
Tari pun langsung masuk ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya sebentar, Tari merasa begitu lelah seharian beraktivitas hari ini. Hampir saja Tari ketiduran, buru buru Tari langsung bangun dari rebahannya dan langsung mengambil handuknya dan mandi.
Selesai mandi, Tari duduk dimeja rias. Tari memperhatikan wajahnya, Tari bersyukur karena tidak ada yang beda dengan dirinya setelah kecelakaan itu. Tiba tiba ada yang mengetuk pintu.
Tok tok tok
"Tari sayang, kamu lagi tidur nak?" Tanya mamanya pada Tari.
"Enggak ma, Tari baru abis mandi. Ada apa ma?" Jawab Tari pada mamanya.
"Mama boleh masuk nak?" Tanya mamanya pada Tari.
"Masuk aja ma, gak dikunci kok" ucap Tari. Mamanya Tari pun langsung membuka pintu kamar Tari.
Ceklek
"Sayang, seger ya abis mandi" ucap mamanya dan menghampiri Tari.
"Hehe iya ma" ucap Tari dengan tersenyum. Tiba tiba mamanya langsung memeluk Tari.
"Mama kenapa?" Tanya Tari karena kaget.
"Gak papa, mama seneng aja kamu bisa kumpul lagi sama kita, akhirnya mama bisa ngobrol lagi sama kamu" ucap mamanya Tari dan meneteskan air matanya.
"Mama jangan sedih ya, Tari akan selalu ada dihati mama" ucap Tari dengan tersenyum dan kembali memeluk mamanya.
"Ya udah yu kita ke bawah, bentar lagi akan ada tamu" ucap mamanya pada Tari.
"Tamu, siapa ma?" Tanya Tari dengan penasaran.
"Kamu siap siap apa ya dandan yang cantik, mama tunggu dibawah" ucap mamanya dan pergi keluar kamar. Tari pun hanya mengangguk dan heran.
Setelah siap, Tari langsung ke bawah menghampiri mamanya.
Tari begitu kaget, karena dimeja makan banyak sekali makanan, dan ada om Yanto dan juga keluarga besar Tari, hanya saja kak Asa dan nenek kakeknya tidak ada disini bersama Tari. Tari pun langsung menghampiri mama dan papanya.
"Ada apa ini ma?" Tanya Tari pada mamanya.
"Nanti kamu liat aja ya sayang, pasti kamu seneng" ucap mamanya Tari dan tersenyum. Tidak lama Yesi, Shila, Leon, dan Zidan pun datang.
"Permisi om, tante, Tari" ucap Yesi dengan tersenyum. Tari pun semakin heran kenapa teman temannya ada disini, dan kenapa yang ada disini memakai baju seperti yang akan mengadakan pesta.
"Kalian, kenapa ada disini? Emangnya ada apa sih, Zaky mana kok cuma kalian yang dateng?" Tanya Tari yang begitu penasaran.
"Gak papa Tari, kita main aja kesini" ucap Leon.
"Terus Zaky nya mana?" Tanya Tari pada teman temannya.
"Nah itu Zaky" ucap mamanya dengan mengarah pandangan ke Zaky dan kedua orang tuanya dan keluarga besar Zaky.
"Loh, Zaky, ada apa ini? Kok banyak banget orang?" Tanya Tari yang semakin penasaran.
"Begini Tari, Zaky dan keluarga nya datang kesini mau mengadakan pertunangan sama kamu" ucap papanya Tari. Tari pun sampai kaget mendengar hal itu.
"Apa pa, ini serius?" Tanya Tari pada papanya dan melirik pada semua orang.
"Udah yu kita duduk disana, acaranya akan dimulai" ucap mamanya dan mengajak semua orang untuk duduk ditempat yang telah disediakan.
Acaranya pun berjalan begitu khidmat dan lancar, Tari masih gak nyangka akan bertunangan secepat ini dengan Zaky. Semua orang pun tampak terharu ketika Zaky memasangkan sebuah cincin di jari manisnya Tari. Dan semua orang pun mengabadikan momen tersebut dengan memfotonya, semua orang bertepuk tangan ketika cincinnya sudah terpasang dengan indah dijari Tari.
Teman teman dan keluarga besar Tari dan Zaky pun memberikan selamat pada mereka.
Selesai acaranya selesai, para tamu undangan pun langsung makan bareng, suasana kekeluargaan nya begitu terasa. Setelah semua orang selesai makan, mereka pun izin pamit untuk pulang. Teman temannya dan keluarga Zaky belum pulang, mereka masih berbincang bincang dengan Tari.
"Eh kok kalian bisa ada disini sih? Gue aja gak dikasih tau kalo malem ini gue tunangan"tanya Tari pada teman temannya. Teman temannya pun tertawa mendengar pertanyaan Tari itu.
"Jadi gini Tar, gue ceritain ya...." ucap Yesi dan mulai bercerita.
Flashback on
"Kayanya gue mau ngadain tunangan deh kalo Tari udah sembuh" ucap Zaky pas dikantin.
"Serius lo?" Tanya Leon.
"Serius lah, tapi lo jangan kasih tau dia ya, gue mau kasih kejutan sama dia" ucap Zaky dengan tersenyum miring.
Flashback off
"Kamu ya, jail banget deh bingit aku kaget, tau gak sih pas kamu sama keluarga besar kamu datang kesini terus papa aku bilang kamu mau tunangan sama aku, itu aku percaya gak percaya tau" ucap Tari dengan tersenyum malu.
"Tapi kamu seneng kan?" ucap Zaky dengan mencubit hidung Tari.
"Aw, kebiasaan suka nyubit idung gak bilang bilang" ucap Tari dengan mengelus hidungnya.
"Ya masa aku bilang dulu, aku mau nyubit idung kamu ya, nanti yang ada kamu gak izinin" ucap Zaky dengan tertawa. Semua orang yang ada disana tertawa tingkahTari dan Zaky.
"Sudah malam, Zaky, ayo kita pulang. Kalian kan besok harus sekolah" ucap papanya Zaky. Dan Zaky pun mengangguk.
"Aku pulang dulu ya, kamu jangan begadang. Abis ini langsung tidur jangan maen hp ya" ucap Zaky sembari tersenyum pada Tari.
"Iya, kamu juga" ucap Tari dan membalas senyuman Zaky.
"Om, Tante, om Yanto dan semuanya, Zaky pamit pulang ya" ucap Zaky dan menyalami mereka semua, kedua orang tuanya Zaky pun ikut berpamitan.
"Iya, kalian hati hati ya dijalannya" ucap papanya Tari.
"Ayo Tari kita antar Zaky sampai kedepan" ucap mamanya. Dan Tari pun mengangguk.
Akhirnya Zaky dan kedua orang tuanya sudah pulang ke rumahnya.
"Tari, kalo gitu gue juga pamit ya" ucap Yesi dan diangguki oleh Shil, Leon, dan Zidan.
"Ih Yesi sama Shila nginep aja disini ya, besok pas sekolah biar kita kerumah kalian sama sama buat ambil baju sekolah" ucap Trai pada Yesi dan Shila.
