Mentari Ku Kembali

Mentari Ku Kembali
Bab 3. Dewi Kejam Dan Ratu Kejam


__ADS_3

Sesampainya disekolah, tari dan kedua orang tuanya turun dari mobil dan berjalan menuju ruang kepsek sambil diantar oleh om Yanto. Terlihat suasana sekolah sangat sepi, karena pembelajaran sudah dimulai sejak 10 menit yang lalu.


Karena pintu ruangan kepsek tidak ditutup, akhirnya om Yanto mengetuk sambil melihat kearah dalam.


Tok tok tok


"Permisi pak, ada Tari yang dan kedua orangtuanya yang kemarin mendaftar sekolah disini." Ucap om Yanto sambil melihat ke arah Tari dan kedua orang tuanya.


"Silakan duduk, dan pak Yanto boleh masuk ke ruangan." Jawab pak kepsek dengan wibawa.


"Baik pak, saya permisi. Mari mba, mas, tar." Jawab om Yanto sambil berpamitan.


Setelah urusan diruang kepsek telah selesai, Tari diantar menuju kelasnya oleh bu Mira. Bu Mira ialah wali kelas Tari.


"Yasudah tari mama sama papa pulang dulu ya." Ucap mama Tari sambil memeluk Tari


"Iya ma, mama sama papa hati-hati dijalannya."


"Kamu belajar yang bener ya nak, dengerin apa kata guru mu." Ucap papa soendoko dengan mengelus kepala tari. Jawab Tari dengan anggukan.


Sesampainya didepan kelas Bu Mira dan tari langsung masuk, bu Mira langsung membisikan meminta izin ada siswi baru yang bergabung dikelasnya. Bu Ajeng yang sedang mengajar pun langsung mengangguk dan duduk ditempat guru.


Semua murid tampak berbisik-bisik dan melihat ke arah Tari, mungkin pada bertanya-tanya siapa gadis cantik yang ada didepan saat ini.


"Selamat pagi anak-anak." Ucap bu Mira


"Pagi Bu." Jawab seluruh murid dengan kompak.


"Tentu kalian melihatnya bahwa disamping saya ada siswi dengan mengenakan seragam yang sama. Hari ini kita kedatangan siswi baru. Kamu boleh memperkenalkan nama kamu sekarang." Ucap bu Mira dengan melirik ke arah murid terus ke arah tari.


"Hallo semuanya, nama gue Mentari Salsabilla Santoso bisa dipanggil Tari. Semoga kita bisa berteman." Ucap Tari sambil tersenyum.


"Hallo tari, boleh tahu rumahnya dimana gak."


"Tari senyumnya manis banget."


"Masukin grup kelas oy biar gue punya nomernya."


Ucap para siswa laki-laki. Semua murid terpana melihat kecantikan tari yang manis dengan kulit kuning langsat dan rambut panjangnya yang digerai memakai bando.


"Sudah-sudah jangan gaduh, kalau mau kenalan boleh nanti saja." Ucap bu Ajeng.


"Anak-anak, ibu harap kalian bisa jadi teman baik dan memberikan contoh yang baik juga untuk Tari ya." Ucap bu Mira


"Tari kamu duduk disebelah Yesi ya." Ucap bu Mira menyuruh Tari duduk.


Karena Tari belum tahu yang mana yang namanya Yesi, Tari hanya melihat kearah bu Mira. Tentu saja bu Mira mengerti itu.


"Yesi, kamu bisa angkat tangan." Suruh bu Mira pada siswi bernama Yesi.


"Baik bu, terimakasih." Ucap Tari dengan sopan.


"Hai nama gue Yesi." Ucap Yesi sambil menjulurkan tangan.


"Gue Tari, senang bisa sebangku sama lo." Jawab Tari sambil tersenyum.


"Oh ya, nanti ada pelajaran olahraga lo udah punya bajunya?"


Tari menjawab mengangguk. Semua baju sekolah sudah Tari miliki, karena om Yanto yang mempersiapkan semuanya. Saat pembelajaran berlangsung Tari memahami betul apa yang dijelaskan oleh gurunya. Ya, Tari adalah murid pintar yang selalu mendapatkan peringkat pertama disekolah ya yang lama.


Bel istirahat berbunyi.


Ada siswa laki-laki berjalan kearah Tari.

__ADS_1


"Halo gue Aldi." Ucap Aldi sambil mengulurkan tangan.


Saat Tari hendak menjawab dan menjabat tangannya, Yesi langsung memotongnya dan mengajaknya ke kantin.


Hal itupun membuat Martin teman Aldi tertawa terbahak bahak.


