Mentari Ku Kembali

Mentari Ku Kembali
Bab 12. Terbukti Benar


__ADS_3

Malam pun tiba.


Setelah makan bersama, Tari langsung masuk kamar dan merebahkan tubuhnya. Tari membuka ponselnya dan ternyata ada pesan dari Zaky.


"Malam Mentari Ku" ucap Zaky.


"Malam juga Bintang Ku" balas Tari.


"Jangan lupa ya, besok kita berangkat dan pulang bareng" balas Zaky.


"Iya" balas Tari.


"Ya udah kamu tidur gih, udah malem" balas Zaky. Dan sekarang mereka tidak lagi menyebut Gue dan Lo, kini berubah menjadi Aku dan Kamu.


Tari pun hanya membacanya dan mulai tidur.


Keesokan harinya, Tari sudah siap untuk berangkat sekolah, dan Tari menunggu Zaky di depan gerbang.


"Udah siap?" Tanya Zaky. Tari pun mengangguk dan menaiki motor Zaky.


Sesampainya disekolah, semua mata tertuju pada mereka berdua.


"Zaky, semua orang liatin ke arah kita" ucap Tari dengan menunduk malu.


"Udah biarin aja" ucap Zaky dan langsung mengandeng tangan Tari.


Zaky mengantarkan Tari ke kelasnya. Tari pun langsung duduk di kursinya dan langsung diintrogasi oleh Yesi dan Shila. Aldi yang dulunya suka sama Tari pun biasa saja melihat Zaky mengantarkan Tari, karena kini Aldi sudah menyimpan Rasa teman sekelasnya, yaitu Yesi.


"Tari, ada angin apa lo dianterin sama Zaky?" Tanya Yesi dengan menatap Tari. Tari pun mulai tersenyum dan senang memgingat kini Tari bisa bertemu dengan teman kecilnya itu.


"Nanti gue cerita dikantin aja ya, bentar lagi mau masuk" jawab tari yang membuat Yesi dan Shila penasaran.


***


Dikelas, Zaky langsung dihampiri oleh kedua temannya.


"Zak, gue liat lo tadi dateng sama si Tari ya?" Tanya Leon dan terdengar oleh Amanda.


"Apa, cowo gue dateng sama cewe itu?" Ucap Manda dengan melotot kaget.


"Zaky pun tidak menanggapi ucapan Amanda.


"Dia temen kecil gue yang selama ini gue cari" ucap Zaky dengan melirik ke arah kedua temannya.


"Serius lo, berarti selama ini lo satu sekolah sama temen kecil lo itu" ucap Leon dan langsung dijawab anggukan oleh Zaky.


***


Istirahat tiba.. Tari, Yesi, dan Shila yang berjalan mau ke kantin ternyata sudah ditunggu kedatangannya oleh Zaky didepan kelasnya. Kelas Zaky memang terlewati jika ingin ke kantin.


"Ayo bareng aku" ajak Zaky dengan menggandeng Tari.


Kedua teman Zaky dan Tari pun hanya mengikutinya dibelakang.

__ADS_1


Sesampainya di kantin, Zaky langsung memesan pesanan Tari.


"Tari, lo melet dia ya sampe Zaky bisa sebucin itu, dulu waktu sama Amanda dia gak pernah sebucin ini, dan gak pernah pesenin makanan" Ucap Leon yang hanya becanda.


"Enak aja lo, gue gak maen pelet pelet ya" ucap Tari dengan dengan menatap Leon.


"Hahaha iya iya gue cuma becanda" ucap Leon dengan tertawa.


"Jadi Tar, lo tau Zaky temen kecil lo dari mana?" Tanya Yesi yang kepo.


"Kemarin kan Zaky anterin gue, dan abis itu Zaky dateng lagi sama mamanya, dan ternyata itu Tante Ratna yang waktu itu kita temuin di mall" ucap Tari dengan serius.


"Ooooohh" begitulah jawaban dari Yesi dan Shila.


Sesampainya makanan, Zaky langsung duduk disampingnya Tari.


Mereka pun langsung memakannya, tiba-tiba ada Amanda datang.


"Sayang kenapa kamu duduk disini?" Ucap Amanda yang tidak direspon oleh Zaky. Amanda pun kesal dan langsung menarik rambut Tari.


"Lo ya cewe genit, pergi lo jangan deketin cowo gue" Ucap amanda dengan melotot ke arah Tari.


Amarah Zaky pun terpancing saat itu juga.


Brakkkk


Suara Zaky menggebrak meja


"Udah Zaky, sabar." Ucap Tari dengan mengelus pundak Zaky. Zaky pun akhirnya bisa tenang.


"Kalian beneran pacaran?" Tanya Shila pada Tari dan Zaky.


"Enggak" ucap Tari


"Bukan enggak, tapi belum. Tapi kita lagi masa pendekatan" goda Zaky dengan mengedipkan sebelah pada Tari. Tari pun tersipu malu dibuatnya. Kedua sahabat mereka pun mengucap CIE dan mendukung mereka.