"Gimana Shila?" Tanya Yesi pada Shila.
"Gue sih ayo ayo aja, tapi keluarganya Tari ke ganggu gak" ucap Shila pada Yesi.
"Enggak dong Yesi, malah tante seneng kalian mau menginap disini" ucap mamanya Tari dengan tersenyum. Yesi dan Shila pun tersenyum mendengar perkataan dari mamanya Tari.
Yesi pun melirik ke arah Leon, dan Shila melirik ke arah Zidan. Leon dan Zidan pun mengangguk.
"Ya udah kita nginep disini" ucap Yesi pada Tari. Tari pun senyum bahagia.
"Leon, Zidan.. gue pinjem pacar kalian dulu ya" ucap Tari dengan sedikit tertawa.
"Siap" ucap Zidan dengan tertawa.
"Ya udah kita pamit dulu ya, om, tante, om yanto, dan semuanya. Leon sama Zidan pamit pulang dulu" ucap Leon dan menyalami mereka semua.
Tari dan kedua orang tuanya pun segera masuk ke dalam rumah..
"Cie anak mama udah besar ya, udah tunangan juga" ucap mamanya Tari dengan tersenyum.
"Ah mama, Tari jadi malu" ucap Tari dengan tersenyum malu.
"Kenapa malu, mama seneng tapi mama sedih juga, bentar lagi anak perempuan mama jadi milik orang lain dan akan ninggalin mama" ucap mamanya dengan bersedih dan menahan air matanya jatuh.
"Mama, sampai kapan pun Tari milik mama sama papa, mama gak usah sedih, Tari akan terus bareng bareng sama mama sama papa" ucap Tari dan langsung memeluk mamanya, papanya pun ikut terharu dan akhirnya mereka saling berpelukan.
"Ekhemm, mas mba, saya mau pamit pulang dulu ya" ucap om Yanto dan istri nya. Akhirnya mereka pun pulang.
"Ma, pa, Tari masuk kamar dulu ya.. mau bersih bersih Tari udah ngantuk" ucap Tari pada kedua orang tuanya.
"Iya sayang, selamat tidur" ucap mamanya dan tersenyum pada Tari.
"Selamat tidur juga ma, pa" ucap Tari dengan tersenyum dan berjalan ke kamarnya.
Sesampainya dikamar, Tari pun langsung bersih bersih. Setelah selesai bersih bersih, Tari merebahkan tubuhnya yang terasa remuk. Tari pun melamun dan memikirkan dirinya dan Zaky yang sudah bertunangan, Tari pun tersenyum senyum sendiri bahwa Bintang Ku adalah jodohnya, sampai Tari pun terlelap dalam tidurnya.
Keesokan harinya..
Tok tok tok
Tok tok tok
"Tari, bangun udah siang.. kan mau sekolah" panggil mamanya dibalik pintu kamar Tari.
Tari pun menggeliatkan tubuhnya.
"Iya ma, ini Tari bangun" ucap Tari yang masih merasa ngantuk.
"Ya udah mama tunggu dibawah ya" ucap mamanya dan beranjak pergi kembali ke ruang makan.
"Iya ma" ucap Tari dan langsung duduk dipinggir kasur.
Setelah mandi dan siap siap, Tari langsung ke bawah untuk sarapan bersama.
"Pagi ma, pagi pa" ucap Tari yang sedang menuruni tangga.
"Pagi sayang, wah keliatannya anak papa ini sedang bahagia banget ya" ucap papanya dengan tersenyum pada Tari.
"Gimana gak bahagia pa, kan udah bertunangan" ucap mamanya Tari dan tersenyum pada Tari. Tari pun menundukan kepala karena merasa malu, sampai sampai pipi Tari pun memerah. Kedua orang tuanya Tari pun tersenyum karena melihat tingkah Tari yang sedang malu malu.
"Kita makan yu Tari" ucap mamanya Tari dengan tersenyum.
"Ayo" ucap Tari dengan menunduk karena Tari tahu bahwa pipinya sedang memerah.
"Tari kenapa menunduk sayang?" Ucap papanya dengan mencolek pipi Tari. Tari pun semakin malu dan pipinya semakin memerah.
"Papa kaya gak tau aja, kan pipi Tari merah jadi malu" ucap mamanya dengan sedikit tertawa.
Selesai makan, Tari pun menunggu Zaky diteras depan.
Zaky pun datang dan mereka pun berangkat bersama sama ke sekolah.
Sesampainya disekolah, Tari dan Zaky diberikan selamat oleh teman temannya. Tari pun heran kenapa pada memberikan selamat.
"Selamat ya Tari"
"Semoga setelah lulus sekolah kalian cepet cepet ya"
"Tari selamat"
Begitulah ucapan ucapan dari para murid untuk Tari dan Zaky.
"Ada apa ya, ko pada ngucapin selamat?" Tanya Tari pada teman temannya.
"Kamu sama Zaky kan udah tunangan kan" ucap salah satu siswi.
"Hah, pada tau darimana?" Tanya Tari pada mereka.
"Kita kan semalem liat live nya Yesi pas kamu lagi ngadain tunangan sama Zaky" ucap seorang siswi pada Tari.
Tari pun kaget karena semuanya sudah pada tahu, tapi Tari pun tidak keberatan juga kalo semuanya sudah pada tahu.
"Oh hehe iya makasih ya" ucap Tari dengan tersenyum.
Tari dan Zaky pun akhirnya pergi ke taman menghampiri Yesi dan yang lainnya.
"Nah calon manten udah dateng" ucap Leon pada Tari dan Zaky.
"Huss, kita masih sekolah" ucap Tari dengan sedikit tertawa.
"Ya gak papa dong, nanti selesai lulus SMA kan bisa nikah" ucap Zidan dan mereka pun tertawa bersama.
Bel pun berbunyi, tandanya masuk..
Dikelas Tari, guru memberi tahukan akan adanya ujian ujian yang nantinya akan di akhiri dengan ujian kelulusan.
"Tar, gak kerasa deh lo sekolah disini hampir satu tahun ya" ucap Yesi pada Tari.
"Iya nih, lo mau lanjut kuliah?" Tanya Tari pada Yesi.
"Belom tau, kalo lo?" Tanya Yesi pada Tari.
"Kayanya engga deh, gue mau bantu mama gue di butik" ucap Tari pada Yesi.
Dua pelajaran pun terlewati, dan akhirnya bel istirahat pun berbunyi.
Tari, Yesi, dan Shila pun hendak ke kantin. Dan ternyata, pas mereka keluar dari kelas ternyata Zaky, Leon, dan Zidan sudah menunggu didepan kelas Tari.
"Eh kaget banget" ucap Yesi dengan sangat kaget.
"Lebay hahaha" ledek Zidan.
"Ayo ah ke kantin" ucap Zaky dan menggandeng tangan Tari. Semua mata siswa siswi pun tertuju pada Tari dan Zaky, lebih tepatnya pada cincin yang dipakai oleh Tari.
