
Di belakang kediaman klan Lin, ada hutan lebat dan pegunungan yang membentang luas serta tebing-tebing terjal. Jika kamu berjalan sampai ke puncak, kamu akan menemukan dirimi berdiri di atas tebing tertinggi dan melihat pemandangan keseluruhan kota Awan Berkabut.
Bang!
Bang!
Tak jauh dari tempat itu, di dalam hutan, terdengar suara keras dari pohon-pohon yang tumbang seolah-olah ada beberapa ahli yang sedang bertarung. Namun itu bukan perkelahian, tapi Lin Xuan yang sedang melatih tehnik pedanganya.
"Hu..Hu..Hu.." Terengah-ngah, Lin Xuan mengulurkan tanganya dan udara di bawah telapak tanganya dengan aneh berputar, itu secara perlahan membentuk gagang kemudian tubuh pedang.
Jika ada orang-orang tua di klan yang melihat ini, mereka pasti akan terkejut dan mulut mereka akan terbuka lebar. Itu karena kemampuan menumbuhkan pedang dari udara tipis hanya bisa di lakukan oleh mereka yang mengelola Dao Yi, dalam artian, mereka harus menjadi pendekar.
Seorang pendekar Pedang, dalam sejarah 100 tahun terakhir, seorang pendekar pedang tidak pernah muncul di dinasti Zong.
Ling Xuan menggenggam gagang pedang yang tercipta dari udara tipis, wajahnya berangsur-angsur serius. Dengan hentakkan kaki, dia melesat ke arah pohon raksasa di hadapanya.
Ketika dia hanya satu meter dari pohon raksasa, jari tangan kirinya tiba-tiba meringkuk, membentuk segel unik. Kemudian, sesuatu yang aneh terjadi, tubuh Lin Xuan bergetar dan kemudian membelah diri. Itu muncul dengan dua Lin Xuan di mana aurah serta penampilan sama persis.
Kedua Lin Xuan menyerang dari dua arah kemudian mengayunkan pedang ke pohon raksasa.
Bang!
Bang!
Dua ledakan keras menggema di dalam hutan itu, pohon raksasa setinggi lima puluh kaki dengan lebar 10 meter berguncang, retakan seperti jaring laba-laba menyebar dari area titik tabrakan hingga ke puncak pohon.
Itu adalah tehnik: Klon Pedang.
Lin Xuan mengangguk puas, tanganya melambai dan pedang di tanganya pecah menjadi ribuan keping lalu tersebar di udara seperti debu yang tersapu angin. Klon Pedang juga berangsur-angsur menjadi ilusi sebelum akhirnya menghilang.
Sudah stengah bulan Lin Xuan menghabiskan waktunya untuk berlatih tehnik pedang yang di berikan oleh sistem, selama stengah bulan itu, Lin Xuan semakin akrab dengan dua set tehnik tingkat tinggi kelas: Dewa.
Selain itu, dia juga akan menyempatkan waktunya untuk memasuki gudang pembuangan sisa logam di klan dan menyerap beberapa tumpukan logam dan besi sisa. Namun meski demikian, poin kontribusi yang di hasilkan masih belum cukup untuk meningkatkan level kultivasinya.
Sekarang, dia masih berada di level: Great Petarung, dan belum memiliki satu bintang di level itu. Tapi Lin Xuan tidak khawatir, itu karena 15 hari lagi, dia akan melakukan perjalanan ke Sekte Langit Agung untuk mendaftar menjadi murid luar. Mungkin setelah menjadi murid Sekte Langit Agung, Lin Xuan akan lebih muda mengumpulkan poin kontribusi dan meningkatkan kultivasinya.
Sekte Langit Agung adalah salah satu sekte teratas di dinasti Zong, mereka memiliki sumber daya serta pondasi yang kokoh, status mereka sangat tinggi bahkan klan kekaisaran tidak berani untuk bertindak secara acak di sekte Langit Agung. Jika menganalisis secara keseluruhan, Sekte Langit Agung seharusnya berada di posisi kedua terkuat di dinasti Zong setelah keluarga kekaisaran, di bawah sekte Langit Agung adalah Sekte Pedang Mistik dan Sekte Api Guntur.
Setelah tiga raksasa itu, menyusul empat klan penguasa di ibukota, yaitu Klan Mu–Klan Chu–Klan Xu–Klan Lao. Di bawah empat klan penguasa adalah klan-klan patriokal kecil yang penguasai beberapa kota-kota kecil di dinasti Zong, namun setelah semuanya, klan kekaisaran adalah penguasa dinasti Zong.
