
Dua ulangan terlewati, dan sekarang waktunya pulang.
Tari, Yesi, Shila, Zaky, Leon, dan Zidan berkumpul di parkiran motor. Mereka memikirkan akan membeli kue pasar dimana, karena kalo membeli dipasar sudah pasti tidak ada, karena harus pagi pagi.
"Gimana, kita mau beli kue pasar dimana?" Tanya Tari. Semua terdiam memikirkan harus dimana membeli kue pasar itu.
"Gimana kalo kita cari di pameran yang kita datangi kemarin? Siapa tahu ada" ucap Zaky.
"Boleh juga tuh, ayo kita sekarang berangkat" ucap Leon.
"Yesi, mending lo pulang aja ya, Shila juga. Temenin dirumahnya, tunggu kita datang" ucap Tari pada Yesi dan Shila.
"Ya udah kita duluan ya" ucap Shila dan Yesi yang masih sedih.
Setelah Yesi dan Shila pergi, Tari dan yang lainnya langsung pergi ke pameran.
Mereka pun akhirnya sampai di lokasi.
"Ayo, semoga aja ada ya" ucap Tari pada Zaky dan kedua temannya.
Mereka pun melihat-lihat siapa tahu ada kue-kue pasar.
Beberapa menit kemudian, akhirnya mereka menemukannya.
"Itu dia, guys ayo" ucap Tari dan langsung pergi mendekati stand tersebut.
"Untung aja ada" ucap Zaky.. Leon pun tersenyum, masih ada harapan untuk Yesi bisa diizinin.
Setelah mendapatkan kue pasar tersebut, Taru dan yang lainnya langsung berangkat menuju rumah Yesi.
Diperjalanan, Amanda melihat Zaky yang sedang membonceng Tari, Amanda pun segera mengikutinya. Tetapi sesampainya dirumah Yesi, Amanda tidak bisa masuk dan tidak tahu apa maksud kedatangan Zaky dan yang lainnya.
"Ayo masuk" ucap Yesi yang ternyata menunggu mereka dikursi terasnya.
"Mama lo lagi apa?" Tanya Zaky.
"Nonton tv sama papa" jawab Yesi.
"Mereka tau kalo kita mau kesini?" Tanya Tari.
"Iya, gue bingung jawab apa pas mama gue bilang tumben duduknya didepan, biasanya dikamar gue" ucap Yesi.
"Ya udah gak papa, mending kita masuk sekarang, dan semoga berhasil" ucap Tari.
Mereka pun akhirnya masuk ke dalam, dan benar, mamanya Yesi sedang menonton tv dengan papanya.
__ADS_1
"Ma, pa, temen-temen Yesi udah datang" ucap Yesi. Kedua orang tuanya Yesi pun menengok ke arah Tari dan yang lainnya.
"Permisi om, tante, maaf kalau waktunya terganggu" ucap Tari dengan senyuman.
"Gak ganggu kok Tari, tante sama om sudah tau apa maksud kedatangan kalian kesini, kalian pasti mau membujuk tante supaya tante izinin Yesi kan" ucap mamanya Yesi.
"Kalian duduk dulu disini, biar enak ngobrolnya" ucap papanya Yesi dengan menyuruh duduk. Mereka semua pun duduk.
"Maaf om, tante, maaf jika kita lancang, kita ingin meminta izin pada om sama tante untuk mengizinkan Yesi liburan sama kami, kami janji kami bakal jagain Yesi, kami janji bakal anterin Yesi kesini dengan selamat" ucap Zaky dengan meyakinkan mamanya Yesi.
"Om sih setuju-setuju aja, tapi mamanya ini gak ngizinin" ucap papanya Yesi dengan melirik ke arah mamanya Yesi.
"Kalian bakal bawa pulang Yesi dengan selamat? Tanpa kurang satupun itu?" Tanya mamanya Yesi.
"Iya tante, kami bakal jagain Yesi dan bawa pulang Yesi dengan selamat tanpa kurang satupun itu" jawab Tari dengan tersenyum.
"Ya udah kalo gitu tante izinin, tante titip Yesi sama kalian ya, jaga Yesi baik-baik" ucap mamanya Yesi. Mamanya Yesi begitu ketat dengan penjagaan putrinya itu, karena Yesi adalah putri semata wayangnya.
"Baik tante, terimakasih" ucap Tari dan semuanya tersenyum.
***
Hari ke 1, 2, 3, 4, 5 sudah terlewati, dan ini hari terakhir mereka ulangan tengah semester.
"Gimana guys, tetap semangat ulangannya?" Tanya Tari pada semuanya.