Sesampainya dikantin,.
"Sayang, kamu mau pesen apa?" Tanya Zaky pada Tari.
"Aku bakso ya, tapi di bening aja, minumnya air mineral" ucap Tari pada Zaky.
"Siap tuan putri" ucap Zaky dengan tersenyum dan pergi untuk memesankannya, Leon dan Zidan juga pergi memesankan makanan untuk Yesi dan Shila.
"Eh Tar, tadi pas jalan kesini orang orang pada ngeliatin lo ya, apalagi sama cincin ya dipake lo" ucap Shila pad Tari.
"Iya gue juga liat, sebenernya gue risih kalo diliatin. Tapi ya mau gimana lagi" ucap Tari.
Akhirnya pesanan Tari dan kedua temannya pun datang..
Saat mereka akan memakannya, tiba tiba ada dua orang perempuan menghampiri Tari.
"Tari gu-" ucap Nia yang langsung dipotong oleh Zaky. Nia adalah sahabatnya Amanda. Tetapi Nia dan Sindi sudah tidak menganggapnya sahabat, karena mereka malu dengan kelakuan Amanda yang sudah melakukan tabrak lari.
"Mau apa lo kesini?" Ucap Zaky dengan menatap tajam ke arah Nia dan Sindi.
"Kita cuma mau minta maaf sama lo Tar, kita sadar kemarin kita kahat sama lo. Dan gue juga malu punya temen kaya Amanda, Maafin gue ya Tar" ucap Nia yang merasa bersalah pada Tari. Tari pun menghela nafas..
"Iya gak papa, gue maafin. Tapi kalian jangan kaya kemarin kemarin lagi" ucap Tari pada Nia dan Sindi. Zaky dan teman temannya pun heran kenapa Tari bisa memaafkan mereka.
"Makasih ya Tar, kita seneng banget" ucap Sindi dengan tersenyum ke arah Tari.
"Udah kan, ya udah balik sana" ucap Zaky dengan masih menatap tajam Nia dan Sindi.
"Iya, kita pamit dulu ya Tar, sekali lagi makasih ya" ucap Nia dan Sindi, mereka pun pergi meninggalkan mereka.
"Tar, ko lo mau sih maafin mereka, kan mereka udah jahat banget sama lo" ucap Yesi pada Tari. Tari pun tersenyum.
"Kalo gue bisa maafin Amanda sama Robi, berarti gue juga bisa maafin mereka dong. Lagian gak baik kalo kita gak maafin, mereka yang udah minta maaf sama kita mending kita maafin aja, dan ikhlasin. Biar kita gak ada beban pikiran karena dendam kan" ucap Tari dengan tersenyum dan langsung memakan bakso nya. Semua orang pun mengangguk mendengar jawaban dari Tari, Zaky pun tersenyum dan memandangi wajah Tari tanpa berkedip.
"Oy, makan bakso lo tuh. Jangan liatin Tari terus, kan Tari udah jadi milik lo" ucap Leon dengan mengagetkan Zaky. tari pun langsung melihat ke arah Zaky yang sedang tersenyum menatapnya.
Bel masuk pun berbunyi.
Guru tidak masuk karena ada rapat untuk membahas ujian ujian. Seluruh kelas sedang kosong dan tidak ada pelajaran, mereka ada yang bermain ponsel, ke kantin, berbincang, sepak bola dilapangan, dan kejar kejaran.
Tari pun hanya duduk duduk didepan kelasnya dengan Yesi dan Shila. Zaky, Leon, dan Zidan pun menghampiri mereka.
"Halo calon istri ku" ucap Zaky yang terdengar begitu jelas oleh siswa siswi lain yanh ada didekatnya, semua murid pun melirik pada Tari dan Zaky, mereka pun menyorakinya dengan berkata Cie..
"Kamu ini ih" ucap Tari dengan menahan malu dan lagi lagi pipinya merah.
"Kenapa, malu ya?" Goda Zaky dengan mencolek pipi Tari.
"Ih udah ah aku mau ke kantin" saat Tari beranjak dari duduknya dan hendak ke kantin, tiba tiba kepala sekolah pun mengumumkan pada seluruh siswa siswi kelas 12 untuk segera berkumpul di ruang Aula.
"Ada apa ya" ucap Shila.
"Di pulangkan ksli ya, kan guru guru mau rapat" ucap Tari.
"Ya udah yu, aku ambil tas dulu ya sayang" ucap Zaky dan mencolek dagu Tari dan langsung mengambil tas nya, Tari pun tersenyum kecil.
Tari, Zaky dan seluruh siswa siswi kelas 12 pun segera berkumpul di ruang Aula. Dan benar saja, guru menyuruh kelas 12 untuk pulang. Dan ada pengarahan pengarahan untuk ujian nanti.
Saat diparkiran..
"Kita nongkrong dulu gak?" Tanya Leon pada Zaky.
"Kamu mau nongkrong dulu gak?" Tanya Zaky pada Tari.
"Boleh deh, nanti kalo udah ujian kan pasti susah buat nongkrong" ucap Tari dan diangguki oleh semuanya.
Akhirnya mereka pun bermain ke mall yang ada di kota nya.
Mereka pun bersenang senang di sana. Tiba tiba, ponsel Yesi berbunyi, dan ternyata ibunya menyuruhnya pulang.
"Yah guys, sorry ya mama gue nyuruh gue pulang, katanya mama mau arisan, dan ade gue lagi tidur. Jadi gak diajak dan gak ada yang nungguin ade gue", ucap Yesi pada semuanya.
"Gimana kalo kita sekalian jaga ade lo aja?" Ucap Shila.
"Boleh tuh, kalian para cowok mau ikut?" Tanya Tari pada Zaky dan kedua temannya.
"Boleh deh, gabut juga dirumah" ucap Zaky dan diangguki oleh Leon dan Zidan.
Akhirnya mereka pun pergi dari mall dan berangkat menuju rumah Yesi.
Sesampainya dirumah Yesi, terlihat mamanya Yesi yang sudah menunggu dan akan berangkat ke acara arisannya.
"Permisi tante" ucap Tari dan langsung menyalimi tangan mamanya Yesi, dan diikuti oleh yang lainnya.
"Eh ada kalian juga, ya udah kalian langsung masuk aja ya. Tante ada urusan sebentar" ucap mamanya Yesi sembari tersenyum.
__ADS_1
"Hati hati ya ma" ucap Yesi pada mamanya.
"Iya sayang, ade nya jangan sampe nangis ya" ucap mamanya Yesi sembari tersenyum dan pergi menggunakan mobilnya.
"Ya udah yu masuk" ucap Yesi pada Tari dan yang lainnya. Mereka pun masuk dan langsung duduk di sofa.
"Sebentar ya, gue ambilin minum dulu", ucap Yesi dan kebelakang untuk mengambilkan minum.
"Aku bantu ya" ucap Leon dan langsung mengikuti Yesi, Yesi pun tersenyum.
