Menuju Keabadian Dengan Sistem

Menuju Keabadian Dengan Sistem
Bab 5


__ADS_3

Lin Xuan menatap Lin Jang dan Lin Suya yang sedang terbaring di tanah dengan acuh tak acuh, setelah itù pandanganya menyapu para murid klan.


Mereka yang bertemu dengan tatapan Lin Xuan segera menunduk atau dengan sengaja menatap langit, bertindak seolah-olah apa yang terjadi tidak ada hubungnya dengan mereka.


"Sebaiknya kalian segera membawa ketiga orang ini untuk di obati, jika tidak mereka akan terluka semakin parah." Kata Lin Xuan datar kemudian berjalan meninggalkan tempat itu.


Setelah kepergian Lin Xuan, para murid klan segera membawa kelompak Lin Jang untuk di berikan perawatan.


Hari ini, tindakan Lin Xuan yang mengalahkan kelompok Lin Jang lansung menyebar di seluruh klan Lin, bahkan kabar ini sampai di telinga Lin Zhang dan ketiga penatua.


Lin Zhang yang sedang duduk di kursi pimpinan terkejut ketika mendengar kabar ini, dia dengan cepat meninggalkan aula dengan wajah penuh semangat.


Sementara Lin Xuan yang menjadi bahan perbincangan tidak tahu apa-apa, saat ini dia sedang duduk di pinggir ranjang, keningnya mengerit memikirkan cara agar bisa mendapatkan banyak logam.


Tiba-tiba, suara ketukan melewati pintunya dan suara berat Lin Zhang terdengar. "Xuan E'r, apa kamu di dalam?."


Lin Xuan yang sedang duduk terkejut mendengar suara ayahnya, dia langsung bangkit kemudian membuka pintu kamar.


"Ayah, ada apa mencariku?." Tanya Lin Xuan.


Lin Zhang tidak langsung menjawab, dia mengamati tubuh Lin Xuan dengan serius, setelah beberapa menit, bibir Lin Zhang tertarik membentuk senyum hangat. "Hehe, sepertinya putra ayah diam-diam menyembuhkan diri!."


Lin Zhang tidak bisa mengetahui secara detail kekuatan Lin Xuan karena orang-orang yang berada di alam Pemurnian masih belum memadatkan pusaran Qi jadi fulturasi energi Qi yang ada di dalam tubuh juga sangat lemah dan sulit untuk di deteksi, kecuali menggunakan batu monumen, tidak ada cara untuk mendeteksinya, tapi melihat dari aura Lin Xuan dan juga tempramenya yang kuat, Lin Zhang memiliki beberapa tebakan.


Lin Xuan terkejut, tapi hanya beberapa saat sebelum kembali seperti semula. "Ayah mengetahuinya?."


Lin Zhang mengangguk kemudian mengelus puncak kepala Lin Xuan lalu berkata dengan lembut. "Kabar tentang kamu mengalahkan Lin Jang, Lin Suya dan Lin Mongyu telah menyebar dan itu tentu saja di dengar oleh ayahmu ini."


Lin Zhang menatap mata putranya dengan serius kemudian berkata. "Xuan E'r, ada di tahap berapa kamu sekarang?."


Lin Xuan berfikir sejenak setelah itu berkata. "Tahap 9 mungkin."


"Bagus...A-apa, tahap 9?." Lin Zhang mengangguk dan tersenyum namun senyuman di wajahnya seketika menjadi kaku dan matanya terbuka lebar.

__ADS_1


Lin Zhang menatap Lin Xuan dengan tidak percaya. "Xuan E'r, apa itu benar?."


Suara Lin Zhang sedikit bergetar, tangan di balik lengan bajunya bahkan bergetar.


Lin Xuan dengan santai mengangguk. "Benar, aku baru saja menerobos ke Tahap 9 Pemurnian Tubuh."


"Huh." Lin Zhang menarik nafas dalam-dalam, tubuhnya bahkan bergetar, hanya tiga hari saat Lin Xuan sadar dari komanya dan basis kultivasinya sudah berada di Tahap 9 Pemurnian Tubuh yang sebelumnya berada di Tahap 3.


Apa artinya ini? Bahkan Lin Xuan yang dulu tidak akan bisa melakukanya, ini bukan lagi jenius, tapi monster.


Lin Zhang menenangkan pikiranya, dia menatap Lin Xuan dengan serius lalu bertanya. "Xuan E'r, apa kamu sedang tidak bercanda dengan ayah?."


Lin Xuan memutar bola matanya lalu berkata dengan malas. "Apa untungnya aku bercanda dengan ayah."


"Hahahahaha." Tawa Lin Zhang seketika menggema tanpa peringatan, wajahnya menunjukan kebahagian bahkan melebihi saat Lin Xuan menjadi Great Petarung dua tahun lalu.


