Mentari Ku Kembali

Mentari Ku Kembali
Bab 20. Kecelakaan


__ADS_3

Setelah membeli ice cream, Tari pun segera kembali ke butik. Tetapi saat menyebrang, tiba tiba ada mobil yang berlaku kencang menabrak Tari, mobil itu pun langsung pergi melarikan diri. Orang yang ada disana pun langsung menghampiri Yari yang sudah tergelepak dengan kepala yang berdarah.


"Saya tau anak ini, ini anaknya bu Desi yang punya butik di sebrang" ucap salah satu warga.


Dan mang Yudi sopirnya Tari pun datang menghampiri kerumunan tersebut.


"Ini anak majikan saya, mas mas tolong bantuin bawa ke mobilnya ya, saya akan memberitahu ibu dulu" ucap mang Yudi


"Ya sudah ayo beritahu ibu nya untuk segera dibawa ke rumah sakit." Ucap salah satu warga.


Akhirnya sopirnya pun memasuki butik mamanya Tari dan langsung memberitahukan keadaan Tari.


"Permisi buk, non Tari atertabrak mobil, sekarang non Tari sudah didalam mobil" ucap mang Yudi.


Hati mamanya Tari yang kaget seperti disambar petir pun langsung masuk ke mobilnya, dan ia kaget melihat kepala anaknya yang berdarah.


"Ayo mang kita ke rumah sakit papanya, cepetan mang" ucap mamanya Tari dengan panik. Dengan terus menangis, mamanya Tari pun langsung menelpon papanya Tari.


"Halo pa, ini Tari tertabrak dan mama lagi dijalan bawa Tari ke sana ya pa, papa tunggu diluar" ucap mamanya Tari dan masih menangis.


"Tari kenapa kamu bisa gini nak" ucap mamanya Tari.


"Cepetan mang" ucap mamanya Tari pada mang Yudi.


"Iya bu" jawab mang Yudi padahal kecepatan mobilnya sudah tinggi.


Sesampainya dirumah sakit..


Papanya Tari pun kaget melihat keadaan Tari yang mengkhawatirkan.


"Ayo cepat pa bawa Tari masuk" ucap mamanya dengan panik dan masih menangis. Papanya pun langsung membawa Tari ke ruang UGD dan turun tangan langsung untuk memeriksa keadaan Tari.


Perasaan mamanya Tari begitu panik, mamanya pun langsung menelpon nenek dan kakenya yang berada di jerman, dan sekalian meminta tolong untuk memberi tahukan pada kakanya Tari.


Setelah menelpon neneknya Tari, mamanya Tari langsung menelpon Zaky dan memberi tahukan keadaan Tari. Tari hanya memiliki nenek dan kakek dari papanya, karena kedua orang tua mamanya Tari telah meninggal dunia saat Tari masih SD.


"Tante, bagaimana keadaan Tari" tanya Zaky yang baru saja datang bersama kedua orang tuanya dan juga teman temannya.


"Tari lagi di periksa sama papanya" jawab mamanya Tari dengan bersedih.


"Ini kenapa bisa terjadi tante? siapa yang menabrak Tari?" Ucap Zaky dan mulai menangis.


"Tante juga gak tau, tadi tante lagi di butik, terus Tari minta izin untuk membeli ice cream, abia itu mang yudi dateng dan memberi tahukan kalo Tari tertabrak mobil" ucap mamanya Tari dan tangisnya pun pecah kala ia mengingat kepala Tari yang penuh dengan darah.


"Sudah bu sudah, kita doain Tari cepet sembuh dna gak kenapa kenapa ya bu" ucap mamanya Zaky dengan menenangkan mamanya Tari.


Semua yang menunggu Tari pun berdiam tidak ada yang berbicara, mamanya Yang menangis dan Zaky beserta teman temannya yang bertanya tanya siapa yang menabrak Tari hingga seperti ini.


Malampun tiba..


"Bu, saya sama suami saya pamit pulang dulu ya, besok kami kesini lagi" ucap mamanya Zaky dan berpamitan.


"Iya bu silakan, sebentar lagi juga neneknya Tari akan segera sampai disini" ucap mamanya Tari dengan mata yang sembab.


"Zaky, kamu mau pulang dulu nak?" Tanya papanya Zaky.


"Enggak pa, Zaky mau disini nunggu Tari" ucap Zaky dengan bersedih.


"Ya sudah kalo gitu, teman temannya Tari dan Zaky pulang aja yu. Besok kan harus sekolah" ucap papanya Zaky.


"Baik om" ucap Leon dan segera menghampiri Zaky yang sendirian duduk dipojokan kursi.


"Bro, kita pulang dulu ya. Kalo butuh apa lo langsung telpon kita" ucap Leon dengan menepuk pundak Zaky. Zaky pun hanya mengangguk.


Kedua orang tua Zaky dan teman temannya pun pergi dari rumah sakit.


Sekitar jam 7 malam, papanya Tari keluar dan memberitahukan bahwa akan ada operasi untuk Tari.. karena luka dikepalanya sangat parah.


"Ma" panggil papanya Tari pada mamanya Tari.


"Zaky, sini nak papa mau bicara" panggil papanya Tari pada Zaky, Zaky pun menghampiri orang tua Tari.


"Ma, Zaky, om akan oprasi Tari, karena luka dikepala ha cukup serius. Kalian doain ya supaya oprasi nya lancar" ucap papanya Tari dengan menahan tangis.


"Pa, buat Tari sembuh seperti biasa lagi ya pa" ucap mamanya dengan menangis.


"Pasti ma, papa pasti usahain yang terbaik untuk Tari, kalo gitu papa mau siapin untuk oprasinya Tari sekarang ya" ucap papanya Tari dan pergi meninggalkan mereka.


Zaky pun kembali duduk sendiri, Zaky sangat sedih.. Zaky mengingat Tari yang tadi sepulang sekolah berbicara takut gak ketemua lagi, apa ini pertanda? Pikiran Zaky sangat kacau saat itu.


Sekitar jam 8 malam, nenek, kakek, dan kakaknya Tari sudah sampai dirumah sakit.


"Desi, ada apa ini? Kenapa Tari bisa seperti ini?" Tanya nenek Nita dengan memeluk mamanya Tari.