"Minumannya jadi", ucap Leon dan langsung menaruh minumannya di meja, dan Yesi yang menaruh cemilannya.
"Wah kalian emang calon bapal dan ibu rumah tangga yang baik" ucap Zidan dengan tertawa.
"Hahaha apa sih" ucap Yesi dan semuanya pun ikut tertawa.
Saat mereka berbincang-bincang, tiba tiba ada suara tangisan. Dan ternyata itu suara tangisan dari adiknya Yesi yang baru bangun tidur. Yesi pun segera ke kamar mamanya dan menggendong ade nya tersebut.
"Ih lucu banget, pengen gue cubit deh pipinya" ucap Tari dengan merasa gemas pada adenya Yesi. Adenya Yesi berusia dua tahun yang memang sedang lucu lucunya.
Akhirnya mereka pun mengajak bermain adiknya Yesi.
Tidak terasa waktu pun sudah menunjukan pukul 3 sore, dan mamanya Yesi pun sudah pulang. Akhirnya Tari, Zaky dan yang lainnya pamit pulang pada Yesi dan mamanya.
Sesampainya dirumah Tari, Zaky tidak mampir dulu. Karena Zaky sangat merasa gerah dan segera ingin mandi.
Tari pun langsung masuk ke dalam kamar dan langsung mandi. Setelah mandi, Tari merebahkan tubuhnya dikasur.
"Laper banget" gumam Tari dan langsung beranjak dari tempat tidurnya dan menuju ke bawah untuk mencari cemilan untuk mengganjal perutnya yang lapar.
"Mba, mama belum pulang?" Tanya Tari pada mba Asih.
"Belum non" ucap mba Asih dengan sopan.
Sesampainya dikamar, Tari langsung memakan cemilannya dan menonton drama korea di atas kasurnya. Saat Tari tengah asik menonton, tiba tiba ponsel nya berbunyi. Dan ternyata ada pemberitahuan dari grup sekolahnya, bahwa ujian akan di adakan nanti senin, dan ujian kelulusan akan di adakan satu bulan lagi.
"Kenapa dadakan pa?" Tanya Tari pada seorang guru di grup sekolahnya.
"Sengaja Tari, memang tahun ini sedikit dipercepat, di sekolah lain juga sama" ucap guru tersebut.
Tari pun langsung menyimpan ponselnya dan kembali menonton,.
Saat filmnya sudah selesai, Tari langsung teringat dengan ujiannya, besok hari libur dan seninnya ujian. Tari kaget, karena hanya ada waktu sehari untuk belajar. Ponsel Tari pun berbunyi dan ternyata ada panggilan video masuk dari Yesi dan Shila, Tari pun langsung mengangkatnya.
"Hai Tar" ucap Shila pada Tari.
"Hai, tumben nih video call gue" ucap Tari dengan tertawa.
"Hahaha, kita mau bahas ujian.. gue kaget deh kok secepet ini" ucap Yesi.
"Iya gue juga sama, cuma ada waktu sehari buat belajar" ucap Tari.
"Emang lo gak nanyain sama om lo atau Zaky nanyain sama papanya gitu?" Ucap Shila pada Tari.
"Enggak, om gue gak bilang apa apa, gak tau deh kalo Zaky" ucap Tari dengan mengernyitkan dahi nya.
"Jadi gimana, kita besok belajar bareng aja yu, kalo sendiri gue gak masuk ke dalam otak" ucap Shila dan tertawa.
"Boleh tuh, gimana Tar?" Ucap Yesi dan bertanya pada Tari.
"Iya boleh, tapi jangan pagi banget ya, paling sekitar jam 9 gimana?" Ucap Tari pada Yesi dan Shila.
"Iya siap" ucap Yesi pada Tari.
Tok tok tok
Tok tok tok
"Tari, ayo makan sayang" panggil mamanya Tari pada Tari.
"Iya ma" ucap Tari pada mamanya.
"Udah dulu ya guys, mama gue manggil. Gue belom makan" ucap Tari pada Yesi dan Shila.
"Ya udah Tar, see you" ucap Yesi pada Tari.
"See you" ucap Tari dan langsung memagikan telponnya.
Tari pun langsung beranjak dari temapt tidurnya dan membuak pintunya.
"Eh mama, masih disini" ucap Tari karena kaget karena masih ada mamanya didepan pintu.
"Iya sayang, abis ngobrol sama siapa? Sama Zaky?" Ucap mamanya sambil tersenyum.
"Bukan ma, itu tadi Yesi sama Shila besok ngajak belajar bareng. Kan seninnya Tari ujian, dan katanya ujian kelulusannya nanti satu bulan lagi." Ucap Tari pada mamanya.
"Oh Tari senin ujian, ya udah semangat ya.. mama doain semoga kamu dapat nilai yang memuaskan yang kamu inginkan" ucap mamanya dengan tersenyum pada Tari.
"Iya ma, makasih" ucap Tari dan membalas senyuman mamanya.
"Ya udah yu kita makan" ucap mamanya Tari dan berjalan bersampingan dengan Tari.
"Papa belom pulang ma?" Tanya Tari pada mamanya.
"Katanya sih lagi dijalan, paling bentar lagi nyampe" ucap mamanya pada Tari.
"Papa pulang" ucap papanya Tari dengan tersenyum ke arah Tari dan mamanya Tari.
"Nah panjang umur juga papa, baru juga diomongin" ucap mamanya Tari.
"Wah kalian ngomongin papa apa nih" ucap papanya dan langsing mencolek idung Tari.
"Enggak pa, Tari cuma nanya sama mama kalo papa belum pulang" ucap Tari dengan tersenyum malu pada papanya, Papanya pun tersenyum.
"Ya udah papa mandi dulu ya, kalian kalo udah lapar makan aja duluan" ucap papanya dan berjalan ke arah kamar.
"Ayo sayang mau makan?" Tanya mamanya Tari pada Tari.
"Nanti ah nunggu papa aja" ucap Tari dan tersenyum pada mamanya, mamanya pun mengangguk dan tersenyum.
Papanya pun selesai mandi dan berjalan menghampiri Tari dan mamanya Tari.
"Loh kalian belum makan?" Tanya papanya Tari karena kaget.
"Katanya Tari mau nunggu papa" ucap mamanya dengan tersenyum pada Tari.
"Aduh anak papa ini, ayo kita makan" ucap papanya Tari dengan mengelus kepala Tari.
Mereka pun langsung makan bersama, dan setelah selesai makan mamanya Tari pun mengajak ngobrol papanya Tari.
"Pa, katanya nanti senin Tari mau ujian, dan ujian kelulusannya nanti satu bulan lagi" ucap mamanya Tari pads suaminya.
"Wah anak papa mau ujian, kamu yang rajin belajarnya dan, semangat ngerjain soal soal ujiannya, papa doain semoga kamu bisa mendapatkan nilai yang kamu inginkan" ucap papanya Tari dengan tersenyum.
"Iya pa, makasih. Tapi Tari kaget banget pa, soalnya wkatu untuk belajar cuma hari besok doang" ucap Tari dengan sedikit bersedih.
