
Bel istirahat berbunyi.
"Kita ke kantin yu" ucap Tari pada semuanya.
"Ayo" jawab Yesi dan semuanya mengangguk.
Sesampainya dikantin,
"Pesanan Tari biar gue yang pesenin" ucap Zaky.
"Mau pesen apa sayangku?" Tanya Zaky dengan menggoda Tari.
"Mie ayam aja, sama air mineral" ucap tari yang tersenyum.
"Siap, akan saya pesankan, tuan putri tunggu disini dulu ya" ucap Zaky yang memberi hormat dan pergi memesankan makanan. Semua teman-temannya tertawa.
"Eh gue liat Zaky cocok ya sama Tari, daripada sama Amanda" ucap seorang siswi dibelakang meja Amanda yang membuat Amanda marah.
"Maksud lo apa? Gue gak pantes buat Zaky gitu?" Ucap Amanda dengan menatap sinis ke arah siswi tersebut.
"Asal lo tau ya, gue bakalan rebut balik Zaky dari tangan tuh anak baru" lanjut amanda dengan angkuh , dan melirik ke arah Tari dengan tersenyum sinis. Taru tidak menanggapi ucapan Amanda itu.
"Ini sayang pesanannya" ucap Zaky dengan membawakan mie ayam dan air mineral nya.
"Makasih sayang" ucap Tari yang sengaja membuat Amanda semakin marah. Amanda yang melihatnya pun langsung pergi dari kantin.
"Kamu panggil aku apa barusan?" Tanya Zaky dengan tersenyum.
"Apa, emang aku bilang apa?" Ucap Tari
"Sayang"jawab Zaky
"Iya sayang ada apa" ucap Tari dengan menggodanya. Mendapatkan godaan dari Tari membuat Zaky terasa terbang ke awan. Teman-temannya pun tersenyum melihat tingkah mereka.
"Eh iya, kamu udah omongin soal liburan nanti mau kemana?" Tanya Zaky dengan serius.
"Aku belum omongin, nanti deh sepulang sekolah aku omongin. Kalo kamu gimana?" Ucap Tari dengan melahap mie ayamnya.
"Kata papa gimana nanti aja, kamu tahu sendiri kan papa ku sibuk.. kalo gak, aku ikut sama keluarga kamu aja ya liburannya" ucap Zaky dengan tertawa.
"Terus kalo mama sama papa aku juga sibuk, kita gak bakal liburan dong" ucap Tari yang merasa tidak yakin akan berliburan.
"Ya kita liburan yang deket deket aja sekitaran jakarta" ucap Zaky pada Tari. Dan tari pun mengangguk.
"Kalo lo semua mau liburan kemana?" Tanya Zaky pada Leon, Zidan, Yesi, dan Shila. Mereka pun menjawab dengan menggelengkan kepala.
"Gimana kalo kita liburannya ke Ancol aja?" Ucap Yesi yang memberikan ide.
"Boleh juga, kita bisa liat sunset juga tuh bareng-bareng" ucap Leon.
Tari dan Zaky pun mengangguk merasa setuju.
"Nanti kita bicarain lagi aja ya" ucap Tari.
Bel pun berbunyi tandanya masuk.
__ADS_1
Kertas soal kedua pun dibagikan oleh guru, Ulangan semester disekolah ini hanya dua mata pelajaran dalam sehari.
Jam pulang pun tiba.
"Kita mau nongkrong dulu gak?" Tanya Leon pada Zaky.
"Bentar gue tanya cewe gue dulu" ucap Zaky dan di angguki oleh Leon dan Zidan.
Tari dan kedua temannya pun datang,
"Sayang, kita mau nongkrong dulu atau langsung pulang?" TanyaZaky pada Tari.
Tari pun langsung melirik ke arah Yesi dan Shila, dan mereka pun mengangguk.
"Ya udah ayo, kita pergi kemana?" Tanya Tari
"Gimana kalo ke danau aja, katanya dekat danau lagi ada pameran makanan gitu" ucap Yesi.
"Oh iya gue tau itu, gue setuju tuh" ucap Leon dengan antusias.
"Lo sama Yesi bener-bener jodoh, sama sama tau" ledek Zidan dan menyenggkol Leon.
Yesi dan Leon pun hanya tertawa, merek belum tau kalo Yesi dan Leon sering mengirim pesan.
"Lo sendiri sama Shila jodoh kan" ucap Leon pada Zidan. Semua pun tertawa melihat tingkal Zidan dan Shila yang menjadi salah tingkah.
"Udah ah ayo berangkat" ucap Zaky dan langsung berjalan ke arah motornya.
"Kaya kemarin lagi ya, Yesi semotor sama Leon, Shila semotor sama Zidan.
