah kelasnya.


Sesampainya dikelas, guru pun masuk dan membawa siswa baru. Tari kaget karena siswa baru itu adalah Robi, teman sekelasnya disekolah yang lama dan sekaligus mantannya. Robi pun mengenalkan dirinya didepan kelas.


"Hai, nama gue Robi, gue pindahan dari Bandung. Gue teman sekelas Tari sebelumnya" ucap Robi dan melirik ke arah Tari.


Tari tidak menyukai itu dan memilih membuang muka ke arah lain.


Robi pun duduk di bangku kosong di sebrang dekat dindik sebelah kanan.


Mereka pun belajar dengan serius, sesekali Robi mencuri curi pandangan pada Tari.


Dua pelajaran pun terlewati dan waktunya istirahat.


"Hai, mau ke kantin gak? Boleh gue ikut?" Ucap Robi gang sebenarnya hanya modus pada Tari.


"Gue udah sama Yesi, lo sama yang lain aja ya, tuh ada Aldi sama Martin", ucap Tari dan menunjuk ke arah Aldi dan Martin.


"Gue mau sama lo, kan gue belum tau kantin disini dimana" ucap Robi.


"Sama yang lain aja" ucap Tari yang hendak pergi tapi tangannya ditahan oleh Robi.


"Lo sama yang lain aja jangan sama gue, ngerti" ucap Tari dengan teriak, danTari pun langsung pergi ke kantin.


"Lo deketin dia?" Tanya Aldi pada Robi.


"Hahaha emangnya kenapa? Gak boleh?" Tanya Robi dengan tersenyum miring.


"Bukan gak boleh bro, lo tau Tari ini siapa?" Ucap Martin.


"Yang gue tau sih dulu Tari bilang kalo papanya magang dirumah sakit" ucap Robi.


"Lo salah besar, papanya Tari punya rumah sakit, dan mamanya punya beberapa butik. Dan lo tau gak kalo Tari udah punya pacar?" Tanya Aldi dengan serius.


"Pacar? Gue sih gak peduli, bakal terus gue gebet sampai gue dapet" ucap Robi dengan angkuh.


"Terserah lo deh, yang jelas jangan berurusan sama cowonya Tari. Kalo lo masih mau sekolah disini" ucap Aldi.


"Jangan ikut campur" ucap Robi dengan mendorong badan Aldi dan Robi pun langsung pergi ke kantin mengejar Tari.


"Aneh gue sama dia, dia anak baru kok bisa bisanya tingkahnya kaya gini" ucap Aldi sambil menggelengkan kepalanya.


"Udahlah biarin aja, mending kita ke kantin" ucap Martin. Aldi dan Martin pun akhirnya pergi ke kantin.


Di kantin, Sudah ada Zaky dan kedua temannya yang menunggu. Tari datang dengan wajah yang marah.


"Kenapa sayang?" Tanya Zaky pada Tari. Tari pun tidak menjawabnya karena sedang menahan emosinya.


"Ada apa?" Tanya Zaky pada Yesi dan Shila.


"Itu tadi di kelas kita ada siswa baru, kata Tari sih dia mantannya pas di sekolah dulu, dulu dia sama Tari sekelas. Terus barusan pas bel bunyi Tari disamperin sama cowo itu dan maksa Tari buat ke kantin sama dia" ucap Yesi.


"Siapa cowo nya? Yang mana orangnya?" Tanya Zaky dengan mengepalkan tangannya.


"Gue orangnya, mau apa lo?" Ucap Robi dengan menatap Zaky.


"Oh jadi lo, ngapain cewe gue lo?" Ucap Zaky dan langsung berdiri dari kursinya.


"Gue gak ngapa ngapain, gue cuma mau ke kantin sama dia" ucap Robi dengan tersenyum miring.


"Sialan lo, lo jangan ganggu cewe gue" ucap Zaky dan langsung mendorong badan Robi.


Saat Robi hendak memukul Zaky, Tari pun menghadangnya dan akhirnya pukulan itu kena pada area bibir kanan Tari. Semua orang pun menjerit melihat Tari yang terkena pukulan.