"Tari tertabrak mobil ma, pas aku lagi didalam butik Tari minta izin untuk beli ice cream, gak lama mang yudi memberitahu Desi kalo Tari tertabrak mobil, luka dikepala nya sangat parah, dan sekarang lagi di oprasi sama mas Santoso" ucap mamanya Tari dengan tangis yang sesenggukan.


"Zaky, masih ingat gue" ucap kak Asa yang menghampiri Zaky.


"Iya kak Asa, gue inget" ucap Zaky dengan menunduk dan sedih.


"Baguslah, lo yang sabar ya. Gue yakin ade gue pasti kuat, dia pasti bisa lewatin ini semua" ucap kak Asa yang meyakinkan Zaky dan menepuk pundak Zaky. Zaky pun mengangguk. Kemudian nenek dan kakeknya Tari menghampiri Zaky.


"Zaky, nenek tidak menyangka kita akan bertemu kembali" ucap nenek mita dengan tersenyum.


"Iya nek" jawab Zaky dengan sedih tetapi memaksakan tersenyum dan langsung menyalami tangan nenek mita dan kakek Tono.


"Kamu yang kuat ya nak, kita doain supaya Tari baik baik aja" ucap kakek Tono pada Zaky.


"Iya kek" jawab Zaky dan memaksakan tersenyum walau sedang sedih.


Pada jam 9 lebih 30 menit papanya Tari pun keluar dari ruang oprasi. Zaky dan kak Asa pun langsung bergabung dan menghampiri papanya Tari.


"Gimana pa oprasi nya?" Tanya mamanya Tari dengan menatap suaminya itu.


"Oprasinya lancar, beruntung Tari tidak sampai kehilangan darah yang begitu banyak. Kita doain Tari supaya cepet sadar dari koma nya" ucap papanya Tari.


"Jadi Tari koma pa?" Tanya mamanya dan langsung menangis lagi.


"Kita doain Tari sama sama ya ma" ucap papanya Tari dengan menenangkan mamanya Tari.


"Desi, didepan butik kamu ada cctv kan?" Tanya kakek Tono.


"Ada pa" ucap mamanya Tari dengan lemas.


"Kalo gitu, Asa temanin kakek ke butik mama mu. Kita lihat siapa tahu ada rekaman mobil yang menabraknya" ucap kakek Tono.


"Zaky ikut ya kek?" Tanya Zaky pada kakek Tono.


Kakek Tono pun langsung mengangguk, dan mereka pun langsung berangkat ke butik.


Sesampainya dibutik, mereka langsung masuk ke ruang cctv dan mencari rekamannya.


"Ini kek ketemu, mobilnya berwarna merah dan plat nomer nya pun cukup jelas" ucap kak Asa yang menunjukan pada kakek Tono.


"Bagus, kamu simpan rekamannya, kakek akan menghubungi teman teman kakek dan para polisi" ucap Kakek Tono dan langsung menelpon seseorang.


Setelah selesai, mereka pun segera kembali ke rumah sakit.


Sesampainya dirumah sakit, mereka langsung berjalan dengan cepat ke arah ruangan Tari.


"Gimana pa?" Tanya nenek Nita.


"Rekamannya dapat, disana terlihat mobil berwarna merah, plat nomer nya pun juga jelas, papa sudah menyuruh teman teman papa dan para polisi supaya cari siapa orang yang sudah menabrak cucu kita, kita tinggal tunggu hasil dari mereka" ucap kakek Tono.


"Zaky, lo gak pulang aja, besok kan lo harus sekolah" ucap kak Asa.


"Enggak kak, gue mau disini nunggu Tari sadar" ucap Zaky dengan menunduk karena sedih.


"Tap-" kak Asa hendak berbicara dan langsung dipotong oleh kakek Tono.


"Ya sudah Zaky kalau ngantuk tidur dikursi aja ya, besok kamu harus sekolah" ucap kakek Tono dengan tersenyum dan mengelus pundak Zaky.


"Iyak kek" jawab Zaky dengan sedikit tersenyum.


Saat tengah malam orang pun tengah tertidur, kecuali Zaky. Zaky masih merasa sedih atas musibah yang menimpa kekasihnya itu.


Pagi hari pun tiba.


"Zaky, kamu sudah bangun atau belum tidur?" Tanya kakek Tono.


"Zaky memang belum tidur kek, Zaky khawatir dengan keadaan Tari" ucap Zaky dan mulai meneteskan air mata.


Kedua orang tuanya Tari, kak Asa, dan neneknya pun bangun karena mendengar percakapan kakek Tono dan Zaky.


"Kamu yang kuat ya, kamu doain Tari supaya bisa cepat berkumpul lagi sama kita" ucap Kakek Tono.


"Iya kek, Zaky juga kepikiran soalnya kemarin pas Zaky nganteri Tari pulang sekolah Zaky pamit pulsng dan Tari bicara takut besok gak ketemu lagi, tapi Zaky menganggap itu hanya ungkapan Tari supaya Zaky jangan dulu pulang. Tapi ternyata sekarang Tari lemas gak berdaya, Zaky merasa bersalah karena tidak mengukuti kemauan Tari, Zaky menyesal kemarin Zaky langsung pulang" ucap Zaky dan menangis dengan menunduk.


"Sudahlah tidak ada yang perlu disesali. Kita gak tau kedepannya akan seperti apa, kita juga gak mau Tari seperti ini, kita doain aja Tari cepat membaik dan sehat lagi" ucap Kakek Tono.


"Permisi, eh ada Asa, pak Tono dan bu Nita juga" ucap mamanya Zaky dengan menyalami mereka.


"Ini Ratna ya, mamanya Zaky" ucap nenek Nita.


"Iya bu, saya Ratna, saya kesini mengantarkan baju sekolah untuk Zaky. Oh iya bu Desi, maaf ya papanya Zaky tidak bisa kesini, tadi papanya langsung berangkat ke kantor karena ada urusan mendadak." Ucap mamanya Zaky.


"Iya gak papa bu, ya sudah Zaky kamu sekolah ya.. Dan kamu kan belum sarapan juga" ucap mamanya Tari.


"Eh iya ini bu, tadi saya beli makanan.. saya tau kalian belum sempat makan kan" ucap mamanya Zaky dan memberikan makanan.