"Eh anak papa gak boleh sedih, harus semangat ya" ucap papanya dengan mengelus kepala Tari. Mamanya Tari pun beranjak dari duduknya dan berjalan me arah dapur untuk mencuci piring yang kotor.
"Hehe iya pa" ucap Tari dengan sedikit tersenyum.
Papanya pun pergi ke taman belakang untuk sekedar duduk duduk, dan Tari pun langsung masuk ke kamarnya.
Malam hari pun tiba, Tari membuka buka buku pelajarannya, dan Tari membacanya.
Ponselnya berbunyi, tanda ada pesan masuk.
"Sayang udah tidur?" Ucap Zaky.
"Belum, masih baca baca buka, kamu?" Balas Tari.
"Aku lagi ngebayangin kamu nih" balas Zaky, balasan itu mampu membuat Tari bergetar jantungnya secara cepat.
"Aku juga nanti mikirin kamu ah, soalnya kalo mikirin pelajaran duka pusing" balas Zaky, dan balasan itu pun membuat Zaky serasa terbang melayang.
"Kamu tidur, udah malem" balas Zaky.
"Iya, kamu juga tidur.. oh iya besok aku sama Yesi sama Shila mau belajar bareng. Kamu mau ikut?" Balas Tari.
"Ikut dong, siapa tau kan aku ketularan pinter kaya kamu" balas Zaky.
"Ih orang kamu juga pinter kan, temen temen yang bilang" balas Tari.
"Pinteran kamu lah, aku gak ada apa apanya" balas Zaky.
"Udah yu kita tidur" balas Tari.
"Ayo, night honey" balas Zaky.
"Kayanya aku bakalan mimpi indah deh, soalnya diucapin sama kamu" balas Zaky.
"Hahaha ada ada aja kamu, udah ah aku tidur dulu ya" balas Tari. Tari pun langsung merebahkan tubuhnya dan terlelap tidur.
Keesokan harinya..
Jam 8 Tari masih belum bangun, mamanya sengaja tidak membangunkannya..
Tiba tiba Yesi, Shila, dan para cowok sudah sampai dirumah Tari.
Bel pun berbunyi, mamanya Tari pun segera membuka pintunya.
"Permisi tante, Tari nya ada? Kita mau belajar bareng" ucap Yesi pada mamanya Tari.
"Oh Tari ya, Tari masih tidur.. bentar ya tante bangunin dulu" ucap mamanya Tari dan hendak pergi ke kamar Tari.
"Tante tante, biar Zaky aja ya yang banguninnya, boleh?" ucap Zaky dengan tersenyum ke arah mamanya Tari.
"Oh ya udah kalo gitu, mama tunggu disini ya sambil nemenin temen temen kamu" ucap mamanya Tari. Zaky pun segera ke kamarnya Tari untuk membangunkannya.
"Ayo masuk dulu, sebentar ya tante ambilkan minum dulu" ucap mamanya Tari dan berjalan ke arah dapur.
Sesampainya didepan kamar Tari, Zaky pun langsung mengetuk pintunya.
Tok tok tok
Tok tok tok
Tidak ada jawaban dari Tari, akhirnya Zaky pun memberanikan diri untuk masuk dan membangunkan Tari. Terlihat Tari yang sedang tidur mengenakan celana pendek pas paha dan baju kaos yang oversize. Zaky pun sempat melamun melihat Tari yang sedang tidur diatas diatas kasur. Zaky pun menghampiri Tari, dan mulai membangunkannya.
"Tari, sayang, bangun" ucap Zaky dengan lembut.
"Bangun udah siang" ucap Zaky dengan menggoyang goyangkan badan Tari.
"Huammm" Tari pun menggeliatkan tubuhnya, dan bajunya pun setengah terangkat, Zaky pun langsung menutup kembali badan Tari yang sempat tidak tertutupi bajunya.
"Ah" teriak Tari karena kaget ada Zaky disamping nya.
"Kamu kenapa?" Tanya Zaky dengan penasaran.
"Kok ada kamu disini, kapan masuknya?" Tanya Tari dengan melirik ke arah badannya siapa tahu ada yang aneh, karena takut Zaky ngapa ngapain dirinya.
"Tenang aku gak apa apain kamu kok, tapi pengen sih" ucap Zaky dengan tertawa bercanda.
"Ih kamu, sana keluar ah" ucap Tari karena malu.
"Iya aku keluar, cepetan mandinya Ya, aku sama yang lain udah disini dari tadi" ucap Zaky dengan tersenyum lada Tari.
"Yang lain, udah ada disini? Kenapa gak bangunin aku dari tadi sih" ucap Tari dengan melotot kaget.
"Hahaha cepetan ya mandi nya" ucap Zaky dengan mencolek pipi Tari.
"Iya iya sana ah aku mau mandi" ucap Tari dan mendorong badan Zaky.
"Iya iya bentar" ucap Zaky dengan menatap Tari.
"Apa lagi?" Tanya Tari pada Zaky. Tiba tiba Zaky pun mencium bibir Tari, Tari pun kaget. Zaky hanya tersenyum melihat Tari yang kaget dan menahan malu.
"Ya udah aku keluar ya, jangan lama lama mandinya, aku kangen" ucap Zaky dan mengedipkan sebelah matanya.
Saat Zaky sudah keluar dari kamarnya, Tari pun tersenyum senyum.
"Ih apaan sih aduh, gak beres nih otak bukannya mandi malah mikirin Zaky" gumam Tari dan langsung mengambil handuknya dan langsung mandi.
Selesai mandi dan siap siap, Tari pun segera turun menghampiri Zaky dan teman temannya.
"Nah itu dia Tari, ya udah karena udah ada Tari nya, tante ke belakang dulu ya" ucap mamanya Tari dengan tersenyum.
"Eh maaf ya lama" ucap Tari dengan tersenyum.
"Hahaha mandi dimana Tar kok lama" ledek Yesi pada Tari.
"Cewek gue mah bebas mau lama atau engga juga" ucap Zaky dengan mengedipkan sebelah matanya pada Tari.
"Hahaha, ayo kita belajar dimana nih?" Tanya Tari pada teman temannya.
"Gimana kalo di dekat danau? Kayanya asik deh sejuk juga kan" ucap Shila.
"Gue setuju tuh" ucap Zidan dengan antusias.
"Gue sih oke aja" ucap Yesi.
"Ya udah yu di deket danau aja" ucap Tari dan langsung merapikan buku buku yang akan dibawanya.
Mereka pun akhirnya berangkat ke arah danau..
Sesampainya di danau, terlihat ada banyak orang yang sedang menikmatai weekend, ada yang bersama pasangannya, sahabatnya, dan keluarganya.
Tari dan Zaky pun memilih untuk duduk di karpet yang sudah disediakan.
"Duduk disana aja yu, di karpet" ucap Tari dengan menunjuk ke arah karpet kosong.
Akhirnya mereka pun menganggukinya dan duduk dikarpet itu.
"Belajar apa dulu nih?" Tanya Zaky.