Emosi Zaky pun semakin naik.


"Tari maafin gue" ucap Robi dengan memegang pipi Tari.


"Jangan sentuh cewe gue" ucap Zaky dan langsung memangkunya ke UKS.


Robi hendak menyusul Zaky yang membawa Tari, tapi dengan cepat dihalangi oleh Leon dan Zidan.


"Lo jangan ganggu mereka" ucap Leon dengan menatap tajam ke arah Robi.


"Udah yu kita liat Tari" ucap Yesi yang mengajak Leon, Shila, dan Zidan pergi ke UKS melihat Tari.


"Awas lo" ucap Leon dan langsung pergi mengikuti langkah Yesi.


Semua orang memperhatikan Robi.


"Apa lo, mau gue tonjok juga" ucap Robi dengan ketus dan pergi meninggalkan kantin. Robi pun langsung disoraki seluruh siswa.


Sesampainya di UKS, Zaky langsung mengobati lebam di area bibirnya.


"Tahan ya", ucap Zaky dan langsung mengobatinya.


"Tari, gue gak nyangka itu anak baru bisa se nekad ini" ucap Leon pada Tari.


"Iya, dia dari dulu emang gitu, kasar orangnya" jawab Tari dengan menahan perih.


"Apa perlu aku minta sama papa supaya dia dikeluarin dari sekolah ini?" Ucap Zaky dan menatap Tari.


"Enggak perlu, yang penting kita gak papa. Ke depannya kita lebih hati hati aja ya" ucap Tari.


"Tari, ada apa?" Ucap om Yanto karena kaget mendengar ponakannya itu kena pukulan dan lebam di area bibirnya.


"Gak papa om, Tari baik baik aja" ucap Tari.


"Om panik, om takut kamu sampe pingsan lagi kaya dulu" ucap om Yanto.


"Gak papa om, nanti juga Tari masuk kelas" jawab Tari dengan tersenyum.


"Yasudah kalo gitu, Zaky om titip Tari ya" ucap Om Yanto.


"Siap om" jawab Zaky dengan tersenyum.


"Ya sudah om ngajar olahraga dulu ya, kalo ada apa apa kabarin om" ucap omnya.


"Maaf ya gara gara gue, istirahat kalian ke ganggu.. kalian makan aja, mumpung masih ada waktu istirahatnya" lanjut Tari.


"Enggak lah, kita kan temen lo. Masa lo kesusaham kita tinggalin" ucap Yesi.


"Gue gak papa ko, nanti juga gue masuk kelas" jawab Tari.


"Kamu serius mau masuk kelas?" Tanya Zaky.


"Iya, takut ketinggalan pelajaran juga kan" jawab Tari.


Bel pun berbunyi, Zaky pun langsung mengantarkan Tari ke kelasnya.


Sesampainya dikelas Tari..


"Tanggung jawab lo"


"Kasian tuh Tari"


"Anak baru gak tau diri"


Begitulah ucapan ucapan yang dilemparkan teman sekelas Tari pada Robi. Zaky dan Tari tidak menanggapinya, Tari langsung duduk dikursinya dan menyuruh Zaky untuk pergi dari kelasnya karena takut ada pertengkaran antara Zaky dan Robi.


"Berisik lo semua" ucap Robi dengan angkuh.


"Tari kamu gak papa?" Tanya Robi dan menghampiri Tari.


Tari pun tidak menanggapinya, karena benar benar tidak suka akan kehadiran Robi.


"Lo balik deh ke bangku lo, ganggu Tari tau gak" ucap Yesi dengan ketus.


"Diem ya, gue gak ada urusan sama lo" ucap Robi dengan menatap tajam Yesi.


"Balik ke bangku aja lo, disini lo sendiri. Kita semua mihak sama Tari dan Zaky, lo jangan macem macem" ucap Aldi. Robi pun langsung diam dan kembali ke tempat duduknya.


