Mentari Ku Kembali

Mentari Ku Kembali
Bab 4. Jahilnya


__ADS_3

Di kantin ternyata Tari dan kedua temannya juga memesan makanan. Saat itu terlihat dibenak Zaky ide yang cukup brilian.


Zaky memperhatikan Tari memesan makanan apa, karena tari yang langsung duduk ke meja nya bukan menunggu makanannya dan membawanya pulang ke meja.


Saat itu Zaky menghampiri kedai makanan yang dipesan Tari, di sana Zaky menyimpan banyak garam pada makanan Tari dan kedua temannya. Setelah ide nya dilakukan, Zaky kembali ke meja nya.


"Neng ini pesanannya." Ucap penjaga kantin dengan membawa pesanan.


"Makasih bik." Ucap Tari dengan senyum


Tari, Yesi dan Shila langsung menyantapnya, baru 1 suapan Yesi, Tari dan Shila langsung hilang nafsu makan.


"Asin banget guys punya gue." Ucap Yesi dengan bisik bisik.


"Punya gue juga sama Yes, kalo punya lo Tar apa asin juga?" Jawab Shila dan langsung bertanya pada Tari. Dan dibalas anggukan oleh Tari.


Zaky yang melihat itu merasa puas, tetapi Zaky akan terus mengganggu siapapun yang berani pada dirinya.


Mereka tidak berfikiran aneh-aneh, apalagi berfikiran bahwa makanan mereka terasa asin gara-gara ulah Zaky.


Akhirnya Tari dan kedua temannya langsung pergi ke kelas.


"Kita ke kelas aja yu." Ajak Tari pada kedua temannya


"Ayooo." Ucap Yesi dan Shila secara bersamaan.


Mereka berjalan menuju kelas dengan santai, walaupun di sana banyak siswa laki-laki yang melihat kearah Tari. Tari tetap biasa aja tidak membuatnya besar kepala.


Akhirnya waktu pulang telah tiba.


"Tari lo pulang sama siapa?" Tanya Shila dengan melirik kearah Tari.


"Gue dijemput sama supir gue, kalo kalian mau duluan silakan." Jawab Tari dengan senyum.


"Yasudah kita pulang dulu ya Tar, kalo ada apa-apa hubungin gue aja." Ucap Yesi yang langsung menaiki sepeda motornya dan diikuti Shila yang numpang pulang pada Yesi.


"Iya hati-hati, tuh supir gue juga udah datang." Jawab Tari sambil menunjuk kearah mobilnya datang.


Semua siswa dan siswi yang ada di sana melihat kearah mobil tersebut. Dan ternyata itu adalah mobil Tari. Bahkan mobilnya lebih mewah dari mobil yang Zaky pakai.


***


"Tari pulaaaaangg." Ucap Tari sambil teriak.


"Berisik lo, bikin sakit kuping aja." Ejek kak Asa dengan melempar bantal sofa.


"Kalo sakit ya periksalah kak." Ejek lagi Tari dengan menjulurkan lidahnya.


"Lo ya jadi adik perasaan gak ada sopan-sopannya sama gue." Ucap kak Asa pada Tari.

__ADS_1


"Aduh anak-anak mama ini pada kenapa udah ribut aja? Tanya mama Desi pada mereka berdua.


"Tuh kak Asa ma, masa Tari baru pulang udah dilempar bantal aja." Jawab Tari dengan manja.


"Ngadu aja lo dek, lagian punya mulut berisik aja, hahaha." Ledek lagi kak Asa.


"Tuh kan ma, kak Asa nyebelin." Jawab Tari dengan mengerucutkan mulutnya.


Mama Desi hanya menggeleng melihat kedua anaknya yang terus bertengkar tapi saling menyayangi. Justru mama Desi merasa bangga melihat anak-anaknya yang becanda gak sampai berantem beneran.


"Udah udah, kalian kaya tom and jarry aja."


Ucap mama Desi yang menjadi penengah.


"Tari kamu mandi dulu sana, trus makan." Lanjut mama Desi.


Tari hanya menjawab dengan mengangguk. Tari naik keatas kearah kamarnya dan mengambil handuk untuk mandi.


Selesai mandi tari langsung turun untuk makan, yang pastinya keluarganya sudah pada nunggu.


"Kebiasaan lo kalo mandi suka lama, bisa-bisa orang yang udah lapar banget terus gara-gara nunggu lo akhirnya pingsan." Ejek Kak Asa


"Gue mandi di Bandung makanya lama." Jawab ketus Tari.


"Mulai lagi, berantem lagi." Ucap mama Desi pada Tari dan kak Asa.


"Enggak kok ma, kita hanya becanda. Ya gak de." Ucap kak Asa dengan mengangkat alis dua-duanya.


"Ayo kita makan, papa udah lapar dari tadi." Ucap papa Santoso.