"Makasih ya bu, padahal tidak usah repot repot, kami bisa membeli makanan dikantin" ucap Mamanya Tari.


"Tidak papa bu, sekalian saya lewat, ayo Zaky kamu siap siap sekolah" ucap mamanya Zaky.


"Zaky gak mau ma, Zaky mau nunggu Tari disini" ucap Zaky.


"Zaky, kamu kan sudah kelas 12, sebentar lagi lulus. Kamu sekolah ya" ucap nenek Nita pada Zaky.


Zaky pun mengangguk dan terpaksa beranjak dari duduknya dan bersiap siap untuk sekolah.


"Om, Tante, kak Asa, nenek, kakek, Zaky pamit sekolah dulu ya, kalo ada kabar tentang Tari kabarin Zaky ya" ucap Zaky dan langsung menyalami mereka semua.


"Iya Zaky, kamu yang fokus belajar ya, disini ada kita semua yang jaga Tari" ucap kakek Tono.


"Ya sudah bu saya juga pamit mau ke cafe dulu ya, ada urusan sebentar. Nanti saya kesini dulu" ucap mamanya Zaky.


Sesampainya disekolah..


"Zaky" ucap Zidan yang hendak bertanya tapi ditahan oleh Leon.


"Nanti aja nanya nya" ucap Leon pada Zidan.


Zaky menghampiri mereka yang sedang duduk ditaman, disana juga da Yesi dan Shila.


"Semalam Tari abis di oprasi, dan sekarang masih koma" ucap Zaky dengan menunduk sedih. Mereka pun kaget mendengar kabar itu.


"Lo yang sabar ya Zak, gue yakin Tari pasti sembuh dan kumpul lagi sama kita" ucap Leon.


"Oh iya, soal penabrak nya gimana kalo kita cari tahu, gue panasaran banget sama orangnya" ucap Yesi.


"Gak perlu, kakek nya udah nyuruh temen temennya dan polisi juga, gue semalem liat di cctv butik tante Desi sih mobilnya warna merah, plat nomernya juga jelas banget" ucap Zaky.


"Tapi Zak, kalo plat nomernya diganti gimana ya" ucap Zidan. Zaky pun terdiam mendengar hal itu.


"Kita doain aja semoga temen temen kakeknya Tari dan juga para poliso bisa temuin itu orangnya" ucap Leon.


Bel pun berbunyi tandanya masuk..


Zaky terlihat tidak bersemangat untuk mengikuti pelajaran, pandangan Zaky sangat kosong, bahkan sepanjang pelajaran Zaky melamun. Guru tidak menegurnya karena sudah tahu musibah yang menimpa Tari.


Bel istirahat pun berbunyi..


"Zak ayo ke kantin, lo pasti belom makan kan?" Ajak Leon pada Zaky.


"Gue males, kalian aja ya" ucap Zaky.


"Gak, lo harus ikut ke kantin. Lo harus makan" ucap Leon dan langsung menariknya untuk ke kantin, Zaky pun tidak maraha karena ia sangat lemas sekali.


"Gue pesenin dulu ya" ucap Zidan dan langsung memesankan makanannya.


Yesi dan Shila pun datang menghampiri mereka. Mereka pun menatap Zaky dengan sedih, karena seperti bukan Zaky yang mereka kenal.


"Zak ini makanannya, lo makan ya" ucap Zidan dan memberikan makanannya.


"Gue gak nafsu" ucap Zaky dengan datar.


"Zak lo harus makan, kalo lo sakit nanti yang jaga Tari siapa" ucap Shila. Dan Zaky pun langsung makan.


"Eh iya tadi Robi gak masuk sekolah, katanya ada urusan penting" ucap Yesi pada mereka.


"Si Amanda juga sama gak masuk, bilangnya juga ada urusan keluarga" ucap Leon.


"Udahlah biarin aja, gak usah bahas mereka" ucap Zaky yang masih makan.

__ADS_1


"Bukan gitu Zak, kemarin kan gue sama Shila main ke danau nah ditengah perjalanan gue ngeliat Amanda lagi sama Robi, tapi gue gak tau mereka lagi apa, keliatannya sih lagi ngobrol yang serius gitu, kaya lagi diskusi" ucap Yesi dan Zaky pun berhenti makannya.


"Lo liat gak warna mobilnya?" Tanya Zaky pada Yesi.


"Warnanya merah" ucap Yesi.


"Kaya gini bukan?" Tanya Zaky dan menunjukan foto mobil yang ada di cctv.


"Nah iya kaya gitu, tapi itu bukan mobil si Amanda kan" ucap Yesi. Zaky pun mulai berpikiran aneh aneh dan mengepalkan tangannya.


"Kalo itu bukan mobil Amanda, berarti mobil yang mereka pake adalah mobilnya Robi" ucap Leon.


"Nah iyadeh kayanya itu mobil si Leon, soalnya pas gue sepulang sekolah gue kan lewat ke cafe mama lo Zak, dan gue liat si Robi turun dari mobil warna merah ini, persis kaya difoto lo" ucap Zidan.


"Serius lo?" Tanya Zaky pada Zidan.


"Serius gue Zak" ucap Zidan.


"Gimana kalo sepulang sekolah kita cari tau dimana rumah Robi" ucap Yesi.


"Tapi mau nanya sama siapa, kamu kan tau si Robi disini gak punya temen" ucap Leon.


"Ya sama siapa aja, nanti aku bakal tanya temen temen sekelas, atau gak kita cari tau ke rumah Si Amanda" ucap Yesi.


"Ada benernya juga, ya udah anti sepulang sekolah kita cai tau ke rumah Amanda" ucap Leon.


"Gue gak ikut ya, kalian aja. Gue mau nunggu Tari" ucap Zaky.


"Iya gak papa Zak, biar kita kita aja" ucap Leon.


Bel pun berbunyi tandanya masuk..


Dua pelajaran pun terlewati, walaupun Zaky tidak memperhatikan yang guru jelaskan, dan sekarang waktunya pulang.


"Zak lo hati hati bawa motornya ya, jangan ngelamun" ucap Leon pada Zaky.


"Siap, kalo ada info apa apa kabarin gue ya" ucap Zaky dan langsung menaiki sepeda motornya.