Guru pun masuk, mata guru tertuju pada area bibir Tari yang lebam.


"Tari, area bibir kamu kenapa?" Jawab Tari dengan tersenyum.


"Tari ke tonjok Robi buk" ucap salah satu siswa. Dan guru itu pun langsung menatap ke arah Robi.


"Betul itu Robi?" Tanya guru pada Robi.


"Iya bu, Tapi saya gak sengaja. Tadinya saya mau mukul Zaky, tiba tiba Tari menghalangi Zaky" ucap Roby seperti menahan kesal.


"Ada masalah apa sehingga kamu mau mukul Zaky?" Tanya Guru itu karena tau kalo Zaky sudah berubah menjadi lebih baik.


"Tidak ada buk, cuma bercanda aja" ucap Robi yang berbohong.


"Bohong tuh bu, Robo gak suka liat Tari deket sama Zaky" ucap salah satu siswa lagi. Dan Robi pun menatap tajam pada siswa tersebut.


"Kamu ini, baru pindah kesini sudah bikin kegaduhan aja" ucap Guru dengan menatap Robi dengan tajam.


"Maaf buk" ucap Robi dengan menunduk.


"Minta maaf sama Tari bukan sama ibu" ucap guru itu. Dan Robi pun menurutinya. Robi langsung berjalan ke arah Tari dan langsung meminta maaf.

__ADS_1


"Tari, maafin aku ya, aku bener bener gak sengaja", ucap Robi dengan menyodorkan tangannya. Dan semua pun menyoraki Robi. Tari pun mengangguk.


"Sudah sudah, kita mulai belajarnya ya" ucap guru itu.


Setelah pembelajaran selesai, Tari hendak pulang tapi Robi pun mengganggunya lagi.


"Tari, biar gue anterin ya" ucap Robi dan tersenyum.


"Maaf ya udah ada Zaky" ucap Tari dan pergi meninggalkan Robi. Karena merasa kesal, Robi pun mngeluarkan kata kata yang begitu menyakitkan bagi Tari.


"Lo jadi cewe jual mahal banget, lo dibayar berapa sampe mau dianter jemput sama dia, gue yang kenal lo lebih dulu, bukan dia" ucap Robi dengan lantang. Tari pun langsung balik lagi dan menampar Robi.


Disitu ada Zaky yang baru saja mau menjemput Tari ke kelasnya. Zaky pun langsung menghampiri Tari.


"Lo inget ya, gue bukan cewe yang lo bilang tadi. Dan asal lo tau, Zaky lah yang lebih dulu kenal gue. Zaky temen gue dari kecil, dan gue nyaman sama dia. Dengan sikap lp yang kaya gini, gue jadi makin ilfeel sama lo" ucap Tari dan hendak pergi meninggalkan Robi, pas Tari berbalik badsn untuk pergi, ternyata ada Zaky dibelakangnya.


"Kamu gak papa?" Tanya Zaky yang menatap Tari kemudian menatap Robi dengan tajam


"Gak papa, ayo pulang", ucap Tari dan langsung berjalan ke parkiran.


Zaky pun tidak ingin menanggapi Robi, dan memilih mengikuti langkah Tari, Robi pun merasa semakin kesal oleh sikap Tari, dulu Tari tidak pernah berkata kasar dan tidak sepemberani sekarang Robi tidak tau kalo Tari bisa menjadi sekarang akibat Tari yang sering dikasari oleh Robi, akhirnya saat mama papanya pindah ke jakarta dan Tari pun ikut pindah, Tari memutuskan untuk jadi kepribadian yang berani.


Sesampainya diparkiran, Tari berdiam saja, dan Zaky pun tidak ingin bertanya.


Akhirnya mereka pulang, dan Zaky sengaja mengajak Tari ke danau yang dulu sempat ada pameran.


"Kita ngapain kesini?" Tanya Tari pada Zaky.


"Biar kamu bisa luapin emosi kamu, dan kamu bisa tenang lagi. Aku gak mau kalo kamu terus diem gak ngomong ngomong" ucap Zaky dengan tersenyum dan memegang pipi Tari.