Klan Lin Xuan bahkan tidak perlu di sebutkan, klan Lin hanyalah klan kecil di tempat terpencil seperti kota Awan Berkabut. Tapi itu tidak akan lama sebelum Lin Xuan membawa klan Lin ke ketinggian yang belum pernah mereka capai sebelumnya.
__ADS_1
-
Setelah berlatih sepanjang hari di dalam hutan, Lin Xuan kembali ke dalam kamar untuk berstirahat.
Saat Lin Xuan berencana untuk pergi ke gudang pembuangan sisa logam, suara ketekukan pintu melewati pintunya bersamaan dengan suara pelayan wanita.
"Tuan Muda, pemimpin klan meminta anda untuk hadir di aula."
"Aku datang."
Lin Xuan mengenakan pakainya kemudian berjalan menuju aula pertemuan.
Setelah memasuki aula pertemuan, Lin Xuan menemukan bahwa hanya ada ayahnya dan ketiga penatua serta Lin Jang, Lin Suya dan Lin Mongyu di dalam aula.
Melihat Lin Xuan masuk ke dalam aula, Lin Suya dan Lin Mongyu memberikan tatapan tajam, sementara untuk Lin Jang, dia terlihat lebih tenang dari biasanya.
Ketiga penatua menatap Lin Xuan dan setelah beberapa saat, mata ketiganya terbuka lebar bahkan rahang mereka hampir jatuh, mereka tercengang, itu juga di rasakan oleh Lin Zhang.
"Xuan E'r...Basis kultivasimu?." Kata Lin Zhang terkejut.
Lin Xuan mengangguk dan berkata dengan santai. "Iya, aku sudah menjadi Great Petarung dan itu lima belas hari yang lalu."
Lin Jang juga terkejut, tapi hanya beberapa saat sebelum dia mengembalikan ketenanganya.
"Hahah, luar biasa, luar biasa." Lin Zhang mengangguk dengan senyum puas.
Ketiga penatua juga mengangguk, kecepatan kultivasi Lin Xuan ini sangat hebat, bahkan mereka, ketika masih muda dulu, harus berlatih keras selama 30 tahun untuk menjadi Great Petarung, tapi Lin Xuan melakukanya hanya beberapa hari.
"Baiklah, mari tinggalkan topik ini." Lin Zhang melambaikan tanganya dan ekpresinya menjadi serius. "Sepuluh hari lagi adalah saat di mana kompetisi Sumber Daya di mulai, kalian berempat pasti sudah tahu akan hal ini. 10 tahun lalu, terjadi ledakan besar di pegunungan berkabut, ledakan itu membuat retakan pada lapisan tanah, dan di bawah tanah itu sebenarnya ada dunia kecil. Dunia kecil ini di penuhi oleh tumbuhan obat berkulitas tinggi, siapapun yang menguasai dunia kecil ini pasti akan mendapatkan manfaat yang sangat besar. Banyak ahli di kota Awan Berkabut yang mengingkan dunia kecil itu untuk di jadikan miliknya sendiri termasuk klan-klan patriokal, pertempuran besar-besaran terjadi, banyak nyawa yang berjatuhan. Setelah bertahun-tahun peperangan, para pemimpin klan memutuskan untuk negosiasi, kami membuat perjanjian, perjanjian itu adalah Kompetisi Sumber Daya. Masing-masing klan akan mengirim generasi muda mereka yang berbakat untuk berkempetisi, siapapun yang memenangkan kempetisi itu akan menguasai dunia kecil selama lima tahun."
"Jadi, patriak berniat untuk mengirim kami berempat untuk mewakili Klan Lin dalam kempetisi?." Tanya Lin Suya.
Lin Zhang mengangguk. "Benar, kalian berempat adalah jenius dari generasi muda klan kita. Karena itu, pilihan telah jatuh kepada kalian. Apa kalian setuju?."
"Tentu saja, aku sudah tidak sabar untuk bertarung dengan jenius klan lain dan membawa kemuliaan bagi klan Lin." Kata Lin Suya dengan penuh tekad.
"Iya, kami akan memberikan pelajaran kepada mereka." Kata Lin Mongyu dengan bangga.
Lin Jang memiliki wajah serius namun tidak mengatakan apa-apa, begitu juga dengan Lin Xuan yang hanya duduk sambil sesekali menyesap teh dengan tenang. Entah apa yang mereka pikirkan, tidak ada yang tahu.