"Nanti aja kenalannya, karena gue mau ajak Tari ke kantin." Ucap Yesi langsung menarik tangan Tari.


"Yasudah gue ikut." Jawab Aldi dengan melirik kearah Tari.


"Enggak." Tegas Yesi yang langsung mengajak Tari pergi.


"Shila ayo ke kantin." Ajak Yesi pada Shila


"Bentar gue belum kenalan sama dia. Hai nama gue Shila." Ucap Shila dengan menjulurkan tangan.


"Gue Tari." Jawab Tari sambil tersenyum.


"Udah kan, kita ke kantin yu." Ucap Yesi dengan melirik kearah mereka.


"Wah kayanya teman kita ini udah lapar banget nih." Ledek Shila pada Yesi.


Sesampainya di kantin, Shila mengajak Tari duduk dekat kulkas minuman dan Yesi yang memesan makanan.


"Shila lo mau pesen apa?" Tanya Yesi pada Shila.


"Gue pengen mie ayam, minumnya teh manis dingin aja." Jawab Shila


"Kalo lo Tari mau pesen apa?" Tanya Yesi pada Tari


"Samain aja, tapi minumnya gue ambil sendiri aja. Gue pengen air mineral." Jawab Tari sambil membawa air mineral dikulkas dekatnya.


Disebrang meja terlihat Zaky dan kedua temannya yang lagi makan dan disamperin oleh ketiga cewe, yaitu Amanda dan kedua temannya. Semenjak pacaran sama Zaky Amanda menjadi seenaknya terhadap teman-temannya. Amanda merasa ikut berkuasa karena kedudukan pacarnya disekolah itu.


Ya, Zaky merasa berkuasa karena ayahnya adalah orang yang memberikan donasi terbesar di sekolahnya. Sehingga Zaky merasa berkuasa, dan kini ditambah Amanda yang merasa ikut berkuasa.


"Gak ya, ini meja khusus kita, lo cowo-cowo cari meja lain aja." Jawab Shila sambil teriak.


"Kenapa jadi lo yang sewot, Tari aja gak papa." Ledek Dika.


Brakkkk


Amanda dan kedua temannya datang dan menggebrak meja, itu karena Amanda merasa terganggu dengan suara mereka.


"Lo lo semua bisa diem gak si. Sakit kuping gue denger kalian berisik." Ucap Amanda dengan marah.


"Namanya juga kantin, yang lain juga berisik. Lo nya aja yang lebay" Ejek Aldi


"Bener tuh, sekalian aja sana pergi kehutan biar gak berisik biar sekalian dimakan harimau." Ejek Shila dengan sinis.


Sontak semua yang ada di kantin menertawai Amanda. Amarah Amanda semakin naik mendengar hal itu, ia langsubg mengambil air minum yang ada dibawa Aldi dan menyiramkan nya pada Shila.


Tari yang menyadari hal itu ia langsung menghalangi Shila. "Awaaass" ucap tari dengan teriak. Alhasil Tari lah yang basah kuyup akibat ulah Amanda. Semua orang yang ada di kantin hanya melongo melihat perlakuan Amanda yang kelewat batas. Kejadian itu dilihat juga oleh Zaky, tapi Zaky tidak memperdulikannya.


"Apa-apaan sih ini, lo Amanda ngapain disini dan nyiram Tari." Ucap Yesi sambil membawa pesanan teman-temannya.


"Salah dia ngapain dia so jadi pelindung temennya." Ucap Amanda dengan senyum miring.


"Tari lo glo gak papa kan? Kita ke toilet yuk bersihin baju lo." Ajak Yesi


Karena lama, akhirnya Zaky menghampiri Amanda.


"Sayang kamu ngapain sih, yuk balik ke meja aja." Ajak Zaky.

__ADS_1


"Bentar yang aku mau ngasih pelajaran dulu sama mereka, supaya jangan berani sama aku." Jawab Amanda dengan sombong.


"Emang lo siapa, sampe kita gak boleh berani sama lo." Ucap Tari yang mulai marah.


Lo gak tau sama gue, gue pacarnya Zaky orang yang paling ditakuti di sekolah ini. Jadi lo dan semuanya jangan macem-macem."


"Alah sembunyi di ketek pacar juga." Ejek Yesi sambil mengajak Tari ke toilet. Shila pun mengikutinya dari belakang. Mereka tidak peduli akan makanan yang belum merek makan bahkan disentuh pun belum.


Mendengar ucapan Yesi Zaky merasa marah sama Yesi dan si anak baru itu alias Mentari.