Tari pun tersenyum dan mengeluarkan kekesalannya dengan berteriak sekencang kencangnya.


"Gimana, apa udah mendingan?" Tanya Zaky dengan tersenyum. Dan Tari pun mengangguk.


"Makasih ya udah bawa aku kesini" ucap Tari dan langsung memeluk Zaky untuk pertama kalinya.


"Iya sama sama, kamu jangan sedih lagi ya" ucap Zaky dengan memeluk dan mengelus kepala Tari. Mereka pun terhanyut dalam pelukan selama beberapa meniy, akhirnya Tari sadar dan merasa malu dan langsung melepaskan pelukannya.


"Kenapa dilepas?" Tanya Zaky.


"Malu" ucap Tari dengan menunduk.


Tanpa persetujuan Tari, Zaky pun langsung memeluk Tari lagi.


"Kita pulang yu" ucap Tari yang masih dipeluk Zaky.


"Ayo, tapi kita makan dulu ya, kita ke cafe mama" ucap Zaky dan menggandeng tangan Tari. Tari pun hanya mengikutinya.


Sesampainya dicafe mamanya Zaky, mereka pun duduk diatas sembari menikmati suasa persawahan dan suasana jalanan lalu lintas.


Tiba tiba ada Robi, dan ternyata Robi yang dapat info dari Amanda kalo Tari dan Zaky sedang berada di cafe mamanya Zaky. Roby dan Amanda adalah sepupu, mereka berdua bersekongkol untuk memisahkan Tari dan Zaky.


Robi pun berjalan ke atas berpura pura mencari tempat duduk yang kosong, yang sebenarnya hanya ingin mengganggu Tari dan Zaky.


"Gak ada tempat kosong ya, eh ada kalian juga" ucap Robi yang berpura pura.


"Ngapain? Tanya Zaky dengan menatap tajam Robi.


"Gue mau makan, tapi tempatnya penuh" ucap Robi.


Tari dan Zaky pun tidak menanggapi perkataan Robi lagi.


"Gue boleh gabung disini ya?" Ucap Robi dan langsung duduk di kursi kosong meja mereka. Tari dan Zaky pun meliriknya dengan malas.


"Kalian udah lama disini?" Tanya Robi.


"Dah" ucap Tari dengan ketus.


"Lo mending pergi dari sini deh, ganggu" ucap Zaky dan menatap Robi dengan tajam.


"Santai bro, gue cuma mau makan bukan ganggu kalian" ucap Robi dengan tersenyum miring.


"Udah biarin aja lah, kita abisin dulu ini makanannya" ucap Tari dan menarik tangan Zaky untuk duduk. Mata Zaky yang terus menatap Robi dengan tajam.


"Ayo makan lagi biar cepet abis" ucap Tari pada Zaky.


Robi pun memandangi wajah Tari tanpa mengedip.


"Biasa aja dong liatnya, cewe gue nih" ucap Zaky dengan nada tinggi. Robi tidak menanggapinya, ia memilih untuk makan makanan Robi yang baru saja sampai dimeja. Sambil makan, Robi pun mencuri curi pandang pada Tari.


"Uhuk" Tari tersedak kentang goreng. Dengan cepat Zaky mengambil minum untuk Tari. Suasana hati Robi semakin panas, tidak suka atas apa yang dilihatnya barusan.


"Hati-hati ya makannya cantik" ucap Zaky dengan mencolek hidung Tari, Tari pun semakin malu. Zaky sengaja memperlihatkan sikap manisnya didepan Robi, Robi pun tidak tahan lagi dan memilih pergi begitu saja.


Zaky dan Tari pun tertawa melihat Robi yang pergi dengan kesal.


"Akhirnya tuh pengganggu pergi juga" ucap Zaky dan langsung menyantap makanannya lagi. Mereka pun lanjut makan.


"Lebam dibibir kamu masih sakit?" Tanya Zaky dengan menatap Tari.


"Sedikit perih sih, tapi gak papa kok" ucap Tari dengan tersenyum.