"Ya udah kita ke rumah lo dulu buat simpen motornya, sekalian lewat kan" ucap Tari. Dan Yesi pun menurutinya.
"Udah ayo sayang" ucap Zaky
Amanda yang berada dilapangan dan melihat Tari dan Zaky pergi pun langsung mengikutinya.
***
"Ikutin mereka yu" ucap Amanda pada kedua temannya.
"Mau ngapain, kalian kan udah putus" ucap Nia
"Lo mau ngikutin mereka atau enggak?" Ucap Amanda dengan sedikit melotot ke arah Nia.
"Udah ikutin aja deh" ucap Sindi.
***
"Zaky, kayanya mobil yang dibelakang ngikutin kita deh" ucap Tari dengan melirik mobil tersebut dari spion.
"Mungkin cuma sejalur sama kita sayang, aku juga tau itu mobil siapa" ucap Zaky. Amanda memang menaiki mobilnya Nia, karena mobil Amanda sedang di service.
Yesi sudah menyimpan motornya dirumahnya, dan Yesi pun menaiki motor Leon.
Mereke pun menlanjutkan perjalanannya. Karena Zaky mulai sama dengan Tari yang menuduh mobil itu terus mengikutinya, akhirnya Zaky masuk ke jalan gang sempit yang hanya bisa dilalui dua motor saja, itu pun harus hati-hati.
__ADS_1
"Kok kesini? Emang Danau nya masuk gang?" Tanya Tari.
"Enggak, aku juga merasa aneh kayanya mobil tadi bener ngikutin kita, makanya aku ambil jalan ini"" ucap Zaky.
"Zaky, ko kesini" tanya Leon yang penasaran.
"Ikutin aja" ucap Zaky dengan terus melaju. Leon dan Zidan pun mengikuti jalan yang Zaky telusuri.
Amanda pun merasa kesal karena Zaky mengetahui kalau sedang dibuntuti.
"Jadi gimana ini Manda?" Tanya Nia pada Amanda.
"Ya pulang lah, masa kita masuk gang dengan jalan kaki. Gue sih gak mau" ucap Amanda dengan ketus.
Nia dan Sindi pun hanya menggeleng, Nia langsung melajukan mobilnya dan pulang mengantarkan Amanda.
Sesampainya di danau, terlihat sangat ramai sekali orang yang datang.
"Wah banget banget orang yang mengikuti pameran ini" ucap Tari dengan melihat ke sekitar.
"Seneng banget kaya nya," ucap Yesi dengan menyenggol Tari.
"Iyalah, biar gue bisa jajan apapun yang gue mau" ucap Tari dengan tertawa.
Mereka pun berjalan melihat ada apa aja di sana, dan ternyata bukan hanya pameran makanan aja, tetapi ada juga wahana permainan.
Seperti pasar malam, tapi ini cuma ada makanan dan mainan.
"Kita naik itu yu" ucap Tari dengan menunjuk permainan kincir angin.
"Zaky, lo kan dikenal sangar disekolah. Lo mau naik kincir angin?" Ucap Leon dengan tertawa.
Zaky pun terdiam,
"Jadi kamu gak mau?" Ucap Tari dengan memasang wajah sedih, dan itu membuat Zaky merasa gemas.
"Tentu aja mau dong tuan putri" ucap Zaky dan mencubit kedua pipi Tari. Tari pun meringis kesakitan.
Akhirnya mereka pun menaiki kincir angin, satu ruang mereka isi untuk berdua.
Zaky menatap Tari yang begitu senang yang terpampang jelas diwajahnya.
"Kamu seneng?" Ucap Zaky dengan merapihkan rambut tari ke telinganya yang terkena angin. Tari pun mengangguk dan melihat suasana dibawah sana.
Sedangkan Leon Yesi hanya saling melemparkan senyuman dan sesekali Leon bertanya pada Yesi.
Lain lagi pada Zidan dan Shila, mereka diam tidak ada yang membuka pembicaraan, mematung tidak tahu mau bicara apa, saling melirik pun mereka malu.
Balik lagi pada Tari dan Zaky.
Mereka berpegangan tangan, menikmati ke indahan.
"Kalo malem lebih indah kayanya ya" ucap Tari dengan pandangan ke luar melihat orang yang berdatangan.
"Kamu nanti mau kesini lagi? Biar aku jemput" ucap Zaky sambil menatap wajah Tari.
__ADS_1
"Enggak, kita kan lagi ulangan, harus belajar" ucap Tari dan langsung menatap Zaky. Zaky pun mengangguk. Kincir angin pun berhenti, merek turun dan mencari makanan untuk mengisi perutnya.