"Pasti, kalo dirumah sakit ada apa apa atau lo butuh bantuan lo tinggal telpon kita aja ya" ucap Leon pada Zaky.


Zaky pun mengangguk dan langsung menjalankan sepeda motornya dan pergi daro sekolah.


"Ya udah sekarang aja yu kita cari tau" ucap Yesi.


"Ya udah yu" ucap Leon. Dan mereka pun segera pergi ke rumah Amanda.


Sesampainya dirumah Amanda, terlihat sangat sepi seperti tidak ada aktivitas. Mereka pun menunggunya lumayan lama.


"Eh eh ada yang keluar dari gerbang tuh" ucap Zidan.


"Itu kayanya Amanda deh, tapi kenapa pake jaket dan topi gitu ya, kaya aneh aja gitu" ucap Yesi.


"Kita ikutin aja yu" ucap Yesi.


Akhirnya mereka pun mengikuti Amanda, Amanda pergi ke taman dan bertemu seseorang. Tapi itu entah siapa, yang jelas seseorang itu berpakaian serba tertutup seperti Amanda.


"Eh liat deh, kok orang yang ketemuan sama Amanda dari postur tubuhnya mirip Robi ya" ucap Shila dengan menatap ke arah pria tersebut.


"Iya juga ya, apa mungkin Amanda sama Robi ada hubungan atau mereka ngerencanain sesuatu gitu" ucap Yesi.


"Kalo kita disini, kita gak bisa denger percakapan mereka. Kita duduk dibangku taman itu aja, kayanya aman deh" ucap Leon dan menunjuk ke arah kursi taman dan langsung mendengarkan apa yang Amanda bicarakan dengan pria tersebut.


***


Sesampainya dirumah sakit, Zaky langsung berjalan ke depan ruangan Tari. Disana terlihat ada keluarganya Tari dan ada mamanya Zaky juga yang duduk disamping mamanya Tari.


Kakek Tono pun menghampiri Zaky.


"Gimana sekolahnya?" Tanya kakek Tono.


"Lancar kek" ucap Zaky dengan tersenyum kecil.


"Kamu udah makan?" Tanya kakek Tono.


"Udah kek tadi di sekolah" jawab Zaky dengan tersenyum dan menunduk.


PapanyaTari pun menghampiri Zaky dan kakek Tono.


"Zaky, kalo kamu mau ke dalam masuk aja, dan Tari juga sudah melewati masa koma nya" ucap papanya Tari pada Zaky.


"Serius om? Zaky masuk sekarang ya?" Ucap Zaky dengan tersenyum senang.


"Iya, masuk lah", ucap papanya Tari dengan menepuk pundak Zaky. Semua orang yang ada disana pun tersenyum melihat Zaky yang tersenyum, disana ada juga mamanya Zaky yang duduk disamping mamanya Tari. Zaky lun langsung masuk ke ruangan Tari.


"Hai sayang, aku dateng, kamu bangun ya" ucap Zaky dengan menatap Tari dan memegang tangan Tari.


"Kamu bangun ya, aku kangen waktu kita sama sama" ucap Zaky dan mulai meneteskan air matanya. Zaky pun menatap Tari dengan penuh cinta. Zaky terlelap dengan tangan yang masih memegang Tari.


Zaky pun terbangun karena adanya telpon, dan ternyata yang menelpon adalah Leon.


"Zaky, lo masih dirumah sakit kan? Gue kesana sekarang ya, ada yang perlu gue omongin" ucap Leon dengan serius.


"Iya, kesini aja langsung" ucap Zaky dan menutup telponnya.


Zaky pun langsung menatap Tari lagi dengan dekat, dia tidka tega bahwa gadis yang dia cintai harus terbaring lemah tak berdaya.


Teman teman Zaky dan Tari pun sudah sampai dirumah sakit.


"Maaf tante, apa Zaky nya ada? Kita mau nyampein sesuatu sama Zaky" ucap Leon.


"Ada didalam, sebentar ya tante panggilkan" ucap mamanya Tari dan pergi ke dalam ruangan dan memanggil Zaky.


"Zaky, didepan ada teman teman kamu katanya ada yang mau disampein" ucap mamanya Tari dengan tersenyum.


"Iya tante makasih" ucap Zaky dan langsung berdiri dan menghampiri teman temannya itu. Leon pun membuka pembicaraan pada Zaky yang duduk disamping kakeknya Tono.


"Jadi gini, gue sama temen temen abi ke rumah Manda, terus kita ikutin dia. Dan dia ketemuan sama seseorang di taman, Kata cewe cewe sih posturnya mirip Robi, dan gue liat liat juga emang iya mirip. Tapi anehnya Manda sama itu cowo berpakaian serba tertutup gitu, pake jaket, masker dan topi, dan kita dengerin percakapan mereka.. sedikit samar samar sih, tapi yang jelas kita denger Amanda bilang Semoga dia gak sadar kalo perlu dia mati. Pas Amanda bilang gitu, si cowo itu langsung marah kaya gak terima gitu" ucap Leon pada Zaky, dan didengarkan oleh kakek Tono.


"Lo liat gak cowo itu ke taman nya pake apa?" Tanya Zaky.


"Pake motor, tapi buka kaya motor yang biasa Robi pake, Amanda juga pake mobil yang biasa dia pake ke sekolah" ucap Leon.


"Memangnya Amanda itu siapa?" Tanya kakek Tono.


"Amanda mantan pacarnya Zaky, dan ada satu cowo namanya Robi, Robi ini cowo yang suka deketin Tari disekolah, dan yang ketemuan sama Amanda itu mirip sama Robi kek" ucap Zaky dengan menatap kakek Tono, kakek Tono pun mengangguk dan Zaky pun terdiam dan melamun, tiba tiba ponsel kakek Tono berdering tanda adanya panggilan masuk. Kakek Tono pun langsung mengangkatnya.


Setelah selesai menelpon, kakek Tono langsung memberitahukan pada semua orang yang ada disana.


"Barusan temen kakek bilang mobil itu adalah sewaan, dan yang punya mobil itu orang sumatera, tapi baru beberapa hari dia pulang ke sumatera dan membawa mobil itu. Yang punya mobil gak tau kalo mobil itu udah dipakai kasus tabrak lari. Terus para polisi juga nanya identitas yang menyewa mobil itu, katanya orang jakarta juga, kita tunggu kabar selanjutnya aja. Temen temen kakek dan para polisi sedang berjalan pulang ke jakarta" ucap kakek Tono.


