Mentari Ku Kembali

Mentari Ku Kembali
Bab 7. Pendekatan Pertama


__ADS_3

"Huaammm" Tari bangun dari tidurnya dan menggeliatkan tubuhnya.


Tari langsung mengambil handuknya dan langsung mandi.


Selesai mandi dan siap siap, Tari turun ke bawah untuk sarapan. Di sana mama sama papa nya sudah menunggu Tari.


"Pagi ma, pa" Sapa Tari


"Pagi sayang" Jawab mama sama papa


"Kak asa mana pa, gak ikut sarapan?" Tanya Tari pada papanya


"Kak Asa masih tidur, sengaja gak mama bangunin. Kan nanti kak asa berangkat lagi" jawab mama sambil mengambilkan nasi untuk Tari.


"Ma, kalo Tari hari ini gak usah masuk sekolah gimana? Tari takut nanti pas pulang kak asa udah berangkat" ucap Tari dengan sedih


"Kamu sekolah ya, kan kak asa nanti berangkatnya nunggu kamu pulang, kalo kamu gak sekolah nanti kak asa yang sedih, nanti kak asa merasa bersalah" jawab papa dengan mengelus kepala Tari


Tari pun hanya menjawab dengan anggukan.


Selesai makan Tari langsung berangkat sekolah.


***


"Tari, lo kenapa?" Tanya Yesi pada Tari


Tari pun tidak menjawab dan memilih untuk langsung duduk.


"Tari, kalo ada masalah cerita. Siapa tahu kita bisa bantu" ucap Yesi dan diikuti anggukan Shila.


"Gue sedih, nanti kakak gue berangkat lagi ke Jerman" jawab tari dengan menahan sedihnya.


Yesi dan Shila yang mendengarnya pun ikut sedih, kedua temannya tari juga merasakan pasti Tari tengah bersedih.


"Ya udah Tar yang sabar ya, kan Kak asa bukan pindahan. Nanti kak asa balik lagi dan lo bis ketemu lagi" jawab Shila dan memeluk Tari, dan Yesi lun ikut memeluknya.


Bel berbunyi tandanya masuk.


Dua pelajaran pun terlewati, dan kini tari meminta untuk makan di taman bukan di kantin.


"Kita makannya di taman aja yu, Gue pengen menghirup udara yang seger" ucap Tari


Udara di taman memang segar, karena banyak ditanami pepohonan dan bunga-bunga.


"Ya udah gue pesen makanan dulu ya, lo mau pesen apa Shila?" Tanya Yesi pada Shila


"Gue mau nasi goreng aja, minumnya teh manis dingin." Jawab Shila


"Kalo lo Tar?" Tanya Yesi pada Tari


"Gue mie ayam sama lemon tea" jawab Tari


"Kalo kalian mau duluan duluan aja, nanti gue nyusul" ucap Yesi


"Bareng aja deh, kita tungguin di sini" jawab Tari


Saat di taman, Tari menghirup udara dalam-dalam dan membuangnya secara perlahan.

__ADS_1


"Eh kuping gue enak banget gak denger keributannya si Zaky" ucap Yesi dengan melirik ke arah Tari dan Shila dan kita bertiga langsung tertawa.


Sepulang sekolah Tari langsung mencari kakaknya.


"Kak, kak, kak" teriak Tari


"Kenapa tari, kakak kamu lagi dirumah om Yanto, mau pamitan" jawab mama


"Oh, kirain tari kak asa udah berangkat" ucap tari


Pas sore hari pada jam 15.00 Tari dan kedua orang tuanya mengantar kak asa ke bandara.


Sepanjang perjalanan Tari hanya berdiam, sebenarnya Tari tengah menahan tangisnya.


Sesampainya di bandara dan saat kak asa mau memasuki pesawatnya, tiba tiba tari memeluknya.


"Kak asa, jangan pergi" ucap tari dan langsung nangis. Kak asa pun tidak tega jika haru meledeknya.


"Gue gak pergi, nanti gue balik lagi. Lo baik-baik ya, jagain mama sama papa" jawab kak asa. Dan tari pun mengangguk.


"Udah jangan nangis lagi" ucap kak asa yang menahan tangis dans mengusap air mata tari.


"Ma pa, asa pamit dulu ya" pamit kak asa dengan mencium tangan mama dan papa.


"Hati-hati ya nak di sana" ucap mama dengan mengelus kepala kak asa. Kak asa pun memasuki pesawatnya.


***


Beberapa hari kemudian, Zaky merasa udah membaik dan memilih untuk sekolah. Karena Zaky ada misi untuk mencari tahu siapa Tari sebenarnya. Hari ini Zaky tidak membawa motornya, dan Zaky dijemput oleh kedua temannya.


