
Sementara ditempat lain..
"Sayang, besok kamu mau masuk sekolah gak?" tanya Amanda.
"Iya bro, tiap hari senin kita bolos terus. Apa gak nyoba masuk aja?" Tanya Zidan yang langsung disikut oleh Leon.
Zaky yang mendengarnya pun tidak marah, justru dirinya begitu setuju bahwa besok akan masuk sekolah.
"Kita masuk aja" jawab Zaky dengan datar.
"Tumben bro mau masuk?" tanya Zidan dengan mengangkat sebelah alisnya, Zaky pun hanya tersenyum miring.
"Ayo balik, gue gerah mau mandi" ucap Zaky dan langsung berdiri.
"Kok pulang sayang? Aku ikut kamu ya ke apartemen" ucap Amanda dengan manja.
"Kamu pulang aja ya sayang, aku mau pulang ke rumah soalnya" jawab Zaky.
Amanda pun hanya mengangguk, Zaky dan Amanda pun sudah tau jika kedua orang tuanya Zaky itu tidak suka dengan Amanda. Karena menurut kedua orang tuanya Zaky kalau Amanda itu hanya memanfaatkan Zaky saja.
Orang tuanya Zaky sudah sering mengingatkan pada Zaky untuk jangan terlalu mengikuti semua kemauan Amanda.
Tetapi Zaky tidak menurutinya, kan kata peribahasa kalo Cinta itu buta.
Balik lagi pada Mentari, selesai makan Tari dan papanya langsung duduk duduk di kursi taman.
"Eh iya pa, kak Asa kemana?" tanya Tari.
"Kak Asa lagi ke rumah temennya" ucap papanya.
"Emangnya kak Asa disini punya temen ya?" tanya Tari.
"Katanya sih begitu, udah ya papa masuk kamar dulu" ucap papanya Tari, Tari pun hanya mengangguk.
Tari pun membuka ponselnya dan membuka sosial medianya, Tari menemukan postingan Give away untuk membuat isi hati untuk sahabat.
Tari langsung teringat dengan Bintangku, Tari memegang kalung yang berbentuk bintang itu.
"Bintang, kamu dimana" gumam Tari dengan menatap ke langit.
"Aku selalu berharap kalo kita bisa ketemu lagi" gumam Tari dan meneteskan air matanya.
"Tari sayang, kamu kenapa nangis?" tanya mamanya dan langsung menghampiri Tari.
"eh mama, gak papa ma" jawab Tari sambil tersenyum.
"Jangan bohong, ayo cerita sama mama ada apa?" tanya mamanya.
"Tari hanya inget sama Bintang ma, kira kira dia dimana ya, Dia inget gak ya sama Tari" ucap Tari sambil menunduk melihat kalungnya.
"Tari, mama yakin suatu saat nanti kamu sama Bintang kamu itu bertemu. Kamu sabar ya" ucap mamanya sambil tersenyum.
"iya ma" jawab Tari sambil tersenyum juga.
"Udah dong jangan nangis lagi ya, kalo kamu nangis mama juga ikutan nangis" ucap mamanya.
"iya ma enggak kok" jawab Tari sambil tersenyum.
"Ya sudah mama kesana dulu ya, mau nonton berita petang" ucap mamanya dan beranjak dari duduknya.
Kini Tari sendiri yang duduk si kursi taman, tiba tiba..
"Hayo" teriak kak Asa yang mengagetkan dan menepuk pundak Tari.
__ADS_1
"Ih kak Asa, kaget tau kak" ucap Tari.
"Haha masa sih, bengong kenapa lo?" Tanya kak Asa.
"Kepo aja" ucap Tari dengan meledeknya.
"Wah, Ma Tari galau nih" teriak kak Asa.
"Ih apaan sih kak Asa, gak lucu tau" ucap Tari.
"Ya abisnya lo galau galau gitu" ucap kak Asa.
"Udah ah sana lo, gue mau sendiri disini" ucap Tari dan sedikit mendorong badan kak Asa.
"Dih, ya udah. Tadinya gue mau kasih ini sama lo, tapi lo nya ngusir. Jadi gue kasih mama aja ya" ucap kak Asa.
"Apa itu?" tanya Tari.
"martabak Coklat" ucap kak Asa dan berjalan ke arah mamanya.
"ih mauuuu" ucap Tari dan langsung berlari.
"Tadi ngusir gue, sekarang lo nyamperin" ucap kak Asa.
"ya maaf, gue cuma bercanda" ucap Tari.