"Kakek gak bisa memastikan itu, kita tunggu aja kabar dari teman kakek dan para polisi ya" ucap kakek Tono.


"Iya kek" ucap Zaky dengan mengangguk.


Hari pun sudah sore, saat teman teman Zaky hendak pamit pulang, tiba tiba ada teman temannya kakek Tono yang datang.


"Permisi, ada info tentang penabrak cucu mu Ton" ucap salah satu temannya kakek Tono.


"Info apa, ayo duduk sini dulu" ucap kakek Tono dan mempersilakan duduk. Keluarga Tari dan teman temannya pun siap untuk mendengarkan info tersebut.


"Jadi gini Ton, kita tadi sampe ke jakarta dan langsung mencari alamat dan foto yang diberikan oleh yang punya mobil merah itu, dan ternyata pelaku nya ada dua orang dan masih duduk dibangku sekolah yang sebentar lagi akan lulus. Namanya Amanda dan Robi, mereka sepupuan. Para polisi pun langsung bertanya pada mereka, apa motof mereka hingga menabrak Tari. Katanya mereka dendam, dan si Robi ini menyesal karena Tari sampai dirawat dan mengalami koma" ucap temannya kakek Tono. Semua orang pun kaget mendengar nama pelaku itu.


"Tuh kan bener, si Amanda pelaku nya" ucap Zidan.


"Terus mereka sekarang dimana?" Tanya kakek Tono.


"Mereka sudah dikantor polisi, mereka akan diberi hukuman atas perbuatan mereka sendiri" ucap temannya kakek Tono.


"Bagus deh kalo mereka ditahan, biar kapok sekalian" ucap Yesi dengan marah.


"Pasti dikeluarin di sekolah kan" ucap Shila.


"Husss sudah sudah" ucap kakek Tono.


"Terimakasih kalian dan para polisi sudah membantu mencari tahu siapa pelakau penabrak cucu ku ini" ucap kakek Tono pada teman temannya.


"Sama sama Ton, kalo gitu kita harus pulang dulu, tadi dari kantor polisi langsung kesini, kalo ada apa apa kabarin kita aya" ucap temannya kakek Tono.


"Siap siap, hati hati kalian" ucap Kakek Tono dan mereka pun pulang.


"Kalo gitu kita pulang juga ya, udah sore juga" ucap Leon pada semuanya yang ada disana dan menyalaminya satu persatu.


Setelah teman temannya pulang, Zaky pun kembali melamun memikirkan Tari yang masih belum sadar juga.


"Zak, kita ke kantin yu" ajak kak Asa pada Zaky.


"Enggak kak, kak Asa aja ya, Zaky mau disini" ucap Zaky dengan sedikit tersenyum.


"Ayo Zaky, kamu dari sepulang sekolah belum makan kan" ucap mamanya Zaky.


"Gak mau ma, tadi Zaky udah makan di sekolah" ucap Zaky dan langsung menunduk.


"Kalo gitu makanannya bawa kesini aja Sa, biar Zaky makan disini" ucap kakek Tono pada kak Asa.


"Eh gak usah kak Asa, nanti kalo lapar Zaky ke kantin kok" ucap Zaky dengan melirik ke arah kak Asa.


"Ayo deh makan sekarang, temenin gue" ucap kak Asa dan langsung menarik Zaky. Zaky pun terpaksa mengikuti kemauan kak Asa.


Zaky dan kak Asa pun akhirnya memesan makanan dan langsung memakannya.


Tiba tiba telpon mamanya Zaky berbunyi dan ternyata telpon dari papanya Zaky.


"Sebentar ya bu suami ya telpon" ucap mamanya Zaky dan beranjak dari duduknya.


"Halo ma, mama masih dirumah sakit?" Ucap papanya Zaky.


"Iya pa, mama masih dirumah sakit. Ada apa pa?" Ucap mamanya Zaky.


"Karyawan papa, pa Dana. Dia korupsi uang kantor, papa udah curiga dari dulu dan ternyata benar dia korupsi" ucap papanya Zaky.


"Terus sekarang gimana pa, udah dilaporin sama polisi?" Tanya mamanya Zaky.


"Udah ma, dia udah dipenjaran tadi, makanya ini papa baru bisa menghubungi mama" ucap papanya Zaky.


"Ya udah syukur deh kalo gitu. Mama pulang sekarang aja ya pa, kita bicarakan dirumah" ucap mamanya Zaky dna menutup telponnya. Mamanya Zaky pun kembali menghampiri keluarga Tari. Zaky dan kak Asa pun baru datang dari arah kantin dan langsung duduk.


"Ada apa bu kok keliatannya sedih gitu?" Tanya mamanya Tari pada mamanya Zaky.


"Gini bu, pak Dana karyawannya suami saya korupsi dikantor" ucap mamanya Zaky.


"Pak Dana papanya Amanda?" Tanya Zaky pada mamanya.


"Iya sayang, tapi dia udah dilaporkan ke polisi dan sekarang sudah ditahan" ucap mamanya Zaky.


"Saya turut prihatin ya bu, ibu sama mas Wijaya yang sabar" ucap mamanya Tari.


"Iya bu, kalo gitu saya pamit pulang dulu ya semuanya" ucap mamanya Zaky dan pamit pulang.


"Oh iya Zaky, kamu mau pulang atau nginep disini lagi?" Ucap mamanya Zaky.


"Disini ma" ucap Zaky.


"Kalo gitu nanti mama anterin baju biar sopir yang anter ya" ucap mamanya Zaky dan pergi dari rumah sakit.


Waktu malam pun tiba..


"Om, tante, apa boleh Zaky masuk ke dalam lagi?" Tanya Zaky pada orang tuanya Tari.


"Boleh Zaky" ucap kedua orang tuanya Tari sembari mengangguk. Zaky pun langsung masuk dan menatap Tari dan meneteslah air mata Zaky.


"Sayang, bangun.. udah 2 hari kamu tidur terus" ucap Zaky dan langsung duduk dan memegang tangan Tari.