"Gimana kalo matematika, besok kan ada matematika" ucap Tari dengan tersenyum.
"Ih males banget gue kalo matematika" ucap Zidan.
"Hahaha kenapa kamu?" Tanya Shila pada Zidan.
"Gak papa sih, cuma males aja gitu ngitung ngitung" ucap Zidan dengan tertawa.
"Ya udah kita mulai ya* ucap Tari.
Dan mereka pun belajar dengan serius, semua orang yang ada di danau memperhatikan ke arah Tari dan teman temannya, dan pada memfotonya dan dimasukan ke sosial media mereka.
"Istirahat dulu Tar, gue cape" ucap Yesi dengan menggerak gerakan tangannya yang pegal.
"Ya udah kita jajan dulu yu, gue laper belom sarapan" ucap Tari.
"Kamu mau jajan apa?" Tanya Zaky pada Tari.
"Belom tau, tapi ini siapa yang jagain? Takutnya malah diberesin sama yang punya karpetnya." Ucap Tari.
"Ya udah kalian para cewe jajan aja dulu, kita kita para cowo tunggu sini, kalo kalian dah balik giliran kita kita para cowo buat jajan" ucap Leon.
"Ribet banget, titip aja deh biar kita beliin sekalian ya" ucap Tari. Dan akhirnya para cowo pun menitip makanan pada Tari, Yesi, dan Shila.
Tari, Yesi, dan Shila pun memilih milih jajanan yang akan mereka bel, akhirnya Tari membeli bakso malang dan sosis bakar untuk Zaky dan dirinya.
Setelah membeli jajanannya, Tari dan kedua temannya pun segera kembali pada Zaky dan yang lainnya.
"Sayang, liat deh kita viral" ucap Zaky dan memperlihatkan postingan seorang ibu ibu.
"Hah, ini kita?" Ucap Tari dengan kaget.
"Iya ini kita, enggak tau ibu ibu siapa yang udah moto kita" ucap Leon.
"Jadi seneng deh kita viral hahaha" ucap Shila dengan tertawa.
"Hahaha, eh iya ini makanannya" ucap Tari dan memberikan jajanannya pada Zaky.
"Punya kamu enggak pedes?" Ucap Zaky pada Tari.
"Pedes tapi dikit" ucap Tari pada Zaky.
Akhirnya mereka pun memakan jajanannya dengan bersama sama.
Selesai memakan jajanannya, mereka pun berbincang bincang sebentar sebelum lanjut untuk belajar lagi.
"Kita lanjut lagi yu belajarnya" ucap Tari pada Zaky dan teman temannya.
"Ayo, belajar pelajaran apa nih?" Tanya Yesi pada Tari.
"Bahasa indonesia aja yu" ucap Tari pada mereka.
Akhirnya semua pun menyetujuinya dan mulai belajar lagi..
Tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 3 sore,.
"Pegel banget tangan gue" ucap Zidan.
"Eh udah jam 3 aja" ucap Yesi dengan melihat ke arah jam tangannya.
__ADS_1
"Ah iya, ya udah udahan dulu yu.. kita pulang, udah sore juga" ucap Tari pada semuanya.
"Kita makan dulu yu?" Ucap Zaky pada Tari dan teman temannya.
"Ayo" ucap Tari dan teman temannya dengan kompak.
Akhirnya mereka pun membereskan buku bukunya dan segera berangkat ke cafe mamanya Zaky.
Sesampainya di cafe, Tari, Zaky dan yang lainnya diperhatikan kedatangannya oleh tamu tamu di cafe.
"Eh itu kan yang ada di foto tadi"
"Iya ya mereka itu yang lagi viral kan"
"Rajin banget belajarnya, semoga aja hasilnya memuaskan"
Begitulah suara suara mereka yang meperhatikan kedatangan Tari dan teman temannya.
"Bentar ya aku liat dulu ke atas, takutnya gak ada yang kosong" ucap Zaky dan berjalan ke atas tempat biasa mereka makan.
"Ayo guys diatas, ada yang masih kosong" ucap Zaky dan menunjuk ke atas. Pelayan Cafe pun segera menghampiri mereka untuk menuliskan semua pesanan nya.
Tiba tiba ada notif di ponsel mereka, mereka pun langsung melihatnya. Dan ternyata ada notif masuk dari grup sekolahnya yang merepost foto Tari, Zaky dan teman temannya yang sedang belajar. Mereka pun mendapatkan pujian dari para guru dan siswa siswi yang lain.
Setelah pesanannya datang, mereka pun segera memakannya. Tidak terasa waktu sudah sore. Akhirnya mereka pun pulang ke rumah masing masing.
"Guys udah sore nih, kita pulang yu" ucap Tari pada yang lainnya.
"Iya nih, gue juga udah mau mandi nih gak betah badan gue haha" ucap Yesi.
"Ya udah yu" ucap Zaky.. Dan mereka pun akhirnya pulang.
Keesokan harinya..
Tok tok tok
"Tari" panggil mamanya dibalik pintu kamar Tari.
"Iya ma" jawab Tari yang ternyata sudah bangun dan lagi belajar.
"Kamu udah bangun, mama masuk ya" ucap mamanya dan langsung membuka pintunya.
Ceklek
"Eh sayang, kamu lagi belajar" ucap mamanya dan mengelus kepala Tari.
"Hehe iya ma, doain Tari ya" ucap Tari dengan tersenyum.
"Iya pasti dong sayang, tanpa kamu minta pun mama sama papa kamu pasti doain kamu.. kamu udah mandi?" Ucap mamanya dengan tersenyum.
"Udah ma, tinggal ganti baju" ucap Tari dan sembari kembali memfokuskan pada buku bukunya.
"Kalo udah belajar nya nanti kita sarapan ya" ucap mamanya.
"Iya ma" ucap Tari dengan pandangan ke buku.
"Ya udah mama keluar dulu ya" ucap mamanya dan mencium kepala Tari. Tari pun menjawab dengan anggukan.
Setelah selesai belajar, Tari pun segera berganti pakaian dengan seragam sekolah, dan Tari pun duduk dimeja rias.
"Semangat Tari, harus bisa dapet nilai yang diinginkan" ucap Tari untuk memberikan semangat pada dirinya sendiri, dan Tari pun tersenyum. Setelah semuanya beres, Tari segera turun ke bawah untuk sarapan.
"Pagi ma, pagi pa" ucap Tari pada kedua orang tuanya.
"Pagi sayang, sini sarapan" ucap papanya dengan tersenyum.
Tari pun langsung duduk dan meminum susu dan memakan roti yang sudah mamanya siapkan.
"Semangat ya Tari ujiannya" ucap mamanya dengan tersenyum.
"Iya ma" ucap Tari dengan membalas senyumannya.
Tiba tiba ponsel Tari berbunyi, dan ternyata kak Asa melakukan panggilan video pada Tari.
"Kak Asa" ucap Tari dan langsung mengangkatnya.
"Halo adik ku sayang" ucap kak Asa dengan tersenyum pada Tari.