"Putraku adalah jenius, putra Lin Zhang tidak akan pernah menjadi sia-sia. "Suara berat Lin Zhang menggema di dalam ruangan itu, dia kemudian menatap Lin Xuan lalu berkata. "Xuan E'r, persiapkan dirimu! Besok ayah akan meminta semua anggota generasi muda klan untuk melakukan pemeriksaan di batu monumen, ayah akan membuat ketiga orang tua itu malu karena sudah meremehkan putraku."


Lin Xuan tersenyum dan mengangguk. "Baik ayah."


Melihat punggung kekar Lin Zhang yang menjauh, Lin Xuan merasakan perasaan aneh di hatinya, itu adalah rasa sayang dari seorang ayah.


-


Keesokan harinya, semua anggota generasi muda klan berkumpul di alun-alun, di depan mereka adalah batu monumen setinggi empat meter.


Di platfrom tinggi, Lin Zhang dan ketiga penatua duduk berdampingan sambil mengawasi anggota generasi muda klan.


Penatua pertama melirik Lin Zhang lalu mencibir. "Lin Zhang, apa kamu melakukan ini dengan tujuan untuk memeriksa tingkat kultivasi putramu dan mengejutkan orang tua ini?."


"Hehe, memangnya apa lagi tujuan Lin Zhang kalau bukan itu, tapi aku hanya ingin mengatakan, dantian yang sudah rusak tidak akan bisa di pulihkan kembali kecuali Alkemist Tingkat 6, seluruh kekaisaran Zong, hanya Mu Mangwe yang memiliki gelar Alkemist tingkat 6, dengan statusnya, tidak mungkin untuk memintanya datang merawat Lin Xuan." Penatua kedua menimpali dengan senyum mengejek.


"Benar, dantian Lin Xuan telah hancur dan jatuh ke alam Pemurnian Tubuh Tahap 3, meskipun dia mengalahkan Lin Jang, Lin Suya dan Lin Mongyu, itu tidak menjamin bahwa Lin Xuan telah memulihkan bakatnya, bisa saja dia bermain curang dan menyerang ketiganya secara diam-diam." Kata penatua ketiga.

__ADS_1


Wajah Lin Zhang menjadi muram karena mendengar perkataan dari ketiga penatua, selain itu, dia juga sebenarnya merasa ragu, sebab mustahil untuk memulihkan dantian yang sudah hancur, bahkan lebih mustahil untuk meningkatkan dari tahap 3 ke tahap 9 pemurnian tubuh dalam kurun waktu tiga 3, itu belum pernah terjadi di seluruh kekaisaran Zong.


Tapi melihat wajah percaya diri Lin Xuan tadi malam, Lin Zhang merasa bahwa itu mungkin.


"Huh, apakah Lin Xuan telah pulih atau tidak, kita akan segera mengetahuinya." Kata Lin Zhang datar.


ketiga penatua menunjukan senyuman main-main, hari ini mereka akan melihat lelucon ayah dan anak.


Sementara itu, di samping monumen, elder berjubah biru berdiri di hadapan seluruh generasi muda klan, dia menatap seluruh generasi muda lalu berkata. "Hari ini patriak secara pribadi meminta agar semua murid menguji kekuatan mereka di batu monumen, mereka yang di sebut namanya silahkan naik ke atas."


"Lin San." Teriak Elder berjubah biru.


Seorang pemuda berusia 17 tahun berjalan menuju batu monumen, dia meletakkan tanganya di batu, seketika batu monumen bersinar terang.


Elder berjubah biru menatap sinar di langit kemudian mengangguk lalu mengumumkan. "Lin San, Tahap 5 Pemurnian Tubuh."


Tahap 5 Pemurnian Tubuh di usia 17 tahun, itu sudah terbilang normal.


Selanjutnya para murid klan di panggil satu per satu.


Di antara kerumunan anggota generasi muda klan, Lin Xuan berdiri di sudut seorang diri sambil menatap ke arah platfrom batu dengan malas.


Sebenarnya, dia tidak begitu tertarik untuk menguji kekuatanya, namun karena ayahnya memaksa, dia hanya bisa patuh.


Tiba-tiba, Lin Xuan merasakan tatapan dingin dari arah kerumunan, dia mengalihkan pandangnya ke arah tatapan dingin itu. Di sana Lin Jang, Lin Suya dan Lin Mongyu berdiri dengan tatapan tajam ke arahnya, penampilan mereka tampak menyedihkan, tangan mereka di perban dengan kain putih dan terlihat seperti mumi.


Lin Xuan memberikan senyum mengejek lalu mengabaikan ketiganya.


-


-


-

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2