Zaky terus menangis dalam diam dan terlelap tidur. Kak Asa masuk ke ruangan Tari dan melihat Zaky yang tengah tidur dikursi dan memegang tangan Tari, akhirnya kak Asa pun keluar dari ruangan itu.


"Kenapa gak jadi Sa?" Tanya papanya Tari.


"Zaky udah tidur pa, makanya Asa keluar lagi takut ganggu Zaky yang istirahat" ucap Kak Asa dan mereka pun mengangguk. Mereka semua pun akhirnya terlelap tidurnya dan sekitar jam 3 dini hari, Tari sadar dan membukakan matanya. Dia melihat sekeliling dan kemudia matanya tertuju pada Zaky yang sedang tidur disampingnya dan memegang tangan Tari, Tari pun tersenyum dan meneteskan air mata, Tari pun mengusap kepala Zaky. Zaky pun terbangun karena seperti ada yang mengusap kepalanya. Zaky kaget dan senang karena Tari sudah sadar. Dengan refleks Zaky berteriak dan langsung memeluk Tari.


"Tariiiii kamu sudah sadar" teriak Zaky dan membangunkan keluarganya Tari yang tengah tertidur. Mereka pun akhirnya masuk ke ruangan Tari.


"Ada ap-" ucap papanya Tari dan kaget melihat Tari yang sudah sadar yang tengah dipeluk Zaky. Tari pun tersenyum pada mereka semua.


"Kamu sudah sadar nak" ucap mamanya Tari dan langsung menghampirinya. Zaky pun langsung melepaskan pelukannya dan membiarkan keluarganya juga memeluk bahagia.


"Mama seneng banget Tari akhirnya sadar" ucap mamanya Tari dan memeluk Tari. Suasana pun begitu mengharukan, semua nya memeluk Tari.


"Ya sudah mama kaluar dulu ya, siapa tau Tari sama Zaky mau ngobrol" ucap mamanya Tari dengan tersenyum ke arah Tari kemudian ke arah Zaky. Zaky pun membalas senyuman mamanya Tari.


Mereka semua pun keluarga dari ruangan dan membiarkan Zaky bersama Tari.


"Sayang, aku seneng banget akhirnya kamu sadar" ucap Zaky dengan tersenyum.


"Iya, aku juga seneng kamu ada disamping aku" ucap Tari dan tersenyum indah.

__ADS_1


"Makasih ya, kamu udah mau bertahan, kita harus terus sama sama ya" ucap Zaky dan meneteskan air matanya.


"Iya sayang" ucap Tari yang sama meneteskan air matanya.


Beberapa hari kemudian..


Kakek, nenek, dan Kak Asa akan berangkat lagi ke jerman.


"Tari, lo jaga diri baik baik. Jangan ngagetin gue kaya kemarin" ucap kak Asa pada Tari dengan mengusap kepalanya. Tari pun hanya mengangguk dan menahan sedihnya.


"Tari sayang, kakek sama nenek pulang dulu ya. Tari hati hati disini, kakek sama nenek sayang sama Tari" ucap neneknya Tari sembari memeluk Tari. Dan Tari pun mengangguk dan membalas pelukan neneknya.


"Udah udah giliran kakek" ucap kakenya Tari. Neneknya Tari pun melepaskan pelukannya.


"Cucu kakek, kamu kan kuat. Kalo ada apa apa hati hati ya" ucap kakeknya Tari dan memeluk Tari. Tari pun mengangguk dan membalas pelukan kakeknya itu.


Tari dan kedua orang tuanya pun mengantar mereka ke bandara.


Tari pun mulai masuk sekolah. Keluarganya, Zaky, dan teman temannya pun belum memberi tahukan pada Tari siapa yang sudah menabraknya. Mereka menunggu Tari bertanya sendiri.


Hari ini Zaky menjemput Tari menggunakan mobil, karena Zaky merasa kasian pada Tari yang baru saja sembuh.


"Halo sayang, udah siap sekolah?" Ucap Zaky dan tersenyum. Ternyata dibelakang gerbang rumahnya Tari ada kedua orang tua Tari dan kak Asa yang menguping pembicaraan mereka.


"Ekhem, siap sayang" ledek kak Asa yang keluar dari belakang gerbang. Zaky pun kaget, dan lebih kaget lagi karena orang tuanya Tari pun ada disana.


"Hehe kak Asa, om, tante, Zaky izin mau jemput Tari" ucap Zaky dengan tersenyum malu.


"Kenapa lo ko jadi salting gitu?" Ucap kak Asa dengan tertawa.


"Enggak kok, mana ada" ucap Zaky dengan menahan tertawa.


"Kamu hati hati ya, jagain Tari. Kalo mau kemana mana apalagi nyebrang kamu temenin ya" ucap mamanya Tari dengan tersenyum.


"Udah ma, papa percaya Zaky bisa jaga Tari, iyakan?" Ucap papanya Tari dengan melirik ke arah mamanya Tari dan ke arah Zaky.


"Siap om, tante. Kalo gitu Zaky berangkat dulu ya" ucap Zaky dan Tari pun langsung masuk ke mobilnya.


Sesampainya disekolah, Tari pun diberikan sambutan oleh siswa siswi disekolahnya, mereka menunggu kedatangan Tari. Mereka semua memberikan selamat pada Tari. Saat Tari turun dari mobi, Tari langsung disebu oleh murid murid disekolahnya.


"Tari, selamat kembali ke sekolah ini ya"


"Tari lain kali hati hati ya"


"Tari jangan tinggalin Zaky, kemarin Zaky murung terus"


Begitulah ucapan ucapan dari murid murid pada Tari, dan Om yanto pun menghampiri Tari yang masih diparkiran bersama Zaky dan murid lainnya.


"Ponakan om, udah masuk sekolah.. maaf ya om tadi gak kerumah kamu dulu" ucap om Yanto.


"Iya om, Tari tau kok om Yanto kan emang sibuk hihihi" ucap Tari dengan tertawa.


"Kamu ini, ayo ke kelas bentar lagi masuk" ucap om Yanto.


"Ya sudah om Tari sama Zaky pamit ke kelas dulu ya" ucap Tari dan masuk ke kelas dan diantar oleh Zaky.