"Bro lo bener mau masuk sekolah?" Tanya Leon


Sesampainya disekolah, seluruh siswi menyoraki kedatangan Zaky.


"Zaky udah sembuh ya"


"Biarpun abis sakit aura nya tetap ada"


"Zaky lain kali hati-hati ya"


Begitulah teriakan para siswi.


Zaky berjalan di koridor dan berpapasan dengan Tari, Zaky terus menatapnya tanpa mengedip.


Sesampainya dikelas, tari langsung duduk menghampiri kedua temannya.


"Eh tar, lo tau gak si Zaky udah mulai sekolah lagi" ucap Yesi


"Udah adem adem ini sekolah, eh biang masalah nya malah datang lagi." Ucap Yesi dengan kesal.


Bel istirahat pun berbunyi


Seperti biasa Tari dan kedua temannya pergi ke kantin. Saat Tari dan kedua temannya tengah menunggu, tiba-tiba Zaky dan kedua temannya duduk meja sebelah Tari. Padahal masih ada meja yang kosong.


Zaky terus memperhatikan Tari, dan tari menyadari itu. Kemudian Tari gak menggubrisnya dan memilih untuk bercengkrama dengan kedua temannya, Tari pun tertawa. Dan itu membuah Zaky bergumam sendiri "Cantik juga"  gumaman Zaky yang ternyata terdengar oleh Zidan dan Leon.


"Siapa yang cantik?" Tanya Zidan.

__ADS_1


Tiba-tiba Amanda datang dan bergelayut di tangan Zaky.


"Ngapain lo kesini, tuh masih ada meja yang kosong" ucap Zaky dengan ketus.


"Aku kan mau disini sama kamu" jawab Amanda yang masih bergelayutan ditangan Zaky.


Karena Zaky merasa risih, akhirnya Zaky pindah ke bangku Tari. Tari pun mengernyit heran.


"Eh lo, lo mau rebut cowok gue ya" ucap Amanda


Tari tidak menggubrisnya dan memilih untuk pergi ke kelas, Yesi dan Shila pun ikut ke kelas.


Tanpa disadari ternyata Zaky mengikutinya dibelakang.


Bel berbunyi tanda


"Tar lo dijemput sopir" tanya Aldi pada Cika


"Iya" jawab tari dengan datar.


"Ya udah gue duluan ya" pamit Aldi dan Leon


"Ayo tar ke parkiran" ajak Yesi dan dibalas anggukan oleh Tari.


Tari dibuat kaget, karena ternyata Zaky dan kedua temannya menunggu Tari didepan kelasnya.


Zaky langsung menarik tangan Tari sampai parkiran.


"Apaan sih lo, lepasin gue" ucap Tari dengan  nada tinggi.


Semua murid yang belum pulang pun memperhatikan ke arah Tari dan Zaky.


"Ya udah tar kita pulang duluan ya" ucap Yesi pada Tari.


"Jangan ih, bantuin gue dulu" jawab Tari. Yesi dan Shila saling pandang, mereka bingung harus berbuat apa.


Saat di parkiran, mereka berpapasan dengan Om Yanto.


"Om bantuin Tari om" ucap Tari pada om Yanto


"Lo panggil pak Yanto om?" Tanya Zaky pada Tari


"Om gue, om bantuin Tari" ucap Tari ketus dan melirik ke arah om Yanto.


"Kalian ini ada apa?" Tanya om Yanto


"Ini om Zaky maksa Tari buat ikut pulang, padahal kan Tari gak mau. Lagian sopir Tari juga udah jemput" jawab Tari dengan memasang muka sedih. Hal itu pun membuat Zaky merasa gemas ingin mencubit pipinya Tari. Zaky pun melepaskan cengkraman nya dan membiarkan Tari pergi.


"Ya udah lo boleh pergi, tapi besok pulangnya sama gue" ucap Zaky dengan menatap Tari.


"Gak akan" jawab Tari dan langsung pergi ke depan gerbang sekolah. Zaky menatap Tari yang sedang berlari, ingin marah tapi tidak bisa. Om Yanto hanya menggeleng melihat kelakuan ponakannya itu.


"Ya udah bapak kembali ke ruangan dulu ya" ucap om Yanto pada mereka. Mereka pun mengangguk dengan berbarengan.


Yesi dan Shila akhirnya ikut pulang juga. Kedua teman Zaky menatap Zaky dengan penuh tanda tanya.


"Lo suka sama cewe itu?" Tanya Leon

__ADS_1


"Gak usah banyak tanya. Pokonya lo bantuin gue buat deketin dia" ucap Zaky dengan senyum miring.


"Oke siap" jawab kedua teman Zaky dan langsung pergi ke arah motornya.


__ADS_2