Mentari Ku Kembali

Mentari Ku Kembali
Bab 11. Dugaan Yang Tepat


__ADS_3

"Mana gue tahu, dia suka kali sama dia" jawab kedua tema Zaky dan menunjuk ke arah Tari.


"Kenapa jadi kek gue" ucap Tari dengan kaget.


"Tuh kan Tar, apa gue bilang. Dia lagi gebet lo, siap siap aja lo ke makan rayuan maut dia" ucap Yesi dengan meledek nya.


"Apaan sih lo" ucap Tari dengan menahan senyumnya.


Zaky pun datang dengan membawa pesanannya dan dibantu sama panjaga kantin.


"Makasih mang" ucap Tari dengan melirik ke penjaga kantin tersebut.


"Sama gue gak ngucapin makasih?" Ucap Zaky dengan menggoda Tari.


"Makasih" jawab Tari dengan singkat.


"Sama-sama cantik" jawab Zaky yang membuat semua orang yang mendengarnya langsung melirik ke arah mereka.


Tari menahan tawanya hingga membuat pipinya merah.


"Tari lo kenapa?" Tanya Yesi pada Tari.


"Gak papa" Jawab Tari yang masih menahan tawa.


"Pasti lo malu ya" ucap Zaky dengan mencubit pipinya Tari.


"Apasih, sakit tau" ucap Tari dengan mengelus pipinya.


"Oh sakit ya, mana yang sakit biar gue tiupin" ucap Zaky dengan meniup pipi Tari.


"Cie cie" begitulah ucapan Teman-temannya yang melihat itu.


"Gak usah" jawab Tari dengan ketus.


"Nanti lo pulang sama gue ya" ucap Zaky dengan menatap Tari.


"Gak, udah ada sopir" jawab Tari dengan terus makan baksonya.


"Gue gak terima penolakan"goda Zaky dengan mengangkat sebelah alisnya.


"Gue udah makannya, ayo balik kelas" ucap Tari yang langsung berdiri dan meninggalkan mereka, Yesi dan Shila pun mengikuti Tari.


"Pokonya nanti lo pulang sama gue" Teriak Zaky. Zaky tidak peduli walau semua orang melirik ke arahnya.


"Wah bener nih temen kita lagi jatuh cinta" ucap Leon pada Martin. Zaky hanya tersenyum dan berjalan menuju kelas.


Sepulang sekolah, Zaky dan kedua temannya sudah menunggu Tari didepan kelas.


"Duar" ucap Zaky dengan temannya serentak, dan berhasil membuat Tari dan kedua temannya kaget.


"Apa sih kaget gue" ucap Tari dengan mengelus dada.


"Ayo pulang" ajak Zaky dengan langsung menarik tangan Tari.


"Gue gak mau" ucap Tari yang memaksa dilepaskan dari cengkraman Zaky. Zaky terus berjalan dan menatap lurus ke depan, semua murid melirik ke arah mereka.

__ADS_1


"Ayo naik" ucap Zaky pada Tari.


"Enggak, gue udah ada sopir" jawab Tari dan hendak pergi.


"Gak ada penolakan Mentari Salsabila Santoso" ucap Zaky dengan tegas. Tari kaget kok Zaky bisa tahu nama lengkapnya. Ya, karena Zaky sudah menduga bahwa Tari adalah teman kecilnya. Dan Zaky akan membuktikannya sekarang.


"Mau naik sendiri atau gue pangki supaya naik?" Tanya Zaky dengan serius.


"Iya gue naik" jawab Tari dengan ketus. Jantung Zaky pun berdegup cepat lagi, kini Zaky akan mengantarkan orang yang Zaky cari selama ini. Zaky langsung menjalankan motornya, Yesi, Shila, Leon, dan Martin hanya menatap kepergian mereka. Sepanjang perjalanan tidak ada percakapan antara mereka.


Sesampainya dirumah Tari, Zaky kaget kaget rumah Tari adalah alamat yang diberikan mamanya waktu itu.


Mamanya Tari yang pas ada di depan gerbang sepulang belanja di warung. Zaky pun dibuat kaget lagi karena ternyata mamanya Tari adalah Tante Desi, berarti benar bahwa Tari adalah Mentari Ku.


"Eh Tari, pantesan tadi mang Yudi pulang sendirian. Ini teman kamu atau-" ucap Mama Desi dengan tersenyum ke arah Zaky.


"Temen Tari" ucap Tari yang langsung memotong ucapan mamanya.


Zaky yang hendak menyalami mamanya Tari, tiba tiba Tari menyuruhnya untuk pulang.


"Sana pulang, gue udah sampe rumah juga" ucap Tari dengan ketus.


"Tari kok gitu, ajak temennya masuk" ucap mama Desi dengan mengelus pipi Tari.


"Gak papa tante, kalo gitu saya pamit pulang dulu" ucap Zaky dan menyalami mamanya Tari.