"Wah liburan kemana Zaky?" Tanya Amanda yang tiba tiba muncul dan menggandeng tangan Zaky.
"Apa lo ikut campur aja" ucap Zaky dan melepaskan tangan Amanda. Zaky pun akhirnya langsung menggandeng tangan Tari dan mengantarkannya ke kelas. Yesi dan Shila pun mengikutinya, Amanda pun terlihat sangat kesal.
"Enak lo ditinggalin Zaky" ledek Leon dan Zidan.
Amanda tidak menanggapi ucapan Leon, ia memilih untuk pergi dan masuk kelasnya.
Sesampainya dikelas Tari,
"Semangat ya ngerjain soal-soalnya" ucap Tari yang menyemangati Zaky.
"Sekarang kamu udah berubah ya, dulu pas baru ketemu lagi kamu dingin banget sama aku, tapi sekarang abi seneng banget karena kamu udah perhatian sama aku. Dan semoga kita bisa secepatnya ke jenjang yang lebih serius ya" ucap Zaky dengan tersenyum.
"Sekolah dulu, bentar lagi masuk nih, dadah" ucap Tari dan masuk ke kelasnya, Tari merasa malu. Zaky pun terkekeh kecil melihat tingkah Tari yang menggemaskan itu.
Bel pun berbunyi dan guru pun masuk, langsung di bagikanlah kertas soal-soal itu oleh guru.
Semuanya tampak serius dan bersemangat, karena ini hari terakhir ulangan dan pastinya banyak yang akan berliburan.
__ADS_1
Karena hari ini cuma satu pelajaran, akhirnya Tari dan Zaky dan yang lainnya pun langsung pulang ke rumahnya masing-masing.
Tapi berbeda dengan Tari dan Zaky, mereka memilih untuk mampir ke cafe mamanya Zaky.
Hubungan Zaky dan mamanya memang sudah membaik, berkat Tari yang terus menasihati Zaky supaya bisa memaafkan mamanya itu. Kehadiran Tari memang membuat hidup Zaky menjadi lebih baik.
Sesampainya di cafe, Tari dan Zaky memilih untuk duduk didalam, karena semua meja yang berada diluar sudah terisi penuh.
"Eh sayang-sayangnya mama, tumben duduknya disini, biasanya diluar?" Tanya mamanya Zaky kepada Zaky dan Tari.
"Diluar udah penuh ma" jawab Zaky dan langsung mengambil air minum.
"Ya udah kalo kalian mau makan atau minum langsung panggil aja karyawan mama ya, mama mau kontrol cafe yang lainnya" ucap mamanya Zaky dan pamit pergi. Cafe mamanya Zaky bukan cuma satu, tapi ada 3 cabang di kota jakarta.
Tari dan Zaky pun akhirnya memesan makanan dan minumannya..
Sesampainya makanan dan minumannya, Tari dan Zaky langsung memakannya dan bercakap santai.
"Sayang, gimana udah siap untuk besok?" Tanya Zaky dengan menatap Tari.
"Siap dong, kamu sendiri udah siap?" Tanya Tari yang tengah fokus dengan makanannya.
"Kira-kira kita di sana berapa malam ya?" Tanya Zaky dengan menggoda Tari.
"Kan perjanjiannya cuma semalam" jawab Tari dengan melirik dan mengernyitkan alisnya.
"Iya iya cuma becanda ko, ya siapa tau aku sama kamu di izinin untuk lebih dari sehari gitu" ucap Zaky dengan tertawa.
"Gak ada ya, perjanjian cuma sehari, ingat itu" ucap Tari yang melanjutkan makan.
"Iya siap tuan putri" ucap Zaky dan mencolek dagu Tari.
Selesai makan, Tari pun mengajaknya untuk pulang, karena waktu sudah sore.
"Ayo pulang" ajak Tari dengan menatap Zaky.
Zaky tidak menjawabnya, ia memilih untuk berpura-pura tidur. Tari pun yang mengerti kalau Zaky sedang berpura-pura akhirnya Tari mempunya ide untuk mengerjainya balik.
"Aduh" ucap Tari yang pura-pura jatuh dari kursi. Dan Zaky pun langsung bangun dari berpura-puraanya itu.
"Nah kan bangun juga, ayo anter aku pulang" ucap Tari dengan tertawa.
"Nanti ya, aku masih mau disini sama kamu" ucap Zaky dengan wajah menyedihkan.
"Sekarang ah, udah sore" ucap Tari dan memasang muka sedih juga.
__ADS_1
Zaky pun akhirnya menuruti kemauan Tari, karena Zaky selalu tidak tega jika melihat Tari bersedih