"Eh iya Tar, sebentar lagi kan kita ulangan semester.. Kira kira setelah ulangan semester selesai lo mau liburan kemana?" Tanya Yesi pada Tari.


"Gue belum tahu Yes, emang lo sama Shila liburan kemana?" Tanya Tari pada Yesi dan Shila. Yesi dan Shila pun akhirnya menggelengkan kepala.


"Gimana kalo kita liburan ke bali?" Ucap Zaky pada mereka.


"Hah, gak salah lo ngajak kita ke bali? Lo mau liburan sama kita?" Tanya Yesi pada Zaky.


"Emang kenapa? Ada yang salah?" Tanya Zaky pada Yesi.


"Ya enggak sih, cuma kedengeran aneh aja, lo dan Tari yang awalnya gak akur sekarang malah jadi kaya perangko" ledek Yesi dan di tertawai oleh Shila dan kedua teman Zaky.


"Jadi gimana, mau liburan ke bali?" Tanya Zaky untuk memastikan.


"Aku belum tahu, maunya sih aku ke Jerman nyamperin ka Asa, tapi gak tahu deh" ucap Tari dengan melirik ke arah Zaky dan kedua teman Tari. Zaky dan yang lainnya pun mengangguk.


Bel berbunyi tandanya masuk kelas.

__ADS_1


"Udah masuk, kita ke kalas dulu ya" ucap Tari pada Zaky.


"Iya, nanti pulang sama aku ya" jawab Zaky dengan tersenyum. Tari pun mengangguk dan pergi ke kelas.


Sesampainya di kelas, Guru pun mengumumkan bahwa ulangan tengah semester akan di adakan pada minggu depan.


"Perasaan baru kemarin gue masuk, eh nanti senin udah ulangan aja" bisik Tari pada Yesi.


"Iya nih, semoga kita bisa ya mengisi semua soal-soalnya" jawab Yesi dengan membisik.


Dua pelajaran pun akhirnya terlewati.


Bel berbunyi waktunya pulang.


"Eh kalian duluan aja ya, gue kebelet mau ke toilet dulu" ucap Tari yang seperti menahan sesuatu.


"Ya udah kita duluan ya Tar" jawab Yesi dan Shila.


Amanda melihat kepergian Tari yang mengarah ke toilet, Amanda pun mengikutinya dan mengganjal pegangan pintu dengan sapu dan sebuah kursi dan langsung pergi untuk pulang. Tari panik dan mengambil ponselnya, ternyata ponselnya habis baterai.


Zaky menunggu Tari diparkiran bersama Yesi, Shila dan juga kedua teman Zaky. Tari yang tidak kunjung datang juga, akhirnya Zaky pun menelpon Tari dan ternyata tidak nyambung.


"Lo yakin Tari pergi ke toilet?" Tanya Zaky pada Yesi dan Shila.


"Iya, di ijin sama kita katanya mau ke toilet, emang kenapa?" Tanya Yesi yang mulai penasaran.


"Tari gak bisa dihubungi" ucap Zaky yang begitu bingung. Semua temannya pun ikut kaget mendengarnya.


"Gue ke toilet dulu, nyari Tari" ucap Zaky dan langsung pergi ke arah toilet. Kedua teman Tari dan Zaky pun ikut mengikutinya dari belakang.


"Tari, sayang kamu ada didalam?" Ucap Zaky sambil menggedor pintu kamar mandi yang dihadang dengan sapu dan kursi.


"Zaky, ini aku" ucap Tari yang nangis. Zaky pun langsung membuka pintunya, dan ternyata benar Tari sedang menangis didalam.


"Ada apa ini, kenapa kamu bisa disini?" Tanya Zaky yang memeluk Tari.


"Tadi aku kebelet, terus pas mau buka pintu udah gak bisa. Gak tau siapa yang jail, ponsel aku juga habis baterai" jawab Tari dengan nangis sesenggukan.


"Udah ya, kamu sekarang aman. Lain kali kamu bilang dulu ya sama aku, biar aku anter" Ucap Zaky dengan mengusap air mata Tari. Tari pun mengangguk.


"Ya udah kita pulang ya" ucap Zaky dan menggandeng tangan Tari.


"Tari, maafin kita. Tadi kita gak anter lo" ucap Yesi berjalan mengikuti Tari dan Zaky.


"Gak papa gak usah minta maaf, kan gak ada yang tahu akan kaya tadi" jawab Tari dengan tersenyum ke arah Yesi dan Shila.


"Zaky maafin kita juga ya, kita gak bisa jagain Tari" ucap Yesi pada Zaky.


"Hmmm" Zaky yang menjawab simpel dan datar. Sesampainya diparkiran mereka pun berpencar menuju motornya masihng-masing.


"Kamu mau makan dulu atau langsung pulang?" Tanya Zaky dengan menatap Tari.


"Pulang aja" ucap Tari yang lemas karena masih takut akan kejadian yang menimpanya Tadi.

__ADS_1


__ADS_2