
Jun Tian yang saat ini terbaring di lantai meraung dengan marah, dia menatap tajam ke arah Lin Xuan sambil berkata. "Lin Xuan, jadi kamu Lin Xuan. Tunggu saja, aku akan membalas penghinaan ini sepuluh kali lipat."
Setelah mengatakan itu, dia dengan kakinya yang gemetar kemudian meninggalkan Paviliun Harta bersama kedua pengikutnya yang ketakutan.
Melihat kepergian Jun Tian, keruman berangsur-angsur bubar. Lin Xuan mengalihkan pandanganya ke arah Chu Qinlin. "Nona Chu, apa aku boleh memiliki Tiger Sword Art aku sekarang?."
Chu Qinlin yang sebelumnya linglung dengan cepat tersadar saat mendengar perkataan Lin Xuan, dia dengan cepat mengangguk lalu pergi menuju gudang penyimpanan.
Setelah beberapa menit, dia kembali dengan piring giok di tanganya, di atas piring adalah cincin penyimpanan kualitas rendah.
Chu Qinlin berkata dengan ramah. "Tuan Muda Lin, di dalam cincin adalah lima pedang Tiger Sword Art yang tuan ingingkan."
Lin Xuan mengambil cincin di atas piring lalu memberikan cincin penyimpananya kepada Chu Qinlin, dengan anggukan, Lin Xuan berbalik dan meninggalkan Paviliun Harta.
Melihat punggung Lin Xuan yang menghilang di balik pintu, sudut bibir Chu Qinlin tertarik membentuk senyuman yang mempesona. "Menarik!." Ucapnya.
-
Kembali dari Paviliun Harta, Lin Xuan segera memasuki kamar dan duduk di meja teh. Dia melambaikan tanganya lalu lima pedang Tiger Sword Art muncul di atas meja.
"Aku penasaran berapa banyak poin kontribusi yang aku dapatkan setelah menyerap pedang tingkat emas." Gumam Lin Xuan. Dia kemudian mengulurkan tanganya dan cahaya putih meledak dari telapak tanganya, itu langsung menyedot satu pedang tingkat Emas ke dalam cahaya.
Suara mekanis terdengar di kepala Lin Xuan.
~Ding!.
[[Selamat, master mendapatkan 1.000.000 Poin Kontribusi]]
Senyum kegembiran menghiasi wajah Lin Xuan, dia kemudian menyerap tiga pedang tingkat emas lainya.
Suara mekanis sekali lagi terdengar.
~Ding!.
[[Selamat, master mendapatkan 3.000.000 Poin Kontribusi]]
Senyum Lin Xuan semakin lebar, ketika dia akan menyedot pedang yang terakhir, suara mekanis tiba-tiba terdengar tanpa peringatan apapun.
__ADS_1
~Ding!.
[[Peringatan: Sistem mendeteksi benda asing, benda berkualitas tinggi telah di temukan. Benda tidak dapat di serap]]
Lin Xuan tertegun, dia mengerutkan kening dan tatapanya jatuh ke pedang yang terakhir. "Apa maksudnya benda asing?...Kenapa sistem tidak bisa menyerapnya?."
Dia menatap pedang Tiger Sword Art dengan cermat, tanganya meraih gagang pedang kemudian membawanya lebih dekat untuk melihat setiap inci tubuh pedang.
"Di lihat dari sisi manapun, tidak ada yang berbeda dari pedang ini, kenapa sistem mengatakan bahwa ini adalah benda berkualitas tinggi?." Gumam Lin Xuan dengam wajah heran. Dia membolak-balik tubuh pedang namun tidak menemukan apapun yang istimewa.
"Ah, sudahlah." Lin Xuan menghela nafas kemudian melambaikan tanganya, panel sistem muncul di hadapanya.
~Status~
[[Lin Xuan]]
[[Kekuatan:Great Petarung]]
[[Metode Kultivasi: Jiwa Pedang]]
[[Tehnik Pertempuran: •Klon Pedang\ •Shadow Blade]]
[[Poin Kontribusi:4.347]]
_
[[Info 1—Meningkatkan Level Kultivasi:1.000.000]]
[[Info 2—Meningkatkan Rank Dao Yi:2.000.000]]
-
Lin Xuan masih kekurangan satu juta poin kontribusi untuk meningkatkan level kultivasinya, jika saja pedang yang terakhir bisa di serap, maka dia akan memiliki cukup poin untuk meningkatkan basis kultibasinya.
Segera hari-hari berlalu, kini tiba saat di mana kompetisi sumber daya di mulai.
Lin Xuan, Lin Jang, Lin Suya, Lin Mongyu berkumpul di depan pintu gerbang klan. Di hadapanya mereka adalah Lin Zhang dan ketiga pentua.