Saat suasana makan berlangsung, mama bertanya pada papa soal Rumah Sakit.


"Pa, gimana tadi di Rumah sakit, lancar?" Tanya mama Desi dengan melihat kearah papa Santoso.


"Lancar ma, kalo mama gimana di butik, apa ada masalah?" Tanya papa Santoso.


"Iya lancar pa, oh ya Tari gimana sekolah kamu tadi?" Tanya mama Desi pada Tari.


"Nyebelin ma, baru juga masuk udah ada orang yang ganggu tari." Ucap Tari merengek.


"Ganggu kamu gimana sayang?" Jawab mama Desi dengan mengelus kepala Tari.


"Itu loh ma orang yang merasa berkuasa banget, ah pokonya nyebelin. Baju Tari kotor, untung masih bisa dibersihin tadi." Jawab Tari dengan mengernyitkan alis.


Mama Desi tersenyum melihat curhatan anak gadisnya itu.


"Yasudah yang penting kamu gak papa." Ucap mama Desi


"Lo nya mungkin dek cari gara-gara sama dia, lo kan di luar rumah sang pemberani banget. Tapi kenapa pas dirumah lo jadi kaya anak kecil yang manja." Ejek ka Asa menertawai adiknya itu.

__ADS_1


"Harus gitu dong ka, biar di luaran sana pada gak nginjek gue. Kalo gue gak berani ya gue pasti kena bully juga." Jawab Tari merasa bangga.


Kak Asa hanya mengangguk, karena dipikir pikir perkataan Tari ada bener nya juga.


Makanan papa sudah habis duluan, disusul oleh kak Asa, lalu tari. Dan terakhir mamanya.


"Papa pergi ke taman belakang dulu ya." Ucap papa Santoso lalu pergi.


Taman belakang adalah tempat favorit papa untuk bersantai, di sana papa memelihara burung-burung kesukaan papa. Dan taman yang dihiasi oleh bunga-bunga yang indah milik mama.


"Ma, Asa ke kamar dulu ya." Pamit Asa sambil mengacak rambut Tari.


"Ih ka lo mah, gue udah rapi-rapi malah lo acak-acak." Ucap Tari kesal.


Kak Asa pergi dan tidak merespon adiknya itu. Sementara mamanya langsung beres-beres di dapur. Begitupun Tari yang langsung pergi ke kamar untuk merebahkan tubuhnya, karena Tari merasa hari ini sangat menguras emosinya.


Tari tertidur, dan terbangun pada jam 8 malam.


Tari menggeliatkan tubuhnya dan mulai membuka matanya, ia melihat kearah jam dindingnya.


"Ya ampun, kok gue bisa sampe ketiduran." Ucapnya sambil masih merasa ngantuk.


Tari terbangun karena ia merasa haus, dan pergi turun ke dapur untuk mengambil minum. Sesampainya dikamar Tari membuka sosial media miliknya. Tari kaget ternyata ada yang membagikan sebuah informasi yaitu balapan liar, dan Tari semakin kaget saat Tahu siapa saja nama peserta nya mengikutinya, ternyata salah satunya ada cowo yang menurut Tari nyebelin, yaitu Zaky.


"Ternyata bener kata temen-temannya Tari, kalo cowo nyebelin itu suka balapan liar." Gumam Tari.


Kemudian Tari mendapatkan notif kalo dia dimasukkan di grup kelasnya oleh Yesi, Yesi yang sebagai admin di grup nya itu, karena ia dikelasnya sebagai wali ketua kelas dikelasnya itu.


Saat Tari hendak Tidur lagi, tiba tiba handphone nya berbunyi.


Ting tong


Tari mengecek handphone nya, dan ternyata di grup tersebut teman-temannya sedang membahas dari, dan dibaca oleh nya. Tari tersenyum sendiri melihat kelakuan teman-teman barunya itu.


"Akhirnya gue punya nomer Tari, hahaha" Ucap Aldi


"Emang buat apaan lo Al nomer Tari." Ucap temannya lagi


"Ya biar bisa komunikasi lah, sekalian cari tahu dimana rumahnya." Ucap Aldi dengan emoticon tertawa.


Tiba-tiba Yesi memanggil Tari lewat men tag di grup nya.


"Iya kenapa guys." Ucap Tari


"Ada yang nyariin lo Tar." Ejek Yesi


"Eh tari, kamu belum tidur." Ucap Aldi


"Belom lah, kalo Tari lagi tidur dia gak bales grup." Ucap Martin dengan emoticon tertawa.

__ADS_1


"Aduh aduh, chat pribadi aja bisa kan. Gak usah disini." Ucap siswi yang merasa terganggu dengan candaan mereka.


Yesi pun akhirnya tertidur, karena merasa ngantuk berat.


__ADS_2