Menuju Keabadian Dengan Sistem

Menuju Keabadian Dengan Sistem
Bab 3


__ADS_3

Di dalam gudang, terlihat tumpulan logam dan besi yang menumpuk seperti gunung, di langit-langit gudang banyak sarang laba-laba dan rayap. Lantai di penuhi debu.


Lin Xuan berjalan mendekati tumpukan logam, dia merenggangkan telapak tanganya ke arah tumpukan logam dan berkata. "Hisap!."


Lubang hitam langsung muncul di telapak tangan Lin Xuan, itu langsung mengisap seluruh tumpukan logam.


Ding!. "Selama, tuan mendapatkan 20 poin kontribusi."


Ding!. "Selamat, tuan mendapatkan 40 poin Kontribusi."


Ding!. "Selamat, tuan mendapatkan 60 poin kontribusi!."


Suara sistem terdengar berturut-turut di kepala Lin Xuan, sementara lubang hitam di tangan Lin Xuan terus-menerus menghisap tumpukan logam secara gila-gilaan.


Setelah waktu stengah jam berlalu, satu tumpukan logam telah di isap hingga bersih.


Lin Xuan melambaikan tanganya dan panel sistem muncul di hadapanya.


~Status~


•Lin Xuan


•Kekuatan: Tahap 3 Pemurnian Tubuh{+}(500 poin kontribusi)


•Metode Kultivasi: Jiwa Pedang


•Tehnik Pertempuran:{×}


•Poin Kontribusi: 1.000


Lin Xuan menekan icon {+} di menu peningkatan kekuatan, segera arus hangat mengalir di seluruh tubuhnya dan suara teredam menggema di dalam gudang.


Tahap 4 Pemurnian Tubuh!


Lin Xuan baru saja menerobos dengan 500 poin kontribusi.


Lin Xuan menekan icon {+} sekali lagi dan suara teredam menggema sekali lagi di dalam gudang.


Tahap 5 Pemurnian Tubuh!.


Lin Xuan merasakan bahwa tubuhnya dua kali lebih kuat dari sebelumnya, dan dia tersenyum puas. Lin Xuan berniat untuk meningkatkan kekuatanya sekali lagi, tapi poin kontribusinya telah habis.


Lin Xuan mengalihkan pandanganya ke arah tumpukan logan yang lain lalu mengisapnya secara gila-gilaan.

__ADS_1


Satu hari telah berlalu, seluruh isi gudang tampaknya telah bersih dan mengkilat, puluhan tumpukan logam kini tidak terlihat sedikitpun. Itu benar-benar di telan oleh sistem.


Aura Lin Xuan tumbuh semakin kuat, dia terlihat penuh dengan energi dan kekuatan.


"Tahap 9 pemurnian tubuh, aku hanya selangkah lagi menuju Great Petarung, hahahah." Tawa Lin Xuan menggema di dalam gudang, hanya satu hari penuh, namun dia sudah berhasil naik dari tahap 3 pemurnian tubuh ke tahap 9 pemurnian tubuh.


Jika ada orang yang mengetahui hal ini, mereka pasti sudah menyerang Lin Xuan lalu membela tubuhnya untuk mencari tahu rahasianya.


Lin Xuan melambaikan tanganya lalu panel sistem muncul di hadapanya.


~Status~


•Lin Xuan


•Kekuatan: Tahap 9 Pemurnian Tubuh{+}(Untuk meningkatkan di butuhkan:5.000 poin kontribusi)


•Metode Kultivasi: Jiwa Pedang


•Tehnik Pertempuran:{×}


•Poin Kontribusi:150


Lin Xuan melihat poin kontribusi yang di butuhkan untuk naik ke alam Great Petarung, dan dia tidak bisa membatu tetapi menghela nafas kasar.


Lin Xuan tersenyum pahit, dia sudah membereskan gudang pembuangan sisa logam yang telah di kumpulkan selama 10 tahun tanpa sisa, tapi dia tidak bisa naik ke alam Great Petarung.


Sekarang dia harus mengumpulkan 5.000 poin kontribusi untuk bisa menerobos, di mana dia akan menemukan tumpukan logam sebanyak itu.


Lin Xuan bangkit dari posisinya lalu keluar dari gudang pembuangan, saat dia keluar, hari sudah malam. Lin Xuan segera berjalan menuju kamarnya, setelah memasuki kamar, Lin Xuan segera tidur dan beristirahat.