"Ya udah nih, bagi dua sama mama" ucap kak Asa.
"lo gak mau kan?" tanya Tari sambil cengengesan.
"Gak, gue udah kenyang kalo liat lo makan kek gitu" ucap kak Asa.
Ih, tuh liat ma kak Asa nyebelin banget" ucap Tari dengan merengek.
"udah udah, ayo makan martabak nya. Nanti keburu dingin" ucap mamanya.
"Terserah lo bocil, gue mau mandi" ucap kak Asa dan langsung pergi ke kamarnya.
Tari dan mamanya pun lanjut memakan martabaknya. Apalagi Tari yang terlihat lahap memakannya.
"Tari udah kenyang ma, Tari masuk kamar dulu ya ma" ucap Tari.
"Iya sayang" ucap mamanya sambil tersenyum.
Akhirnya Tari pun segera masuk ke kamarnya.
Tari pun merebahkan tubuhnya di ranjangnya karena merasa mengantuk. Dan ternyata Tari ketiduran sampai besok pagi.
***
keesokan harinya..
Tok tok tok
Tok tok tok
"Tari, ayo bangun sayang" ucap mamanya dibalik pintu.
"Tari, ayo sekolah" ucap mamanya."
Karena tidak ada jawaban, mamanya pun langsung membuka pintu kamar Tari.
"Tari, udah siang ayo bangun" ucap mamanya yang langsung membangunkan Tari dengan cara sedikit menepuk pipi Tari.
__ADS_1
"Iya ma, 5 menit lagi ya" ucap Tari dengan memejamkan matanya.
"gak ada 5 menit 5 menit lagi, ayo cepet kamu bangun" ucap mamanya Tari dan langsung menarik tangan Tari.
"Iya ma iya ini udah bangun nih" ucap Tari dan langsung menggeliatkan tubuhnya.
"Ayo cepet kamu mandi, kita tunggu dibawah ya" ucap mamanya sambil tersenyum.
"Iya ma" ucap Tari sambil mengangguk, Tari segera mengambil handuknya dan segera mandi.
Selesai mandi, Tari langsung turun ke bawah untuk sarapan.
"Eh ada om Yanto, tumben kesini masih pagi om, ngapain?" tanya Tari.
"Kamu ini Tari, gak ada sopan sopan nya sama om kamu" ucap mamanya Tari.
"Udah mba gak papa, Tari kan emang suka bercanda iyakan Tari" ucap om Yanto dengan mengangkat sebelah alisnya. Tari pun hanya cengengesan.
"Om kamu ini kan guru di sekolah baru kamu, jadi sekalian jemput kamu" ucap papanya Tari.
"Emangnya mama sama papa gak anter Tari?" tanya Tari.
"Ya tetep anter dong sayang" ucap mamanya sambil tersenyum.
"Kalo kak Asa?" tanya Tari.
"Gue enggak, mending disini dirumah" ucap kak Asa
"ih lo gitu, ini hari pertama gue di sekolah baru" ucap Tari.
"Ya bodo amat" ledek kak Asa.
"Eh iya jangan deh, soalnya gue takut lo goda murid murid disana" ucap Tari.
"Siapa juga yang mau sama bocil" ledek kak Asa.
"Ih awas loh nanti punya calon istri seumuran sama gue" ucap Tari.
"Gak akan Tari, udah cepet makan lo" ucap kak Asa.
"Eh iya jangan deh, gue gak mau ya kalo punya kakak Ipar seumuran gue, apalagi umurnya dibawah gue" ucap Tari.
"Udah udah, ayo kita makan dulu. Kamu juga kan harus sekolah, nanti keburu telat" ucap mamanya.
"Iya ma" jawab Tari.
Mereka pun segera makan makanannya masing masing.
Selesai makan, Tari dan yang lainnya pun berangkat mengantar Tari, kecuali kak Asa.
"Serius lo gak mau ikut?" tanya Tari.
"Gak, gue mau tidur mumpung dirumah" ucap kak Asa.
"Ya udah, ayo ma pa berangkat sekarang" ucap Tari.
"Iya sayang, ayo Yanto" ucap papanya Tari.
Sepanjang perjalanan, Tari tidak berbicara sedikit pun.
"kamu kenapa Tari?" tanya mamanya.
"Tari takut ma, nanti kalo Tari gak punya temen gimana ya" ucap Tari.
__ADS_1
"Jangan berfikir seperti itu, nanti kamu bakal punya temen kok" ucap mamanya Tari. Tari pun hanya tersenyum tipis dan mengangguk.
***