Mentari Ku Kembali

Mentari Ku Kembali
Bab 6. Hutang Budi


__ADS_3

"Kita anter lo pulang ya tar" ucap Yesi


Tari hanya mengangguk, karena pipi nya masih nyeri dan kepala nya sedikit pusing.


Sesampainya dirumah, Tari masuk dengan dipapah oleh Yesi dan Shila.


"Eh non Tari, kenapa non?" Tanya mba asih


"Gak papa" jawab Tari dengan lemas


"Mba, jangan kasih tahu mama, papa dan kak asa ya kalo tari begini" ucap tari meminta tolong pada mba asih.


"Baik non, emangnya non ini kenapa? Sakit?" Tanya mba asih


"Cuma sedikit pusing" jawab tari dengan lemas


"Yasudah mba ambil minum dan cemilan buat temen-temen non dulu ya" ucap mba asih sambil pamit ke dapur.


"Tar itu kakak lo?" Tanya Shila sambil nunjuk foto kak Asa.


"Iya, kakak satu-satunya gue." Jawab gue dengan melirik ke arah foto kemudian ke arah Shila. Dan dijawab anggukan oleh Shila.


"Silakan non, Aden" ucap mba asih sambil menurunkan minuman dan cemilan di nampan.


"Oh iya tar, besok kan weekend. Kamu ada rencana kemana?" Tanya Aldi


"Kepo lo ke Dora" ejek Shila


"Biarin" jawab Aldi dengan santai


"Besok gue anter kakak gue ke bandara, kak Asa mulai masuk kuliah." Ucap tari


Saking asiknya mereka bercengkrama, tahu-tahu udah sore aja.


"Eh udah sore nih, kita pulang yu" ajak Yesi pada teman-temannya.


"Yah padahal gue masih mau disini" ucap Martin


"Mau ngapain lo?" Tanya Aldi pada Martin.


"Mau ngabisin makanan yang dimeja hahaha." Ucap Martin


Mendengar ucapan Martin, Tari dan teman-temannya pun tertawa.


"Ya udah ya tar kita pamit dulu" ucap Yesi dan yang lainnya.


Tari ke kamar dengan berjalan sangat hati-hati. Sesampainya di kamar, Tari merebahkan tubuhnya dan tari tertidur.


Tok tok tok


"Tari sayang ayo makan" ucap mama Desi dibalik pintu.


"I-iya ma, tari mandi dulu ya" ucap tari dan langsung mengambil handuknya dan mandi.


Selesai mandi, tari turun ke bawah untuk makan bersama. Seperti biasa, di sana terlihat kak Asa dan kedua orang tuanya.


"Udah jadi hobi kayanya kalo mandi suka lama" Ejek kak Asa


"Udah-udah ayo kita makan, papa udah lapar" ucap papa Santoso.


Aku dan kak Asa hanya mengangguk.


"Pa nanti abis makan anter mama ke butik ya" ucap mama dan dijawab anggukan oleh papa.


"Tari ikut ya" ucap gue dengan memasang wajah memelas.


Selesai makan, Tari ikut mama dan papa nya pergi ke butik untuk mengecek keuangan.


Sebenarnya tari ingin ikut karena tari ingin membeli eskrim kesukaan tari.


***

__ADS_1


Ditempat lain, Zaky tengah balapan dan Zaky lah pemenangnya. Zaky mengajak teman-temannya untuk merayakannya di cafe miliknya. Tetapi tiba-tiba Zaky melihat Amanda bersama cowok lain. Amarah Zaky pun naik, Zaky menghampiri Amanda dan memutuskan nya. Zaky langsung menaiki motor dengan kecepatan yang sangat tinggi"


***


Balik lagi ketempat tari.


Sesampainya di butik mama.


"Ma pa kalian masuk duluan aja ya, tari mau beli eskrim itu dulu" ucap tari sambil menunjuk ke arah kedai eskrim.


"Ya udah kamu hati-hati ya nak. Mama sama papa masuk dulu" ucap mam Desi.


Ketika Tari telah memesan dan memilih duduk di bangku yang ada didepan butik mama Desi.


Tiba-tiba terdengar suara tabrakan, ternyata tabrakan sebuah motor dan mobil.


Tari yang penasaran pun ikut melihat korban kecelakaan itu, di sana sudah dikerubungi banyak orang. Dan Tari dibuat kaget karena korbannya adalah temen sekolahnya, yaitu Zaky.


"Mas mas mas tolong bantu angkat ke mobil saya, ini teman saya. Saya akan membawa nya ke rumah sakit." Ucap tari sambil meminta tolong.


"Ada apa ini tari?" Tanya papa.


"Ini pa temen sekolah tari korban tabrakan didepan. Kita bawa ke rumah sakit papa ya" ucap tari pada papa nya.


"Ya udah ayo kita bawa ke rumah sakit" ajak papa.


Sesampainya di rumah sakit, Zaky langsung dibawa ke UGD, dan langsung ditangani oleh papa.


Beberapa menit berlalu akhirnya papa keluar dari UGD dan menghampiri tari.


"Tari sudah menghubungi keluarganya atau kerabatnya atau temannya?" Tanya papa pada tari


"Tari udah ngasih tau temen tari pa, temen tari yang menghubungi keluarganya."


"Baguslah, karena teman kamu ini butuh donor darah, stok di rumah sakit kita sedang kosong." Ucap papa Santoso dengan merasa cemas.


Tiba-tiba ada pria berumur.


"Saya hanya membantu, waktu itu putri saya Tari yang melihat kejadiannya langsung dan membawa nya kesini" ucap papa Santoso dengan melirik ke arah om Deri dan Tari.


