Menuju Keabadian Dengan Sistem

Menuju Keabadian Dengan Sistem
Bab 11


__ADS_3

Di dalam gudang pembuangan sisa-sisa logam klan, Lin Xuan duduk dengan tenang. Tangan kananya terulur ke depan ke arah tumpukan logam, cahaya putih bersinar di telapak tanganya saat mereka membuka dan dengan cepat menyedot semua tumpukan logam dan sisa.


Lin Xuan menghela nafas, dia sudah melakukan hal ini selama tengah bulan, diam-diam menyelinap ke gudang dan menyerap sisa-sia logam.


Lin Xuan melambaikan tanganya dan panel sistem persegi muncul di hadapanya, itu mengambang di udara.


~Status~


[[Lin Xuan]]


[[Kekuatan:Great Petarung]]


[[Metode Kultivasi: Jiwa Pedang]]


[[Tehnik Pertempuran: •Klon Pedang\ •Shadow Blade]]


[[Rank Dao Yi: Pendekar Pedang]]


[[Poin Kontribusi:1.347]]


_


[[Info 1—Meningkatkan Level Kultivasi:1.000.000]]


[[Info 2—Meningkatkan Rank Dao Yi:2.000.000]]


Lin Xuan menatap panel sistem untuk waktu yang cukup lama sebelum menutup kembali dengan lambaian tanganya, saat ini dia sepenuhnya paham dengan cara kerja sistem, semakin tinggi level kultivasi, maka semakin mahal pula poin kontribusi yang di butuhkan, hal ini berlaku juga untuk Rank Dao Yi bahkan lebih mahal.


Lin Xuan tidak bisa lagi terus-menerus menyerap sisa logam rusak di gudang pembuangan, dia harus menyerap logam mulia dengan kualitas tinggi untuk bisa mengumpulkan poin kontribusi yang banyak, jika tidak, kecepatan level kultivasinya akan melambat.


Setelah termenung beberapa saat, Lin Xuan diam-diam keluar dari pintu belakang gudang dan berjalan menelusuri lorong tanpa ada yang mengetahui.

__ADS_1


Saat ini, di hadapanya, ada sekumpulan murid yang sedang berbincang-bincang tetang suatu hal, wajah mereka terlihat bersemangat sehingga tidak menyadari kehadiran Lin Xuan.


"Apa kalian sudah mendengar kabarnya, sepuluh hari lagi sekte Langit Agung akan membuka pendaftaran murid baru."


"Iya, aku juga sudah mendengar beritanya. Semua masyarakat dinasti Zong bahkan klan emperial tidak terkecuali telah mengirim generasi muda mereka yang jenius ke sekte Langit Agung untuk menunggu pendaftaran murid baru terbuka."


"Aku mendengar bahwa syarat untuk menjadi murid luar Sekte Langit Agung sangat ketat."


"Oh, memangnya apa syaratnya?."


"Syaratnya adalah, seseorang harus menjadi Great Petarung di bawah usia dua puluh tahun untuk bisa menjadi murid luar sekte Langit Agung."


"Great Petarung di bawah usia dua puluh tahun, benar-benar syarat yang sangat mengerikan. Aku tidak percaya bahwa Sekte Langit Agung menetapkan aturan keras seperti ini."


"Chi, kamu bodoh dan tidak tahu apa-apa. Bagaimana bisa, sekte nomor satu dinasti Zong, sekte langit Agung menerima sampah Pemurnian Tubuh."


"Dengan aturan ketat seperti ini, hanya akan ada sedikit orang yang berhasil."


"Benar, Xu Murong, sekarang aku ingat. Saat pendaftaran. Nona Xu Murong berada di peringkat pertama dengan basis kultivasi Great Petarung Bintang 5 di usia 16 tahun, para Elder Sekte Langit Agung sangat terkesan dan bahkan Pemimpin Sekte langsung mengangkatnya menjadi murid pribadi."


"Nona Xu Murong memang jenius yang hanya ada seratus tahun sekali."


Para murid memiliki mata berbinar dan wajah penuh pemujaan terhadap wanita itu, baik status, penampilan dan bakat, dia jauh di atas generasi muda rata-rata.