__ADS_1
Lin Zhang melihat kelompok Lin Xuan dan mengangguk. "Baiklah, ayo pergi." Ucapnya kemudian melompat ke atas pungggung kuda yang kemudian bergerak ke arah pegunungan, di belakang adalah ketiga penatua dan kelompak Lin Xuan.
Setelah melewati gunung-gunung tinggi dan bukit-bukit terjal, kelompok Lin Xuan akhirnya tiba di sebuah lembah dengan kabut awan yang bergulir di sekitarnya.
Di sana terlihat puluhan orang sudah berkumpul, ada banyak jejeran kuda yang di ikat di batang pohon terdekat.
Orang-orang ini adalah pemimpin dari masing-masing klan patriokal yang ada di kota Awan Bekabut, klan mereka memiliki posisi yang sama dengan klan Lin Xuan. Di belakang para pemimpin adalah anggota generasi muda klan, masing-masing dari mereka membawa empat.
Di tengah-tengah adalah arena pertarungan setinggi dua meter berbentuk lingkaran, di kejauhan, sekiatar lima ratus meter adalah tanah tandus tanpa sumber kehidupan, di tanah, siapapun dapat melihat retakan seperti tebasan pedang yang memanjang sejauh puluhan kilometer. Dari dalam retakan muncul kabut spiritual yang pekat dan tebal serta bau harum dari berbagai macam tanaman obat.
Siapapun dapat menebak bahwa di dalam celah tanah adalah dunia kecil yang di penuhi oleh banyak tanaman obat.
Melihat kelompak Lin Xuan, para memimpin klan menatap dan fokus mereka jatuh kepada Lin Xuan. Salah satu pemimpin klan berjubah brokat berkata dengan senyum main-main. "Klan Lin akhirnya datang, mereka bertindak sangat hebat dengan membuat kami semua menunggu. Seolah-olah kami adalah pelayan."
Pemimpin klan lain dari klan Wang mengangguk dan berkata. "Hanya karena sedikit ketenaran yang di dapatkan oleh putra cacat yang pulih sudah membuat mereka bangga dengan diri sendiri."
Para pemimpin klan satu per satu mengungkapkan ketidakpuasan mereka terhadap anggota klan Lin.
Lin Zhang mengerutkan kening dan berkata. "Semuanya, kami tidak dengan sengaja terlambat, tapi memang kami membutuhkan sedikit persiapan untuk perjalanan."
Pemimpin klan Chen, Chen Yugu tersenyum sinis melihat permusuhan di mata para pemimpin klan terhadap klan Lin. Dia kemudian dengan santai berkata. "Baiklah, karena semuanya sudah di sini. Kompetisi Sumber Daya bisa di mulai."
Seorang pemimpin dari klan Wu melompat ke ats arena, berdiri di hadapan semua orang, dia dengan tegas beekata. "Kompetisi Sumber Daya memiliki tiga peraturan, yang pertama, setiap klan hanya bisa mengirim empat murid untuk perpartisipasi dalam kompetisi dengan syarat bahwa mereka harus di bawa usia duapuluh tahun. Yang kedua, semua peserta akan bertahan di atas arena selama satu jam, mereka yang tersingkir akan di nyatakan gagal. Hanya empat orang yang di izinkan tetap berada di atas arena, dalam arti bahwa kalian semua akan berusaha untuk menjatuhkan lawan dari arena. Yang ketiga adalah keempat orang akan bertarung untuk posisi pertama, namun jika keempat orang yang berhasil bertahan adalah murid dari satu klan yang sama, maka klan tersebut akan langsung di nyatakan sebagai pemenang."
Pemimpin klan Wu menatap para generasi muda dari masing-masing klan dan berkata. "Baiklah, para peserta silahkan naik ke atas arena."
Lin Xuan dan 24 orang lainya segera naik ke atas arena, Lin Xuan, Lin Suya dan Lin Mongyu serta Lin Jang berdiri di tempat yang sama, mereka menatap para peserta yang juga berdiri bersama anggota klan mereka.
Saat Lin Xuan sedang memindai semua murid klan lain, tatapanya tiba-tiba berhenti kepada seorang pemuda berusia 20 tahun, tubuhnya kekar dan wajahnya di penuhi bekas luka-luka pedang, selain itu ada kapak besar yang di ikat di punggungnya.
"Jun Tian." Gumam Lin Xuan. Ya, pemuda itu adalah Jun Tian, murid luar sekte langit agung yang sebelumnya di kalahkan oleh Lin Xuan di Paviliun Harta.
Merasakan tatapan Lin Xuan, Jun Tian juga balik menatap, bibirnya di tarik membentuk senyuman ganas yang mengerikan.
-
-
__ADS_1
-
Bersambung...