Dan ternyata Yesi, Shila, Leon dan Zidan sudah menunggunya didalam kelas Tari bersama teman teman sekelas Tari. Pintu kelas ditutup, dan pas Tari membuka pintunya, semua teman temannya meniup terompet bersamaan, sebagai sambutan dan easa bahagia karena Tari sudah kembali bersama mereka. Tari pun menangis terharu.


"Makasih guys, gue seneng banget, makasih kalian udah peduli sama gue" ucap Tari pada semuanya.


"Selamat datang kembali disekolah Tar" ucap Yesi dan memeluknya dan diikuti oleh Shila.


Bel pun berbunyi tandanya masuk..


Tari yang sadar Robi yang tidak ada, tapi Tari pun tidak ingin menanyakn dia. Guru yang mengajar pun memberi selamat pada Tari.


Dua pelajaran pun terlewati, dan kini waktunya istirahat.


"Lo mau ke kantin Tar?" Tanya Yesi.


"Yu, Tapi gue gak pesen makan sama minum. Gue gak dibolehin dulu sama mama gue, katanya gue makan roti aja dulu" ucap Tari dan langsung mengeluarkan wadah berisikan Roti dan minumnya.


"Ya udah yu" ucap Shila dan mereka pun pergi ke kantin. Di depan kelas Zaky, Zaky dan kedua temannya pun baru keluar dari kelasnya dan hendak menjemput Tari untuk ke kantin bersama.


"Kalian mau kemana?" Tanya Tari pada mereka.


"Mau jemput kamu, tapi ketemu disini" ucap Zaky dengan tersenyum.


"Ya udah yu" ucap Tari. Dan mereka pun ke kantin bersama.


Sesampainya dikantin..


"Aku gak pesen makan sama minum ya, aku dibekelin sama mama, katanya jangan dulu jajan disekolah" ucap Tari pada Zaky.


"Oh ya udah, aku pesen dulu ya" ucap Zaky. Dan akhirnya mereka pun memesan makanan dan Tari pun menunggu pesanan mereka supaya makannya bersamaan.


Ketika mereka sedang makan, ada siswi yang sedang membicarakan Amanda dan terdengar oleh Tari.


"Eh gue gak nyangka deh Amanda tega banget sama Tari" ucap seorang siswa yang sedang makan dikantin.


"Iya, mungkin karena saking cemburunya kali ya sampe dia berani berbuat seperti itu" jawab seorang siswa lagi.


Tari pun mendengar hal itu, dan Tari langsung melirik pada Zaky dan teman temannya.


"Maksudnya apa ya? Emang Amanda lakuin apa sama gue?" Tanya Tari pada mereka semua.


"Gini sayang, kamu tenang dulu ya, aku jelasin" ucap Zaky dengan menatap Tari dan tersenyum. Tari pun terdiam dan menunggu pernyataan yang mengenai Amanda.


"Jadi, orang yang udah menabrak kamu itu adalah Robi dan Amanda. Dan mereka adalah sepupuan, mereka sekongkol untuk mencelakai kamu, Robi pun sempat menyesal karena telah menyetujui ide Amanda karena kamu sempat koma. Saat kamu koma, kakek Tono menyuruh teman temannya dan para polisi untuk mencari tahu siapa uang menabrak kamu. Robi dan Amanda sengaja menyewa mobil untuk menabrak kamu, dan teman teman kita juga membantu mencari tahu siapa yang nabrak kamu, mereka melihat Amanda keluar dari rumahnya dengan berpakaian serba tertutup dan ketemuan sama seseorang. Dan terbongkarlah semuanya, dan mau gak mau mereka harus menanggung apa yang mereka perbuat." Ucap Zaky pada Tari.


"Maksudnya mereka dipenjara?" Tanya Tari pada Zaky.


"Iya" ucap Zaky sembari tersenyum.


"Nanti kita jenguk mereka yu?" Ucap Tari pada Zaky dan teman temannya.


"Ih enggak ah ngapain, gue males liat mereka. Mereka udah nyakitin lo Tar" ucap Yesi pada Tari. Tari pun tersenyum, Tari faham bahwa Yesi begitu peduli sama Tari.


"Gue gak papa, kalo lo gak mau biar gue aja yang kesana" ucap Tari dengan tersenyum.


"Bukan gue gak mau temenin lo Tar, tapi gue masih sakit hati atas perbuatan mereka" ucap Yesi dengan menunduk.


"Iya gue faham, gue juga udah maafin mereka. Toh juga mereka udah dapet hukumannya" ucap Tari dengan tersenyum dan melirik ke teman temannya.


"Ya udah gue ikut, tapi jangan lama lama ya" ucap Yesi.


Saat pulang sekolah, Tari dan teman temannya pun langsung berangkat ke kantor polisi


Sesampainya dikantor polisi. Amanda begitu kesal melihat Tari, tapi berbeda dengan Robi, Robi terlihat menyesal dan terus terusan meminta maaf pada Tari.


"Ngapain lo kesini? Mau ketawain gue?" Ucap Amanda dengan nada tinggi pada Tari. Saat itu Zaky sudah emosi, dan Tari pun langsung menahannya dan menyabarkan Zaky.


"Gue kesini mau jenguk kalian" ucap Tari dengan tersenyum.


"Tari, gue minta maaf, gue nyesel banget ikutin ide dia, gue minta maaf Tari" ucap Robi dengan memegang tangan Tari. Emosi Zaky pun menaik lagi.


Iya gak papa" ucap Tari dan melepaskan genggaman tangan Robi pada Tari. Amarah Zaky pun mulai mereda kala Tari melepaskan genggaman dari Robi.


"Gak usah so polos lo, lo kalo mau ketawain kita ketawain aja" ucap Amanda dengan nada tinggi.


"Lo gak tau di untung ya, Tari korban yang lo tabrak dan lo malah bersikap kaya gini. Bukannya lo minta maaf malah marah marah" ucap Yesi dengan nada tinggi pada Amanda.


"Gue gak butuh jengukan dari kalian, sana kalian pergi dari sini" ucap Amanda dan menatap tajam ke arah Tari.


"Kita pulang aja yu" ucap Zaky dan langsung menarik tangan Tari keluar dari kantor polisi. Dan teman temannya pun langsung mengikuti kepergian Tari dan Zaky.


Saat didepan kantor polisi.


"Kamu kenapa sayang?" Tanya Tari pada Zaky.