"Iya kan tadi aku panik, jadi ya aku refleks aja gitu halangin kamu" ucap Tari dan meminum minumannya.


"Kita pulang yu, udah sore" ajak Zaky.


"Ayo" jawab Tari dan beranjak dari tempat duduknya.


Sesampainya dirumah,,


"Mampir dulu?" Tanya Tari pada Zaky.


"Iya, aku mau jelasin soal lebam kamu itu sama mama kamu" ucap Zaky.


"Enggak usah, biar aku aja" ucap Tari dan menahan Zaky untuk masuk.


"Kenapa emangnya?" Tanya Zaky dengan heran.


"Ya biar aku aja, aku-" ucap Tari dan Zaky pun langsung masuk ke dalam menemui mamanya Tari.


"Eh ada Zaky, kenapa kalian kok Tari kaya ngejar ngejar Zaky gitu?" Tanya mamanya Tari dan melirik ke arah Zaky dan Tari.


"Eh kenapa Tari, kok lebam gitu?" Tanya mamanya Tari.


"Justru itu tante, maaf sebelumnya. Tari seperti ini gara gara Zaky" ucap Zaky dengan menunduk.


"Bentar bentar, maksudnya gara gara kamu gimana?" Tanya mamanya Tari yang semakin heran.


"Jadi gini tante, tadi ada siswa baru, katanya temen sekelas dan mantannya Tari juga, terus dia samperin Tari ganggu Tari gitu, Zaky kan gak suka. Terus Zaky bilsng jangan gangguin Tari dan Zaky dorong dia, pas dia mau mukul Zaky tiba tiba Tatmri dateng ditengah tengah Zaky sama dia buat halangin Zaky dari pukulannya, maafin Zaky tante. Zaky belum bisa jagain Tari." ucap Zaky dan masih menunduk.


"Udah diobatin?" Tanya mamanya Tari.


"Udah ma, tadi Tari langsung dibawa ke UKS sama Zaky" ucap Tari.


"Ya udah kita makan dulu yu, udah Zaky gak usah dipikirin. Tari juga bentar lagi sembuh iyakan Tari" ucap mamanya Tari dan Tari pun mengangguk.


"Tapi Tari sama Zaky udah makan ma barusan di cafe tante Ratna" ucap Tari pada mamanya.


"Oh ya udah mama lanjut nyiram bunga lagi ya, udah Zaky gak usah sedih" ucap mamanya dan menepuk pundak Zaky. Zaky pun tersenyum dan mengangguk.


"Sayang, aku pulang ya, kamu mandi terus istirahat juga ya" ucap Zaky dengan mengelus pipi Tari dan menatap Tari.


"Iya kamu juga ya, hati hati dijalannya" ucap Tari dengan tersenyum.


"Aku pamit dulu sama mama kamu" ucap Zaky dan langsung menghampiri mamanya Tari yang sedang menyiram bunga.


"Tante, Zaky pulang dulu ya" ucap Zaky dan menyalami tangan mamanya Tari.


"Ya udah kamu hati hati ya, jangan sedih terus. Tari bentar lagi sembuh" ucap mamanya Tari dengan tersenyum.


"Iya tante, Zaky pamit dulu ya" ucap Zaky dan berjalan ke gerbang rumah Tari, Tari pun mengantarnya sampai depan gerbang.


"Hati hati ya" ucap Tari dan melambaikan tangannya. Zaky pun hilang dari pandangan Tari dan Tari pun masuk ke dalam rumah dan pergi ke kamar untuk merebahkan badannya sebentar dan mandi.


Selesai mandi, Tari duduk duduk dikamar dan membuka sosial medianya.


"Hai, folloback gue dong" ucap Robi yang meminta follback di sosial media nya Tari. Tari pun tidak menjawabnya dan tidak memfollback Robi. Tari langsung kembali merebahkan badannya dan tertidur.


Keesokan harinya..


"Pagi ma pa" sapa Tari dari tangga hendak ke ruang makan.