"Chi, apa yang begitu luar biasa darinya. Bagaimana itu bisa di bandingkan dengan tuan muda kita. Tuan Muda Lin Xuan, dia menjadi Great Petarung di usia 15 tahun dan menjadi Great Petarung Bintang 9 di usia 16 tahun. Jika saja tidak terjadi kecelakaan, tuan muda akan menjadi Master Petarung di bawah usia 20 tahun." Kata salah satu murid klan dengan dengusan dingin.


Para murid lainya seketika terdiam dan wajah mereka tampak canggung, salah satu dari mereka ragu-ragu dan berkata. "Tapi sekarang Tuan Muda telah jatuh, meski dia tampaknya telah bangkit, tapi akan sulit mengejar ketertinggalan. Tuan Muda bahkan belum menjadi Great Petatung."


"Meskipun begitu, tuan muda-." Murid yang sebelumnya meninggikan nama Lin Xuan berniat untuk berdebat, tapi sebelum mulutnya terbuka, batuk dingin terdengar dari lorong klan.


Para murid secara kompak berbalik ke arah sumber suara.

__ADS_1


Di sana, seorang pemuda tampan bertubuh tinggi dan ramping berdiri lurus ke arah mereka, kulitnya halus dan pulih, matanya setajam pedang dan alisnya tebal dan sempurna. Hidungnya mancung dan sempurna, dia seperti mahluk yang turun dari surga. Itu hanya bisa di gambarkan sebagai tampam, seolah-olah wajahnya di lukis langsung oleh dewa surgawi.


Para murid seketika terkejut, mereka dengan cepat membungkuk lalu berkata. "Kami telah melihat Tuan Muda Lin Xuan."


Ya, pemuda itu sebenarnya adalah Lin Xuan. Dia sebelumnya mendengar percakapan para murid itu dan memutuskan untuk mendapatkan sedikit informasi tentang Sekte Langit Agung, namun melihat percakapan akan mengarah pada perdebatan yang sia-sia, dia memutuskan untuk muncul.


Para murid bergetar terutama bagi murid yang sebelumnya mengatakan bahwa Lin Xuan telah jatuh dan akan sangat sulit mengejar ketertinggalan, dia sangat takut bahwa Lin Xuan akan mempersulit dirinya. Setelah semua yang di lakukan Lin Xuan, statusnya di dalam klan telah di pulihkan dan bahkan membuat banyak dari mereka merasa kagum terhadapnya.


Lin Xuan melihat murid yang sebelumnya meninggikan namanya kemudian mengangguk, dengan lambaikan tangan dari Lin Xuan, sebuah Pil hijau zambrut melesat dan mendarat di telapak tangan murid itu.


Melihat Pil Hijau Zambrut, murid itu segera menakupkan tanganya dan berkata. "Terimakasi tuan muda Lin Xuan."


Lin Xuan mengangguk lalu berjalan meninggalkan tempat itu, setelah kepergian Lin Xuan, para murid langsung melemparkan tatapan iri kepada murid yang menerima pil, dalam hati mereka menyesal karena tidak meninggikan nama Lin Xuan.


Pil yang di berikan Lin Xuan sebenarnya adalah Pil Pengumpul Qi yang sangat bermanfaat bagi kultivator di alam Pemurnian Tubuh, itu akan membantu mereka untuk mempercepat pelatihan dan menghemat banyak waktu.


Lin Xuan tidak kembali ke kamarnya tapi pergi menemui ayahnya, setelah beberapa saat, dia akhirnya tiba di depan pintu yang ukuranya dua kali lebih besar dari pintu kamarnya.


Lin Xuan mengetuk pintu kamar sambil berkata. "Ayah, Lin Xuan ingin bertemu."


Terdengar suara dari dalam kamar. "Masuk!."


Lin Xuan mendorong pintu kamar lalu masuk ke dalam ruangan, di dalamnya tampaknya sangat luas dan ada meja teh bundar serta kursi-kursi, itu seperti aula pertemuan. Ada juga ranjang besar berukuran sedang.


Lin Zhang duduk di kursi sambil menatap Lin Xuan dengan senyum di wajahnya.


"Ada apa mencari ayah?."


"Aku membutuhkan lima pedang tingkat:Emas."


Senyum Lin Zhang membeku.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2