"Halo kakak ku sayang" ucap Tari dengan tertawa.
"Katanya lo mau ujiannya, semangat ya" ucap kak Asa pada Tari.
"Iya kak makasih, gitu doang?" Ucap Tari dengan mengangkat sebelah alisnya.
"Lah harusnha ngapain lagi" ucap kak Asa.
"Masa nyemangatin ade nya cuma bilang semangat ya" ucap Tari dengan sedikit kesal.
"Oh haha jadi maksudna bocil ini mau disemangatin yang lebih lebih ya, ya udah gini nih semangat adikku sayang, semoga ujiannya lancar dan mendapatkan nilai yang tinggi" ucap kak Asa dengan tersenyum.
"Hahaha nah gitu dong, makasih kakak ku sayang" ucap Tari dan lanjut makan rotinya.
"Ya udah lo lanjut sarapan, salam sama mama sama papa" ucap Kak Asa.
"Iya" ucap Tari, dan telpon pun dimatikan oleh kak Asa.
Bel rumah pun berbunyi, dan Tari pun langsung membukanya, ternyata Zaky yang sudah datang untuk menjemput Tari.
"Halo tuan putri, ayo berangkat" ucap Zaky dengan mengedipkan matanya.
"Iya ayo, ma, pa, Tari berangkat dulu ya" ucap Tari pada mama papanya yang sedang sarapan. Dan orang tuanya Tari pun keluar menghampiri Tari dan Zaky.
"Om, tante, kita pamit berangkat sekolah dulu" ucap Zaky dan langsung menyalami tangan kedua orang tuanya Tari. Dan Tari pun langsung mengikutinya.
"Kalian hati hati ya dijalannya, dan semangat ujiannya. Yang fokus mengisi soalnya" ucap papany Tari.
"Iya pa, iya om" ucap Tari dan Zaky secara bersamaan. Akhirnya Tari dan Zaky pun berangkat ke sekolah.
Sesampainya disekolah, Tari dan Zaky tidak duduk dikursi ditaman dulu, karena teman temannya pun sudah ada dikelas. Dan ujian ini hanyalah kelas 12 yang sekolah, kelas 10 dan 11 diliburkan. Zaky pun mengantarkan Tari ke ruang kelasnya.
"Kamu yang semangat ya ujiannya, jangan buru buru. Baca lagi kalo udah selesai" ucap Zaky dengan tersenyum.
"Siap pak bos, kamu juga ya" ucap Tari dengan membalas senyuman Zaky.
"Ya udah aku balik ke kelas dulu ya" ucap Zaky dan langsung berlari menuju kelasnya.
"Tari, kalian kemarin keren banget bisa sampe viral gitu" ucap Aldi pada Tari.
"Ah biasa aja, itu kita cuma lagi belajar, dan itu juga ide Shila supaya belajar disana" ucap Tari dengan tersenyum dan langsung duduk dikursinya.
Tari dan teman temannya pun mulai membaca baca bukunya dan bel pun berbunyi tanda masuk.
"Gimana udah siap ujiannya?" Ucap Guru tersebut.
"Siap bu" ucap seluruh murid dengan kompak. Dan guru pun memberikan soal soal ujiannya.
Satu jam lebih tiga pulus menit berlalu, dan kini waktunya istirahat.
"Waktu sudah habis, semuanya boleh keluar" ucap Guru.
"Semua siswa pun telah selesi mengisi soalnya dan keluar dari kelasnya.
"Tar, gimana tadi ujiannya? Gue nomer 20 susah deh" ucap Yesi dan merasa sedih.
"Kalo gue sih nomer 25, gak tau bener atau engga" ucap Tari.
"Udah jangan terlalu dipikirin, mending kita makan yu gue laper" ucap Shila dengan tertawa.
"Ye lo mah, ya udah ayo hahaha" ucap Yesi. Dan mereka pun akhirnya ke kantin, saat berjalan ke kantin ternyata Zaky dan kedua temannya sudah mengikuti di arah belakang Tari dan kedua temannya.
Seampainya dikantin, Tari dna kedua temannya hendak memesan makanan.
"Kita aja yang pesen" ucap Zaky. Tari, Yesi, dan Shila pun kaget tiba tiba ada suara dibelakang mereka.
"Ih ngagetin aja, dari kapan kalian disini?" Tanya Tari.
"Dari tadi, kita sengaja nunggu kalian lewat" ucap Zaky dengan tersenyum ke arah Tari. Tari pun menggelengkan kepala atas tingkah ketiga laki laki tersebut.
"Ya udah pesen apa tuan putri" ucap Zaky pada Tari.
"Mie ayam ya, minumnya teh manis dingin" ucap Tari dengan tersenyum.
"Baik tuan putri, silakan duduk" ucap Zaky dengan mengedipkan sebelah matanya dan langsung berjalan memesankan makanan Tari.
Tari, Yesi, dan Shila pun duduk dikursi sembari menunggu pesanannya datang.
"Tar, Zaky bucin banget ya sama lo" ucap Yesi dengan menggoda Tari.
"Ah biasa aja, perasan kalian doang itu" ucap Tari dengan datar.
"Engga Tar, orang Zaky tiap pacaran gak sebucin ini dan gue pernah bilang kan kalo Zaky tuh gak pernah pesenin makanan buat cewenya" ucap Yesi.
"Haha bisa aja lo" ucap Tari dengan tertawa.
"Zaky datang tuh" ucap Shila dengan mengarah pandangannua pada Zaky sebagai memberi kode mereka kalo Zaky sudah datang.
"Silakan tuan putri" ucap Zaky pada Tari dan langsung menyimpan mie ayam dan teh manis nya.
"Lebay banget lo Zak ah" ucap Leon pada Zaky.
"Apa, sirik lo, noh kalo sirik lo juga gitu dong sama cewe lo" ucap Zaky dengan tersenyum miring.
"Ayo makan" ucap Tari pada Zaky.
"Bentar kita mau ambil pesanan kita dulu, yakali mau makan semangkuk berdua yang ada kamu gak kenyang" ucap Zaky dengan tersenyum dan berjalan mengambil pesanannya.
Mereka pun akhirnya makan bersama.
Bel pun berbunyi.. semua murid pun langsung kembali ke kelasnya masing masing.
"Semangat ya sayang ujiannya" ucap Zaky membisik pada Tari. Tari pun mengangguk dan terasa malu bisa Zaky memanggilnya dengan sebutan sayang.
Guru pun masuk dan langsung memberikan soal ujiannya.
Seperti biasa Tari sudah selesai duluan, tapi Tari memilih untuk membacanya lagi karena takut ada yang salah.
Karena Tari sudah yakin dengan jawaban jawabannya, maka Tari pun bilang sudah pada gurunya dan langsung keluar dari kelas.
Didepan kelas Tari duduk sendiri, belum ada siswa siswi yang sudah selesai ujiannya.
"Duh kayanya kecepetan deh" gumam Tari.
Tari pun membuka ponselnya karena merasa bosen.
"Halo sayang" ucap Zaky yang tiba tiba menghampiri Tari.