"Maafin anak tante ya, nanti kapan-kapan kamu boleh main kesini" ucap mamanya Tari dan tersenyum.


"Baik tante saya permisi" ucap Zaky dan langsung pergi dari rumah tari.


"Tari kamu kenapa sayang?" Tanya mamanya dengan lembut.


"Gak papa, dia itu cowo yang tari ceritain itu ma, yang nyebelin. Tadi Tari dipaksa untuk pulang bareng" ucap Tari dengan kesal.


Mamanya hanya menggeleng melihat tingkah anak gadisnya itu.


"Ya udah kamu mandi ya trus makan" ucap mamanya Tari.


Tari pun mengangguk dan langsung ke kamarnya.


***


Sesampai dirumahnya, Zaky langsung masuk dan mau pergi ke kamarnya.


"Zaky, anter mama ke rumahnya Mentari yu? alamat yang kemarin itu" ucap mamanya Zaky. Zaky sempat terdiam, tapi ini adalah kesempatan Zaky untuk lebih dekat dan membuktikan bahwa Tari adalah Mentari Ku.


"Zaky mandi dulu" ucap Zaky dan langsung berjalan ke arah kamarnya.


Selesai mandi Zaky langsung menghampiri mamanya, terpaksa Zaky membuka obrolannya.


"Ayo" ajak Zaky pada mamanya.


"Kamu udah siap, bentar mama ambil tas dulu" ucap mamanya dan langsung mengambil tas dikamar nya.


Mereka pun akhirnya berangkat menuju alamat tersebut alis rumahnya Tari menggunakan mobil.

__ADS_1


***


Selesai mandi, Tari turun dan mau makan bersama mamanya.


Tiba tiba ada seseorang memencet bel nya.


"Ada tamu, bentar ya mama buka pintu dulu" ucap mamanya Tari dan beranjak dari kursi.


Tari pun mengangguk dan mengikuti mamanya keluar. Akhirnya Tari pun kaget melihat siapa yang datang.


"Eh, bu Ratna ya?" Tanya mamanya Tari dan langsung memeluknya.


"Iya, saya Ratna tetangga kamu dulu" jawab mamanya Zaky dengan membalas pelukan mamanya Tari.


"Ini, yang tadi nganterin Tari kan?" Tanya lagi mama Tari.


"Iya tante" jawab Zaky dengan tersenyum.


"Maksudnya gimana bu?" Tanya mamanya Zaky.


"Kita masuk dulu ya, nanti saya ceritain" ucap mamanya Tari dan mengajaknya ke dalam.


"Ayo duduk dulu, kalian mau minum apa?" Tanya mamanya Tari.


"Enggak usah repot-repot bu" ucap mamanya Zaky.


Mamanya Tari pun langsung memanggil mba Asih untuk menyuruhnya mengambilkan minum.


"Jadi gimana bu yang tadi maksudnya?" Tanya mama Zaky yang masih penasaran.


"Jadi gini, ternyata Zaky dan Tari itu teman sekelas, tadi juga Zaky mengantarkan Tari pulang" ucap mamanya Tari dengan melirik ke arah Zaky dan Tari.


"Wah saya gak nyangka bu, ternyata anak kita satu kelas ya" ucap mamanya Zaky dengan tersenyum.


"Jadi Tari ini teman kecilnya Zaky ya?" Tanya Zaky untuk memastikan. Mamanya Tari pun mengangguk dan tersenyum.


"Tapi kenapa sekarang namanya jadi Zaky?" Tanya Tari pada mereka. Zaky dan mamanya pun tertawa. Tari yang heran kenapa mereka tertawa dengar pertanyaan darinya.


"Jadi gini tari, gue itu nama aslinya Zaky. Gue dipanggil Bintang karena biar samaan sama lo, lo mentari dan gue bintang. Lo juga gak nanya siapa nama asli gue kan" Zaky pun menjawab sambil tertawa. Tari yang mendengar hal itu pun langsung tertawa. Akhirnya mereka semua tertawa bersama.


Waktu udah sore, waktunya Zaky dan mamanya pulang.


"Udah sore bu, kita pamit pulang dulu ya" ucap mamanya Zaky dan mengajak Zaky pulang.


"Besok dan seterusnya lo pulang dan berangkat sama gue ya" ucap Zaky dengan tersenyum ke arah Tari. Dan tari pun mengangguk.


"Zaky pamit dulu ya tan" ucap Zaky dan langsung menyalami tangan mamanya Zaky.


"Iya hati-hati ya" ucap mamanya Zaky dengan mengelus kepala Zaky.


"Bu, kita pulang dulu ya" ucap mamanya Zaky dan memeluk mamanya Tari.


"Iya bu, kapan-kapan main kesini lagi ya" ucap mamanya Tari.


Zaky dan mamanya pun pergi dari halaman rumah mereka.

__ADS_1


__ADS_2