Keesokan harinya, Lin Xuan keluar dari kamar dan berjalan menuju paviliun harta, tujuanya adalah mencari besi dan logam di sana seperti senjata dan alat-alat lainya.


Lin Xuan harus cepat mengumpulkan poin kontribusi kemudian menerobos alam Great Petarung.


Di perjalanan, Lin Xuan melewati lapangan pelatihan klan, di atas arena, terlihat beberapa murid klan sedang bertarung, mereka tampaknya sedang berlatih dan bertukar keahlian.


Melihat Lin Xuan, tatapan para murid klan langsung tertuju kepadanya, salah satu murid klan mencibir. "Huh, sungguh jijik melihat sampah yang sia-sia di pagi hari."


"Benar-benar pemborosan yang sia-sia, jika aku jadi pemimpin klan, aku mungkin sudah mengusir sampah semacam ini agar tidak merusak nama baik klan."


"Tapi, sampah ini sepertinya memiliki keberuntungan yang baik, dia bisa memiliki tunangan yang cantik dan berbakat seperti Nona Xu."


"Huh, aku tidak berfikir bahwa itu akan terjadi, siapa nona Xu? Dia adalah kecantikan yang terkenal di ibukota serta jenius nomor satu. Bagaimana sampah semacam Lin Xuan bisa pantas bersanding dengan nona Xu."

__ADS_1


"Kamu benar, bahkan meski mereka menikah, Lin Xuan hanya akan di jadikan pelayan di rumah Xu."


"Hahahaha."


Semua orang tertawa dan mencibir Lin Xuan dengan keras, tawa mengejek menggema di sekitar lapangan.


Lin Xuan yang sedang berjalan, ketika mendengar tawa mengejek itu, langkahnya tiba-tiba berhenti, dia berbalik kemudian berjalan menuju murid yang mengejek dirinya.


Melihat Lin Xuan yang berjalan ke arah mereka, para murid itu memasang tampang mengejek dan merendahkan, mereka bahkan terlihat bersemangat untuk menghajar Lin Xuan dan mempermalukanya jika dia berani menyerang.


Lin Xuan berjalan mendekat, ketika jarak tersisa hanya 10 meter antara dia dan para murid itu, dia tiba-tiba menghentakkan kakinya kemudian melesat ke arah murid yang paling dekat denganya.


Para murid itu terkejut melihat Lin Xuan menyerang, kemudian wajah mereka menunjukan senyum main-main, salah satu murid yang kekuatanya berada di alam pemurnian tahap 5 mengepalkan tanganya lalu menghancurkanya ke kepala Lin Xuan.


Lin Xuan tiba, dia mengepalkan tangan kananya kemudian menyambut pukulan murid tersebut.


Semua orang yang melihat tindakan Lin Xuan menghela nafas sambil menggelengkan kepala, Lin Xuan hanya Tahap 3 Pemurnian Tubuh, beraninya dia menyambut pukulan dari seorang murid yang berada di alam pemurnian tahap 5, bukankah Lin Xuan ini idiot?


Saat semua orang berfikir bahwa Lin Xuan akan di kalahkan, suara retak tulang tiba-tiba terdengar, murid yang bentrok dengan Lin Xuan seketika di kirim terbang membentuk busur di udara sebelum akhirnya jatuh di bawah tatapan terkejut semua orang.


Lapangan seketika jatuh dalam keheningan, semua orang menatap Lin Xuan dengan tidak percaya.


Lin Xuan menyapu pandanganya ke arah semua murid dengan mata acuh tak acuh sebelum akhirnya berbalik meninggalkan lapangan pelatihan.


Setelah sosok Lin Xuan tidak terlihat lagi, baru setelah itu lapangan menjadi gempar.


"Apa ini mimpi? Lin Xuan baru saja mengalahkan Lin Mujin dengan satu pukulan."


"Lin Mujin berada di Tahap 5 Pemurnian Tubuh, bagaimana bisa dia kalah hanya dengan satu serangan dari sampah Lin Xuan?."


"Tidak benar, dia pasti menggunakan semacam harta magic dan Lin Mujin tidak menggunakan semua kekuatanya."


"Sampah Lin Xuan, dia benar-benar licik, beraninya dia bermain curang."


"Dasar sampah yang sia-sia, kita harus melaporkan hal ini kepada kakak Lin Jang, biar dia memberikan pelajaran kepada sampah itu."


-


-


-


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2