"Eh kamu, gimana ulangannya?" Tanya Tari pada Zaky.
"Lumayan susah" ucap Zaky sedikit sedih.
"Mmmm semoga kita bisa dapet nilai yang memuaskan ya" ucap Tari dengan tersenyum.
Bel pun berbunyi... Waktunya pulang.
Tari dan Zaky pun masuk ke kelasnya masing masing.
Setelah pulang sekolah, Tari dan yang lainnya langsung pulang, karena Tari mau belajar buat ujian besok.
"Kita nongkrong dulu gak?" Tanya Leon.
"Gue enggak ya, mau pulang aja, mau belajar, soalnya tadi juga ada soal yang lumayan susah" ucap Tari.
"Ya udah gue juga pulang aja, kalo kalian mau nongkrong nongkrong aja silakan" ucap Zaky.
"Ya udah kita pulang juga deh yu" ucap Yesi pada Shila, Leon, dan Zidan.
"Ya udah yu ke parkiran" ucap Zidan. Dan mereka pun pulang ke rumahnya masing masing.
Sesampainya dirumah Tari..
"Kamu mau mampir gak?" Tanya Tari pada Zaky.
"Aku langsung pulang aja ya, kita sama sama belajar biar dapet nilai yang kita inginkan" ucap Zaky dengan tersenyum.
"Ya udah hati hati ya" ucap Tari dengan membalas senyumannya.
"I love you" bisikan Zaky pada Tari, Tari pun kaget.
"Ko gak dijawab" ucap Zaky dengan sedih.
"I love you to sayang" ucap Tari dengan tersenyum.
"Wah aku bakalan tidur nyenyak nih nanti" ucap Zaky dengan mengedipkan sebelah matanya.
"Hahaha kamu ada ada aja" ucap Tari dengan tertawa.
"Ya udah aku pulang dulu ya, jangan lupa makan ya" ucap Zaky dan menyalakan kembali sepeda motornya.
"Iya kamu juga" ucap Tari dan melambaikan tangan pada Zaky.
Setelah Zaky hilang dari pandangannya Tari, Tari pun masuk ke dalam rumah.
"Eh anak mama udah pulang, gimana ulangannya?" Ucap mamanya dengan tersenyum ke arah Tari.
"Lancar sih ma, tapi ada soal yang menurut Tari agak susah, nanti Tari harus bener bener lagi belajarnya nih" ucap Tari dengan sedikit murung.
"Tapi kamu makan dulu ya" ucap mamanya dengan mengelus kepala Tari.
"Iya ma, Tari masuk dulu ya mau mandi" ucap Tari dan berjalan ke arah kamarnya.
Tari pun segeran merebahkan tubuhnya dikasur, setelah itu Tari mandi dan duduk dikursi yang ada di balkon. Tari menatap pemandangan siang menuju sore hari diatas balkon, ada anak kecil yang bermain bola, lari larian dan ada juga ibu ibu komplek yang sedang berbincang bincang.
Tok tok tok
"Tari ayo makan, mama udah nunggu" panggil mamanya dibalik pintu pada Tari.
"Iya ma Tari sekarang kesana" ucap Tari dan langsung menutup pintu balkon dan segera ke bawah untuk makan bersama.
"Eh papa udah pulang" ucap Tari dengan tersenyum.
"Iya sayang, ayo kita makan" ucap papanya pada Tari dan membalas senyumannya Tari. Tari pun mengangguk dan mulai mengambil nasi.
Mereka pun makan sambil sedikit berbincang bincang.
"Tari, gimana ujian kamu?" Tanya papanya pada Tari.
"Lancar pa, tapi ada beberapa soal yang menurut Tari agak susah" ucap Tari dengan sedikit tersenyum.
"Gak papa sayang, yang penting kamu sudah berusaha.. semangat terus ya belajarnya" ucap papanya dengan tersenyum pada Tari.
"Iya pa" ucap Tari degan mengangguk dan tersenyum.
Setelah makan selesai, papanya lanjut menonton berita di tv, dan mamanya pergi ke dapur, dan Tari pun pergi ke kamarnya untuk mulai belajar.
Tidak terasa waktu sudah malam saja, Tari merasa lapar, akhirnya Tari ke bawah untuk mengambil beberapa cemilan.
"Eh ada om Yanto, ada apa om?" Tanya Tari pada om Yanto yang sedang duduk bersama istri nya dan kedua orang tua Tari.
"Enggak ada apa apa Tari, om cuma mau ngasih tau kalo selesai ujian ini para kalian para kelas 12 akan camping, untuk hiburan sebentar sebelum ujian kelulusan" ucap om Yanto yang membuat Tari bahagia.
"Serius om? Ma, pa Tari boleh ikut ya?" Ucap Tari dengan antusias.
"Iya sayang, tapi kamu semangat ya belajarnya" ucap papanya pada Tari dan dengan tersenyum.
"Siap pa, ya udah Tari kesini cuma mau ambil cemilan aja" ucap Tari dan langsung mengambil cemilan yang ada di kulkasnya.
"Om, Tante, ma, pa, Tari masuk ke kamar dulu ya, mau lanjut belajar" ucap Tari dengan tersenyum.
"Iya Tari" ucap om Yanto dan di angguki oleh istrinya om Yanto dan kedua orang tuanya Tari.
Tari pun segera kembali ke kamar, kini Tari belajar tidak lagi di atas kasur, melainkan di meja belajarnya. Karena takut cemilannya ada yang berjatuhan di atas kasur.
Tari pun belajar dengan serius, dan tiba tiba Tari teringat dengan ucapan om nya tentang camping tersebut. Maka Tari pun menjadi penasaran dan langsung membuka ponselnya untuk menghubungi Zaky, Tari pun segera mengirimkan pesan pada Zaky.
"Zaky, emang bener sekolah kita bakalan ngadain camping untuk kelas 12?" Tanya Tari pada Zaky.
"Ah iya kamu udah tau ya, aku juga baru tau tadi dari papa. Niatnya aku mau ngasih tau kamu besok, soalnya kalo sekarang takut kamu ke ganggu karena lagi belajar." Balas Zaky.
"Kamu tau ga kapan campingnya?" Tanya Tari.
"Belum tau, katanya sih selesai ujian ini, biar kita semangat buat jalani ujian kelulusan nanti." Balas Zaky.
"Oh yaudah udah dulu ya, aku cuma mau nanya itu aja. Aku mau lanjut belajar, kamu belajar juga kan?" Balas Tari pada Zaky.
"Iya dong aku belajar juga, kan aku juga pengen pinter kaya kamu" balas Zaky.
"Ya udah udah dulu ya" balas Tari.
"Selamat malam Mentari Ku" balas Zaky.
"Selamat malam kembali Bintang Ku" balas Tari.
Akhirnya Tari dan Zaky pun melanjutkan belajarnya, waktu sudah larut malam, Tari begitu mengantuk sekali. Akhirnya Tari pun membereskan buku bukunya dan segera tidur.
__ADS_1