"Aku gak suka cewe itu bentak bentak kamu. Aku udah gak tahan pengen ngamuk aja. Makanya aku langsung ajak kamu keluar" ucap Zaky dengan menahan amarahnya. Tari pun tersenyum.


"Udah sayang ya jangan marah marah, kita ke cafe kamu yu" ucap Tari pada Zaky. Zaky pun menjawabnya dengan mengangguk.


"Yu kita ke cafe mamanya Zaky" ajak Tari pada teman temannya.


"Yuk, gue juga laper hahaha" ucap Yesi dengan tertawa.


Mereka pun akhirnya pergi ke cafe mamanya Zaky.


Sesampainya di cafe, seperti biasa mereka memilik duduk diatas sembari menikmati pemandangan diatas.


"Kita duduk di atas yu" ucap Tari pada teman temannya.


"Kalian duluan ya, aku mau ke toilet dulu" ucap Zaky pada mereka.


"Ya udah aku ikut, aku mau ketemu sama tante Ratna. Kalian duluan ke atas ya" ucap Tari pada Zaky dan pada teman temannya.


Tari dan Zaky pun masuk ke dalam, dan teman temannya duduk dibangku yang ada diatas.


"Tante, sibuk banget ya" ucap Tari pada mamanya Zaky sembari tersenyum.


"Eh Tari, iya nih lumayan. Tari baru pulang sekolah?" Tanya mamanya Zaky pada Tari.


"Enggak juga tan, tadi sepulang sekolah Tari sama temen temen ke kantor polisi buat jenguk Amanda sama Robi" ucap Tari dengan tersenyum.


"Apa, kamu jenguk perempuan itu?" Ucap mamanya Zaky karena kaget.


"Tau nih ma, calon mantu mama aneh banget kan. Bukannya marah malah dijenguk" ucap Zaky yang sudah keluar dari toilet. Tari pun hanya tersenyum mendengar ucapan Zaky.


"Tari kenapa jenguk Amanda sama Robi?" Tanya mamanya Zaky dengan mengelus kepala Tari.


"Tari cuma gak mau memendam dendam tan, makanya Tari sengaja jenguk mereka dan memaafkan perbuatan mereka pada Tari" ucap Tari dengan tersenyum.


"Mulai banget hati calon mantu tante ini, tante bangga sama kamu sayang" ucap mamanya Zaky dan langsung memeluk Tari. Tari pun membalas pelukan mamanya Zaky.


"Udah dulu pelukannya, ayo kita ke luar, temen teman pada nungguin" ucap Zaky dengan meledek mamanya dan Tari.


"Oh kalian sama temen temen juga? Udah pesan makanan?" Tanya mamanya Zaky.


"Iya tante kita sama temen temen, belum tau tante mereka udah pesan atau belum" ucap Tari dengan tersenyum.


"Yaudah yu kita kesana, biar tante yang menuliskan pesanan kalian" ucap mamanya Zaky. Zaky, Tari, dan mamanya Zaky pun menghampiri teman teman Tari dan Zaky.


"Eh tante" ucap Leon dan langsung menyalami mamanya Zaky, dan diikuti oleh Zidan, Yesi, dan Shila.


"Kalian mau pesen apa? Biar tante yang tuliskan dan nanti karyawan tante yang antarkan kesini" ucap mamanya Zaky. Mereka semua pun akhirnya memesan makanan.


"Ya udah tante masuk dulu ya, nanti karyawan tante yang anterin kesini" ucap mamanya Zaky dan masuk ke dalam cafe.


"Tar, serius lo maafin Amanda sama Robi?" Tanya Yesi pada Tari.


"Serius" ucap Tari dengan tersenyum pada Yesi.


"Kok bisa sih, mereka kan udah jahat banget sama lo. Gue temen lo aja gak terima kalo lo diginiin sama mereka" ucap Yesi dengan menatap Tari.


"Gue gak mau dendam Yes, gue ikhlasin dan gue maafin" ucap Tari dengan tersenyum pada semuanya.


"Gak salah aku pilih kamu jadi pacar aku, baik banget sih hatinya" ucap Zaky dan mencubit hidungnya.


"Aw" ucap Tari dan mengusap hidungnya.


Teman temannya pun hanya tersenyum melihat tingkah Tari dan Zaky.


Pesanan mereka pun akhirnya datang. Mereka pun langsung menyantap makanannya langsung. Selesai makan, mereka langsung pulang ke rumahnya masing masing.


Zaky pun mengantarkan Tari ke rumahnya, sesampainya dirumah Tari.


"Mau mampir dulu?" Tanya Tari pada Zaky.


"Iya, yu" ucap Zaky dengan tersenyum.


Mereka pun akhirnya masuk ke dalam dan terlihat mba Asih yang sedang menyapu.


"Mba mama dimana?" Tanya Tari pada mba Asih.


"Eh non Tari sama den Zaky, ibu sedang ke butik non" ucap mba Asih.


"Oh, mba tolong ambilkan minum ya buat Zaky" ucap Tari dengan tersenyum.


"Baik non, mba ke belakang dulu ya" ucap mba Asih dan langsung pamit ke belakang.


Tari dan Zaky pun berbincang di kursi teras rumah. Minuman dan cemilannya pun sudah datang diantar oleh mba Asih.


"Zaky, aku sedikit kasian sama Amanda, dia begitu kan karena cemburu liat kita sama sama" ucap Tari dengan sedikit bersedih.


"Ngapain kasihan, oh iya aku belum cerita ya. Papanya Amanda korupsi di kantor papa, dan akhirnya di laporkan sama papa aku, dan om Dana pun ditahan" ucap Zaky pada Amanda.


"Ih aku tambah kasian sama mamanya Amanda, pasti dia sedih banget" ucap Tari pada Zaky.


"Ya begitulah" ucap Zaky. Dan tidak terasa waktu sudah sore, Zaky pun akhirnya berpamitan untuk pulang.


"Udah sore, aku pamit pulang dulu ya" ucap Zaky dengan tersenyum.

__ADS_1


"Iya, kamu hati hati ya di jalannya" ucap Tari dan membalas senyuman Zaky.


"Besok aku jemput kamu lagi ya" ucap Zaky dan mengedipkan sebelah matanya dan langsung menaiki sepeda motornya dan pergi dari rumah Tari.


__ADS_2