"Pagi sayang" ucap mama dan papanya Tari secara bersamaan. Tari pun duduk dan mengambil nasi.


"Tari, kata mama kemarin kamu lebam diarea, bibir benar itu? " Tanya papanya pada Tari.


"Iya pa, itu temen Tari mau mukul Zaky, Zaky gak suka kalo itu cowo deketin Tari terus" ucap Tari dan langsung melahap makanannya.


"Kamu lain kali jangan begitu lagi ya, kata orang tuanya Zaky, Zaky itu jago berantem jadi kamu gak usah kaya kemarin lagi ya. Mama sama papa gak mau kamu kenapa kenapa" ucap papanya dengan tersenyum.


"Iya pa" jawab Tari dengan membalas senyuman papanya.


Tari dan kedua orang tuanya pun melanjutkan makannya.


Selesai makan Tari dan papanya masih duduk ditempat makan, Tari masih menunggu Zaky menjemputnya.


Tari, kalo ada apa apa langsung bilang ya sama om Yanto. Biar om Yanto yang bantuin kamu pas disekolah" ucap papanya dengan menatap Tari.


"Iya pa" jawab Tari dan mengangguk.


Bel rumah pun berbunyi..


"Tari buka pintu dulu ya pa" ucap Tari dan langsung membuka pintunya.


Ceklek


"Eh Zaky, ayo berangkat" ucap Tari.


"Bentar, aku mau minta maaf sama papa kamu, permisi om" ucap Zaky dan menyapa papanya Tari yang berjalan menghampiri mereka.

__ADS_1


"Ada Zaky, mau berangkat sekolah?" ucap papanya Tari.


"Iya om, sekalian Zaky mau minta maaf sama om. Karena kemarin Tari sempat lebam, maafin Zaky om Zaky belum bisa jagain Tari" ucap Zaky dengan menunduk.


"Gak papa, tadi papa udah bilang sama Tari buat jangan kaya kemarin lagi. Om juga udah bilangin kalo kamu jago berantem kan, om tau dari papa kamu" ucap papanya Tari dengan tersenyum ke arah Zaky.


"Iya om, Zaky juga gak tau kalo kemarin Tari tiba tiba menghalangi Zaky, sekali lagi Zaky minta maaf om" ucap Zaky.


"Udah gak papa, cepat berangkat sekolah, nanti keburu telat" ucap papanya dan mengusap kepala Tari.


"Iya om,. Kami pamit dulu ya" ucap Zaky dan menyalami tangan papanya Tari. Dan diikuti dengan Tari.


Sesampainya disekolah, seperti biasa teman temannya menunggunya di bangku taman. Zaky dan Tari pun menghampiri teman temannya.


"Eh Tari, lo udah gak papa kan?" Tanya Yesi pada Tari.


"Gue gak papa kok, emang kenapa?" Ucap Tari dengan bertanya tanya pada Yesi.


"Ya gue kira lo gak bakal masuk, kan kemarin area bibir lo lebam banget" ucap Yesi dengan tertawa.


"Ye lo mah, gue gak selemah itu kali ah" ucap Tari dengan tertawa juga.


Bel pun berbunyi tandanya masuk.


Tari, Yesi, dan Shila hendak masuk ke kelasnya.


"Aku anterin ya" ucap Zaky dan langsung menggandeng tangan Tari.


"Eh engga usah" ucap Tari.


"Kenapa? Gwk mau ya?" Tanya Zaky dan menatap Tari.


"Nanti keburu ada guru yang masuk ke kelas kamu" ucap Tari.


"Ya gak papa, bilang aja abis nganterin pacar aku yang cantik ini, lagian aku mau mastiin kalo Robi gak gangg kamu" ucap Zaky dan langsung menarik tangan Tari. Tari pun menuruti perkataam Zaky. Sesampainya di depan kelas Tari..


"Udah kan, aku masuk dulu ya" ucap Tari.


"Iya sayang, kalo ada apa apa langsung bilang aku, guys gue titip Tari ya" ucap Zaky dengan berteriak dan menitipkan Tari pada teman teman satu kelasnya.