Setelah menjelaskan beberapa aturan dari kompetisi Sumber Daya, Lin Zhang memerintahkan Lin Xuan dan kelompak Lin Jang untuk kembali.
__ADS_1
Saat Lin Xuan akan memasuki kamarnya, dia tiba-tiba merasakan fulturasi energi Qi, meski sedikit samar yang sulit untuk di deteksi, tapi dengan persepsi Lin Xuan yang kuat karena mengelola metode kultivasi Jiwa Pedang, dia mampu merasakan energi tersebut.
Energi Qi biru samar menari-nari di ujung jarinya, dengan dentikan jari, energi Qi biru samar berubah menjadi panah biru kecil seukuran jarum yang langsung di tembakkan ke arah kegelapan.
"Hamp." Dengusan dingin terdengar dan panah Qi hancur berkeping-keping, kemudian sosok pria tua berjubah unggu longgar muncul dari kegelapan.
Kemunculanya membuat mata Lin Xuan menyipit, dan dia membuat gerakan waspada, itu karena, dengan basis kultivasi Lin Xuan, dia sebenarnya tidak bisa melihat tingkat kekuatan pria paruh baya ini. Selain itu, tekanan yang Lin Xuan rasakan dari pria paruh baya ini sama seperti dia berhadapan dengan ayahnya. Ayahnya adalah Grandmaster Petarung Bintang 5 dan yang paling terkuat di klan, apa itu artinya pria paruh baya ini juga seorang Grandmaster?.
"Heheh, tidak di sangka. Tuan Muda Lin Xuan sebenarnya bisa melihat melalui persembunyianku." Pria paruh baya itu tersenyum dan berkata dengan lembut.
"Siapa kamu?." Tanya Lin Xuan.
"Namaku adalah Xu Wong, aku adalah pelayan pribadi nona muda." Kata pria paruh baya itu.
Xu Wong? Pelayan pribadi? Nona Muda?
Lin Xuan mengerutkan kening, tapi hanya beberapa saat sebelum dia akhirnya sadar. "Xu Murong."
Ya, fakta bahwa pria paruh baya ini bermarga Xu membuktikan bahwa dia berasal dari klan Xu, hanya ada satu klan bermarga Xu yaitu klan Xu Murong di ibukota.
Hal ini juga menjelaskan seberapa kuat klan Xu, bahkan kekuatan yang setingkat dengan ayahnya hanya bisa menjadi pelayan di bawah Xu Murong.
Grandmaster Petarung, itu adalah ahli terkuat di kota Awan Berkabut, tapi pria paruh baya ini sebenarnya hanya seorang pelayan, sungguh mengesankan klan Xu.
Lin Xuan memaksa dirinya untuk tetap tenang, dia menatap Xu Wong lalu bertanya. "Kenapa Tuan Xu Wong datang ke tempatku? apa ada hal penting yang ingin di sampaikan oleh Xu Murong?."
Xu Wong sedikit terkejut melihat ketenangan Lin Xuan, namun itu tidak mempengaruhinya. Dia dengan tenang berkata. "Nona Muda memintaku untuk membawa pesan kepada Tuan Muda Lin, Nona Muda berkata bahwa lima belas hari lagi sekte Langit Agung akan merekrut murid baru. Nona Muda berharap bahwa Tuan Muda Lin akan datang dan menjadi murid Sekte Langit Agung, jika Tuan Muda Lin tidak datang atau tidak lulus menjadi murid, maka Tuan Muda Lin harus datang ke klan Xu untuk membatalkan pertunangan!."
"Pertunangan lagi." Lin Xuan bergumam dengan kesal, gadis ini benar-benar berfikir bahwa alasan Lin Xuan tidak membatalkan pertunangan karena dia memiliki ketertarikan terhadap kecantikan. Meski sebenarnya dia sangat cantik hingga mampu mengguncang seluruh dinasti, tapi Lin Xuan tidak memiliki hal-hal seperti itu. Alasan dia belum pergi dan membatalkan pernikahan karena dia belum memiliki waktu yang cukup.
Lin Xuan ingin mengatakan sesuatu, namun sebelum dia bisa membuka mulutnya, Xu Wong sudah menghilang di balik gelap malam.
"Chi." Lin Xuan melambaikan tanganya lalu berjalan masuk ke dalam kamar.
-
-
-
Bersambung...
__ADS_1