"Terimakasih ya nak, sudah menolong ponakan om" ucap Om Deri pada Tari.


"Sama-sama om" ucap Tari sembari mengangguk.


"Oh iya pak, orang tua pasien kemana pak?" Tanya papa.


"Maaf dok, orang tua Zaky belum bisa datang. Sehingga saya yang mewakili ke sini" jawab om Deri.


"Oh baiklah, begini pak. zaky sedang membutuhkan donor darah. Tapi sayangnya stok disini sedang kosong, saya sudah menghubungi PMI tapi kan kita tidak tahu stok darah itu kapan ada nya, saya takut itu terlalu lama. Jika telat maka Zaky tidak bisa selamat" ucap papa secara rinci.


"Memangnya golongan darahnya apa dok?" Tanya om Deri.


"Golongan darah nya O" ucap papa Santoso


"Ya udah dok darah saya aja, kebetulan sama" ucap om Deri.


"Jika memang benar begitu, mari bapa ikut saya" jawab papa dan mengajak om Deri.


Tiba-tiba kedua teman Zaky datang, yaitu Leon dan Zidan.


"Tar, gue denger dari temen sekelas lo katanya lo yang kasih tau kalo Zaky kecelakaan? Sekarang dimana?" Tanya Leon


"Iya, dia lagi ditangani sama dokter" jawab tari.


"Makasih ya tar, lo udah bantu temen gue" ucap Zidan. Tari pun hanya mengangguk .


Tiba-tiba Amanda datang dan langsung menuduh Tari yang enggak-enggak.


"Mana Zaky, eh ada lo disini. Ngapain? Atau jangan-jangan lo yang udah bikin Zaky kaya gini ya" ucap. Amanda dengan nada tinggi.


"Heh Manda, gak sadar lo. Ini semua gara-gara lo, gue juga liat kalo lo jalan sama cowo lain. Terus Zaky mutusin lo saat itu juga kan, dan Zaky langsung pergi dengan kecepatan motor yang tinggi." Ucap Leon dengan emosi, Leon gak terima temannya celaka.

__ADS_1


"Kok jadi gue sih" jawab Amanda dan langsung pergi.


"Tari ayo kita pulang, sudah sore" ajak mama Desi yang tiba-tiba datang dan mengajak Tari pulang.


"Eh ini siapa, temannya Tari?" Tanya mama Desi pada Leon dan Zidan.


"Hehe iya Tante, saya Leon" ucap Leon dan menjulurkan tangan.


"Saya Zidan Tante" ucap Zidan dan menjulurkan tangan.


"Kalian jenguk Zaky juga?" Tanya mama Desi pada Leon dan Zidan.


"Iya Tante, kita berdua teman sekelasnya" jawab Leon.


"Ya udah Tante sama Tari pulang dulu ya" ucap mama Desi


"Gue duluan ya" ucap Tari dan langsung pergi mengikuti mamanya.


Sesampainya dirumah..


"Ma, tari ke atas dulu ya.. Tari gerah mau mandi" ucap tari melirik ke arah mamanya.


"Iya sayang, kalo udah kamu ke bawah lagi ya. Kita makan bareng" jawab mama dengan tersenyum.


"Iya ma" jawab Tari sambil tersenyum dan langsung naik ke atas.


Selesai mandi, Tari langsung ke bawah karena perut nya minta di isi. Dan ternyata ada kak Asa yang sedang menonton tv diruang tengah.


"Lo sama mama papa abis kemana ko lama banget?" Tanya kak Asa


"Ke butik lah, tadi kan lo tahu" jawab tari dengan menjulurkan lidahnya tanda mengejek.


"Kalo papa kemana?" Tanya kak Asa.


"Di rumah sakit, temen tari kecelakaan" ucap Tari dan langsung pergi mencari mamanya. Tari mencari mamanya hampir ke setiap ruangan gak ada, dan yang terakhir tari mengeceknya di taman belakang. Ternyata benar mamanya ada di sana sedang menyiram bunga.


"Mama, tari cariin gak ada. Ternyata ada disini" ucap tari dengan merengek.


"Iya sayang ada apa?" Tanya mama Desi yang masih menyirami bunga.


"Tari lapar, kita makan yu ma" ajak tari pada mamanya.


"Ayo" jawab mama dan memasuki ruang makan bersama tari.


"Asa ayo makan" ucap mama pada kak asa.


"Iya ma" jawab kak asa yang lagi nonton tv.


"Ma, papa jam berapa pulangnya?" Tanya kak asa.


"Mungkin nanti jam 8nan, kenapa kak?" Tanya mama pada kak asa.


"Gak papa ma, besok mama sama papa anterin asa ke bandara kan?" Tanya kak asa.


"Iya pasti dong, masa mama sama papa gak anterin kamu" jawab mama Desi.


"Kak kenapa lo cepet-cepet berangkat lagi sih?" Tanya tari dengan serius.


"Kenapa, lo masih kangen ya?" Goda kak asa sambil mengangkat alis sebelah.


"Pede abis lo ka" jawab tari.


"Udah-udah nanti lagi becanda nya, sekarang abisin dulu makannya" ucap mama Desi yang melirik ke arah kak asa dan ke arah tari.


Selesai makan, tari masuk kamar.. Kak asa dan mamanya lanjut menonton tv.


"Ma, tari ke atas dulu ya" ucap tari ke mamahnya.


"Iya sayang" jawab mama Desi dengan lembut.


Sesampainya dikamar, Tari langsung merebahkan badannya, dan tari tertidur.

__ADS_1


__ADS_2