"Siaaapp" jawab teman teman sekelas Tari dengan bersamaan.


Tari pun merasa malu dan langsung duduk dibangku nya.


"Tar, ternyata banyak banget ya yang setuju sama lo, sampe temen temen sekelas jawab siap hahaha" ucap Yesi dan tertawa.


"Hahaha apaan sih lo" ucap Tari dan tertawa juga.


Dan guru pun masuk dan mulai mengajar..


Bel istirahat berbunyi..


Seperti biasa, Tari, Yesi, dan Shila pergi ke kantin.


"Tari, kali ini bisa dong ke kantin bareng gue?" Tanya Robi yang tiba tiba menghampiri Tari.


"Engga" ucap Tari dengan ketus.


"Ayolah Tar, gue belum pernah ke kantin sama lo.. lo gak kasian apa disini gue gak ada temen" ucap Robi.


"Gak" ucap Tari dengan ketus juga.


"Lo harus bareng gue ke kantin" ucap Robi dengan mencengkram tangan Tari secara kuat.


"Eh lo , lepatin tangan Tari" ucap Yesi dan berusaha melepaskan cengkraman Robi.


"Rob lepasin, sakit tau" ucap Tari dengan marah tapi menahan sakit ditangannya.


"Gak akan, ayo ke kantin sama gue aja" ucap Robi dan menarik tangan Tari.


"Eh lo cowo, lentur amat sampe bisa kasar sama cewe" ucap Aldi dan teman teman Tari yang lain.


"Apa maksud lo", ucap Robi dengan melotot dan menunjuk Aldi.


"Lo kalo berani kasar sama Tari, kita kita yang maju" ucap salah satu teman sekelasnya Tari juga.


"Apaan sih lo pada, pada mihak sama dia, dibayar berapa lo sampe nurutin kemauan si Zaky" ucap Robi dengan angkuh.


"Eh lo gak tau aja, Zaky siapa dan Tari siapa. Kalo lo berani ganggu mereka bisa bisa lo keluar dari sekolah ini" ucap Martin. Mereka semua menuruti ucapan Zaky yang memintanya menjaga Tari karena Zaky telah kembali menjadi orang yang baik dan tidak suka membully lagi.


"Halah gue gak percaya, yang jelas lo semua jangan ikut campur urusan gue sama Tari" ucap Robi dengan tersenyum miring.


"Udah Tar lo pergi ke kantin aja, biar ni cowo kita yang urus" ucap Aldi dan diangguki teman temannya juga.


"Makasih ya, gue sama temen gue ke kantin dulu" ucap Tari dengan tersenyum dan pergi ke kantin.


"Eh Tar" ucap Robi yang akan menyusul Tari, tetapi langsung ditahan oleh teman temannya Tari.


"Gue bilang lo jangan ganggu Tari lagi" ucap Zaky.


Sesampainyya dikantin, Tari, Yesi, dan Shila masih tertawa tawa mengingat Robi yang ditahan oleh teman teman sekelasnya.


"Kalian kenapa?" Tanya Zaky dengan penasaran.


"Itu loh, tadi pas kita mau kesini tiba tiba Robi ganggu aku sampe mencengkram tangan aku ter-" ucap Tari dan langsung dipotong oleh Zaky.


"Mengcengkram tangan kamu? Yang ini? Merah banget, aku kasih pelajaran aja ya" ucap Zaky dan hendak beranjak dari duduknya.


"Enggak usah, Robi udah ditahan sama temen temen supaya gak ganggu aku. Temen temen nurut perkataan kamu tadi" ucap Tari dengan tertawa karen teman teman sekelasnya menuruti perkataan Zaky.


"Oh iyakah, bagus dong haha biar dia kapok" ucap Zaky dengan tertawa.


"Iya, kita pesen makan yu aku laper banget" ucap Tari dengan tersenyum.


"Oke siap tuan putri" ucap Zaky dengan mengedipkan sebelah matanya dan langsung memesankan makanan khusu Tari.