"Udah yu yang kita balik ke meja. Aku lapar banget." Ajak Amanda sambil manja.


"Awas ya mereka tandai wajah mereka." Ucap Zaky didalam hatinya.


"Yang, ayo..." Ajaknya lagi Amanda


Sementara di toilet, Tari dan kedua temannya membantu Tari untuk membersihkan baju Tari yang kotor itu.


"Parah ya tuh cewe, jahat banget jadi orang." Ucap Yesi dengan kesal.


"Lagian si Amanda sama si Zaky serasi banget, sama-sama nyebelin dan seenaknya di sekolah." Ucap Shila dengan melirik kearah Tari dan Yesi.


"Apes banget gue, baru masuk sekolah udah gini aja." Ucap Tari yang merasa kesal tapi sedih.


"Dia emang gitu Tar, tapi dulu Zaky orangnya baik banget, sopan lagi. Sehingga menjadi panutan setiap murid. Tapi entah kenapa Zaky tiba tiba berubah drastis begini." Ucap Yesi


"Bahkan yang tar saking kejamnya Zaky, dia membuat masalah dan dia mengkambing hitamkan orang lain demi dirinya yang tidak diketahui sebagai pelakunya. Dan orang yang dijadikan kambing hitam akhirnya di drop out disekolah." Ucap Shila dengan nada tinggi.


"Emang masalah apa, ko sampe di DO gitu?" Tanya tari pada mereka.


"Gara-gara mengunci siswa di toilet sampai pingsan. Keluarga korban gak terima anaknya jadi bahan bully, akhirnya orang tuanya meminta orang yang telah mengunci nya supaya di DO." Ucap Yesi sambil melihat kearah Tari.


"Wah ternyata jahat juga ya, terus nasib murid yang dikunci nya gimana sekarang?" Tanya Taru lagi.


"Dia ikut keluar karena orang tuanya takut kejadian itu terulang lagi." Jawab lagi Yesi


Bel masuk berbunyi


Tari, Yesi dan Shila langsung pergi meninggalkan toilet dan lari menuju kelasnya. Tetapi mereka malah menabrak seorang pria yang berada didepan kelas XII IPS 3. Ya, dia adalah Zaky yang masih nongkrong didepan kelasnya.


Gubrakk


"Aduh." Ucap tari yang bersamaan dengan temannya.


"Lo lagi lo lagi, tadi nyari gara-gara sama cewek gue, sekarang sama gue. Lo gak jera apa tadi kena siram hah." Ucap Zaky dengan nada tinggi.


"Soal yang tadi gue gak ngerasa salah tuh, cewe lo nya aja yang kelewat kejam sama orang. Gue hanya membela temen gue. Dan kalo sekarang gue akuin gue yang salah, gue lari sama temen gue, lagian lo juga tiba tiba berdiri dan jalan, ya ketabrak gue lah." Jawabnya Tari dengan mengangkat alis sebelah.


"Suka-suka gue lah mau kemana aja, lo jangan berani macem-macem sama gue kalo lo masih mau sekolah disini." Ancam Zaky dengan memasang wajah angkuhnya dan pergi entah kemana, mungkin mau bolos sekolah.


"Tar kalo ancaman Zaky bener gimana? Gue gak mau sampe lo dikeluarin dari sini." Ucap Yesi dan anggukan Shila."


"Gue gak takut tuh. Lagian disini gue sama-sama bayar, yu ah kita ke kelas keburu guru dateng." Jawab Tari dan mengajak Yesi dan Shila masuk kelas.


1 pelajaran berlalu dan kini waktunya pelajaran olahraga.


Tari dan kedua temannya itu pergi keruang ganti baju untuk diganti dengan baju olahraga.


Saat olahraga, teman-temannya kagum melihat kemahiran Tari bermain bola basket. Om Yanto sebagi guru olahraga nya sih udah gak heran melihat kemampuan Tari, karena sejak kecil om Yanto tahu bahwa Tari memiliki kemampuan itu.


1 jam berlalu, kini pelajaran olahraga telah selesai.


Tari mengajak kedua temannya untuk pergi ke kantin sekedar membeli minum.

__ADS_1


Tetapi siapa sangka ternyata di kantin Tari malah bertemu dengan Zaky, si cowo yang mencari masalah tadi. Ternyata Zaky memanglah bolos dari jam sesudah istirahat.


Zaky yang melihat kedatangan Tari dan kedua temannya itu ia berniat ingin memberi pelajaran pada Tari, karena menurutnya Tari adalah orang satu-satunya yang berani pada dirinya.


__ADS_2