"Sekalian pesenin kita dong hahaha" ucap Leon dengan tertawa.


"Pesen sendiri lah" ucap Zaky tanpa menoleh.


Setelah semua pesanannya datang, mereka pun langsung memakannya.


Bel berbunyi tandanya masuk. Siswa dan siswi pun langsung berlarian menuju kelasnnya.


"Ayo kita ke kelas" ucap Yesi.


"Ayo, kamu langsung ke kelas ya, belajar yang semangat" ucap Tari dengan tersenyum kepada Zaky.


"Ekhem ekhem ciee ciee" ucap Teman teman Tari dan Zaky.


"Iya sayang, kamu juga ya" ucap Zaky dengan tersenyum dan bahagia disemangati oleh pujaan hatinya.


"Udah udah ayo ah masuk ke kelas" ucap Leon dan menarik Zaky.


Tari pun tersenyum melihat tingkah Zaky yang salah tingkah. Akhirnya mereka pun masuk ke kelasnya masing masing.


Pelajaran pun dimulai.


Saat jam pulang mereka tidak nongkrong dulu, mereka memilih langsung pulang ke rumahnya masing masing.


"Guys gue langsung pulang ya, mama gue minta anter belanja" ucap Yesi pada mereka.


"Iya, kita langsung pulang aja yu" ucap Tari dan mereka pun berjalan ke parkiran.


"Ya udah yu naik" ucap Zaky pada Tari. Tari pun langsung naik dan mereka pun langsung pulang.


Sesampainya dirumah Tari..


"Mau mampir dulu" tanya Tari pada Zaky.


"Aku langsung pulang aja ya" ucap Zaky dengan tersenyum.


"Mmm ya udah deh, hati hati ya" ucap Tari dengan sedikit sedih.


"Kenapa sedih? Kan besok ketemu lagi" ucap Zaky dengan tersenyum dan mengelus pipinya Tari.


"Aku takut kita gak ketemu lagi" ucap Tari dengan sedih.


"Ih kamu jangan bicara gitu, kita besok ketemu lagi, udah ya jangan sedih lagi" ucap Zaky dengan tersenyum oada Tari.


Tari pun mengangguk.


"Udah ya jangan sedih lagi, aku pulang dulu ya" ucap Zaky dengan mengelus kepala Tari. Tari pun tidak menjawabnya, ia hanya mengangguk. Zaky pun langsung menyalakan motornya dan pergi dari pandangan Tari.


Tari pun langsung masuk ke dalam rumah.


"Eh sayang udah pulang" ucap mamanya dan mencium pipi Tari.


"Iya ma, mama mau kemana?" Tanya Tari pada mamanya.


"Mama mau ke butik, kamu mau ikut?" Ucap mamanya dengan tersenyum.


"Mau ma, tapi Tari mandi dulu ya bentar" ucap Tari dan langsung masuk ke kamar untuk segera mandi.


Selesai mandi, Tari langsung menghampiri mamanya.


"Ayo ma" ucap Tari dengan tersenyum.


"Wah cantik banget anak mama, tumben Tari pake dress warna putih, biasanya kan gak mau karena gampang keliatan kotor" ucap mamanya dengan tersenyum.


"Tari lagi mau pake dress ini aja ma" ucap Tari dengan membalas senyuman mamanya.


"Ya udah yu" ucap mamanya dan berjalan memasuki mobilnya. Mereka berangkat diantar oleh sopir.


Sesampainya di butik, Tari dan mamanya langsung masuk ke dalam butik. Tari pun melihat lihat koleksi baju baju yang ada di butik mamanya itu, kemudian Tari pergi meminta izin untuk membeli ice cream di sebrang butik itu.


"Ma, Tari beli ice cream dulu ya ke depan" ucap Tari dengan tersenyum.


Oh ya udah Tari hati hati ya" ucap mamanya dengan membalas senyuman Tari. Tari pun langsung keluar butik dan pergi membeli ice cream.

__ADS_1


__ADS_2